
Tak jauh dari sana, beberapa orang berbisik-bisik pada temannya.
"Eh lihat kenapa mobil di sana bergoyang?"
Brian dan Nafiza melakukan peraduan cintanya di dalam mobil yang terparkir tak jauh dari lokasi pasar malam.
"Kamu ini nakal sekali" ucap Nafiza sambil memakai kembali pakaiannya.
"Nakal? aku ini lelaki yang paling baik dan pengertian" Brian telah rapi mengenakan pakaiannya.
"Ya ini membuatku berantakan!"
Tiba-tiba terdengar alunan sebuah lagu dengan iringan gitar.
Kau membuat ku berantakan
Kau membuat ku tak karuan
Kau membuat ku tak berdaya
Bait pertama lagu D'Masiv Cinta ini membunuhku
Rupanya segerombolan anak muda membawa gitar bernyanyi sambil berjalan melewati mobil Brian. Nafiza dan suaminya hanya menoleh hingga gerombolan anak abg itu pergi.
"Maaf ya sini aku rapikan" Brian menyisir rambut panjang Nafiza dengan tangannya, ide jahil muncul dalam pikirannya. Ia mengesampingkan rambut Nafiza ke kanan dan mencium lehernya membuat Nafiza merinding.
"Ishhh sudah Brian tadi barusan kita kan"
Tok Tok Tok
Seseorang mengetuk pintu kaca mobil Brian tepat di sampingnya, mereka berdua sedikit panik. Nafiza segera mengancingkan atasan yang di pakainya.
"Kamu sih tidak sabaran! mau nya melakukan sekarang jadi kan kita di tegur orang!" ucap Nafiza kesal.
"Mau bagaimana lagi, sudah terjadi. Kamu sudah rapi belum?"
"Iya sudah" Nafiza berpura-pura duduk rapi, Brian menurunkan kaca mobilnya dan mendongakkan wajahnya ke atas melihat siapa yang mengetuk kaca mobil mereka.
"Selamat malam tuan nona" sapa Troy.
"Hahhhhh aku kira kamu satpol PP Troy" Brian dan Nafiza sama-sama menghela napas.
"Maaf mengejutkan tuan, memangnya apa yang tuan lakukan di dalam mobil sampai berpikir akan di tegur satpol PP?"
"Biasa Troy olahraga" jawab Brian rancu. Nafiza menyenggol sikunya.
"Olahraga apa di dalam mobil?" Troy mengedarkan pandangannya ke dalam mobil.
"Sempit seperti ini mana bisa olahraga" batin Troy.
"Olahraga ini hanya untuk yang sudah profesional saja Troy"
"Aku? aku sudah profesional belum tuan?" tanyanya polos.
"Kamu sih mungkin profesional tapi belum ada lawannya"
"Kalau tuan mau jadi lawan saya ayo" ajaknya.
"Eh lawannya harus perempuan Troy tidak boleh laki-laki" Troy mengangguk-nganggukan kepalanya mengerti.
"Oh mobil ini ternyata yang dibicarakan orang-orang sedang bergoyang. Ya ampun tuan Brian untung betulan tidak di tegur satpol PP. Dasar nafsuan!"
"Kamu kenapa bisa ada di sini Troy?" Brian balik bertanya.
"Aku sedang berjalan-jalan saja tuan, sudah lama ingin main ke pasar malam"
"Kak Troy sendirian?" tanya Nafiza.
"Iya nona"
__ADS_1
"Kenapa tidak mengajak Tita?"
"Tita sedang sibuk di rumahnya dia tidak bisa keluar"
"Ooohhh lalu kak Troy untuk apa ke sini sendirian?"
"Iseng saja non mau naik kincir angin merasakan udara dingin"
"Kak Troy aneh ya" bisik Nafiza pada Brian, ia benar-benar membayangkan Troy naik wahana kincir angin sendirian saat kincirnya berhenti di tengah-tengah paling atas.
"Memang dari dulu juga Troy sedikit aneh, biarkan sajalah" timpalnya membalas bisikan Nafiza.
"Troy kamu mau kami temani?"
"Tidak usah tuan jika tuan akan pulang silahkan pulang saja"
"Serius kak Troy?"
"Iya nona"
"Tapi jangan sampai lompat dari kincir angin ya"
"Husss kamu ini bicara apa!" Brian menyenggol bahu Nafiza.
"Habis kak Troy seperti orang sedang banyak pikiran"
"Tidak kok non aku baik-baik saja" ucapnya mencoba menenangkan Brian dan Nafiza.
"Betul Troy kamu tidak sedang memikirkan sesuatu?"
"Tidak tuan aku tidak apa-apa"
"Ya sudah kami pulang ya" Brian keluar dari pintu belakang mobil dan pindah ke depan di ikuti oleh Nafiza.
