Pengantin Kecilku

Pengantin Kecilku
Season 2-Chapter 38


__ADS_3

Hari ini Rian dan Maudy berangkat ke Bali, setelah kemaren soreh berpamitan kepada Alwi.


Mendengar kabar kehamilan Dewi, membuat Rian dan Maudy turut bahagia, rasanya Maudy sudah tidak sabar menanti seseorang yang akan tumbuh di rahimnya selama 9 bulan.


Setelah tiba Di Bali Rian dan Maudy langsung menuju hotel bintang lima, yang telah mereka sewa sebelum berangkat ke Bali.


"Hotel nya bagus Mas" seloroh Maudy.


Rian tersenyum "Kan bintang lima sayang" jawab Rian..


"Hehe, iya juga Mas"


Rian menepuk kasur samping nya mengisyaratkan kepada Maudy untuk duduk di sampingnya, Maudy langsung menurut.


"Sekarang kita udah bulan madu, jadi Mas harap disini kamu harus selalu bahagia, jangan memikirkan yang belum tentu terjadi, serahkan semua nya kepada Allah" ucap Rian dengan nada lembut.


"Iya Mas"


"Istirahat dulu ya, nanti baru jalan-jalan"


"Hanya istirahat ?"


"Iya enggak dong, masa iya kamar sebagus ini gak di manfaatin" Jawab Rian terkekeh.


Plak


Maudy menepuk lengan Rian, lalu mencibir. "Nanti malam saja Mas, aku capek"


"Katanya mau cepat jadi kok malas-malasah sih"


Akhirnya Maudy menuruti keinginan suaminya, sangat berharap setelah pulang dari Bali ia sudah positif hamil.


-


-


Soreh harinya Rian mengajak Maudy berkeliling pantai, menyusuri pinggir pantai sambil menunggu matahari tenggelam. Tak lupa Rian membawa camera untuk mengabadikan momen bersama sang istri.


"Mas fotoin aku !"titah Maudy.


"Siap" Rian mengacungkan jempolnya, lalu membiarkan Maudy berpose sampai pas di foto.


"Iihh, bagus banget Mas, pinter deh ngambil foto" puji Maudy.


"Iya dong, siapa dulu"


Sehabis berfoto Rian dan Maudy duduk di pasir, memandang langit yang sudah berwarna orange karena matahari sudah menenggelamkan dirinya, Maudy menyandarkan kepala di bahu sang suami.


Semilir angin yang menerpa tubuh mereka berdua tak membuat keduanya beranjak, mereka masih diam di tempat.


"Mas"


"Hemmm"


"Jika nanti aku pergi dulu, satu yang harus Mas tau, kalau aku mencintai Mas dengan tulus"


Rian menoleh, menatap wajah sang istri, entah kenapa ucapan istrinya membuat Rian tak enak hati.

__ADS_1


"Jangan ngomong gitu dek ! Sampai kapanpun kamu harus tetap bersama Mas, sampai kita tua, dan punya banyak anak dan cucu"


Maudy balas memandang suaminya yang jarak wajah mereka begitu dekat.


"Tapi kita kan gak tau umur kita sampai mana Mas"


Maudy mengangkat kepalanya di bahu sang suami, lalu memandang kedepan sambil menikmati angin malam yang semakin kencang menerpa wajahnya.


Rian berdiri, meletakkan kedua tangan nya di pinggang. Sesekali ia menghela nafas panjang.


"Tuhan !!" tiba-tiba Rian beteriak membuat Maudy terlonjak kaget, beberapa pengunjung yang masih berada di pinggir pantai menatap Rian dengan aneh.


"Mas, apa sih" ucap Maudy.


Namun Rian tak menggubris, ia kembali berteriak, menumpakkan perasaan nya saat ini.


"Jangan ambil istriku dulu Tuhan, karena sampai aku tua aku masih sangat membutuhkan dia" Teriak Rian menggema.


Tak bisa di pungkiri saat itu juga senyum Maudy langsung mengembang, ia segera melingkarkan kedua tangan nya di perut sang suami.


"Kau tau dek, Mas sudah pernah kehilangan dan itu begitu menyakitkan, jadi Mas tidak ingin kehilangan kamu"


"Mas tau bahwa yang hidup di dunia ini akan pergi, tapi belum saatnya. Kamu masih harus menemani Mas sampai kita tua nanti, membantu membesarkan anak-abak kita"


Maudy mulai terisak, begitu terharu dengan ucapan sang suami.


