
"Awwwww" Tita memekik, rasanya kakinya perih. Ia melihat ke bawah pada kakinya, air di tepi kolam menjadi sedikit merah. "Ini darah" Tita berjalan sedikit pincang dan hati-hati.
"Kenapa kaki nona?" suara bariton itu tiba-tiba saja ada di sampingnya.
"Aku tersandung tepi kolam sepertinya sedikit tajam" Tita mendongakkan wajahnya, wajah tampan Troy menyihirnya kembali, ia tak bisa mengalihkan pandangannya.
"Ayo aku bantu berjalan" Troy memegang kedua bahu Tita dan memapahnya untuk duduk di kursi tempatnya tadi.
"Aaaahhh" Tita sedikit mengaduh, ia menyandarkan kepalanya pada Troy sambil terus menyunggingkan senyumnya. (Modus)
Troy mendudukkan Tita, ia kemudian memegang dan sedikit mengangkat kaki Tita yang terluka lalu berjalan masuk ke dalam villa.Tak lama kemudian ia kembali dengan membawa kotak p3k.
Troy menekan luka sobek pada kaki Tita dengan kain kasa agar menghentikan pendarahannya, lalu ia membersihkan sisa darah di sekitar luka dan menempelkan obat merah. Troy juga menutup luka dengan plester.
"Lukanya tidak terlalu besar hanya saja darah yang keluar cukup banyak" ucapnya masih tertunduk mengobati kaki Tita.
"Aku lemas kak Troy"
"Lemas? apa nona Tita sampai kekurangan darah karena luka ini?" Troy mengangkat kepalanya melihat ke arah Tita.
"Bukan karena itu, tapi hatiku rasanya meleleh melihat kebaikanmu padaku" tiba-tiba saja sebuah iringan lagu mengiringi mereka yang saling memandang.
Sikapmu yang penuh kasih dan sayang
Membuat aku hai mabuk kepayang
Sikapmu yang peramah dan pendiam
Membuat aku rindu siang malam
*Juga wajahmu yang teramat tampan
Akan selalu jadi pusat perhatian
Sungguh kau seorang pria idaman
Idamannya gadis sepanjang zaman
Hobbbbaaahhh di goyang bang ππΊππ
Lagu Rita sugiarto "Pria Idaman*"
Ternyata lagu itu berasal dari villa sebelah yang sepertinya sedang mengadakan acara karaoke lagu dangdutan.
"Kaki Tita kenapa?" suara Nafiza, ia dan Brian menghampiri dengan pakaian basah yang airnya masih deras menetes. Proses saling memandang Troy dan Tita pun berakhir.
"Aku tersandung tepi kolam" jawab Tita. Brian kemudian menyisir tepi kolam tempat tadi Tita melewatinya dan ia menemukannya patahan kramik pada kolam yang cukup tajam.
"Wah ini berbahaya, aku harus meminta pertanggung jawaban pihak villa jika begini, ada kerusakan tapi tidak di perbaiki" Brian mengeluarkan ponselnya dan menghubungi pihak villa, ia sedikit mengomel.
"Untung lukanya tidak besar ya Ta"
"Iya lukanya kecil tapi darah yang keluar tadi cukup banyak"
"Aku sudah memarahi pihak villa" Brian kembali. "Ceroboh sekali tidak memperhatikan keamanan, bagaimana jika ada yang terjatuh dan kepalanya terkena tepi kolam kan lebih berbahaya" Brian tampaknya masih sedikit emosi.
__ADS_1
"Sudah jangan di perbesar lagi masalahnya, kak Troy sudah mengobati Tita kok. Berarti kamu tidak bisa ikut berenang ya Ta lebih baik kamu duduk saja di sini"
"Iya aku akan melihat kalian bersenang-senang saja dari sini" Tita pasrah, Troy mulai berdiri dari posisi jongkoknya tadi.
"Kamu pesan makanan dan minuman saja Ta biar tidak bosan" Brian memberi saran.
"Iya gampang kalian pergilah lanjutkan berenangnya" Brian menarik tangan Nafiza mereka bersiap untuk melompat ke dalam air berdua sambil berpegangan tangan.
Byuuuurrrr
kepala keduanya muncul dan mereka tertawa-tawa, tak kalah semangatnya dengan Troy meski melompat sendirian ia tidak langsung memunculkan kepalanya melainkan ia berenang ke ujung kolam dan kembali lagi mendekati Brian dan Nafiza.
"Aaaaahhh kak Troy kenapa dirimu sangat mempesona membuat hatiku klepek-klepek saja" Tita memandang Troy sambil memegang kedua pipinya sendiri.
