
Nafiza mendudukkan dirinya di sofa tamu dalam ruangan Brian, ia mengedarkan pandangannya melihat-lihat benda yang terpajang di dalam lemari kaca kemudian ia pun berdiri. Ada beberapa penghargaan yang di dapatkan Brian, salah satunya sebagai Pengusaha Muda Sukses. Nafiza menganggukan kepalanya berdecak kagum dalam hati. Setelah berkeliling ia memutuskan untuk kembali duduk, Nafiza mengambil koran yang berada di samping tempat duduknya, ia membacanya kemudian ia melirik pada Brian yang sangat fokus bekerja di depan komputernya, tangannya terus menyentuh keyboard mengetik sesuatu.
"Kamu mengerjakan apa?" tanya Nafiza penasaran.
"Aku jelaskan pun kamu tidak akan mengerti" jawab Brian tanpa melirik sedikitpun.
"Ooooooo" Nafiza membuang wajahnya, ia mengeluarkan ponselnya. Sekarang dia sibuk memainkan sesuatu.
Ciat Bledug Jetaw Sssstttt Brusshhhh
Suara dari ponsel Nafiza, ia bermain game yang isinya tentang pertarungan.
"Silence bunyi ponselmu Nafizaku sayang" Brian masih fokus mengetik sesuatu.
"Huuuhhhh iya."
Setelah beberapa lama Nafiza memainkan game ia mulai bosan, ia beralih membaca komik online.
"Huaahahha Huahahahaha" Nafiza tertawa sendiri dengan suara cukup kencang. Awalnya Brian mendiamkan tetapi semakin lama suara Nafiza semakin kencang.
"Ya ampun nona bisa tidak suara tertawanya di kecilkan sedikit" Brian mulai melirik pada Nafiza tetapi lirikan matanya menjadi tajam.
"Hem iya iya" Nafiza akhirnya menaruh ponselnya, Brian kembali fokus pada komputernya.
Hening beberapa saat, Nafiza merebahkan tubuhnya di kursi.
"Brian. ." panggil Nafiza.
"Panggil yang benar."
"Brianku sayang."
"Iya apa?" masih tak melirik.
"Aku lapar."
Mendengar itu Brian menghentikan aktifitasnya dan memutar tubuhnya, ia meraih telepon kantor dan menekan tombol no. 1.
"Troy kemarilah!" Brian menutup teleponnya.
Tok tok tok
"Masuk" perintah Brian.
"Ada apa tuan?" tanya Troy.
"Tolong belikan makanan untuk Nafiza, kamu mau makan apa?" Brian kembali fokus dengan komputernya.
"Kak Troy tolong belikan aku kripik singkong, Cheetos, Sagu keju, Chiki ball, Mie kremes, Susu kotak, Teh pucuk dan cimory."
"Banyak sekali" Brian menggelangkan kepalanya.
"Baik saya akan membawakan pesanan nona, permisi tuan" Troy membungkukkan badannya dan keluar dari ruangan Brian.
Keadaan hening, Nafiza hanya memainkan ponselnya sedangkan Brian masih fokus bekerja. Tak lama kemudian. .
Tok tok tok
"Iya masuk" Nafiza yang menjawabnya.
Troy masuk ke dalam dengan membawa satu plastik makanan ringan, ia meletakkannya di meja depan Nafiza.
"Ini pesanan nona" Nafiza memeriksanya dan mengambil satu minuman yaitu teh pucuk, ia memberikannya pada Troy.
"Ini untukmu kak Troy, terima kasih ya sudah membelikan pesananku"
__ADS_1
"Maaf nona saya tidak suka minuman itu"
"Kenapa?" Nafiza menaruh kembali botol teh pucuk ke dalam plastik.
"Saya sukanya cimory" ucap Troy malu-malu.
"Yah aku juga suka cimory tetapi aku juga tidak tega padamu" Nafiza dilema.
"Tidak usah nona kalau begitu"
"Hemmm bagaimana jika kita bertanding, yang menang akan mendapatkan minuman ini" Nafiza mengangkat botol cimory.
"Bertanding apa nona?"
"Permainan batu gunting kertas. Bagaimana?"
"Baiklah" Troy melipat sedikit lengan kemejanya. Nafiza juga sudah bersiap mengepalkan tangannya.
"Siap ya batu gunting kertas!"
Nafiza : Batu
Troy : Batu
"Seri, sekali lagi batu gunting kertas"
Nafiza : Gunting
Troy : Gunting
"Seri lagi, batu gunting kertas"
Nafiza : Kertas
Troy : Gunting
"Huuuhhh, kak Troy kamu mau makanan juga tidak? bagaimana? kalau mau kita bertanding lagi?" tawaran Nafiza tersenyum mengangkat kedua alisnya.
"Bolehkah nona?"
"Tak apa, aku akan memberikan makanan yang kamu mau jika menang tapi jika kalah kak Troy cimorynya di tukar dengan teh pucuk" Troy merasa tak enak jika menolak tawaran Nafiza.
"Baik" jawab Troy terpaksa, ia bersiap lagi, Nafiza juga mengepalkan tangannya.
"Siap, batu gunting kertas"
Nafiza : Gunting
Troy : Batu
"Yeeeesss hahahaha saya menang lagi!!" Troy mengangkat kedua tangannya senang.
"Ehem ehem" suara dari meja sebelah. Nafiza dan Troy melirik dan tersenyum kaku. "Trooyyy" tegur Brian.
