Pengantin Kecilku

Pengantin Kecilku
Episode 148


__ADS_3

Rian membanting pintu kamar dengan keras, sehingga terdengar oleh Dewi dari lantai bawah, Dewi mengelus dadanya karena kaget mendengar suara benturan yang sangat keras.


“Mas Rian kenapa lagi ya ??” tanya Dewi kepada diri sendiri.


Sementara di dalam kamar, Rian kembali marah-marah, entahlah ada apa dengan nya sekarang yang pasti saat mengingat tentang kehamilan istrinya, Rian akan di penuhi emosi yang kuat.


“Jika saja kamu mau mengerti dan tak membantah aku, semua ini tidak akan terjadi, terus setelah semuanya terjadi mereka seolah-olah menyalahkan aku yang tak becus menjaga mu dan anak ku”


“Aaaahhhhhhh” Rian berteriak dengan kencang.


Memang benar tanpa sepengetahuan Dewi, Rian lah yang menjadi sasaran utama kemarahan Papa Bayu, dia yang paling di salahkan atas keguguran Dewi, makanya Rian marah dan tak terima semua itu.


“Mama, andai Mama masih ada Rian pssti punya seseorang untuk menjadi sumber kekuatan ku” ucap Rian lirih.


Perlahan air mata Rian menetes, tak tahu harus berbuat apa, saat ini dia semakin rapuh kehilangan calon anak nya membuat Rian terpuruk, hanya saja Rian tak menunjukan kepada siapapun termasuk istrinya.


*********


Waktu berlalu begitu cepat, tak terasa Dewi sudah selesai menjalani masa nifasnya, hari itu dia akan berdandan yang cantik untuk menyambut suaminya pulang, karena Dewi ingin memulai semua nya dari awal, dia berharap agar secepatnya kembali hamil supaya suaminya kembali seperti dulu lagi.


“Cantik dan wangi, semoga mas Rian suka” ucap Dewi sambil memandang tubuhnya di pantulan cermin.


Dia tersenyum manis saat merasa dirinya sudah sempurna, Dewi keluar dari kamarnya dan kembali ke meja makan, disana sudah tertata dengan rapih berbagai hidangan makanan yang sengaja Dewi masak untuk menyambut suaminya pulang.


Rasanya sudah tak sabar menunggu suaminya pulang, Dewi duduk di sofa ruang keluarga sambil menunggu suaminya pulang, denting jam dinding terus menggema menandakan kalau waktu terus berjalan.


Ceklekkk.


Suara pintu terbuka, buru-buru Dewi berdiri dan berjalan ke arah pintu, senyumnya mengembang saat melihat sang suami datang.


Dewi langsung mendekat, dan hendak menyambut kedatangan sang suami, Dewi hendak mencium tangan Rian tapi langsung di tepis oleh Rian.


“Jangan sentuh aku !!” ucap Rian.


Seketika Dewi menunduk, susa sekali untuk melunakkan hati suaminya, tapi Dewi berusaha untuk kuat dia berusaha tersenyum menyembunyikan luka di hatinya.


“Mas makan dulu, aku udah masak makanan kesukaan kamu” ucap Dewi lagi dengan penuh ketulusan.


“Aku sudah makan di luar” jawab Rian ketus.


“Tapi Mas, aku mohon makanlah walaupun sedikit !! hargai kerja keras aku dalam memasak”


“Ciiih, kau mau minta di hargai ?? lalu selama ini apa kamu menghargai aku sebagai suami mu ??”


“Mas Rian !!”teriak Dewi saat suaminya meninggalkan dirinya , segera Dewi berlari dan mengejar suaminya.

__ADS_1


Akhirnya dengan penuh perjuangan Dewi berhasil menggapai suaminya, Rian menghentikan langkahnya saat lengan tangan nya di pegang sang istri.


“Ada apa lagi ??” tanya Rian dingin.


Tak di sangka Dewi langsung berlutut dikaki suaminya, dengan isakan tangis Dewi memegang kaki Rian, membuat Rian terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Dewi..


“Maafkan aku mas !! maaf karena membuat mu gagal untuk menjadi Ayah !! maafkan aku, aku tau aku salah tapi jangan seperti ini kamu menghukumku, ini terlalu sakit buatku mas Hiks----Hiks----Hiks” Dewi terisak.


“Bangun !! aku tak suka dengan cara mu begini”


Namun Dewi tak menghiraukan apa yang di perintahkan suaminya, dirinya akan terus seperti itu sampai Rian mau memaafkan dirinya dan mau menjalani rumah tangga seperti dulu lagi.