Cintaku klepek-klepek sama dia
Sayangku klepek-klepek sama dia
Cintaku klepek-klepek sama dia
Sayangku klepek-klepek sama dia
Sebuah iringan lagu dangdut kembali terdengar dari villa sebelah.
Tita : " Thor ganti napa jangan lagu dangdut backsoundnya"
Author : " Dih kenapa? asyik ko"
Author : "Oke siap"
Darah muda darahnya para remaja (terereng, suara gitar)
Yang selalu merasa gagah
Tak pernah mau mengalah
Tita : "Iissshhh itu masih lagu dangdut Thor!"
Author : "Loh katanya tadi mau lagu anak muda"
Tita : "Itu mah darah muda bukan anak muda, lagu pop Thor ganti!"
Author : "Gak mau ah orang author mau dangdutan" Jalan pergi bawa chiki pindah ke villa sebelah. "Lanjut abang gendang!! kalau saya bilang maju, maju ya" (Malah tiktokan ππ)
Tita : π£
Udahan ah dangdutannya author capek π . .
***
Hari mulai gelap, mereka berempat menyudahi main-main air di kolam berenang. Masing-masing kembali ke kamarnya untuk mandi dan bersiap makan malam.
Mereka mengadakan pesta barbeque kecil-kecilan, segala perlengkapannya sudah di sediakan oleh pihak villa. Mereka hanya tinggal memanggangnya saja.
__ADS_1
Troy tengah sibuk membolak balikan daging yang sedang di bakarnya, Tita tak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk terus berada di samping Troy. Mengekor ke sana dan kemari mengikuti langkah kaki gebetannya sampai tadi akhirnya Tita menabrak Troy yang tiba-tiba berhenti. Troy menghela nafasnya sedangkan Tita hanya tersenyum sambil mengusap keningnya.
Brian dan Nafiza yang memperhatikan hanya terkekeh melihat bucinnya Tita pada Troy sambil menggelengkan kepala.
Hingga akhirnya makanan pun sudah matang dan mereka memakannya dengan lahap, tidak ada yang jaim. Perut mereka terasa kosong, makanan habis tak tersisa.
Kini mereka sedang bercengkrama, Troy memainkan gitar yang dibawanya sambil menyanyikan beberapa lagu. Mempesona? Troy selalu mempesona untuk Tita, ia tak bisa berhenti tersenyum. Matanya pun selalu berbinar-binar melihat Troy.
"Hoooaaammm" Nafiza mulai menguap.
"Kamu sudah ngantuk?" tanya Brian, Nafiza sedari tadi menaruh kepalanya di bahu Brian. Mendengarkan nyanyian Troy membuat matanya semakin berat.
"Iya, kita tidur yuk" ajaknya.
"Ayo, kami tidur duluan ya" ucap Brian pamit sambil merangkul bahu istrinya dan melambaikan tangan. Tita dan Troy hanya menganggukan kepalanya dan melanjutkan aktifitasnya.
Kini hanya tinggal Tita dan Troy berdua.
"Sudah malam, lebih baik kita juga istirahat" Troy mulai berdiri sambil memegang gitarnya.
"Padahal aku masih ingin mendengarkan kak Troy bernyanyi"
"Aku lelah, besok lagi saja ya" Troy mulai melangkah meninggalkan Tita, ia pun berlari mengikuti Troy masuk ke dalam villa.
Crekkkkk
Tiba-tiba lampu di dalam vila mati, Tita yang terkejut bermaksud menghampiri Troy di depannya tetapi ia justru malah menabraknya, mereka pun terjatuh.
Creeekkkk
Listrik menyala kembali keadaan menjadi terang, Tita dan Troy sama-sama terkejut. Tita kini berada di atas tubuh Troy.
Deg deg deg
Jantung keduanya berdetak dengan cepat juga berbunyi dengan cukup keras.
"***Ya Tuhan kak Troy semakin dekat semakin tampan" Tita.
"Jantungku kenapa jantungku hei! jangan berdetak terlalu kencang!" Troy***.
Entah apa yang ada dalam fikiran Tita, ia mulai mendekatkan wajahnya pada Troy, bibirnya mulai maju-maju.
Akankah mereka kissing? hehe.
Di balik sebuah dinding, ada sepasang suami istri yang menahan tawanya dan melakukan tos.
***
To be continued
Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia
Yuk merdeka dari jiwa jomblo meronta-meronta.
Semangat 45 untuk dapatkan si diaπ
__ADS_1