"Maaf tuan saya keasyikan main"
"Ini bukan taman bermain Troy"
"Maaf tuan, kalau begitu saya permisi dulu" Troy sedikit berlari sambil memegang cimory hendak keluar ruangan Brian.
"Kak Troy makanannya" panggil Nafiza, Troy berhenti ia berbalik dan sedikit berlari mengambil chiki ball.
"Maaf tuan" Troy berlari lagi menuju pintu dan keluar, Brian hanya menghela nafasnya panjang. Nafiza terkekeh melihat kepolosan Troy.
"Dia sangat lucu, kamu mau minum atau makan cemilan?"
__ADS_1
"Tidak, Untukmu saja" Brian fokus bekerja kembali.
Nafiza dengan asyik dan santai memakan cemilan yang ada di depannya, sampah di meja tamu jadi berserakan. Tak ada obrolan antara Nafiza dan Brian keduanya asyik dengan aktifitasnya masing-masing.
Setelah beberapa lama, Brian hampir menyelesaikan pekerjaannya, tiba-tiba tak ada suara dari kursi Nafiza, merasa sedikit aneh Brian kemudian meliriknya dan ternyata Nafiza tertidur. Ia tidur dengan posisi duduk, Brian tersenyum melihatnya, ia menghampiri Nafiza kemudian duduk di sampingnya.
"Kamu pasti merasa bosan, sampai-sampai tertidur seperti ini" Brian mengelus rambut Nafiza pelan merasa kasihan. Brian menggerakan Nafiza perlahan.
Brian mengubah posisi mereka, Brian membaringkan tubuhnya di sofa dan membawa Nafiza berbaring di atasnya. Nafiza tertidur nyenyak tanpa terusik, tubuh Brian menjadi kasur yang empuk baginya. Brian juga sedikit lelah dan mengantuk setelah bekerja seharian, ia ikut tertidur bersama Nafiza.
***
Terdengar seperti suara detak jantung, Nafiza membuka matanya perlahan ia mengangkat kepalanya. Matanya tertuju pada wajah pria yang sangat dekat dengannya. Semakin dekat semakin tampan untuk di lihat Nafiza. Seulas senyum kembali tersungging dari wajah Nafiza, ia kembali merebahkan kepalanya di atas dada Brian. Merasa sangat senang mendengar detak jantung pria yang sangat di cintainya. Nafiza menyamankan dirinya dan menutup kembali matanya. Rasanya ingin seperti ini selamanya.
"Nafiza aku lapar" Suara bariton terdengar di telinga Nafiza.
"Hemmmm?"
"Bangunlah"
Baru saja ia menginginkan keadaan seperti ini dalam waktu yang cukup lama, akhirnya Nafiza bangun dengan malas, sedikit tidak rela untuk beranjak dari kasur-tubuh suaminya.
"Ada apa?" tanya Brian mendapati wajah cemberut Nafiza.
"Tidak apa-apa, kamu sudah selesai bekerjanya?"
"Sedikit lagi tapi aku sudah tidak mood untuk melanjutkannya, hari sudah sore lebih baik kita pulang"
"Baiklah" Brian merapikan pakaiannya juga berjalan kembali ke meja kerjanya. Ia mematikan komputer dan mengambil jasnya yang tergantung.
"Ayo kita pulang" Brian memegang tangan Nafiza mengajak keluar ruangan. Troy sudah mengekor begitu Brian ada di hadapannya.
Mereka menyusuri beberapa ruangan sebelum sampai di depan lift, pegawai-pegawai yang melihatnya menyapa dan banyak yang merasa iri melihat BOS mereka menggandeng tangan istrinya. Ini kali pertama mereka melihat Brian bersama seorang perempuan mesra.
***
Nafiza Brian dan Troy sudah sampai di parkiran, saat akan menaiki mobilnya Nafiza berhenti, matanya tertuju pada kendaraan yang tepat berada di samping mobil mereka.
"Brian ini motor siapa?" tanya Nafiza memegang jok motor vespa di depannya.
"Ini milik satpam yang berjaga di depan lobi, kenapa?" Brian menyusul Nafiza.
"Boleh tidak kita meminjamnya? aku sudah lama ingin menaiki motor seperti ini" Nafiza memasang wajah imutnya mencoba merayu Brian. Dia menjadi sedikit berfikir. "Boleh ya boleh ya" Nafiza menggoyang-goyangkan tangan Brian.
"Hari ini kamu banyak maunya"
"Ayolah Brianku sayang, aku ingin sekali menaiki motor ini bersamamu. Satu kali ini saja, kita belum pernah naik motor berdua. Permintaanku sangat sederhana, mau ya kita naik motor ini" Brian masih terdiam dan Nafiza semakin kencang menggoyangkan tangan Brian.
"Baiklah baiklah, Troy telepon satpam yang di lobi bilang padanya boleh tidak kita meminjam motornya"
"Baik tuan" Troy mengeluarkan ponsel miliknya menghubungi seseorang.
***
Nafiza banyak maunya ya hehe tapi Brian tidak bisa menolaknya π
Oia maaf ya alurnya kadangg ga jelas, author udah mulai ga fokus kalau udah masuk kerja hehe
Dukung Author terus ya supaya lebih baik lagi
Silahkan beri like koment dan vote jika berkenan
Sampai jumpa lagi π
__ADS_1