
1 bulan telah berlalu, kini usia kandungan Alya sudah memasuki usia 8 bulan 1 minggu, Kenan bertambah ketat dalam menjaga istrinya.
Beberapa perlengkapan sudah mereka beli, dan juga Alya sudah menyiapkan perlengkapan persalinan nya kelak, menunggu kehadiran sang buah hati adalah momen yang paling menegangkan. Alya berdoa semoga persalinan nya nanti di beri kelancaran.
Sementara itu Aska dan Fina sudah melangsungkan pernikahan tepatnya 2 minggu yang lalu, dan beberapa hari kemudian akan di selenggarkan pernikahan Pras dan Siska.
Sebagai atasan dan satu-satu nya orang yang paling dekat dengan Pras, Kenan turut membantu acara pernikahan nya, bahkan Kenan tak tanggung-tanggung menyiapkan tiket bulan madu untuk Pras dan Siska nanti, Alya pun mendukung karena memang Pras sudah banyak membantu mereka.
Dan hari ini Papa Bayu akan pergi ke kota S atau lebih tepatnya mengunjungi Mayang dan Fandi, tidak lupa dia juga mengajak Kenan untuk ikut kesana.
“Bagaimana dengan perusahaan itu ?? apa masih berjalan lancar selama di pimpin Fandi ??” tanya Papa Bayu
“Masih lancar Pa tapi bukan karena Fandi akan tetapi karena bantuan dari karyawan Kenan yang Kenan suruh masuk kesana”
“Bagus, memang Fandi itu tak ada bakatnya dalam menjalankan perusahaan”
“Papa betul, kalau perusahaan itu di ambil alih oleh Fandi otomatis sudah bangkrut Pa, beruntungnya Kenan langsung memasukan Karyawan aku kesana tanpa di curigai Fandi, dan lebih bodohnya Fandi bahwa uang perusahaan itu gak semua masuk ke rekeningnya akan tetapi masuk ke rekening istriku”
Kedua nya tertawa bersama, ke datangan mereka kesana tidak di ketahui oleh Alya, Kenan sengaja merahasiakan karena tidak ingin Alya khawatir dan hari ini Kenan pamit akan keluar kota karena ada kerjaan, soalnya Pras tidak bisa ikut.
“Aku sudah gak sabar melihat reaksi mereka” ucap Kenan
Papa Bayu pun sama dia juga tidak sabar menendang Mayang dan Fandi dari rumah itu, di belakang mobil mereka ada 4 mobil yang ikut Papa Bayu membawa anak buahnya untuk berjaga-jaga saja.
“Berkas waktu itu Papa bawa kan ??” tanya Kenan lagi
“Pastilah Papa bawa” jawab Papa Bayu.
Perjalanan mereka di lalui dengan banyak cerita, apalagi Papa Bayu banyak memberikan nasehat kepada Kenan.
Akhirnya mereka sampai di kediaman Fandi, seorang satpam membukakan gerbang.
“Maaf Pak mau cari siapa ??” tanya satpam tersebut.
“Saya mau bertemu dengan Pak Fandi”
“Apa sudah ada janji ??”
“Sudah” jawab Papa Bayu berbohong.
__ADS_1
“Cih apa perlu berbuat janji, sebentar lagi aku yang akan jadi tuan kamu bodoh, bukan sih Fandi karena rumah ini adalah rumah istriku” batin Kenan geram.
Karena mendengar kata sudah segera satpam itu menyuruh mereka masuk, dan sopir Papa Bayu langsung menurut.
Di dalam rumah ada Fandi yang sedang bersantai sambil menonton televisi mendengar ada mobil berhenti segera dia keluar untuk melihat siapa yang datang.
Fandi heran kenapa Papa Bayu dan Kenan datang lagi kerumahnya, bukan nya mereka sudah tidak ada sangkut paut lagi dan lagipula Fandi sudah tidak pernah mengganggu Alya.
“Mau apa kalian kesini lagi ?? bukan nya kita sudah tidak ada urusan ??” cercah Fandi dengan segelintir pertanyaan.
“Sabar pak Fandi jangan emosi dulu, bukan kah 3 bulan yang lalu saya sudah bilang sampai jumpa lagi 3 bulan kedepan anda lupa ya ??” balas Papa Bayu terlekeh.
“Memang nya kalian mau apa kesini ??” tanya Fandi lagi
Tapi sebelum Papa Bayu menjawab datang satu mobil lagi yaitu Pak Didi yang menjadi pengacara di keluarga itu.
