Pengantin Kecilku

Pengantin Kecilku
Episode 142


__ADS_3

Semuanya masih menunggu dokter keluar dari ruang IGD, kedua orang tua Dewi tampak sangat khawatir dengan keadaan anaknya. Sementara Papa Bayu berusaha setenang mungkin ,hanya Rian yang tidak tahu bagaimana perasaan nya saat ini.


Marah ,kesal dan takut menjadi satu dalam diri Rian, seandainya saja istrinya mau menuruti keinginan nya mungkin semua ini tidak akan terjadi.


Tidak berapa lama dokter Anin keluar, semuanya langsung mendekat untuk menanyakan bagaimana keadaan Dewi di dalam sana..


“Bagaimana keadaan anak ku dok ??” tanya Papanya Dewi.


“Bu Dewi sudah sadar, tapi keadaan nya sangat lemah karena banyak darah yang habis. Dan saya mohon maaf karena tidak bisa menyelamatkan janin dalam kandungan Ibu Dewi”


Duuuuaaarrrr.


Bagaimana di sambar petir, Rian langsung lemas seketika, tadi dia masih sempat menepis pikiran negatifnya namun sekarang dokter sudah menyampaikan, bearti semuanya telah terjadi.


“Apa ?? jadi istri saya keguguran dok ??” tanya Rian dengan sorot mata yang hampir menangis.


“Iya dokter Rian, kandungan istri bapak baru tremester pertama, dan juga akibat jatuh yang begitu kuat sehingga membuat janin nya tidak bisa di selamatkan, maafkan saya dokter” jawab Dokter Anin merasa bersalah karena tidak bisa menyelamatkan kandungan Dewi.


Rian menggepalkan jari-jari nya, rahangnya mengeras menahan amarah, tanpa aba-aba dan memikirkan ada Papa dan kedua mertuanya, Rian langsung meninju dinding rumah sakit bercat putih itu.


Buuugggg.


“Aaaaahhhhhhh” teriak Rian kesal.


Anak yang sangat dia nantikan sudah meninggalkan nya, Rian tidak terima itu semua ini makanya dia marah


“Sabar Rian ini ujian, tenangkan hati kamu” ucap Papa Bayu dengan lembut.


“Iya Rian, ini kecelakaan, insya Allah kalian akan mendapatkan gantinya” sahut Mama nya Dewi.


“Ini bukan kecelakaan tapi sebuah kesengajaan” balas Rian yang mana membuat semua orang terkejut.


“Apa maksud kamu Rian, kesengajaan bagaimana ??” tanya Papa nya Dewi.


“Iya sebuah kesengajaan ,jika saja putri mu bisa menjaga kandungan nya dengan baik dan mau mendengarkan apa kata saya, semua ini tidak akan terjadi” balas Rian dengan kemarahan yang berapi-api.


Kedua orang tua Dewi tidak terima jika anaknya di salahkan, mereka tahu kalau ini juga karena Dewi tidak mau mendengarkan apa kata suami tapi Dewi pasti tidak akan mau kehilangan anaknya.

__ADS_1


Tidak lama seorang suster keluar.


“Dok, Ibu Dewi ingin bertemu dengan suaminya” ucap suster tersebut kepada dokter Anin yang masih berdiri disana, menyaksikan kemarahan dari Rian.


Rian langsung menoleh, tanpa permisi dia langsung masuk kedalam ruangan IGD, sementara Papa Bayu menahan kedua orang tua Dewi untuk masuk, dia membiarkan Rian dan juga Dewi untuk mengobrol berdua..


“Beri mereka waktu, mereka perlu bicara” ucap Papa Bayu.


“Tapi saya takut kalau Rian akan menyakiti Dewi”


“Rian tidak akan melakukan itu, semarah apapun dia, Rian tidak akan tega bermain tangan”


Akhirnya Kedua orang tua Dewi mengangguk, mereka bertiga kembali duduk di kursi panjang, dan dokter Anin sudah permisi dari Rian masuk kedalam ruangan IGD.


Didalam sana Rian masuk dengan amarah yang memuncak, sementara Dewi sudah menangis karena tidak terima kalau anaknya sudah meninggalkan nya.


“Mas maafkan aku, aku gagal menjaga anak kita” ucap Dewi dengan suara lemah, Rian sudah berdiri di samping tempat tidurnya.


“Kamu memang gagal menjaga anak ku, dan buat apa kamu menangis ?? bukan kah ini keinginan kamu” ucap Rian dingin tanpa peduli dengan keadaan istrinya.


