Pengantin Kecilku

Pengantin Kecilku
Episode 112


__ADS_3

“Kamu semalam ke pesta lagi ???” tanya Alya setelah selesai sarapan yang di antar pihak hotel.


“Iya sayang, maaf ya ningglin kamu, gak enak aku sama tamu, mereka juga kan separuhnya rekan kerja aku”


“Apa sih pakai minta maaf segala, aku tu yang gak enak sama mereka sebagai istri kamu aku gak nemenin kamu”


Kenan mendongak menatap wajah istrinya, dia tau apa yang saat ini istrinya rasakan, semalam memang banyak yang menanyakan istrinya, akan tetapi Kenan punya alasan lain yaitu istrinya tengah mengandung, bergadang semalaman tidak baik untuk ibu hamil.


“Apa sih Al, kok ngomong nya gitu ?? mereka tuh pada ngerti kalau kamu tengah mengandung” jelas Kenan kemudian


“Tapi kan tetap aja aku gak enak apalagi sama tamu Papa”


“Gak usah pakai gak enak segalah lah !! Papa juga nyaranin kamu kan semalam buat istirahat duluan, itu artinya Papa gak papa kamu gak nemenin aku, lagian mereka siapa sih sampai bikin kamu gak enak hati, mereka hanya tamu sayang”


Alya terdiam, pagi ini dia memang cukup kaget saat membuka media sosial berita tentangnya yang berstatus istri dari pengusaha sukses itu menjadi berita utama, bahkan saat menonton televisi saja wajahnya nampak disana.


Namanya juga dunia maya banyak yang menyanjungnya dan ada juga yang menghujatnya, akan tetapi sang suami sudah mengatakan kalau jangan terlalu di pikirkan, semua itu akan hilang seiring berjalan nya waktu, sekarang Alya sadar kenapa suaminya tidak pernah memperkenalkan dirinya kepada khalayak ramai, karena itulah yang terjadi.


“Pulang yuk, aku gak betah di kamar ini” ujar Alya


“Kenapa ??”


“Ya gak betah aja lah, enak di rumah”


“Gak mau nyobain keempukan kasur itu dulu ?? sayang kan udah di tiduri tapi gak di bikin gempa”


Alya menatap suaminya dengan tatapan tak karuan.


“Enakan di rumah lah bebas” ucapan polos Alya lolos begitu saja, entah apa yang akan di pikirkan suaminya saat ini.


“Lah emang di sini gak bebas ?? sama aja kan”


“Beda !! ayo cepetan pulang”


“Isss, iya-iya sabar !!”


Setelah memastikan tidak ada barang yang tinggal kedua pasangan suami istri itu meninggalkan kamar yang mereka tempati semalam, namun saat melawati kamar Rian yang jaraknya tidak terlalu jauh dengan kamar nya, Kenan berhenti membuat Alya mengernyit bingung.


“Kenapa ??” tanya Alya


“Mereka udah bangun belum ya ??”

__ADS_1


“Mana aku tahu ?? aku kan gak sekamar sama mereka”


Kenan menempelkan telingah nya di pintu kamar tersebut, berusaha mendengarkan apa yang sedang terjadi di dalam sana, Alya kesal dengan tingkah Kenan yang tak masuk akal, segera dia memukul suaminya dengan tas selempang yang dia bawah.


“Aaawww, sakit Yang” ucap Kenan sambil menggosok bagian tengkuk yang terkena pukulan dari sang istri.


“kamu tu apa-apaan pakai acara ngintip kek gitu, ayo pergi”


“Bentar aja sih Yang, aku tu cuma pingin dengar mereka di dalam ngapain”


“Emang kamu yakin mereka masih di dalam ?? ini udah jam 09 loh siapa tau Rian dan Dewi sudah pergi dari tadi”


Kenan nampak berpikir, ada benar nya juga ucapan istrinya, bisa jadi Rian dan Dewi sudah pergi dari tadi karena Kenan tidak mendengar apapun di dalam sana, hening tak bersuara.


Tiba-tiba ada petugas hotel yang lewat.


