
Nafiza, Brian dan Troy telah sampai di Venesia. Perjalanan kali ini menjadi lebih cepat karena pesawat jet pribadi yang mereka tumpangi memiliki mesin canggih, tentu saja fasilitas dan kenyamanannya pun patut di acungi jempol. Walaupun perjalanannya tidak terlalu lama tetap saja Nafiza terlihat kelelahan, kini ia beserta suami dan sekretarisnya itu sudah berada di jalan menuju hotel, Brian mengajaknya menginap di Hotel Bintang 5 tetapi kali ini bentuk bangunan hotelnya sangat unik, tetap bergaya klasik serta mewah.
Hari sudah malam ketika mereka sampai, Nafiza masih tertidur ia menyandarkan kepalanya pada bahu Brian.
"Nafiza sayang bangun, kita sudah sampai hotel" Brian menepuk pelan pipi Nafiza, sebenarnya ia tidak tega membangunkannya tetapi tidak mungkin juga kan tidur di dalam mobil sedangkan yang di bangunkannya masih tertidur pulas. Brian kembali menepuk pipi Nafiza.
"Hemmmm" Nafiza mengangkat kepalanya.
Srrruuufffttt
Bunyi suara dari mulut Nafiza memasukan kembali air liurnya sambil mengecap-ngecapkan bibirnya, seperti biasa dia tidur dengan mulut sedikit terbuka. Ia mengedarkan pandangannya.
"Ayo kita turun, tahanlah ngantukmu kita harus tidur di kamar" ajak Brian sambil membuka pintu di samping Nafiza dan Nafiza hanya menganggukkan kepalanya.
Brian turun dari pintu di sampingnya, ia menghampiri Nafiza yang berdiri tapi masih sedikit sempoyongan dan menguap.
"Aku sangat mengantuk" Nafiza merangkul tangan Brian seperti memeluk bantal guling.
"Tahan sebentar Nafiza kita harus berjalan ke dalam" Brian dan Nafiza berjalan beriringan. Sesampainya di lobi Troy langsung memesan kamar, setelah mendapat kunci kamar mereka segera menaiki lift.
Nafiza melepaskan tangan Brian, ia menyandarkan tubuhnya pada sisi pojok lift. Matanya terpejam tangannya di lipat di atas perutnya.
"Dia ini kenapa bisa tidur sambil berdiri" Brian terkekeh melihat tingkah laku Nafiza.
Brian masih memperhatikan Nafiza saat lift berhenti tubuh Nafiza jadi condong ke depan dan hampir jatuh tetapi Brian berhasil menangkapnya.
"Ini tidak akan bagus Troy, nanti tolong bukakan pintu kamarnya" Brian menggendong Nafiza ala bridal style. "Kamu ini seperti bayi Nafiza" yang di gendongnya tak merasa terusik sedikitpun malah merasa sangat nyaman.
Tak jauh dari lift pintu kamar sudah siap Troy buka, Brian langsung masuk dan menidurkan pelan Nafiza di ranjang.
"Haaahhhh" Brian menghela nafasnya, nafasnya tersenggal-senggal. "Dia ini semakin hari tubuhnya semakin berat" Brian melepaskan sepatu yang di pakai Nafiza dan menyelimutinya.
"Gaya tidurnya pun mengalahkanku sebagai laki-laki" kemudian Brian melirik pada Troy yang memandanginya dari samping. "Kamu sampai kapan akan memandangi kami terus Troy?" dia memang sedari tadi diam mematung tetapi terus mengekor pada Brian sampai masuk ke dalam kamar.
"Maaf tuan saya terbawa suasana" Troy menundukkan kepalanya.
"Suasana apa?"
"Suasana perjuangan tuan membawa nona yang sedang tidur dari dalam mobil sampai ke kamar hotel" jawabnya polos sambil mengacungkan jempol.
"Hentikan Troy ini sudah malam jangan membuatku ingin tertawa" (Kalau mau ketawa ya ketawa saja Brian 🤣🤣)
"Maaf tuan" Troy kembali menundukkan kepalanya.
"Istirahatlah di kamarmu Troy" Brian berdiri membuka kemeja yang di pakainya.
__ADS_1
"Baik saya permisi tuan" Troy berjalan keluar kamar dan menutup pintunya.
Sedangkan Brian pergi ke kamar mandi membersihkan dirinya dan mengganti pakaiannya, tak lama ia pun menyusul Nafiza tidur sambil memeluknya. Brian tentu lebih lelah di banding Nafiza.
***
Pagi hari yang terasa damai, Nafiza bangun lebih awal. Posisi tidur mereka sampai pagi tidak berubah, Nafiza menggeserkan tangan Brian yang masih melingkar manis di pinggangnya. Belum beranjak dari kasur, Nafiza masih memandangi Brian yang tertidur pulas, sebuah senyum menghiasi wajah Nafiza di pagi hari memandang wajah Brian membuatnya senang.
"Aku tahu aku ini tampan sayang" Brian berbicara dengan mata terpejam.
"Uuhhh selalu! terlalu percaya diri" jawab Nafiza acuh.
"Jika tidak kenapa kamu memandangku dan tersenyum terus?"
"Aku sedang memperhatikan apa di bibirmu itu ada air liurnya atau tidak"
"Di bibirmu bukan di bibirku" Brian membuka matanya, Nafiza langsung mengelap bibirnya dan tersenyum kecut.
