Pengantin Kecilku

Pengantin Kecilku
Pencarian Tita


__ADS_3

"Dimana anda nona" Troy mengkhawatirkan Tita yang tak tahu ada di mana, sejak tadi malam ia tak melihat Tita.


Troy berjalan tergesa-gesa menuju ke tempat pengamanan villa tempat mereka menginap, ia akan mencari tahu keberadaan Tita melalui rekaman CCTV. Ia telah sampai di sana dan melaporkan hilangnya Tita, permintaannya juga di kabulkan untuk memeriksa hasil rekaman di sekitar villa mereka.


Troy dan pihak keamanan melihat dengan seksama, hingga pukul 8 pagi tadi tidak ada tanda-tanda Tita keluar dari kawasan villa. Troy memukul meja di depannya.


Buuugghhhh


"Ya ampun!! dimana dia sebenarnya" Troy menutup wajah dengan kedua tangannya dan membuangnya keras.


***


Brian menutup pintu dan segera mengganti pakaiannya, ia membuka lemari dengan cukup berisik.


"Emmm Brian kamu mau kemana?" tanya Nafiza yang terbangun karena Brian menimbulkan suara-suara yang cukup keras. Ia mengucek-ngucek kedua matanya sambil duduk bersandar di ranjang.


"Kamu tidak boleh kaget ya" Brian menghentikan aktifitasnya dan beralih menghampiri Nafiza dengan duduk di sampingnya.


"Ada apa?" Nafiza mulai panik padahal Brian belum menceritakan apa pun, melihat raut wajah serius Brian saja sudah membuat kantuknya hilang dan langsung tersadar.


"Begini sayang" Nafiza mendekatkan wajahnya memandang Brian lekat-lekat. "Belekmu, bersihkan dulu belekmu jika ingin memandangku sedekat ini" Brian terkekeh melihat wajah semraut Nafiza.


"Aku serius! kamu malah main-main" Nafiza membersihkan kotoran putih yang ada di pelupuk matanya.


"Aku juga serius hanya saja melihat keadaan wajahmu aku jadi ingin tertawa" Brian masih tertawa kecil.


"Sudah jangan tertawa terus, cepat ceritakan padaku ada apa?" Nafiza menggoyang-goyangkan tangan Brian.


"Sayang, Tita hilang sejak semalam"


"Apa!!! hilang bagaimana maksud kamu?" Nafiza membulatkan matanya tak percaya dengan apa yang di dengarnya.


"Tadi Troy kemari, katanya sejak semalam ia tidak melihat Tita, tadi pagi juga dia sudah mencari di kamarnya tetapi Tita tidak ada"


"Tidak mungkin kan kalau Tita di culik?"


"Aku juga tidak tahu"


"Ya ampun, apa mungkin dia tersesat karena pergi ke suatu tempat"


"Troy sedang melapor pada pihak keamanan villa, semoga ia dapat petunjuk tentang keberadaann Tita. Aku akan menyusul Troy ke sana" Brian bangun dari duduknya dan meraih jaket yang tadi sempat di taruhnya di atas kursi.

__ADS_1


"Aku ikut, tunggu sebentar aku akan berpakaian" Nafiza sadar sedari tadi ia belum memakai pakaian sehelai pun sisa peraduan cintanya semalam. Ia menyeret selimut tebal yang melingkar di tubuhnya.


"Aduh ribet sekali" Brian melihatnya sambil geleng-geleng kepala. "Lepaskan saja, tidak usah pakai selimut. Untuk apa kamu masih malu telanjang di depanku"


"Issshhh apa kamu bisa menjamin tidak ada kegiatan tambahan untuk Jun jika aku membuka selimut ini di depanmu?"


"Memangnya Jun anak sekolah pakai kegiatan tambahan" ucap Brian dalam hati.


"Hehe aku tidak bisa menjaminnya sih"


"Ya sudah mangkanya, aku akan berpakaian di kamar mandi. Kamu tunggulah di depan"


"Hati-hati jangan sampai menginjak selimut lalu kamu jatuh" nasihatnya melihat Nafiza dengan segala keribetannya.


"Tidak akan" Nafiza mengangkat selimut bagian bawahnya dan memunguti pakaian yang berserakan di bawah lalu berjalan menuju kamar mandi.


Brian melangkahkan kakinya menuju keluar kamar untuk menunggu Nafiza.


Setelah beberapa menit berlalu, Brian dan Nafiza yang telah bersiap menghampiri Troy terpaksa mengurungkan niatnya, Troy sudah kembali ke dalam villa.