“Mbak apa penghuni kamar yang ini udah keluar ??” tanya Kenan datar.


“Belum tuan, Tuan Rian belum keluar dari tadi, bahkan saat kami mau mengantarkan makanan mereka juga tak kunjung keluar” balas sang petugas hotel.


“Wah Rian hebat juga” gumam Kenan bangga dengan adik nya.


Petugas hotel itu segera pamit setelah membungkuk hormat kepada anak dari pemilik hotel itu, iya hotel itu milik keluarga Abraham akan tetapi hanya hotel itu saja yang belum Papa Bayu serahkan kepada kedua anak nya sedangkan yang lain sudah di bagi rata.


“Sabar napa Yang, aku kan penasaran”


“Kamu penasaran apa ?? kayak gak pernah aja”


“Sayang aku jadi pingin. balik lagi yuk ke kamar”


“Enggak ada !! kan aku mau pulang”


Kenan mendengus kesal karena permintaan nya di tolak sang istri, entah kenapa Kenan merasa iri dengan adik nya karena jam segini mereka berdua belum keluar kamar, dan membuat Kenan berpikir yang tidak-tidak.


Padahal tanpa Kenan ketahui di dalam kamar sang pengantin baru, Rian dan Dewi masih terlelap di atas primadani yang empuk itu.


Belum ada tanda-tanda untuk mereka bangun, nampaknya mereka masih terbuai dengan mimpi yang indah, hingga suara nyaring dari ponsel membuat Rian terbangun, entah itu ponsel siapa namun dia ingin segera mematikan nya dan melanjutkan tidur lagi.


Rian mencari dimana suara itu berada, tangan nya merabah setiap sisi tempat tidur namun tak juga menemukan benda pipih yang terus berdering membuat telinga siapa saja terusik.


“Matiin Hp nya, aku masih ngatuk” suara berat dari sang istri.

__ADS_1


“Iya ini lagi di cari, dimana lah itu Hp ??”


“Di atas meja kayak nya”


Mendengar itu mau tidak mau Rian membuka matanya, dan benar saja benda yang dia cari tergeletak di atas meja, dengan malas Rian mengambilnya dan melihat siapa yang menghubunginya pagi-pagi sekali.


Hemmm, pagi ?? mungkin menurut Rian saja ya ?


“Ngapain Kak Kenan nelfon ??” gumam Rian


Segera dia menggeser menu hijau dan menempelkan benda itu di daun telinga nya.


“Iya Kak kenapa ??” ucap Rian malas.


“Enggap papa, Kakak cuman ingin memastikan apa kalian masih hidup atau tidak”


Rian terdiam mencernah perkataan dari Kakak nya, sungguh dia bingung apa yang sedang Kakak nya bicarakan.


“Maksud Kakak ??”


“Dari tadi pihak hotel mengetok kamar kalian untuk mengantarkan makanan, tapi kalian sama sekali tak merespon makanya Kakak khawatir dan menelfon, kakak takut kalian mati karena keenakan”


“Kami gak tau Kak, kami sangat lelah makanya kami tertidur sangat pulas”


Mendengar kata lelah yang terucap dari mulut adiknya membuat Kenan semakin berpikiran kalau Rian habis melakukan anu sama Dewi.


“Kira-kira sih Dek, kasian anak orang”


“Ih Kakak ngomong apaan ??”


“Kakak tahu kok gak usah malu, gimana enak kan ??”


“Kakak ini ngomong apa ?? enak apanya sih ??”


“Gak usah sok polos dek !! kamu tu kan udah dewasa, Kakak kan cuman nanya enak apa enggak ??”


Rian mendengus kesal, pasalnya dia memang belum melakukan apapun bersama sang istri, rasa lelah di dirinya membuat dia tak bertenaga lagi untuk melakukan semua itu, karena ingin segera mengakhri percakapan dengan Kakak nya Rian menjawab seadahnya.


“Iya Kak enak banget”


Tuuut Rian langsung menutup telefon setelah mengatakan semua itu.

__ADS_1


BERSAMBUNG --------


__ADS_2