
“Jangan Al !! jangan beri tahu Kak Kenan sama Papa, aku takut Rian akan semakin marah sama aku” pinta Dewi dengan bersungguh-sungguh.
“Tapi ini keterlaluan Wi, Papa dan Kenan harus tau semua ini biar mereka bisa menasehati Rian, kamu tenang saja aku yakin Rian tidak akan marah sama kamu” balas Alya berusaha menenangkan Dewi.
Walau ragu tapi Dewi menganggukan kepalanya, mungkin ini memang sudah saat nya Papa Bayu dan juga Kenan tahu biar mereka bisa memberi pelajaran kepada Rian.
“Aku gak bisa lama-lama di sini Wi, soalnya suamiku hanya memberikan izin sampai jam makan siang, setelah itu aku harus pulang” kata Fina.
“Iya Fin, tidak apa-apa, kamu datang kesini saja aku udah bahagia banget, makasih udah mau menemani aku dan mendengarkan semua keluh kesah ku”
“Kamu jangan ngomong gitu, kita ini kan Sahabat”
Ketiganya berpelukan, ada rasa bahagia di hati ketiganya, mengingat waktu mereka untuk berkumpul sudah sangat jarang, bahkan hampir tidak pernah.
Namun ketiganya paham bahwa mereka sudah punya kehidupan masing-masing, masih beruntung mereka mendapatkan suami yang juga bersahabat apalagi Alya dia tidak pernah menyangka kalau Dewi akan menjadi adik iparnya.
Sudah jam satu siang Alya dan Fina pamit untuk pulang, mereka berdua kembali kerumah masing-masing.
Di dalam perjalanan Alya sudah menyusun kata untuk mengatakan semua tingkah Rian kepada suaminya, dia tidak bisa melihat Dewi terus tertekan di karena kan permintaan Rian yang sangat memaksa. Mereka semua sadar kalau keguguran itu karena Dewi tidak mau mendengarkan suaminya tapi itu adalah takdir tuhan yang mana semua nya tidak akan tahu apa yang terjadi kedepan nya.
“Rian harus di beri pelajaran, enak saja di menyiksa sahabatku seperti itu” batin Alya geram.
Saat sampai di rumah Alya di sambut oleh putri kecilnya Yang saat itu di asuh oleh Bik Mina.
“Keyla rewel ya Bik ??” tanya Alya setelah turun dari mobil dan mendekati Bik Mina
“Tadi enggak Bu, mungkin karena mau tidur siang makanya sedikit rewel, Non Key udah minum Susu juga” jawab Bik Mina.
“Oh gitu, ya sudah Bibi istirahat aja biar Key aku yang nidurin makasih ya Bik udah jagain Key” Alya mengambil anaknya di gendongan Bik Mina.
“Sama-sama Bu, jangan sungkan !! kalau begitu saya permisi”
Alya mengangguk sedangkan Bik Mina berlalu dari hadapan nya, setelahnya Alya langsung membawa Keyla masuk dan menuju kamarnya.
“Cup--cup--cup Anak Mommy yang cantik kenapa ?? kok rewel ? mau enen ya ??” ucap Alya sambil meletakkan Keyla ke atas tempat tidur.
“Bentar ya Sayang Mommy ganti baju dulu” Alya berjalan menuju lemari dan mengambil daster.
Memang kalau di rumah Alya lebih sering mengenakan daster dan dia tak suka berdandan, berbeda saat akan keluar maka Alya akan berdandan dan memakai Dress.. Kenan bahkan sampai pangling kepada istrinya saat dia sudah berpenampilan yang lain jika mau pergi.
__ADS_1
“Nah sudah sekarang waktunya Key minum susu setelah itu tidur ya Nak !!” Alya berbaring di samping putrinya sedikit membuka baju dan mengeluarkan satu payudara nya agar Keyla bisa menyusu..
Keyla nyusu dengan tenang tangan mungilnya bergerak bermain di wajah Alya membuat Alya terkekeh lucu karena Keyla tidak bisa diam saat menyusu dengan nya.
...***********...
Sore hari Kenan pulang dari kantor nya, dia di sambut oleh istri dan anaknya yang sudah wangi dan bersih sepertinya Alya dan Keyla baru selesai mandi.