“Aku mohon maafkan aku Mas !!”


“Aku bilang bangun ya bangun, apa kau tuli ??”


“Tidak aku tidak akan bangun sebelum mas Rian memaafkan aku”


“Ciiiihh, menyusahkan” dengan segera Rian mengangkat tubuh istrinya sehingga mereka berdiri dan saling berhadapan...


Air mata Dewi masih menetes dengan deras, dirinya sangat berharap Rian akan memaafkan dia, sudah cukup mereka saling diam selama ini.


“Aku akan memaafkan mu tapi ada syaratnya” ucap Rian.


“Aku beri waktu kamu 3 bulan untuk mengandung, jika dalam waktu 3 bulan kamu juga belum hamil maka kita akan bercerai”


Deggggg.


Jantung Dewi rasanya ingin berhenti berdetak, bagaimana bisa Rian mengatakan syarat demikian, Dewi bukan tuhan yang bisa tau kapan dia akan hamil.


“Tapi mas” ucap Dewi menggantung


“Iya itu terserah kamu, kalau mau dimaafkan , kalau gak mau ya sudah”


Air mata Dewi kembali tumpah, dia tak tahu harus bagaimana, di sisi lain dia sangat ingin dapat maaf dari suaminya tapi disisi lain juga Dewi takut kalau ternyata dirinya tak bisa hamil secepat itu.


Tapi ini kesempatan untuknya, dia tak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini, Dewi akan berusaha bagaimana caranya supaya dia bisa hamil dalam waktu dekat.


“Iya aku bersedia” ucap Dewi yakin.


“Bagus”


Rian melangkahkan kakinya, untuk masuk kedalam kamarnya, tapi saat di ambang pintu Rian berhenti dan menoleh kebelakang, Dewi masih berdiri disana sembari memperhatikan dirinya.


“Kenapa masih di situ ??” tanya Rian.

__ADS_1


“Eh Maaf Mas, iya aku akan kembali ke kamar”


“Kamar mana ??”


“Kamar bawa mas”


“Masuk sini tidur bersamaku !!” titah Rian dengan tegas.


Dewi menjawab dengan anggukan, dia melangkahkan kakinya mengikuti suaminya masuk kedalam kamar, entah kenapa saat di dalam kamar keduanya terlihat canggung seperti baru saja menikah padahal mereka bukan lah pengantin baru lagi.


Dewi mengamati kamar yang suaminya tempati, tapi tak lama matanya tertuju pada sebuah hasil USG yang di cetak Rian dengan ukuran besar, Dewi mendekat dan mengelus foto itu.


“Kenapa mas Rian mencetak ini dengan ukuran besar ??” tanya Dewi.


Rian menoleh, dia baru saja melepaskan jas kedokteran nya.


“Untuk mengenang anak ku” jawab Rian enteng.


Hati Dewi seperti teriris mendengarnya, dia kembali mengingat saat dia masih hamil anak pertamanya, jika saja waktu itu dirinya menurut mungkin saja saat ini anak mereka masih tumbuh di rahimnya. Namun ingat kembali itu adalah takdir dan rencana Allah yang tidak ada yang tahu.


“Maafkan aku Mas !!”kembali Dewi mengatakan kata itu.


“Sudahlah lupakan !! aku juga berusaha untuk melupakan semua itu, yang penting sekarang bagaimana caranya supaya kamu hamil lagi”


“Aku akan berusaha”


“Sekarang bersiaplah”ucap Rian enteng.


“Bersiap untuk apa Mas??” tanya Dewi heran.


“Bersiap untuk melayani aku malam ini !!”


Degggg.


Dewi membulatkan matanya, haruskah secepat ini mereka melakukan itu padahal baru saja Rian mau memaafkan dirinya..


“I---ya Mas” jawab Dewi gugup.


BERSAMBUNG........


LIKE DAN KOMEN JANGAN LUPA YA !!


DAN MAAF KALAU BANYAK TYPO YA SOALNYA HP AUTHOR AGAK GIMANA GITU SULIT DI JELASKAN, DOAKAN AUTHOR ADA REZEKI DAN BISA BELI HP BARU UNTUK GANTINYA.


AGAK KESAL JUGA SIH WAKTU NGETIK, SOALNYA SPASINYA UDAH SUSAH DI TAMBAH KADANG NGETIK SENDIRI MAKANYA AUTHOR NUNGGU SAMPAI NORMAL LAGI BARU NGETIK.

__ADS_1


__ADS_2