Dewi tak percaya apa yang dia dengar, Suaminya sangat dingin dalam berbicara, bahkan Rian sama sekali enggan untuk menatap wajahnya.


“Cih, kau masih tanya apa maksudku ?? harusnya kamu sadar apa yang telah kamu lakukan sampai anak ku meninggal, jika saja kamu mau mendengarkan aku semua ini gak akan terjadi, sudah kamu jujur saja kamu sengaja kan melakukan ini ?? kalau kamu tidak mau mengandung anak ku katakan !! aku tidak akan menanam benih di rahim mu” kata Rian dengan sangat menyakitkan.


Dewi menggeleng, dia tahu dia salah karena tidak mau mendengarkan apa kata suaminya, tapi Rian tidak juga harus mengatakan semua itu, semua perkataan Rian sangat menyakitkan untuknya.


“Enggak gitu Mas, aku juga gak ingin anak kita pergi, aku mohon maafkan aku”


Dewi hendak meraih tangan suaminya, tapi dengan gerakan cepat Rian langsung menghindar dan itu membuat Dewi semakin sakit, harusnya dalam kondisi seperti ini mereka berdua harus saling menguatkan bukan saling menyalahkan seperti ini.


“Jangan sentuh aku, kau tak pantas menjadi istriku, aku akan secepatnya mengurus perceraian kita, silahkan kamu cari lelaki yang kamu mau mengandung anak nya”


Deeegggggg


Jantung Dewi terasa berhenti berdetak, Sungguh Dewi tak menyangka hanya karena ketidak sengajaan nya Rian akan menceraikan nya.


“Aku gak mau Mas, aku gak mau pisah sama kamu, kita pasti akan mendapatkan anak lagi percaya sama aku !! Hiks----Hiks----Hiks” Dewi mengatakan semua itu dengan bibir bergetar, dia begitu takut yang namanya perceraian lagi pula Dewi sangat mencintai Rian.

__ADS_1


“Buat apa kamu mengandung anak ku lagi kalau kamu akan membuat nya pergi”


“Cukup Mas !! aku tidak pernah berniat membuat anak kita pergi, ini kecelakaan Mas, aku juga tidak ingin semua ini terjadi”


“Ini bukan kecelakaan tapi kesengajaan”


Setelah mengatakan itu Rian langsung pergi meninggalkan Dewi, tak peduli dengan teriakan Dewi yang terus memanggil namanya supaya tetap berada di dekatnya.


Rian yang sudah di selimuti anarah, menjadi hilang kendali, dia butuh waktu sendiri saat ini.


Melihat Rian keluar, Papa Bayu langsung mendekat.


“Apa yang terjadi ?? kenapa Dewi menangis dan memanggil namamu ??” tanya Papa Bayu yang memang mendengar suara tangisan Dewi di dalam sana.


Tapi Rian tak menjawab dia langsung pergi meninggalkan sang Papa.


“Rian Papa belum selesai bicara, kamu mau kemana ??” teriak Papa Bayu. Tapi tak di gubris oleh Rian.


Setelah kepergian Rian kedua orang tua Dewi dan juga Papa Bayu masuk kedalam ruangan IGD disana mereka melihat Dewi menangis sambil menahan sakit di perutnya.


“Ya Allah nak apa yang terjadi ??” tanya Mama sambil memeluk tubuh Dewi.


“Mas Rian ma, dia ninggalin Dewi”


“Mungkin Rian butuh waktu Sayang !! Mama tau Rian sangat terpukul dengan kepergian calon anak kalian, kamu harus mengerti”


Dewi masih menangis walau sudah di tenangkan oleh Mama dan Papa nya.


“Papa akan menasehati Rian, kamu jangan banyak pikiran ingat kamu habis keguguran, masalah Rian biar menjadi urusan Papa” sahut Papa Bayu.


Dewi hanya mengangguk, dia juga tidak akan mengatakan kalau Rian akan menceraikan nya karena bagi Dewi mungkin saja Rian sedang dalam amarahnya, nanti jika perasaan nya sudah dingin Rian akan kembali dengan sikapnya yang penyayang dan lemah lembut.


BERSAMBUNG-------


BERIKAN KOMEN KALIAN TENTANG RIAN GUYS !!


PASTI KALIAN ADA YANG KESAL SAMA RIAN ATAUPUN DEWI YA !!

__ADS_1


Ada yang udah bosan belum sih sama novel ini, kalau ada bilang nanti author tamatin 😁


__ADS_2