Pengantin Kecilku

Pengantin Kecilku
Episode 129


__ADS_3

Keesokan paginya, Zaki dan kedua orang tuanya sudah bersiap untuk datang kerumah sakit, jam 05 subuh tadi Zaki sudah menyuruh orang untuk menghias Cela iya walaupun pernikahan nya akan di adakan di rumah sakit tetap saja Zaki ingin istrinya di hias secantik mungkin.


Bukan hal yang mudah untuk meminta persetujuan pihak rumah sakit, Zaki sudah melakukan berbagai cara tapi tetap saja tidak di izinkan dengan alasan akan mengganggu para pekerja dan pasien disana. Beruntung ada Kenan yang membantu.


Kenan tiba di Jakarta soreh hari setelah rundingan dengan pihak rumah sakit untuk membawa Papa Bayu, sekarang Papa Bayu sudah di rawat di rumah dan Dokter Arif yang mendapat tugas disana.


“Kok gue gugup gini Ya ??” tanya Zaki pada diri sendiri.


Setelan jas sudah melekat di tubuhnya, membuat wajah Zaki semakin tampan.


“Zaki ayo berangkat !!” teriak Ibu dari bawah.


Kembali meniti penampilan nya ketika merasa pas akhirnya Zaki meninggalkan kamarnya, turun kebawah dengan langkah pelan.


Zaki dan kedua orang tuanya sudah tiba di rumah sakit terlebih dahulu, penampilan mereka membuat pusat perhatian, tapi Zaki tak menghiraukan dirinya terus melangka dengan tegap hingga sampai di depan ruangan dimana Neneknya Cela di di rawat.


Ceklek---


Zaki mendorong pintu dengan pelan, ternyata Cela juga sudah selesai di rias, dengan memakai kebaya berwarna putih di padukan dengan kain batiknya yang sangat pas di tubuh Cela, serta rambut yang di sanggul dan wajah yang di mike up, membuat Cela tampak sangat cantik, Zaki bahkan sampai tak berkedip memandang penampilan wanita yang sebentar lagi akan menjadi istri nya.


“Ngapain sih berdiri terus di pintu ?? Ayah sama Ibu mau lewat” tanya Ibu dengan kesal.


Melihat anak nya yak bergeming mau tidak mau Ibu mendorong tubuh Zaki sehingga membuat Zaki hampir tersungkur kelantai.


“Kenapa dorong-dorong sih Bu ?? kalau Zaki jatuh kan malu”


“Lah kamu ngapain berdiri di sana terus, udah tau Ayah sama Ibu mau lewat”


Mendengar itu Zaki menyengir, karena memandang wajah Cela, dia lupa untuk masuk.


Melihat kedatangan kedua orang tua Zaki, Cela langsung mendekat, meraih kedua tangan itu dan menciumnya.


“Kamu cantik sekali ?? benar kamu calon mantuku ??” tanya Ibu tak percaya, apalagi saat melihat wajah Cela yang seperti nya baru remaja, berbeda dengan anak nya yang sudah hampir kepala empat.


Semalam Ibu berpikir bahwa calon istri Zaki adalah wanita yang seumuran dengan nya.


“Terima kasih Tante, iya saya calon mantu Tante” balas Cela sopan.


“Kok Tante sih ?? Ibu dong, kan bentar lagi kamu jadi anak Ibu juga”


“Iya Bu”


“Berapa umurmu Nak ??” kali ini sang Ayah yang bertanya.

__ADS_1


“Tahun ini 19 tahun Om” jawab Cela.


“Panggil Ayah jangan Om ya !!”


Cela mengangguk, dia bersyukur ternyata keluarga Zaki menerimanya, padahal dia sudah wanti-wanti jika kedua orang tua Zaki tak menerimanya.


Sang Nenek yang terbaring lema nampak tersenyum beruntung baginya karena Cela mendapatkan keluarga yang menerima dirinya.


“Ini Nenek nya Cela ??” tanya Ibu sembari mendekat ke arah Nenek.


“Iya Bu, ini Neneknya Cela”


Ayah dan Ibu Zaki menyalami tangan Nenek, menanyakan bagaimana kabar beliau, sambil menunggu Aska datang bersama penghulu dan saksi, rasanya Zaki sudah tidak sabar menunggu mereka.


-


-


-


“SAH” ucap para saksi menggelegar di ruangan itu.


