
Pagi itu Brian, Nafiza dan Troy sudah bersiap mengenakan pakaian yang cukup santai, membawa ransel dan memakai sepatu. Mereka hanya tinggal menunggu Tita keluar dari kamarnya.
Ceklek
"Maaf ya lama" Tita berjalan dengan terburu-buru, ia sedikit kewalahan membawa tas yang dikaitkannya di bahunya dan memegang sebuah tas travel kecil di tangannya, juga memakai sandal berhak.
"Ppfftttt hahaha, Tita kamu sepertinya salah kostum dan apa ini bebawaanmu terlalu banyak, alangkah lebih baiknya kamu membawa 1 tas ransel saja seperti yang kami bawa. Jangan-jangan kamu tidak tahu ya menuju ke air terjun itu kita harus jalan kaki cukup jauh" ucap Nafiza pada sahabatnya, Tita hanya tersenyum kecut sambil menggaruk lehernya yang tidak gatal.
"Kalau begitu tunggu sebentar lagi ya, aku akan berganti pakaian dan packing ulang" Tita kembali masuk ke kamarnya.
Brian, Nafiza dan Troy kembali menunggu, cukup lama sampai Nafiza mulai menguap.
"Tita lama sekali"
Ceklek
Pintu kamar Tita akhirnya terbuka.
"Nafiza aku bingung mau memakai pakaian apa" ucapnya lesu sambil bersandar pada pintu.
"Ya ampun" Nafiza menghampirinya masuk ke dalam kamar dan menutup pintunya.
"Perempuan mau pergi saja repot sekali" keluh Brian. Troy hanya mendengarkan saja.
Pintu kembali terbuka, kali ini menurut Nafiza Tita sudah memakai pakaian yang sesuai, hanya memakai kaos dan celana panjang juga memakai sepatu. Tak lupa bekal pakaiannya juga di gabung dengan milik Nafiza menjadi 1 tas saja.
"Sekarang ayo kita berangkat" ajak Nafiza sambil menggandeng lengan sahabatnya. Mereka berempat pun menaiki mobil yang sudah terparkir tepat di depan villa tempat mereka menginap.
Dalam waktu singkat mereka telah sampai di tempat tujuan.
"Dari sini kita akan trekking, perjalanannya cukup lama akan memakan waktu sekitar 1 jam. Bagaimana ladies sudah siap?" tanya Brian.
"Assshiiiap ayo jalan!!" Nafiza sangat antusias, sedangkan Tita sedikit murung membayangkan perjalanan jauh yang akan di tempuhnya.
Brian dan Troy mengikuti dari belakang, satu gadis semangat dan satu gadis melehoy. Hehe
Mereka perlahan menyusuri jalan setapak, kanan dan kiri mereka menyuguhkan pemandangan yang rimbun dan indah layaknya hutan tropis. Hawa petualangan sangat kental selama melakukan perjalanan trekking.
"Sebelah sana itu Gunung Gede Pangrango" tunjuk Brian pada dua gunung besar di depannya.
"Aku pernah mendakinya" ucap Troy tiba-tiba, yang sedari tadi dia diam.
__ADS_1
"Wah mungkin seru ya bisa naik gunung" ucap Nafiza sambil terus menikmati pemandangan.
"Kamu mau mendaki gunung sekarang?" tanya Brian, ia sangat peka jika mengenai keinginan Nafiza.
"Tidak jangan sekarang, aku belum siap"
"Mendaki gunung butuh persiapan yang matang nona juga mentalnya harus di kuat, apa lagi untuk pemula, karena tidak mudah untuk pergi ke puncak"
"Oohhh bagaimana keadaan di puncak gunung kak Troy?" tanya Nafiza penasaran.
"Sangat indah, walaupun perjalanannya sangat melelahkan tetapi begitu sampai di puncak semua rasa capek hilang, yang ada kita hanya akan semakin kagum dengan alam semesta ciptaan Tuhan ini"
"Waaaawww aku tidak bisa membayangkannya"
Hosh hosh hosh
"Kalian memangnya berjalan sambil berbicara tidak sesak?" ucap Tita menarik nafasnya panjang.
