Pengantin Kecilku

Pengantin Kecilku
Episode 163


__ADS_3

...Area 21+ 🔥🔥🔥...


...Harap bijak dalam membaca !!...


...Untuk anak di bawah umur langsung skip aja ya !! 😁...


...Dosa tanggung sendiri-sendiri, Author gak mau Jamin apapun...


-------------------


Kenan membentangkan kasur busa yang lainnya di atas lantai, karena tidak mungkin mereka melakukan kuda-kudaan seperti yang sering Kenan katakan di atas ranjang karena akan sangat mengganggu kedua anak nya yang sedang tertidur.


“Sini !!” ajak Kenan dengan lembut.


Alya mendekat, dia duduk tepat di hadapan Kenan, mata mereka saling beradu pandang, memancarkan rasa cinta yang begitu besar.


“I Love You” ucap Kenan dengan nafsu yang memburu.


“Love you to” balas Alya kemudian.


Wajah Kenan mendekat, tapi mata mereka masih saling pandang, kemudian Alya melingkarkan kedua tangannya di leher sang suami, tak berapa lama dia merasakan benda kenyal milik suaminya menempel di bibirnya, gerakan lembut Alya terima dengan cepat Alya membalas ciuman sang suami, saling me lu mat dan menge cap, saling bertukar Saliva masing-masing.


“Euummmm” Alya melenguh tak tahan, ciuman hangat itu semakin menuntut, Alya ingin yang lebih tapi Kenan masih ingin memberi pemanasan..


Alya memukul dada sang suami, nafasnya tersengal-sengal karena berciuman terlalu lama, namun Kenan tak banyak memberikan istrinya Jedah jadi akhirnya dia kembali benda kenyal milik sang istri yang begitu menggoda.


Tangan Kenan mulai nakal, satu persatu jari-jarinya membuka kancing baju tidur yang saat ini Alya pakai, Kenan menerobos kan tangan nya masuk kedalam sana, sesuatu yang akan membuat Alya jingkratan karena rasa geli namun enak.


“Aaahhhh” suara desahan Alya lolos begitu saja saat jari telunjuk Kenan bermain dengan leluasa di pucuk gunungnya, ini nikmat batin nya.


“Aku udah gak kuat Sayang, ayo masukan !!” ucap Alya dengan suara serak.


Kenan menatap wajah sang istri, dia pun sebenarnya ingin yang lebih.


“Yakin ?? emang gak akan sakit kalau langsung,. Pemanasan nya kan belum lama” tanya Kenan dengan membelai wajah putih istrinya..


“Iya Sayang aku udah gak tahan”


Kenan tersenyum, kemudian dia mengangguk, dengan pelan Kenan menuntun istrinya untuk tidur di atas kasur, setelah istrinya tertidur dengan telentang Kenan langsung melepaskan celana istrinya hingga menyisahkan ****** ***** berwarna biru tua.


Kenan kembali menciumi wajah sang istri, terus turun sampai pada dua gundukan milik Alya, Kenan bermain disana, memainkan pucuk ****** dengan lidahnya.

__ADS_1


“Ahhhhhh, Sayaaang terusss” Alya mendesah sambil mere mas kepala sang suami karena rasa nikmat bercampur geli yang dia rasakan.


Merakan punya sang istri sudah sangat basah, Kenan langsung membuka seluruh pakaian sang istri begitupun dengan dirinya, sehingga mereka sama-sama telanjang, hembusan AC membuat suasana di dalam kamar itu menjadi lebih nikmat, rasa dingin disana menjadi panas.


Kenan segera memasukan benda tumpul miliknya ke lubang kenikmatan milik istrinya, menimbulkan suara desahan di bibir keduanya.


“Aaahhh, sayang kenapa nikmat sekali” ucap Kenan sambil memacu gerakannya yang selalu dia bilang kuda-kudaan..


“Terus jangan berhenti !!” titah Alya karena dia sudah merasakan sesuatu akan menyembur.


Tidak berapa lama Alya mulai lemas, dia sudah keluar beberapa kali berbeda dengan Kenan yang sama sekali belum ada tanda-tanda kalau dia akan keluar.