Dengan satu tarikan nafas Zaki mampu melafaskan ijab kabul, sekarang dia dan Cela resmi menjadi pasangan suami istri.


“Udah jangan kelamaan, nanti malam aja di lanjut” bisik Aska meledek.


Zaki menoleh dan menatap Aska tidak suka, sementara Kenan hanya tersenyum lucu melihat ekspresi Zaki.


Zaki menyematkan Cincin di jari manis Cela, begitupun sebaliknya, kedua orang tua Zaki nampak bahagia karena anak mereka sudah menikah begitupun dengan Nenek.


Namun tiba-tiba nafas Nenek sesak, nafas nya naik turun hingga membuat semuanya panik.


Kenan dan Aska langsung berlari untuk memanggil dokter. Saat dokter tiba semuanya di suruh keluar, Pak Penghulu dan Saksi pamit untuk pulang tak lupa Aska memberikan mereka bayaran. Untuk buku nikah Zaki sendiri yang harus mengurusnya karena pernikahan nya mendadak jadi Buku Nikah mereka belum jadi.


Air mata Cela sudah mengalir dengan deras, dia takut terjadi sesuatu dengan Neneknya, Zaki hanya bisa memberikan dukungan berharap Nenek bisa baik-baik saja.


“Tenang Dek, Nenek pasti baik-baik saja” ucap Zaki mengelus pundak sang istri.


“Cela takut Bang, Cela takut Nenek akan ninggalin Cela”


“Suuut, makanya kamu jangan mikir yang macem-macem, serahkan semuanya kepada Allah”


Zaki menarik tubuh Cela kepelukan nya, dan itu membuat Cela terdiam seketika, antara nyaman dan malu karena dia di peluk di depan kedua mertuanya serta kedua sahabat suaminya.

__ADS_1


“Sejak kapan Zaki jadi bijak begini ??” bisik Kenan sambil bertanya kepada Aska.


“Gue juga gak tahu, mungkin efek ijab kabul” balas Aska dengan berbisik juga.


“Apa efek kelamaan jomblo”


Keduanya cengengesan membuat Zaki menatap mereka dengan tajam, namun kedua pria itu tak menghiraukan mereka terus berbisik sambil menertawakan Zaki.


Awalnya Kenan kaget bukan main mendengar Zaki akan menikah secepat itu, beruntungnya tidak tabrakan dengan acara ijab kabul Pras dan Siska, makanya Kenan bisa datang, karena ijab kabul Pras dan Siska akan di laksabakan jam 02 soreh nanti.


Tidak lama dokter keluar Zaki dan Cela langsung mendekat.


“Bagaimana keadaan Nenek saya dok ??” tanya Cela tak sabaran


“Maafkan kami tapi Nenek kamu tidak bisa di selamatkan”


Bagaikan tersambar petir, hati Cela remuk redam mendengar sang Nenek sudah meninggalkan dia selama-lamanya, wajahnya sudah di banjiri dengan air mata.


Kata-kata Nenek sebelum akad nikah tadi terngiang jelas di ingatan nya.


Berbahagilah Cucuku ! jangan pikirkan Nenek lagi, kamu berhak bahagia, apapun yang terjadi dengan Nenek tetaplah tersenyum ada dia yang akan menjaga kamu menggantikan Nenek.


Begitulah kata-kata Nenek tadi. Dengan Zaki pun Nenek berpesan untuk menjaga Cela dengan baik.


“Nenek, Hiks---Hiks, jangan tinggalin Cela !!” ucap Cela lirih, dia masuk kedalam dimana tubuh Nenek sudah tertutup kain putih.


“Sabar Dek, ikhlaskan Nenek mungkin ini yang terbaik, karena Nenek tidak akan sakit lagi”


“Tapi Cela gak punya siapa-siapa lagi Bang”


“Kata siapa ?? sekarang ada aku suami kamu, ada Ayah dan Ibu juga”.


BERSAMBUNG ------


Zaki : Kalau mau pada kondangan jangan lupa isi amplop yang banyak, gue gak terima recehan dari kalian.


Pras : Kondangan tempat ku aja, gak bawa amplop gak papa nanti di pesta juga jangan makan.


Kenan : 🙄🙄🙄🙄🙄


Aska : Aku mau kelonan aja sama bini, jadi gak akan datang di acara resepsi kalian 😂


Ayo para rieder mau datang kemana ??

__ADS_1


__ADS_2