Fandi semakin heran, kenapa mereka semua datang lagi padahal tidak ada janji.
Tanpa di suruh pun Papa Bayu dan Kenan langsung masuk kedalam rumah itu, dan membuat Fandi kesal.
“Hei kenapa kalian main masuk ke rumah saya tanpa izin ??” teriak Fandi tak terima.
“Haha rumah mu ?? apa saya tidak salah dengar sejak kapan ini menjadi hak mu?”
“Kalian lupa kalau dulu Alya sudah menanda tangani surat pengalihan harta”
“Mana ?? saya mau lihat”
Dengan cepat Fandi berlari untuk keruang kerjanya, mengambil map yang berisi surat perjanjian dimana Alya sudah menyerahkan seluruh harta Kakeknya kepadanya, dengan amat yakin Fandi membawa berkas itu dan menyerahkan nya kepada Papa Bayu.
“Ini lihat sendiri, saya tau kamu sudah tua makanya lupa” ucap Fandi meremehkan.
Kenan yang mendengar itu tak terima kalau Papa nya di bilang seperti itu.
“Jaga ucapan anda !” ucap Kenan ingin segera menghajar Fandi, akan tetapi segera di larang Papa Bayu.
Papa Bayu membuka map itu , bibirnya tersenyum puas karena tanda tangan Alya sudah hilang tak berbekas bahkan itu seperti tak pernah di tanda tangani.
“Mana tanda tangan nya gak ada ??” ucap Papa Bayu sambil memperlihatkan kertas itu kepada Fandi dimana disana tidak ada tanda tangan Alya sama sekali.
__ADS_1
Fandi tercengang, dia segera merebut kertas itu di tangan Papa Bayu, dia menatap kertas itu dengan bingung karena bagaimana bisa tanda tangan Alya hilang disana.
“Tidak ada kan ?? ” tanya Papa Bayu lagi.
Sekarang Fandi sadar kalau dia telah di permainkan, matanya tajam karena amarah, rahangnya mengeras serta tangan nya mengepal dengan kuat.
“Kalian mempermainkan aku ??” bentak Fandi dengan sorot mata yang tajam.
“Haha, Fandi-Fandi kamu itu terlalu bodoh, bagaimana bisa saya akan menyerahkan harta kakek nya Alya dengan senang hati sama kamu” balas Papa Bayu sambil menunjuk wajah Fandi.
Fandi sudah tidak bisa menahan amarahnya, dia sudah mengambil ancang-ancang untuk memukul Papa Bayu akan tetapi Papa Bayu dengan cepat menangkap tangan Fandi serta memelintirnya kebelakang membuat Fandi berteriak kesakitan.
“Kamu bukan tandingan ku anak muda” bisik Papa Bayu.
Tidak berapa lama Mayang keluar dengan kursi roda rupanya dia masih sama, yaitu buta.
“Ada apa ini Fandi ?? siapa yang datang ” tanya Mayang namun Fandi tak menjawab.
“Sekarang silahkan tinggalkan rumah ini” ucap Kenan.
“Kami tidak mau !!” bantah Fandi
Segera Kenan melemparkan berkas yang dia pegang dimana isinya bahwa Fandi dan Mayang harus meninggalkan rumah itu dan tidak membawa apa-apa.
“Silahkan baca !! dan di situ kalian sudah setuju kalau kalian menolak maka polisi yang akan membawa paksa kalian” ucap Kenan.
Fandi membaca berkas yang di berikan Kenan, dia benar-benar telah di bodohi selama ini, ini juga salahnya yang tak membaca isinya dulu.
“Saya sudah memberikan jalan terbaik dulu akan tetapi anda menolak, jadi jangan salahkan saya jika saya berbuat kejahatan” ujar Papa Bayu.
Fandi mundur namun matanya menatap tajam ke arah Papa Bayu, segera dia berlari dan mengambil pistol yang ada di laci meja.
“Kita hancur sama-sama” ucap Fandi sambil mengarahkan pistolnya kepada Kenan.
Fandi yakin jika Kenan mati maka Papa Bayu juga akan hancur sama dengan dirinya yang hancur karena menjadi miskin.
Dengan segera Fandi menekan pistol itu dan tetap mengarahkan nya kepada Kenan.
“Ken awas !!”
__ADS_1
Doorrrrrrrrrrr