Pengantin Kecilku

Pengantin Kecilku
Semua Yang Di Rencanakan


__ADS_3

Troy masih berpikir, haruskah ia menyewa satu kamar khusus pasangan untuknya dan tita atau jangan. Jika mengikuti perkataan Brian maka ia tidak boleh melakukannya tapi jika menuruti hawa nafsunya ia sangat ingin satu malam saja menginap bersama Tita.


"Bagaimana tuan?" tanya pegawai hotel yang sedari tadi menunggu jawaban Troy.


"Hemmm aku" Troy gelagapan.


"Iya"


"Aku ingin sewa kamar juga" Troy menghela napasnya, akhirnya ia sudah memutuskan.


"Baik tuan, satu kamar khusus akan kami persiapkan juga, ada service khusus juga untuk kamarnya. Kunci kamar nanti akan di berikan sesaat sebelum acara lamaran"


"Iya terima kasih"


"Sama-sama, saya permisi tuan" pegawai itu meninggalkan Troy.


"Tidak apa-apa kan aku menyewa kamar untukku dan Tita toh kami tidak akan berbuat apa-apa, hanya untuk menghabiskan malam panjang kami saja" Troy menghibur dirinya sendiri agar semakin mantap dengan keputusannya.


"Nanti di kamar kami akan tiduran saja, menonton film bersama mungkin, dan makan malam berdua di dalam kamar" Troy membayangkannya melakukan semua yang di ucapkannya dengan Tita, namun tiba-tiba pikiran kotor itu kembali, Troy dan Tita akan berciuman di atas ranjang secara intens.


"Tidak tidak tidak hentikan pikiran kotor itu, pokoknya aku dan Tita hanya nonton film di kamar hotel bergadang sampai pagi" Troy bergelabut dengan pikirannya sendiri.


***


Keesokan harinya Brian dan Nafiza sudah bangun pagi, syukurlah Nafiza tidak mengalami mual muntah seperti ibu hamil kebanyakan, ia hanya sering merasa lapar dan haus. Pagi itu Nafiza sudah berada di ruang makan, ia sudah menghabiskan satu piring nasi goreng buatan Bi Inah.


"Bagaimana enak tidak sayang? apa kamu masih lapar? jika masih terasa kurang kamu boleh memakan nasi goreng punyaku" ujar Brian menyodorkan piring di depannya.


"Tidak sudah cukup perutku begah" jawab Nafiza sambil menyandarkan punggungnya.


Sedang bercengkrama berdua di meja makan, salah satu asisten rumah tangga mereka menghampiri.


"Tuan dan nona, tuan besar dan nyonya besar sudah sampai" lapornya, Brian langsung menuntun Nafiza berjalan untuk menyapa kedua orangtuanya.


"Mama papa sudah datang" sapa Nafiza sambil memeluk kedua orangtuanya secara bergantian.


"Iya sayang jalannya hati-hati kamu sedang mengandung" ucap mama khawatir melihat Nafiza berjalan cepat.


"Bagaimana kabar kalian sehat?" tanya papa sambil menepuk pundak Brian.


"Kabar kami baik pah" jawab Brian. "Ayo pah mah duduk di sini" ajaknya menuju ruang utama rumah mereka.


"Kamu mual muntah tidak? merasa pusing atau lemas? mencium bau-bauan mual tidak?" mama memberi pertanyaan cukup banyak tentang hal yang biasa di rasakan oleh ibu hamil.


"Untuk sekarang tidak mah, aku sehat dan baik-baik saja. Malah nafsu makanku bertambah pesat"


"Syukurlah" timpal papa melihat anaknya tenang.

__ADS_1


Mereka berempat berbicara, Nafiza dan Brian mendapat banyak pengetahuan baru dari mama dan papa soal kehamilan.


Tak lama kemudian Bi Inah menghampiri mereka.


"Tuan, mami dan papi sudah datang" lapornya.


Brian dan Nafiza berpamitan meninggalkan kedua orangtuanya untuk menyambut kedua orangtua Brian. Hari ini mereka akan benar-benar sibuk karena kedatangan tamu.


"Mami papi" panggil Brian sambil memeluk maminya di ikuti juga oleh Nafiza.


"Sayang kalian sehat nak?" mami Brian selalu penuh kasih sayang.


"Kami sehat mih pih" jawab Nafiza.


"Anak papi benar-benar sudah dewasa, sekarang sudah bisa bikin kuping" di iringi tawa, papi Brian yang baru datang langsung meledeknya.


"Iisshhh papi ini malu di lihat menantu kita, bukan cuma bikin kupingnya tapi juga seluruh tubuh bayinya. Sekaligus 3 lagi, kamu benar-benar berbakat" mami malah ikut mengatai.


