
“Apa yang ada dalam pikiran kamu sampai akhirnya kamu menjatuhkan talak kepada Dewi ?? apa sebegitu besarnya masalah yang di buat Dewi sampai jalan perpisahan adalah yang terbaik ??” tanya Papa Bayu. Mereka saat ini sudah berada di ruang keluarga, Rian yang di bawa paksa oleh Kenan akhirnya menurut.
Rian diam tak tau harus menjawab apa, karena juga dia bingung apa dia salah bercerai dengan Dewi atau ini adalah jalan terbaik untuk hidupnya kedepan.
“Kenapa diam ?? apa kamu tidak bisa menjelaskan semuanya, Rian Papa sangat kecewa sama kamu, selama ini Papa mendidik kamu untuk menghargai wanita, apa karena kamu tidak di besarkan oleh seorang Mama hingga kamu bisa seenaknya dengan perempuan”
“Dengar Rian perpisahan bukanlah jalan terbaik untuk menyelesaikan masalah, sekarang coba kamu renungkan apa setelah kamu mengucapkan kata talak kepada Dewi semua masalah mu selesai ?? apa setelah kamu bercerai dengan Dewi anakmu yang sudah tiada kembali ?? tidak kan ?? harus nya kamu belajar dari pengalaman kakakmu waktu di tinggalkan Alya, bahkan waktu itu kamu menyaksikan sendiri bagaimana menderitanya Kakakmu, apa kamu juga ingin merasakan seperti itu ??”
“Tidak Pa, maafkan Rian" akhirnya Rian menjawab setelah Papa nya menjelaskan kalau memang dia salah saat ini.
“Buat apa kamu minta maaf sama Papa, harusnya kamu minta maaf sama Dewi, tapi Papa juga tidak tahu apa dia masih mau memaafkan kesalahan kamu yang sangat fatal ini”
Papa Bayu terus memberikan nasehat demi nasehat untuk putra bungsunya, sementara Kenan hanya diam saja, dia ingin marah kepada Rian tapi percuma karena kalau dia marah seperti waktu itu Rian bukan nya sadar tapi dia akan semakin menggila.
Tanpa di duga oleh Kenan dan Rian, Papa Bayu menangis, mereka berdua panik melihat sang Papa menangis.
“Apa salah papa dalam mendidik kamu Rian, kenapa bisa kamu bersikap seperti ini, selama ini Papa sudah sangat bahagia melihat kamu hidup rukun sama Dewi tapi ternyata salah, kamu bersikap tak adil padanya hanya karena dia membuat satu kesalahan, dan jika kamu bisa berpikir dewasa kecelakaan yang menimpah Dewi dan calon anak mu itu sudah tertulis dalam cerita hidupnya semuanya adalah ketentuan Allah, walaupun sekuat tenaga kamu menjaga nya jika Allah belum menakdirkan dia di asuh oleh mu maka tetap dia akan kembali kepada sang pencipta” Papa Bayu terisak dalam tangisnya.
“Pa Maafkan Rian !! Maaf sudah bikin Papa kecewa sama Rian, sekarang Rian sadar kalau saat ini Rian salah maafkan Rian Pa” Rian langsung bersimpuh di kaki Papa Bayu memohon maaf atas kesalahan dan perbuatan yang dia lakukan selama ini.
Papa Bayu terlanjur kecewa dengan putra bungsunya itu, bagaimana mungkin kata talak begitu fasih dia ucapkan, bahkan Kenan yang dulunya dia nikahkan dengan cara di jodohkan tidak pernah mengucapkan kata talak kepada Alya walaupun awalnya Kenan sangat tak suka dengan Alya yang saat ini telah menjadi ibu dari anaknya.
“Pulang kerumah Rian, dan temuilah Dewi di rumah kedua orang tuanya, kamu harus minta maaf sama mereka ! dan semoga saja Dewi masih mau rujuk sama kamu” saran Kenan kepada adik satu-satunya.
...************...
