
Hari telah sore, matahari hampir sampai di ufuk barat. Seorang lelaki gagah dan tampan tengah berjalan-jalan sore sendirian, ia masih memakai kemejanya selepas pulang bekerja. Troy sudah mendapat amanat dari Brian untuk pulang lebih awal dan beristirahat, majikannya itu bahkan tidak pergi bekerja karena mengikuti program kehamilan dengan Nafiza di rumah sakit, jadi ia merasa tak enak pada Troy dan menyuruhnya untuk tidak pulang malam.
Ada sesuatu yang masih mengganjal di fikiran dan perasaannya, hingga akhirnya Troy memutuskan untuk pergi berjalan-jalan sendirian sebelum sampai di rumahnya. Ia menjadi pusat perhatian, ketampanannya menyihir semua mata perempuan yang di lewatinya. Mereka berbisik-bisik membicarakan Troy.

Troy berjalan di taman seorang diri, ia sudah memutarinya dan kini tenggorokannya terasa kering. Ia mencari warung yang menjual minuman dan makanan ringan. Tangannya meraih dan membuka sebuah kulkas transparan yang berisi puluhan macam minuman, ia sempat berfikir hendak meminum apa. Akhirnya ia memutuskan untuk membeli minuman soda, ia mengangkat tangannya akan mengambil botol yang ada di depannya tetapi tangannya bersenggolan dengan kulit tangan seseorang. Ia terkejut dan mengalihkan pandangannya pada orang di sampingnya. Rupanya sang pemilik tangan pun sama terkejutnya dengan Troy.
"Non eh maksudku Tita?" sapanya.
"Kak Troy?"
"Sedang apa di sini? kenapa kita bisa bertemu di taman" tanya Troy, Tita langsung membalikkan badannya ingin menghindari Troy tetapi rasanya terlambat.
"Aku hanya sedang berjalan-jalan saja" jawabnya tak ingin melihat wajah Troy. "Kak Troy juga sedang apa di sini?"
"Aku juga, sedang berjalan-jalan melihat taman. Oia ini minumannya tadi kamu akan mengambilnya kan?" Troy memberikan botol minuman yang sama-sama akan di ambilnya dengan Tita.
"Terima kasih" Tita mulai melangkahkan kakinya meninggalkan Troy menuju pedagang yang sedang duduk menunggu pelanggan. Troy mengambil satu botol minuman yang sama dari kulkas dan bergegas menyusul Tita.
Tita telah menyelesaikan transaksi pembeliannya dan meninggalkan Troy kembali, ia rasanya belum siap untuk bertemu Troy, ungkapan perasaannya untuk Troy yang tidak di beri kepastian menurutnya adalah penolakan secara halus, sesak di dadanya belum hilang.
Troy berusaha secepat mungkin akan menyusul Tita, ia sedikit berlari tetapi apa yang di lihatnya, Tita menghampiri seorang laki-laki dan berjalan sambil merangkul tangannya. Ia terlambat, sudah tak bisa menghentikan langkah kakinya yang kini berada tepat di belakang Tita membuat Tita dan lelakinya itu menoleh kepadanya.
"Kak Troy ada apa? kenapa mengejarku? apa ada yang ingin di bicarakan?" Tita melepas rangkulannya dari lelaki tersebut.
Troy hanya menggagukan kepalanya, tak bisa berkata apa-apa.
"Aku akan berbicara sebentar dengan temanku, kamu tunggu aku di mobil ya" ucap Tita pada lelaki di sampingnya.
"Baiklah, jangan lama-lama ya" Tita mengangguk pelan, lelaki itu meninggalkan mereka berdua.
"Kak Troy mau membicarakan apa?" Tita melipat kedua tangannya di atas perutnya.
"Apa laki-laki tadi adalah pacar Tita?" tanyanya pelan.
"Aku di jodohkan oleh kedua orangtuaku dengannya"
"Oh lalu Tita menerimanya?" wajah Troy mulai terlihat sendu.
"Mau bagaimana lagi, aku tidak punya kekasih. Tak ada salahnya jika aku menerimanya, aku hanya ingin di cintai dan dia mau melakukannya. Aku membuka hatiku dan tanganku lebar-lebar untuknya"
"Tapi mana mungkin, kemarin kan Tita bilang menyukaiku?"
"Kak Troy perempuan itu butuh kepastian, jika hati kak Troy saja belum tentu merasakan hal yang sama denganku untuk apa aku menunggu kak Troy terus"
"Oooohhhh" Troy menundukkan wajahnya, entah kenapa hatinya merasa sedih dan kecewa. Biasanya Tita akan selalu memuja dan dan memperhatikannya, kali ini ia merasa terbuang. Ia sadar mungkin ini karena sikapnya sendiri.