"Jun mih yang berbakat"


"Mami dan papi setelah berbulan-bulan baru bertemu langsung menggodaku terus"


"Itu karena kami sangat merindukanmu nak" mami merangkul tangan Brian.


"Mih pih orangtua Nafiza juga sudah sampai mari bergabung di sana" ajak Nafiza.


"Sebentar lagi kita akan menjadi nenek dan kakek, tak terasa ya rasanya baru kemarin kita menikahkan mereka" mama Nafiza memulai pembicaraan.


"Betul, bagaimana Brian dan Nafiza apa kalian sudah menentukan nama untuk calon cucu kami?" tanya mami.


"Sudah mih, namanya di buat spesial" Brian melingkarkan tangannya di bahu Nafiza seraya tersenyum kepadanya.


"Siapa?" tanya papa.


"Masih rahasia, semua namanya unik dan memiliki arti masing-masing. Brian memikirkan nama ini dengan sangat keras" Nafiza memicingkan matanya menatap Brian.


"Awas ya kalau namanya Jun" bisiknya memperingati Brian, Nafiza juga tidak tahu nama apa yang telah di siapkan suaminya.


"Terserah aku sebagai ayah dan penabur benihnya" Brian bersama dengan orangtua dan mertuanya melanjutkan pembicaraan mereka, semuanya senang dan bersuka cita.


***


Troy sudah menghubungi Tita untuk mengajaknya makan malam, Tita menyetujuinya. Kini ia hanya tinggal menunggu kedatangan Tita.


Untuk membuat kejutan Troy sudah menunggu di lobi hotel. Kekasih pujaanya pun datang dengan segera.


"Tumben kak Troy mengajakku bertemu di sini?" tanyanya melihat hotel mewah bintang lima di depannya.

__ADS_1


"Sesekali aku ingin mentraktir Tita, di sini makanannya enak" ucapnya basa basi. "Aku juga punya sedikit kejutan untuk Tita" wajah Troy memerah, sebenarnya dia malu tapi tadi di rumahnya ia sudah berlatih dan menyusun kata-katanya seperti skript untuk main drama.


"Kejutan? dalam rangka apa? aku tidak sedang ulang tahun kak Troy"


"Kejutan karena Tita suka mau hadir dalam hidup Troy" Troy sudah mulai belajar menggombal.


"Iiihh kak Troy bisa saja" Tita salah tingkah, ia mendorong bahu Troy dengan wajah merona malu-malunya.


"Aku pakaikan ini ya" Troy mengeluarkan sebuah kain penutup mata. Tita menganggukan kepalanya tak keberatan.


Troy menutup mata Tita mengikatkan kain di kepalanya, ia memegang dan menuntun Tita untuk berjalan sesuai arahannya.


Mereka menuju kolam renang, yang sudah di hias dengan dekor yang indah. Bunga yang di bentuk love dan sebuah meja makan malam yang di hiasi lilin menambah syahdunya malam lamaran ini.



Troy dan Tita telah sampai di pinggir kolam, perlahan ia membuka penutup mata Tita. Tita mengucek matanya perlahan sambil mengedarkan pandangannya, ia terkejut dengan apa yang ada di hadapannya.


"Ini indah sekali kak Troy" Tita menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


Troy menurunkan dan menekuk satu kakinya sambil memegang tangan Tita.


"Tita tahu tidak kenapa donat itu selalu bolong tengahnya?" tanyanya, Tita menggelengkan tangannya.


"Karena yang utuh dan bulat itu hanya cinta Troy pada Tita" kekasihnya itu tersenyum mendengarnya.


"Tita sayang maaf aku tidak bisa meneruskan hubungan ini, karena aku tidak butuh basa basi, yang aku butuhkan adalah terjadinya cepat resepsi" Tita masih menunggu Troy meneruskan perkataannya.


"Tita yuk kita bikin pesta dan surat undangan, Troy mau Tita jadi istri dan ibu dari anak-anak Troy yang lucu, bagaimana apa Tita mau?" wajah Troy menegang menunggu jawaban Tita.


"Kak Troy serius melamar Tita?"


"Seribu rius"


"Bagaimana ya. . " Tita nampak berpikir, ia menarik tangannya melepaskan pegangan Troy. "Tapi kak Troy maaf sepertinya Tita tidak bisa" wajah Tita berubah jadi murung.


"Maksud Tita tak mau menikah dengan Troy?"


Bak di sambar petir, Troy berdiri sambil menundukkan wajahnya.


***


Hadeh gimana ya nasib Troy πŸ€”


Kalau lamarannya di tolak berarti kamar hotelnya ga kepake mubazir dong


Disini ada yang mau nemenin Troy nginep gantiin Tita ga? πŸ˜‚πŸ˜‚

__ADS_1


Kalau ada daftar ya 🀣


__ADS_2