__ADS_1
Hari-hari pun berlalu tak terasa sudah 2 Minggu Rian bercerai dengan Dewi, entah sudah berapa kali dia mendatangi Dewi untuk meminta maaf dan mengajak nya rujuk tapi Dewi tidak mau apalagi sekarang kedua orang tua Dewi sangat membenci Rian terutama Ayahnya.
Kenapa secepat ini kamu mau minta aku kembali ?? apa kamu tidak mau menjalani gelar baru menjadi seorang duda ?? jika kamu mau aku kembali maaf mas aku tidak bisa, hatiku masih terlalu sakit atas kelakuan kamu, dan bukan nya kamu sendiri yang bilang kalau kamu tidak mau melihat wajahku seumur hidupmu, saat ini dan seterusnya aku akan mengabulkan ucapan mu aku akan pergi jauh dari hidupmu.
Masih teringat jelas oleh Rian ucapan yang Dewi katakan 1 Minggu yang lalu saat terakhir kali dia datang kerumahnya karena setelah itu surat dari pengadilan agama telah keluar bahwa dia memang sah bercerai dengan Dewi.
Sekarang apa yang terjadi padanya ?? betul kata sang Papa kalau bercerai tidak akan membuat masalah selesai, dan Rian sangat menyesali kelakuan nya selama ini.
“Maafkan aku Wi !! maaf udah begitu menyakiti kamu seandainya aku tidak memperlakukan kamu seperti itu mungkin saja kita masih bahagia, aku begitu bodoh karena selalu menyalahkan kamu atas meninggalnya calon anak kita, semua ini salahku maafkan aku Dewi” Rian berteriak frustasi di dalam kamarnya, untung kamar itu kedap suara jadi tidak ada yang mendengar suara teriakan Rian.
Air matanya mulai menggenang membentuk sungai di pelupuk matanya, Rian begitu menyesal atas kesalahan nya selama ini.
“Lebih baik aku kerumah Dewi lagi aku ingin minta maaf sama dia, semoga saja dia bisa memaafkan aku kali ini”
Rian langsung keluar dari kamarnya, dia sedikit berlari untuk segera mengemudi kan mobilnya agar segera tiba di rumah Dewi tak peduli dengan panggilan dari Kenan dan juga Alya..
“Permisi Bik” ucap Rian sopan.
Sang Art mendekat dia sangat mengenal Rian walau saat ini Rian bukan lah menantu majikan nya tetap saja dia memperlakukan Rian dengan baik.
“Iya Den Rian ada apa ?.”
“Dewi nya ada Bik ?? aku mau ketemu”
“Non Dewi sudah berangkat kemarin Den, jadi tidak ada di rumah”
__ADS_1
“Berangkat ?? kemana Bik ??”
“Aduh maaf ya Den, bibik tidak tahu soalnya kata Non Dewi jangan ada yang tau kemana dia pergi, tapi yang Bibik tau Non Dewi pergi keluar negeri”
Degggg.
Rian langsung lemas seketika mendengar penjelasan dari Art itu , tanpa berkata dia langsung balik badan dan meninggalkan Art itu.
“Kenapa kamu pergi jauh sekali Wi ?? apa kamu memang benar-benar ingin melupakan aku ?? apa tidak ada cinta sedikitpun untuk ku ??” Batin Rian sambil berjalan untuk kembali ke mobilnya dengan perasaan terluka.
Sekarang apa yang di katakan oleh Papa dan Kenan benar bahwa kehilangan itu sangat terluka.
Air mata Rian mulai menetes, apa yang harus dia perbuat sekarang, kemana kah dia harus mencari Dewi lagi, apa sekarang dia akan menderita sama seperti Kenan dulu, harusnya memang dia belajar dari pengalaman Kakaknya.
“Kenapa baru sekarang aku menyadari kalau aku begitu mencintaimu Wi, maafkan aku” Rian menjalankan kembali mobilnya dengan kecepatan sedang, dengan air mata yang masih terus menetes.
Percuma sekarang dia menangis seseorang yang dia inginkan telah pergi jauh entah kemana.
-
-
-
BERSAMBUNG....
__ADS_1
MAAF KALAU TERLALU BERTELE-TELE CERITANYA..