“Hallo putri Daddy, cantik banget sih kek Mommynya” ucap Kenan sambil mencium pipi Keyla gemas
“Iya dong, kan aku Mommy nya” balas Alya tersenyum.
“Ya sudah ke kamar yuk temenin Daddy mandi”
Alya menurut dia langsung mengikuti suaminya masuk kedalam kamar, dipikiran Alya sudah tersusun rapi sebuah rencana tentang Rian.
“Jam berapa pulang dari tempat Dewi Yang ?” tanya Kenan sambil meletakkan tas kerja nya di atas meja.
“Jam 1, kenapa memang nya ??”
“Tidak apa-apa, sewot amat sih di tanyain suaminya”
Kenan langsung mandi sore, karena dia sudah tak sabar untuk bermain dengan Keyla, melihat tumbuh kembang Keyla sehari-hari membuat Kenan selalu bahagia, tapi dia tak menyadari di seberang sana sang Adik kesayangan nya sedang menekan istrinya untuk segera hamil entah tindakan apa yang akan di lakukan Kenan setelah mengetahui perbuatan Rian kepada Dewi.
Setelah mandi dan berganti pakaian Kenan langsung berjalan dan duduk di atas tempat tidur, melihat Keyla yang selalu ingin miring mungkin dia mau belajar tengkurap.
“Jangan di paksain Nak kalau belum bisa” ucap Kenan sambil membenarkan posisi Keyla.
Tapi tetap saja Keyla kembali miring membuat Kenan semakin gemas dengan tingkah anaknya..
“Aku mau ngomong Yang sama kamu, penting !!” ucap Alya tiba-tiba.
Kenan mengernyit bingung, dia tatap wajah istrinya dan terdapat keseriusan membuat Kenan yakin telah terjadi sesuatu saat Alya berkunjung ke tempat Dewi.
“Mau ngomong apa Mom ?? bicaralah !! Aku akan dengarkan”
“Dewi mau bercerai sama Rian”
“Apa ??”..
__ADS_1
Kenan terkejut dengan perkataan istrinya, bagaimana mungkin adiknya akan bercerai padahal selama ini setahu Kenan ,Rian dan Dewi tak ada masalah...
“Terkejutkan ?? sama aku juga terkejut saat Dewi mengatakan akan bercerai dengan Rian”
“Memangnya mereka ada masalah apa ??”
“Aku bukan ingin menyalahkan adikmu, tapi memang ini salah Rian, dia terus membuat Dewi tertekan dan menyalahkan Dewi karena mereka kehilangan anaknya, bahkan yang pertama mengatakan perceraian adalah Rian, dia memberi waktu kepada Dewi selama tiga bulan jika dalam waktu yang telah di tentukan Dewi belum juga hamil maka Rian akan menceraikan Dewi” jelas Alya menggebu-gebu.
Sementara Kenan masih terdiam, dia mendengarkan apa yang di jelaskan oleh Istrinya, belum sempat Kenan menjawab Alya kembali melanjutkan perkataan nya.
“Dewi sudah gak kuat selalu di siksa batin nya, memang Rian tidak pernah menyiksa pisik tapi menyiksa batin itu lebih sakit, Rian pikir hamil itu mudah, Dewi pun gak berniat untuk menggugurkan kandungan nya tapi itu adalah takdir, tapi kenapa Rian tak mengerti”
Melihat mata istrinya sudah berkaca-kaca Kenan langsung mendekat, dia memeluk tubuh istrinya
“Kamu jangan banyak pikiran, biarkan aku sama Papa yang akan menyelesaikan masalah Rian, dia butuh pelajaran memang sudah lama Rian tak sakit di tangan ku” ucap Kenan dingin dia sepertinya marah kepada sang adik yang ia didik selama ini.
“Tapi aku mohon jangan pakai kekerasan bicara baik-baik sama Rian, karena kalau pakai kekerasan dia akan semakin membenci Dewi dan menyangka kalau dia sudah mengadukan semuanya”
“Iya Sayang !!”
“Kau belum merasakan kehilangan Rian, jangan sampai kau merasakan seperti yang Kakak rasakan dulu” batin Kenan ..
_
_
_
_
_
_
_
_
_
__ADS_1
BERSAMBUNG