Pengantin Kecilku

Pengantin Kecilku
Episode 162


__ADS_3

Malam telah kembali datang, Rian berdiri di dekat kaca jendela kamarnya, nafas nya memburu dengan terasa sesak. Sesekali lelaki itu menghapus air matanya disaat pikiran nya kembali mengenang masa lalu yang amat sulit untuk dia jalani. Sebuah masalalu dimana dia melakukan kesalahan hingga seseorang yang amat dia cintai pergi meninggalkan nya.


Entah siapa sebenarnya yang paling terluka, dia ataupun Dewi, tapi sepertinya dia sendiri karena setiap malam Rian akan termenung dan sangat susah untuk tidur.


“Dimana kamu Wi ?? kenapa sulit sekali untuk mencarimu, kenapa kedua orang tua mu tak pernah memberi tahu aku dimana keberadaan kamu, apa saat ini kamu sudah menemukan cinta lain atau masih terus mencintai diriku” gumam nya lirih, ada rasa sakit yang sulit untuk di jelaskan saat mengatakan semua itu.


Dimana pujaan hatinya saat ini, kenapa kisahnya sama dengan sang Kakak yang harus merasakan kehilangan seseorang yang amat dia sayangi.


Tok


Tok


Tok


Tiba-tiba suara ketokan pintu membuat lamunan Rian buyar, buru-buru lelaki itu berjalan kearah pintu untuk membukanya.


Ceklek..


“Ada apa Kak ??” tanya Rian setelah melihat Kenan berdiri di ambang pintu.


“Kamu menangis lagi ??” ucap Kenan tanpa menjawab pertanyaan dari adiknya.


Rian tak menjawab ,dia kembali masuk kedalam kamar di ikuti oleh Kenan di belakang nya, mereka berdua duduk di atas ranjang.


“Kamu benar-benar belum bisa melupakan Dewi ?? ini sudah 4 tahun Rian lupakan dia !! dan bukalah lembaran baru, kau juga berhak bahagia”


Rian menoleh, menatap wajah sang Kakak dengan sorotan marah, dia tak suka dengan perkataan Kenan yang menyuruhnya untuk melupakan Dewi, karena bagi Rian, Dewi adalah cinta sejatinya jika wanita itu belum bisa di temukan maka Rian akan tetap hidup sendiri, walaupun sampai tua sekalipun.


“Rian sudah bilang jangan katakan itu lagi, kenapa Kakak tidak mengerti” ucap Rian dengan pelan, meredahkan emosi yang saat ini sudah memuncak di dalam dirinya.


“Tapi aku sebagai Kakak mu tidak kuat melihat kamu seperti ini Rian, Kakak sayang sama kamu”


“Cih, bukan nya Kakak juga pernah ada di posisi ku, Kakak bahkan pernah di tinggalkan Kak Alya, kenapa sekarang Kakak tidak mengerti perasaan ku” Rian sudah tersulut emosi, perkataan Kenan membuat nya ingin marah tapi percuma.

__ADS_1


“Kalau Kakak memang sayang sama aku, kenapa tidak membantu ku untuk mencari Dewi ??” lanjut nya lagi.


“Tidak membantumu kata mu ? lalu apa yang selama ini Kakak lakukan Rian ?? Kakak sudah berusaha mencari keberadaan Dewi, tapi hasilnya nihil, itu semua menunjukkan kalau kamu dan dia tak berjodoh”


“Cukup Kak !! aku bilang cukup !! jangan pernah katakan kalau aku dan Dewi tidak berjodoh karena Kakak bukan tuhan yang bisa tau segalanya” bentak Rian sambil menunjuk wajah Kenan.


“Terserah kau saja”


Bruuuukkk


Suara pintu yang di tutup dengan keras oleh Kenan membuat Rian kaget, iya Kenan langsung pergi setelah mengatakan semua itu, percuma baginya menasehati Rian saat rasa cinta nya kepada Dewi masih sangat besar.


Sebenarnya Kenan dan Papa Bayu ingin Rian kembali menikah, membina rumah tangga baru kepada wanita lain, bukan karena Dewi belum juga di temukan tapi karena saat ini kedua orang tua Dewi sangat membenci Rian.