"Aku tidak akan meninggalkan kamu Mas, aku janji" ujar Maudy di pungung sang suami.


Rian merasakan baju belakang nya sudah basah karena tetesan air mata sang istri, ia membalikan badannya dan mendekap kembali istrinya.


"I love you sayang" bisik Rian.


-


-


Malam semakin larut, tak terasa sudah jam 02 pagi. Afnan terbangun dari tidurnya, ia hendak melaksanakan sholat tahajud.


Afnan melirik sang istri yang masih tertidur dengan nyenyak, sebelum beranjak Afnan mengecup kening sang istri.


"Mau kemana Mas ?" tanya Dewi dengan suara serak.


"Mau sholat tahajud sayang, kenapa ?"


"Ikut"


Afnan tersenyum, lalu membantu mendudukan istrinya, mata Dewi masih sedikit terpejam. Rupanya ia masih begitu ngantuk.


Kemudian Afnan meraih ikat rambut istrinya, lalu merapihkan rambut Panjang Dewi dan mengikat nya.


"Mau di gendong ?" tanya Afnan setelah mengikat rambut sang istri.


"He em" jawab Dewi mengangguk.


"Masya Allah, makin hari kok manja nya makin bertambah ya"


Afnan mengangkat tubuh istrinya, lalu membawanya ke kamar mandi.

__ADS_1


"Sana wudhu dulu !" titah Afnan


"Iya Mas"


Pertama-tama Dewi membasuh mukanya, sehingga membuat rasa kantung nya hilang, lalu mengambil wudhu karena akan melaksanakan sholat tahajud bersama Sang suami.


-


Setelah melaksanakan sholat tahajud, Afnan mengaji dan membiarkan Dewi tidur di pahanya, Afnan mengusap perut istrinya dengan lembut sambil terus membacakan ayat suci Al-Qur'an dengan merdu.


Sementara Dewi kembali tertidur dengan pulas, setelah Afnan selesai mengaji, ia melepaskan mukena istrinya lalu kembali mengakat tubuh Dewi keatas tempat tidur menyelimuti sang istri dan tak lupa membisikan doa-doa di telinga istrinya.


Afnan ingin istri dan calon anak nya akan selalu mendapat kan perlindungan dari Allah SWT.


Dulu saat Dewi mengandung Alwi, Afnan pun selalu mendoakan Dewi hanya saja Afnan tidak menyentuhnya karena Afnan rasa itu masih haram.


"Sehat-sehat ya anak Abi" bisik Afnan di perut sang istri.


-


-


Sementara itu Rian dan Maudy baru saja selesai melewati malam panasnya, Rian tak henti-henti menjelajah tubuh istrinya, hingga membuat Maudy kelelahan


"Udah ya Mas aku capek banget" ucap Maudy


Cup.


"Iya sayang, kita tidur" balas Rian sambil mencium kening Maudy.


Keduanya tertidur dengan nyenyak di bawah selimut Yang sama dan tanpa pakaian sedikitpun.


-


Keesokan paginya Rian terbangun karena mendengar suara ketokan pintu, kepalanya terasa pusing mungkin karena efek tidur hanya sebentar. Rian melirik jam di ponselnya ternyata sudah jam 7 pagi.


Setelah memakai baju kaos dan celana pendeknya, Rian langsung membuka pintu namun hanya sedikit saja karena ia tak ingin ada orang lain yang melihat istrinya.


"Ini sarapan nya Tuan !" ucap pelayan hotel.


"Lain kali kalau saya belum minta jangan di kirim dulu, setelah saya kabari baru antar" ujar Rian dengan tegas


"Baik Tuan"


Rian mengambil makanan yang di berikan oleh pelayan hotel, lalu membawanya masuk kedalam hotel, meletakkan makanan itu di atas meja barulah Rian beranjak membangunka Maudy.


"Sayang bangun dulu ! udah pagi nih" bisik Rian di telinga istrinya.


"Emmmm" Maudy hanya bergumam, tak sedikit pun membuka matanya.


"Nanti tidur lagi, tapi sekarang bangun dulu sarapan nanti sakit dek"


"Bentar lagi Mas !"


-


BERSAMBUNG..

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA.


SAMA KASIH HADIA YA ! PLEASE !!


__ADS_2