__ADS_1
"Kenapa wajah kak Troy berubah menjadi seperti itu? apa yang kak Troy rasakan?" Tita mulai penasaran dan mencoba memancing Troy tetapi Troy lagi-lagi tidak menjawabnya, ia memilih diam tak bicara sepatah katapun. Tita hanya bisa menghela nafasnya dalam.
"Jika tidak ada yang ingin kak Troy bicarakan lagi aku akan pergi, selamat tinggal aku tidak akan mengganggu kak Troy lagi" Tita memutar tubuhnya dan mulai melangkah pergi. Tetapi tiba-tiba tangannya ada yang menarik dan mendekapnya.
"Eh kak Troy" lirih Tita.
"Apa di dekatku ada kotoran kucing lagi?" Tita melirik ke bawah kakinya sedikit demi sedikit.
"Maafkan aku mungkin aku terlambat menyadarinya, aku tidak ingin Tita pergi"
"Maksud kak Troy apa?" Tita melepas pelukan Troy dan mencoba menatapnya.
"Aku aku" Troy berusaha berbicara tetapi mulutnya terbata-bata.
"Iya aku" Tita memandang Troy lekat-lekat.
"Aku aku aku"
"Iya?"
"A a aku" Tita membuang nafasnya kasar.
"Hemmmm Kak Troy menyukaiku?" Troy semakin menundukkan wajahnya dan mengangguk seperti anak kecil.
"Kak Troy mau aku menolak perjodohan ini?" Ia kembali mengangguk.
"Nah kenapa tidak bilang dari tadi, kenapa harus di pancing dulu baru akan mengakui"
"Tita akan menolak perjodohan ini dan akan memilihku?" Troy sedikit ragu menanyakannya.
"Sebenarnya yang tadi itu bukan orang yang akan di jodohkan denganku, dan perjodohan itu sebenarnya tidak ada"
"Jadi? maksudnya yang tadi hanya bohong?" Troy membulatkan matanya menatap Tita.
"Iya hehe"
"Jadi aku kena prank?"
"Iya hahaha, kalau tidak begini aku mana tahu perasaan Kak Troy yang sebenarnya. Maaf ya kak Troy" Tita memasang senyum manisnya.
"Kalau begitu lepaskan tanganku" Troy melepaskan tangan Tita yang memeganginya.
"Kak Troy marah, maafkan aku"
"Aku tidak suka caramu!"
"Kak Troy jangan begini, jangan marah aku hanya ingin memberi kak Troy pelajaran dan ingin membuat kak Troy mengaku. Itu saja jangan seperti ini" rengeknya sambil menggoyang-goyangkan tangan Troy.
__ADS_1
"Aku bilang hentikan!" Troy menepis tangan Tita.
"Kak Troy . . " panggilnya pelan, air mata sudah menggenang di pelupuk matanya.
" Satu sama kena prank juga" tiba-tiba Troy tersenyum dan menggoda Tita.
"Iiihhhh jahat!!" Tita mencubit tangan Troy kuat-kuat.
"Aduh sakit! maaf ya cup cup jangan menangis" Troy kembali mendekap Tita dalam pelukannya.
"Kak Troy ini bukan mimpi kan?"
"Bukan" Tita mencubit punggung Troy lagi.
"Aduh jangan di cubit lagi, harusnya kamu mencubit tanganmu sendiri bukan mencubitku"
"Hehe iseng"
"Issshhhh"
"Hari ini kita jadian?" tanya Tita.
"Iya"
"Kita resmi berpacaran?"
"Iya"
"Aku dan kak Troy lope lope?"
"Hem iya"
"Asyiiiikkk aku menyayangimu kak Troy" Tita semakin mengeratkan pelukannya.
"A a aku" Troy kembali terbata.
"Tidak usah di jawab lagi lah, yang penting aku sudah tahu perasaanmu" Troy membalasnya dengan senyuman, ia ingin mencium pucuk kepala Tita tetapi di urungkannya.
"Jangan sekarang, aku terlihat agresif sekali jika melakukannya saat ini" Troy hanya mengelus kepala Tita pelan. Sebenarnya mereka di perhatikan banyak orang tetapi mereka tidak peduli. Biarlah yang lain iri.
***
Happy Weekend guys
Sebenarnya author sedang kepikiran akan segera menamatkan novel ini, karena jika di teruskan terlalu jauh maka akan berada di luar jalur konsep pertama Nafiza sebagai gadis kecil hehe
Jadi di detik-detik penamatan author masih meminta dukungannya, jangan lupa like komen dan subscribe eh vote maksudnya.
__ADS_1
Jangan lupa tersenyum sayang 💕💕