*S*ampai aku mati sekalipun aku tak akan mengatakan Dimana anakku berada, Dewi sudah bahagia saat ini jadi jangan ganggu dia lagi, dan untuk Rian yang menderita itu bukan urusan kami karena dia sendiri yang membuat Dewi pergi.


Masih teringat jelas di pikiran Kenan saat beberapa waktu lalu dia mendatangi kediaman orang tua Dewi, bagaimana raut kebencian yang di pancarkan oleh Papa Edi kepada keluarga Abraham saat ini.


Kenan menghela nafasnya kasar saat kembali merasakan sesak atas masalah yang menimpah adiknya sekarang.


“Sini sayang !! anak Daddy mau di gendong ya baru Bobok ?? Mommy sama adik Zio mana Nak ??” tanya Kenan kepada putrinya.


“Ada di kamar Dad”


Kenan melangkahkan kaki nya memasuki kamarnya, di lihatnya sang istri sedang menidurkan Zio di atas kasur dengan sangat pelan, takut kalau anaknya kembali terbangun.


“Sudah tidur Mom ??” tanya Kenan dengan suara pelan, dia pun takut kalau anak laki-lakinya kembali terbangun karena itu bisa membuat kemarahan di diri Alya.


“Iya Sayang, ya sudah sini Key bobok sama Mommy ya !!” Alya hendak mengambil putrinya tapi Keyla menggelengkan kepalanya membuat Kenan dan juga Alya mengernyit bingung.


“Kenapa gak mau sama Mommy Sayang ??” tanya Kenan dengan lembut.


“Mom tidak sayang sama Key, dia lebih Sayang sama Adik Zio” ucap Keyla dengan suara serak menahan tangis.

__ADS_1


Deeggg.


Alya terdiam, kenapa putrinya bisa berpikir seperti itu, kesalahan apa yang dia lakukan sehingga Keyla berpikir kalau dirinya tak sayang padanya, Alya mengingat kesalahannya dan sekarang dia ingat tadi Keyla minta di temenin ke kamar mandi, tapi karena Alya sedang menggendong Zio akhirnya Alya menyuruhnya sendiri.


“Mommy Sayang kok sama Key, Sayang banget malahan, maafin Mommy ya karena tadi Mommy gak nemenin Key ke kamar mandi, Key kan tau kalau Mommy lagi gendong adik Zio, Mommy janji deh nanti gak gitu lagi” Alya berusaha membujuk anaknya supaya mau kembali padanya, inilah risiko kalau sudah punya anak dua apalagi dengan jarak yang dekat karena pasti sang Kakak akan sering cemburu melihat ibunya dekat dengan sang adik.


“Tuh Mommy udah minta maaf, Daddy selalu bilang harus selalu memaafkan kesalahan orang lain apalagi itu Mommy kamu” sahut Kenan yang menjelaskan kepada anak pertamanya.


Alya kembali merentang kan tangan nya untuk menyambut Keyla, akhirnya dengan bujuk rayu dari Kenan, Keyla mau di gendong oleh Alya.


“Tidur dekat Adik Zio ya” ajak Alya.


“Iya tapi aku mau di peluk sama Mommy, Adik Zio biar di peluk Dad aja”


“Iya Nak”


Alya menidurkan Keyla di samping Zio, Kenan berbaring di samping Zio sedangkan Alya berbaring di samping Keyla.


Tepukan halus dan lembut membuat mata Keyla cepat sekali tertutup, dia pun langsung tidur dengan nyenyak, membuat Alya tersenyum setelah itu dia mencium kening Keyla dan Zio secara bergantian.


“Daddy gak di cium juga ??” ucap Kenan bertanya.


“Sini kalau mau di cium kalau disana kan kejauhan"


Kenan langsung beranjak, dia berjalan mengitari ranjang dan duduk di samping sang istri.


Segera Alya mencium wajah Kenan, dari mulai kening, pipi sampai ke bibir.


“Main kuda-kudaan yuk, kan mereka udah tidur” bisik Kenan di telinga Alya sehingga menimbulkan rasa geli.


Dengan malu-malu Alya mengangguk.karena dia juga rindu dengan sentuhan suaminya.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


KALAU SEMPAT NANTI MALAM UP LAGI.


__ADS_2