"Hati-hati ya kak Troy jangan berpikir untuk lompat" Troy terkekeh mendengarnya.
"Tenang saja nona"
Brian melajukan mobilnya meninggalkan Troy.
"Tuan dan nona tahu saja aku sedang memikirkan sesuatu"
Flashback on
Troy telah sampai di rumahnya sehabis pulang bekerja, ia menarik dasinya sambil duduk di atas ranjangnya.
Dddrttttt dddrtttt
Getar ponsel Troy, ia mengambilnya dari dalam saku jas yang sudah di letakkannya di kursi. Panggilan itu dari nomor baru tak di kenal.
"Halo" sapa Troy memulai obrolan.
"Halo apa ini benar tuan Troy?"
"Iya maaf siapa ya?"
"Saya sekretaris tuan Danu ayah dari nona Tita, apa hari ini anda ada waktu untuk bertemu? tuan saya ingin bertemu anda"
"Baiklah, kapan ingin bertemu?" jawab Troy tenang.
"Satu jam lagi, saya akan sharelock lokasinya untuk anda"
"Baik"
"Oke selamat sore" penelpon tadi menutup panggilannya.
Tiba-tiba jantung Troy berdetak kencang.
"Kenapa ayahnya Tita ingin bertemu sekarang ya" Troy menjadi gugup. "Semoga keadaannya baik-baik saja"
__ADS_1
Troy akhirnya pergi ke kamar mandi dan bersiap. Tak berapa lama kemudian ia sudah berpakaian rapi dan mendapat pesan agar segera datang ke sebuah restoran yang sudah di beri tahu lokasinya. Ia segera menuju parkiran dan melajukan mobilnya.
Troy telah tiba, ia masuk ke dalam dan di sana pelayan restoran mengantarnya ke sebuah ruang VVIP pesanan pelanggan. Pintu ruangan tersebut di bukakan dan tampak seorang pemuda yang sepertinya umurnya tak jauh berbeda dengan Troy dan seorang pria paruh baya tengah duduk di depan meja makan yang sudah tersaji berbagai macam makanan dan minuman.
Troy membungkukan badannya.
"Duduklah" perintah ayah Tita.
Troy menurut ia duduk di sebuah kursi di depan tuan Danu.
"Namamu Troy benar?"
"Iya tuan"
"Panggil aku om jangan tuan" pintanya.
"Maaf iya om"
"Apa pekerjaanmu?"
"Saya bekerja sebagai sekretaris pribadi seorang CEO" tangan Troy sedikit gemetar dan keringat dingin mengucur di dahinya.
"Keluargamu tinggal di mana?"
"Keluarga saya tinggal di kampung"
"Hubunganmu dengan anakku Tita seperti apa?" tanya ayah Tita tanpa basa basi, membuat Troy semakin gugup.
"Saya saya" Troy menjadi gelagapan.
"Kalau di jawab jujur aku mengencani anaknya tuan Danu marah tidak ya" batin Troy bingung. Beberapa menit Troy terdiam dan berpikir.
"Kamu menyukai anak saya?" tanyanya lagi blak-blakan.
"Iya tuan eh om"
"Sekedar suka atau mencintai?"
"Sa saya"
"Jawab" ucap tuan Danu datar membuat Troy ketakutan.
"Saya mencintai anak tuan eh anak om" teriaknya tiba-tiba.
"Hahaha" tuan Danu malah mentertawakan Troy.
"Haduh kenapa ayah Tita malah tertawa sepertinya sehabis tertawa aku akan di goroknya"
"Kalau begitu bilang pada orangtuamu bulan depan kalian akan bertunangan"
"Apa? saya tidak salah dengar om?"
"Tidak, kalau kamu serius dengan anak saya ya nikahi jangan di ajak pacaran. Betul tidak?" tanyanya sambil menoleh pada sektaris di sampingnya dan pemuda itu menganggukan kepalanya. Troy menyunggingkan senyum terpaksa.
Flashback Off
Troy berjalan membeli tiket wahana kincir angin, ia berbaris dan masuk sendirian ke dalam tempat berbentuk sangkar burung tersebut.
Kincir angin itu berhenti tepat di tengah-tengah di posisi paling atas tempat Troy duduk, ia menyandarkan kepalanya pada pojok besi. Fikirannya menggelayut tidak karuan.
"Mak bagaimana ini sebentar lagi Troy akan melepas masa bujang" ucapnya sendiri dengan wajah layu.
***
Bersambung
Oia author mau mengingatkan lagi yuk mampir ke novel baru author judulnya My Salve Beauty
__ADS_1
Nah ada satu lagi juga novel baru milik teman baik author, recomended juga buat kalian semua judulnya Cloud and Sky dari Anggela Jasmine. jangan lupa mampir ya 😍