“Yang perih !!” ucap Alya merintih, tapi menurut Kenan itu suara desahan yang akan membuatnya semakin menggila


“Sebentar lagi Sayang”


Kenan langsung memacu gerakan nya dengan cepat, hingga dia langsung menyemburkan lahar hangat di rahim sang istri, setelah itu Kenan langsung terbaring lemas di samping sang istri.


“Makasih sayang !!” ucap Kenan sambil mencium kening istrinya dengan penuh kasih sayang.


“Sama-sama” balas Alya dengan tersenyum.


Keesokan paginya Rian sudah terbangun dari jam 05 pagi, seperti biasa dia akan bangun dengan lesu entah sampai kapan dia seperti ini, apa dia akan merasakan kesendirian ini sampai Ia tua nanti.


“Selamat pagi Wi, semoga kamu disana mengingat aku” ucap nya lirih


Rian keluar dari kamarnya sudah berpakaian rapih, jas putih kedokteran nya hanya dia sandungkan ke pundak, dia hanya memakai kemeja panjang berwarna navy dengan lengan baju yang di gulung.


“Lo Den Rian sudah mau berangkat ??” tanya Bik Mina yang saat ini sedang memasak.


“Iya Bik ”


“Tapi ini masih setengah 06 kurang Den, masih pagi sekali”


“Tidak apa-apa Bik”


Rian langsung pergi meninggalkan Bik Mina yang menatap nya dengan keheranan, namun ada juga perasaan sedih dari Bik Mina melihat anak majikan nya harus mengalami hal ini.


“Dulu Tuan Kenan yang seperti ini sekarang malah Den Rian, kenapa mereka merasakan nasib yang sama” batin Bik Mina lirih.


Sementara itu Rian langsung menjalankan mobil nya, bukan untuk kerumah sakit tapi dia menuju sebuah taman, memang begitu lah yang selalu Rian lakukan sebelum pergi bekerja, dia akan kesana hanya sekedar menenangkan pikiran nya.

__ADS_1


Setelah tiba disana Rian langsung turun, jam sudah menunjukan pukul 06 pagi sudah banyak yang datang kesana karena sedang joging, ada yang membawa pasangan dan ada juga yang membawa anak-anak mereka, Rian tersenyum kecut memandangi semua itu, jika bukan karena keegoisan nya tak mungkin dia akan mengalami hal ini.


Banyak pasang mata yang menatap kearahnya, mungkin heran karena melihat Rian sudah berpakaian rapi namun masih duduk di taman itu...


“Jika aku tidak jahat sama kamu, mungkin sekarang kita sudah memiliki anak lagi, maafkan aku Wi, tolong kembalilah !! jangan hukum aku begini” kembali Rian membatin, sedih karena rasa rindu nya bertumpuk.


Tidak berapa lama sebuah bola menggelinding ke arahnya hingga mengenai kaki Rian, Rian langsung menunduk dan mengambil bola tersebut.


“Itu punya aku Om, jangan di ambil !!” suara anak laki-laki membuat Rian menatapnya.


“Hehe, tidak Om ambil kok, ini Om Kasih lagi” Rian mengulurkan bola tersebut kepada boca laki laki yang berdiri di hadapannya.


“Makasih ya Om” bocah itu langsung mengambil kembali bola miliknya.


“Sama-sama, Nama kamu siapa ??” tanya Rian dengan ramah.


“Alwi Om, kalau Om ??”


“Nama Om adalah Rian jadi kamu panggil Om Rian saja ya !!”


“Baik Om”


“Pintar, kamu kesini sama siapa ??”


“Sama Bun---” belum sempat Alwi meneruskan nya, tiba-tiba suara seseorang memanggilnya.


“Alwi kamu dimana Nak ??”


Rian terpaku seketika, suara itu ?? suara yang sangat Rian kenal, mungkin kah dia pemilik suara itu, tapi kenapa dia memanggil nama Alwi ?? ataukah ??


Berbagai pertanyaan ada di diri Rian, sulit untuk mengungkapkan apa yang dia rasa saat ini.


“Bunda, Alwi disini” teriak Alwi sambil melambaikan tangan nya supaya sang Bunda bisa melihatnya.


Rian menatap Alwi dan perempuan yang sedang berjalan ke arahnya.


Deegggg.


“Dewi ???”


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2