"Bagaimana kak Troy apa ada petunjuk kemana semalam Tita pergi?" tanya Nafiza panik, Troy kembali dengan wajah lesu.


"Ya ampun no. handphonenya juga tidak aktif" Brian berusaha menghubungi nomor ponsel Tita.


"Ayo kita berkeliling lagi, kita berpencar mencarinya" ajak Nafiza. "Semoga Tita baik-baik saja dan tidak ada kejadian buruk apa pun yang menimpanya"


"Ya sudah, aku akan mencari di sekitar belakang vila. Kamu carilah di dalam villa dulu sedangkan Troy cari di sekitar depan" Brian memberi intruksi, mereka menyetujuinya dan mulai berjalan masing-masing.


Nafiza menyusuri setiap ruangan yang ada di dalam villa, ia bahkan membuka-buka lemari serta melihat ke bawah-bawah ranjang.


"Semoga ini bukan niatnya untuk menyembunyikan diri" gumam Nafiza berbicara sendiri.


Brian memeriksa dan menanyai beberapa orang yang di temui, berharap mungkin ada yang melihat Tita tetapi hasilnya nihil ia tidak mendapat informasi apa pun.


Troy menyusuri beberapa tempat dan taman yang berada di depan villa, ia pun sama sempat beberapa kali bertanya pada orang-orang sekitar tetapi masih belum mendapatkan petunjuk apa-apa.


Hari mulai terik, matahari telah berada tepat di atas kepala mereka. Pencarian mereka belum menghasilkan apa pun. Troy berjalan kembali menuju villa, ia melangkahkan kakinya sedikit lemas sampai tiba di depan pintu pagar untuk masuk ke dalam.


"Eh!!" ia berpapasan dengan Tita akan melalui pintu yang sama.


Tita membalikkan tubuhnya cepat membelakangi Troy dan berusaha meninggalkannya tetapi ia kalah cepat dengan Troy yang menarik tangannya.

__ADS_1


"Nona Tita dari mana saja?" Troy memutar tubuh Tita menghadapnya.


"Lepaskan aku kak Troy jangan mencegahku pergi" Tita berusaha melepas tangan Troy.


"Nona Nafiza dan tuan Brian sangat mengkhawatirkan nona Tita, pulanglah dulu temui mereka"


"Nafiza dan kak Brian lalu dirimu kak Troy? apa kak Troy tidak mengkhawatirkan aku?" sorot mata Tita berubah, ada air yang menggenang di matanya.


"Aku juga mengkhawatirkan nona Tita"


"Berhenti memanggilku nona, aku bukan majikanmu" Tita menyeka air matanya yang jatuh perlahan.


"Sebenarnya apa yang terjadi nona?"


"Tidak usah berbicara denganku jika kamu masih memanggilku nona" Tita kembali memutar tubuhnya hendak meninggalkan Troy lagi.


Glep


Troy menarik tubuh Tita cukup keras dan memeluknya, Tita terkejut merasa tak percaya dirinya kini berada dalam dekapan Troy.


"Kak Troy" Tita tak bisa menahan tangisnya, air matanya mengalir deras membasahi pipinya. Ia membalas pelukan Troy dengan melingkarkan kedua tangannya di bahu lelaki yang selalu di idamkannya.


"Hati-hati nona hampir menginjak kotoran kucing" bisiknya di telinga Tita membuyarkan rasa haru yang meliputi hatinya.


"Apa? kotoran kucing?" Tita melepaskan pelukannya dan melihat ke bawah kakinya, di depannya memang ada setumpuk kotoran berwarna coklat hanya tinggal beberapa centi saja jarak dengan kakinya.


"Ya ampun aku kira dia memelukku untuk mencegahku pergi ternyata kurang asem" umpatnya dalam hati.


Tita kali ini benar-benar kesal, ia masuk ke dalam villa sambil menutup pintu pagarnya. Troy berusaha mengikutinya tetapi terhalang oleh pintu pagar.


"Nona kenapa di kunci? saya juga mau masuk ke dalam, nona tolong buka pintunya" teriaknya melihat Tita pergi.


***


Hai maaf ya author telat update. Hehe


Biasa nih mood author sedang kurang baik. Mangkanya semangatin dong sama teman-teman semua.


Jangan lupa Like komen dan vote nya ya, biar author semangat bikin lagi. Okeyyyyy


Have a nice day

__ADS_1


__ADS_2