"Haha kamu baru berjalan sebentar sudah seperti ini Ta" Nafiza malah mentertawakan sahabatnya yang kelihatan sangat kelelahan.
"Kakiku pegal" Tita menghentikan langkahnya dan berjongkok.
"Tita ini kelihatan ya tidak suka berolahraga" kata Brian.
"Istirahat dulu sebentar ya" pintanya, akhirnya mereka berempat berhenti sejenak untuk minum, dari arah kiri mereka bisa melihat monyet-monyet bergelantungan.
"Iya ini belum sampai air terjunnya, kamu akan lebih menyukainya jika sudah sampai di sana" Brian merangkul bahu Nafiza. "Apa kamu juga lelah? jika iya aku bisa menggendongmu"
"Aku masih kuat berjalan, tapi boleh juga sih di gendong asal kak Troy juga gendong Tita. Bagaimana kak Troy? kita lomba siapa di antara Brian dan Kak Troy yang fisiknya lebih kuat"
"Ayo Troy aku menantangmu"
"Kalau tuan berkata begitu, ayo kita bertanding" Troy setuju.
"Yesss!! ayo cepat suamiku sayang gendong aku" Nafiza menjadi tidak sabaran, sebenarnya ini salah satu ide dadakan untuk mendekatkan Troy dan Tita.
Brian menekuk kakinya membelakangi Nafiza dan Nafiza pun menaiki punggung Brian. Troy pun sama sudah menggendong Tita walaupun awal-awal Tita malu menaiki punggung Troy.
"Kak Troy jangan sampai kalah ya, aku akan menyemangatimu dari belakang" wajah Tita memerah, ia merangkulkan tangannya erat di leher Troy.
"Ehem ciye ciye" goda Nafiza. "Ayo kita mulai, aku hitung ya, satu dua tiga ayo jalan!"
"Aku tidak akan kalah darimu Troy!!" Brian berjalan cepat. Nafiza menjadi tak bisa berhenti tertawa sambil mengaitkan tangannya pada Brian.
"Aku juga tuan!" Troy menyusul dengan segera.
__ADS_1
"Ayo kak Troy!"
"Semangat suamiku!!"
Cukup jauh mereka melakukan lomba menggendong para gadis yang di bawanya sambil terus tertawa bersama.
"Ahhhh aku tidak kuat lagi" Brian menurunkan Nafiza dan langsung terduduk lemas, keringat mengucur dari dahinya, nafasnya juga tersenggal-senggal. Di susul Troy pun yang keadaannya sama.
"Horeeee kak Troy menang" Tita melompat-lompat kegirangan.
"Kasihan kamu lelah ya sayang" Nafiza mengambilkan botol minum dan memberikannya pada Brian.
"Kak Troy hebat kuat!" Tita berjongkok memijat bahu Troy.
"Troy karena kamu sudah bersusah payah untuk lomba ini, aku akan memberikan hadiah untuk kalian" Brian berbicara sambil terengah-engah.
"Tidak perlu tuan" tolaknya.
"Tak apa kak Troy kan belum mendengar Brian akan memberikan hadiah apa" Nafiza membujuk Troy.
"Aku akan memberikan 2 tiket untuk pergi ke taman hiburan, kalian nanti bisa pergi ke sana bersama"
"Yeeeyyy kak Brian baik sekali" Tita semakin bahagia.
"Tidak usah tuan, aku benar-benar tidak membutuhkannya. Lebih baik tuan saja yang pergi dengan nona" Troy masih menolaknya.
"Troy kamu sekarang sudah bisa menolak pemberianku!"
"Maaf tuan bukan begitu"
"Sudah terima saja kak Troy, pergilah sekali-sekali jalan-jalan tanpa kami, nikmati harimu" Nafiza masih menasihati Troy, Tita yang mendengar Troy menolak tiket ke taman hiburan dengannya menjadi sedikit sedih.
Troy diam cukup lama sambil berfikir.
"Baiklah"
"Nah gitu dong"
"Asyik pergi ke taman hiburan, terima kasih ya kak Brian"
"Sama-sama, ayo kita lanjutkan perjalanannya"
Mereka berempat kembali melakukan trekking.
***
__ADS_1
Bersambung ๐โ