Pengantin Kecilku

Pengantin Kecilku
Season 2 - Chapter 01


__ADS_3

RIAN -----------


Perpisahan nya dengan Dewi membuat luka tersendiri di hatinya. Membuatnya sekarang tau bahwa yang telah pergi tidak akan kembali lagi.


Kejadian dimana Ia menalak dan membiarkan Dewi pulang kerumah orang tuanya. Membuat Ia sadar bahwa Ia pernah menjadi laki-laki yang begitu jahat. Padahal perjuangannya dan Dewi untuk menikah bukanlah hal yang mudah.


Sekarang Ia hanya bisa menata kembali hatinya yang begitu rapuh. Menata kembali hidupnya supaya bisa menjadi lebih baik.


Setidaknya Dewi sudah mengajarkan nya tentang arti kesetiaan, kesabaran dan kehilangan. Mengajarkan nya bahwa semua itu perlu di dalam sebuah hubungan apalagi suami istri. Selama ini Ia pikir bahwa kehilangan tak akan sesakit ini namun nyatanya itu begitu menyayat hati.


Pertemuan singkat dirinya dan Dewi di sebuah taman seakan memberi tahu bahwa Dewi yang Ia tunggu sekian tahun sudah bahagia bersama laki-laki lain. Ia bahkan sempat memandang wajah tampan seorang laki laki yang statusnya sudah Sah menjadi suami Dewi mantan istrinya.


Begitu menyakitkan bukan ??


Tapi ya sudahlah.... Toh ini sudah terjadi anggap saja ini semua pelajaran buat hidupnya.


Dan sekarang matanya fokos menatap wajah cantik seorang Dokter mudah yang sedang menikmati makan siang bersama rekan nya. Ia bahkan tak berkedip menatap pesona Maudy yang begitu cantik.


“Woy” gertak Seno yang heran karena Ia tak kunjung makan siang.


“Apa sih, ganggu aja” cibirnya kesal.


Lalu kemudian Ia kembali memandang dimana Maudy berada. Seno mengikuti arah pandangnya.


“Cih katanya tidak suka, sekarang malah di pandangin terus” sindir Seno kemudian.


Ia langsung memandang ke arah Seno. Melempar sebuah tisu namun Seno keburu menghindar. Tawa ejekan selalu di berikan Seno kepadanya.


“Makanya jangan syok. Sekarang kebalik keknya. Lo yang suka Maudy eh malah Maudy yang gak suka sama Elo”Seno kembali tertawa. Menjengkelkan.


“Berisik” umpatnya kesal.


Namun lagi-lagi Seno tergelak. Benar-benar menyebalkan


Demi melihat wajah merahnya. Seno akhirnya menghentikan tawa ejekan.


“Ok.Gue minta maaf” ucap Seno sambil mengangkat kedua tangan nya “Gue doain semoa Lo dan Maudy cepat kepelaminan”


Ia langsung tersenyum ke arah Seno.


------------------


Maudy........


Ia bukan tidak tahu jika sedari tadi Rian terus menatapnya. Rasa panas dan salting (Salah tingkah) membuatnya terkadang tak berkonsentrasi dalam menikmati makan siangnya.


Pesona Rian selalu berhasil membuatnya jatuh cinta. Namun Ia harus bersikap jual mahal karena tak ingin terlalu di nilai Renda sebagai Cewek.


Jelas Ia harus memikirkan semuanya. Walau berulang kali Rian mengatakan ingin melamarnya. Sebenarnya bukan Ia tak bahagia tapi itu terlalu cepat baginya. Ia ingin lebih lama lagi untuk saling mengenal dengan Rian.


Jika dia jodohku maka sampai kapanpun Ia akan tetap menjadi milik ku. Apapun rintangannya.


Itulah kata yang selalu Ia ingat.

__ADS_1


Setelah menyelesaikan makan siangnya. Ia langsung berdiri untuk kembali keruangnya. Karena masih banyak data pasien yang harus Ia periksa.


Saat melewati meja Rian bersama Seno mendadak hatinya semakin gugup.Apalagi senyum yang Rian berikan membuatnya semakin salah Tingkah.


“Udah selesai makan siangnya ??” begitu tanya Rian yang menahan pergelangan tangan nya.


“Ia” jawab nya singkat.


“Pulangnya aku anterin lagi ya” ucap Rian lagi.


Bibirnya ingin berkata tidak namun berbanding sekali dengan hatinya yang ingin mengatakan Iya. Sadar atau tidak Ia langsung menganggukan kepalanya.


“Aku mau keruangan” ucapnya dengan wajah memanas.


“Iya hati-hati”


Perhatian dan tutur bicara Rian yang begitu lembut membuat rasa cinta di hatinya kian tumbuh besar.