"Kamu harus memijat tanganku" ucap Brian memberi tangannya pada Nafiza.
"Memangnya kenapa?"
"Tanganku sakit menggendongmu semalam, kamu tahu kamu semakin berat"
"Hehe maaf ya membuat tanganmu pegal" Nafiza mengecup tangan Brian.
"Tidak mau, aku mau mandi" Nafiza meninggalkan Brian pergi ke kamar mandi, Brian akhirnya memilih memeluk bantal guling.
***
Nafiza dan Brian sudah berpakaian rapi, mereka juga sudah sarapan di restoran dalam hotel. Kini mereka akan pergi jalan-jalan.
Venesia, Nafiza masih tidak percaya ia ada di Venesia. Padahal baru kemarin ia ada di Roma, ia tahu Brian itu kaya raya tetapi ia tidak tahu kalau suaminya sekaya ini. Bisa pergi kemanapun, kapanpun menaiki jet pribadi yang mewah pula. Brian kali ini mengajak Nafiza bukan karena ada rapat atau kepentingan bisnis, tetapi karena ia ingin berlibur bersama Nafiza.
Mereka menyusuri jalan-jalan kecil yang tua dan klasik, bangunannya indah dan berwarna warni. Tak terasa juga waktu sudah sore mereka masih berkeliling, di sebelah kanan mereka ada gondola-gondola yang mengapung indah di atas air. (Gondola adalah perahu khas Venesia).
Nafiza diam dan memandang gondola-gondola tersebut, tiba-tiba ada sebuah gondola yang menghampiri Nafiza.
"Selamat datang di Venesia nona Nafiza" sapa gondolier di gondola tersebut. (Gondolier adalah orang yang mengendarai gondola).
"Anda bisa berbahasa Indonesia?" tanya Nafiza heran.
"Saya mengerti sedikit Bahasa Indonesia"
"Ayo kita naik gondola ini" ajak Brian saat gondola itu menepi.
__ADS_1
Sebelum menaiki gondol itu Nafiza memandangnya terlebih dahulu, gondola yang berhenti di depannya memiliki tempat duduk yang sedikit lebih besar juga ada beberapa bantal bahkan tersedia beberapa makanan ringan, sedikit berbeda dari gondola lain.
Brian menaikinya terlebih dahulu, ia memegangi tangan Nafiza menariknya agar aman saat menaiki gondola, di susul Troy yang ikut dan duduk di kursi paling belakang dekat gondolier.
Gondola yang mereka tumpangi mulai berjalan, Nafiza sedikit gugup karena gondola sedikit bergoyang-goyang tetapi ketika sudah berjalan sedikit jauh gondolanya mengapung dengan stabil. Mereka melewati beberapa bangunan dan jembatan dengan pemandangan senja yang indah, hingga mereka sampai di salah satu jembatan yang bernama jembatan desah, salah satu jembatan yang terkenal di Venesia.
"Menurut legenda jika ada pasangan yang berciuman saat melewati jembatan ini waktu matahari terbenam maka cinta mereka akan di berkahi dan abadi" ucap gondolier masih mengayuh gondola. Brian memandang Nafiza.
"Apa? jangan bilang kamu ingin menciumku sekarang di sini?" balasnya memandang Brian.
"Tentu saja, memangnya mau apalagi"
"Ada ka Troy dan gondoliernya Brian"
"Kenapa kamu memanggilku Brian lagi? bukannya kamu bilang akan memanggilku sayang?" Brian menatap tajam Nafiza.
"Maaf aku lupa, aku belum terbiasa memanggilmu sayang" tetapi Brian sudah merajuk. "Jangan marah ya" Brian membuang wajahnya.
"Ayo jangan marah Brianku sayang" Nafiza menggoyang-goyangkan tubuh Brian melalui tangan yang di rangkulnya. Gondola mereka ikut bergoyang.
"Iya, hentikan Nafiza kita bisa jatuh. Jangan bergoyang-goyang lagi" meski gondola itu bergoyang tetapi gondolanya masih tetap berjalan dan sedikit lagi sampai pada jembatan desah.
Nafiza hanya tertawa dan masih menggoyang-goyangkan tubuhnya dan tubuh Brian. Suaminya itu mulai panik tangannya memegangi sisi gondola agar seimbang.
"Hentikan Nafiza"
Cuuuppp
Nafiza mengecup bibir Brian tepat saat gondola mereka berada di bawah jembatan desah. Istrinya itu hanya tersenyum memandangi Brian dan akhirnya Brian tidak menghiraukan gondola yang masih sedikit bergoyang-goyang ia menarik tengkuk leher Nafiza dan mencium bibirnya, ciumannya sedikit lama.
Seperti biasa ada seseorang yang merasa jiwa jomblonya meronta-ronta.
"Kenapa aku ikut-ikutan naik gondola ini" penyesalan Troy tiada guna.
Author : "Ngapain sih Troy ikut-ikutan mulu?"
Troy : "Habis bingung mau ngapain lagi"
Author : "Cup cup cup kasian" 🤣🤣🤣
***
Maaf ya typo 😁
Semoga terhibur
Oia untuk cast Nafiza aku share di episode selanjutnya ya 💗💗
__ADS_1