---------------


Setelah pergantian Shift Ia langsung membereskan meja kerjanya. Membawa dokumen yang belum selesai Ia kerjakan di rumah.


Ketika suara pintu ruangannya mendadak terbuka membuatnya untuk sesaat menghentikan aktivitas nya sebentar.


Ada Rian yang sedang memanjang kan kepala nya sambil tersenyum.


“Udah selesai Neng ??” tanya Rian dengan nada menggoda.


“Apa sih” jawabnya kesal namun dengan wajah memerah.


“Mau di bantuin gak ??” tanya Rian yang sudah berdiri di samping nya.


“Enggak usah” jawabnya cepat.


“Selesai. Ayo katanya mau pulang” ajaknya kemudian setelah menyelesaikan beres-beres


Rian mengangguk dan tersenyum. Setelah itu mereka berdua keluar ruangan.


“Kamu tunggu di Lobby aku ambil mobil dulu” ucap Rian setelah mereka sampai di depan rumah sakit.


Ia menganggap kan kepala. Setelah Rian berjalan ke arah parkiran Ia hanya berdiam diri menunggu di Lobby.


*Din.


Din


Din*


“Ayo Neng” ucap Rian sambil membuka pintu mobil untuknya.


Ia hanya mencibir. Lalu melangkah kan kakinya untuk masuk kedalam mobil.


Di dalam perjalanan pulang Ia dan Rian mendadak terdiam. Kehenginan seolah tercipta. Baik Rian maupun dirinya tak ada yang ingin memulai berbicara.

__ADS_1


Ia sekali-kali melirik kearah Rian menggunakan ekor matanya. Menatap rahang kekar yang tengah fokos menatap jalanan yang padat karena kendaraan yang lalu lalang.


“Makasih" jawabnya setelah mobil berhenti tepat di depan rumahnya.


Namun sebelum turun tiba-tiba Rian memegang tangannya hingga membuatnya menoleh dengan cepat. Tak di sangka Rian malah melakukan hal yang tak wajar namun Ia tak ingin menolak.


Rian men ci um dan Melu mat bibir nya dengan lembut. Menghadirkan sensasi yang begitu nikmat.


Setelah cukup lama dan menyadari kalau pernafasan mereka hampir habis. Rian melepaskan penyatuan mereka. Namun Rian masih menangkup kedua pipinya.


“Maaf Dy” ucap Rian kemudian.


Ia tak tau harus menjawab apa. Ini terlalu cepat sehingga dirinya tak tau cara untuk menolak. Tanpa mengucapkan satu katapun Ia langsung menepis tangan Rian dan keluar dari mobil dengan tergesa-gesa. Meninggalkan Rian yang sama sekali tak ingin menahan nya.


-----------------


RIAN....


Ini jelas salah. Maudy pasti akan marah. Kenapa Ia bisa secepat itu melakukan semuanya. Tak bisa menahan hasrat yang begitu menggebu-gebu.


“Sial” Ia memukul stir mobil dengan kencang.


Lalu matanya masih sempat melihat punggung Maudy yang kian menjauh masuk kedalam rumah.


Ia langsung menjalankan kembali mobilnya. Menembus hiruk pikuk padatnya jalanan. Melajukan kembali mesin kemudi kearah rumahnya.


Namun otak nya tak bisa berpikir jernih . Bayangan penyatuan sesaat nya dengan Maudy terus berputar di ingatan nya. Mendadak Ia tersenyum ini begitu indah. Nikmat dan sulit untuk di jelaskan.


“Aku mencinta mu Maudy” gumamnya pelan.


Tidak cukup lama Ia sampai di rumah.


“Om Rian” seru Keyla yang begitu bahagia saat melihat dirinya pulang bekerja.


“Hey cantiknya Om, bagaimana kabarnya hari ini ??”


“Baik Om. Key gak nakal” jawab Keyla.


Ia begitu gemas dengan anak kakak nya yang cantik ini. Wajah Keyla persis Mommynya. Cantik, putih dan bersih..


-


-


-


BERSAMBUNG...


SESUAI JANJI AUTHOR UDAH MULAI UP NOVEL NYA RIAN.. JADI TOLONG JANGAN PELIT JEMPOL YA SUPAYA NOVEL INI LANCAR SAMPAI TAMAT.


DISINI KEYLA MASIH KECIL YA JADI JANGAN SAMAKAN SAMA YANG SEBELAH. KARENA KAN DIA MASIH BERUSIA 4 TAHUN MENUJU LIMA TAHUN.


KALAU YANG BANYAK POIN BOLEHLAH SEDEKAH IYA GAK ??

__ADS_1


ITU BACAAN VOTE MINTA DI SENTUH !! JADI JANGAN PELIT UNTUK KASIH VOTE YA..


__ADS_2