Pengantin Kecilku

Pengantin Kecilku
Episode 167


__ADS_3

Lama Rian menunggu balasan dari Maudy, sampai dia merasa jenuh untuk sekedar mendengar Notif pesan yang akan dia terima.


1 Detik.


2 Detik.


Masih sama, Hening tak ada suara sedikitpun. Rian mulai dongkol. Kenapa Maudy tak membalas pesan nya atau memang Maudy tak mau membalas dari nomor baru. Haruskah ia mengetik pesan lagi dan mengatakan kalau itu darinya. Oh tapi itu tak mungkin. *Gengsi.


Triiingg*


Begitula suara nyaring Ponselnya, di tambah dengan keadaan layar hidup. Membuat Rian langsung mengecek ponselnya.


Waalaikumsalam. Iya ada apa ? dengan siapa ini ??


Pesan singkat Rian terima yang ia tau dari Maudy. Tapi sekarang dia bingung kata apa lagi yang akan di kirimkan ke nomor baru yang barusan membalas pesan nya.. Akan kah dia menyebutkan itu dirinya dan langsung menanyakan apa betul kalau ternyata Maudy menyukainya. Oh tapi tidak mungkin.


Lama Rian terdiam memikirkan cara bagaimana membalas kelanjutan pesan singkat itu. Harusnya dari awal dia sudah menyiapkan kata supaya tak kehabisan seperti ini.


Ini aku Rian. Maaf mengganggu.


Lebih baik begitukan ?? mengatakan langsung kalau itu dirinya. Toh juga Maudy bakalan tau kalau itu nomor nya. Pasti dia akan bertanya kepada Seno atau rekan kerjanya yang lain.


*Maudy : Oh Dokter Rian. Ada apa ya Dok ??


Rian : Bisa kita bertemu ??


Maudy : Dimana ?? kalau saya ada waktu insya Allah bisa.


Rian : Sekarang* !!


Itu kalimat perintah ?? apa permohonan ?? dia sendiripun bingung menjelaskan nya. Tapi dia begitu ingin bertemu dengan wanita itu. Seperti ada sesuatu yang sangat penting yang ingin dia sampaikan.


Semoga saja Maudy menyanggupi akan keinginan nya untuk bertemu.


Maudy : Dimana ??


Akhirnya Maudy kembali membalas pesan nya. Rian yakin kalau Maudy bisa bertemu dengannya sekarang.


Rian : Di kafe Xx. Depan rumah sakit keluarga Abraham.


Maudy : Baiklah.. Saya kesana.


Rian : Di tunggu .


Rian tersenyum sambil menjentik kan jari-jarinya mengikuti musik yang ia putar di dalam mobilnya.


Yes Yes Yes.


Begitulah isi hatinya sekarang. Senang dan bahagia saat Maudy menyetujui permintaannya untuk bertemu.


...*************...


Di kafe Xx seperti yang Rian katakan. Dia duduk berhadapan dengan wanita cantik yang beberapa saat lalu tiba dengan penampilan sangat cantik.


Keduanya masih terdiam. Belum ada yang memulai pembicaraan. Canggung dan merasa sungkan. Jelas karena memang mereka berdua tidak sedekat ini.

__ADS_1


Maudy mengenal Rian.


Tapi sebaliknya Rian tak mengenal Maudy.


Mungkin saja Maudy heran karena Rian tiba-tiba mengajak nya untuk ketemu. Padahal selama mereka bekerja Rian jarang sekali menegurnya walau beberapa kali dia menatapnya dengan tersenyum manis.


“Hmmmm. Kamu mau pesan apa ??” tanya Rian dengan suara tercekat.


Dari tadi duduk disana mereka bahkan belum memesan apa-apa. Mereka sudah lumayan lama disana hampir setengah jam.


“Jus alpukat saja” jawab Maudy menunduk.


“Baik”


Rian memanggil pelayan. Memesan satu jus Alpukat dan jus jeruk untuknya.


“Kenapa ngajak ketemuan disini ?? heran. Kita kan gak sedekat itu” akhirnya Maudy bertanya mewakili seluruh perasaanya yang sangat di ambang keheranan..


“Itu aku Eh maksudnya Saya ingin kenalan sama kamu” Entahlah kenapa bisa dia berbicara begitu. Panggilan Saya- aku membuat Maudy bertambah heran. Kenapa Rian mendadak gugup begini batin nya.


“Kan udah kenal di rumah sakit”


“Tapi aku ingin kenalan nya beda”


“Beda ?? maksdunya ??”


Rian menggaruk kepalanya yang tak gatal. Bingung cara menyampaikan maksud dan tujuan nya kepada Maudy. Apa ini terlalu cepat untuk mengutarakan semuanya.


“Aku ingin melamar kamu”


Maudy melongoh, mendengar kata yang sangat Pasih Rian ucapkan. Melamar !! kesambet apa laki-laki itu sampai bisa berkata demikian.


“Seno bilang kamu suka kan sama aku ?? makanya aku mau lamar kamu”


“Hah”


Lagi-lagi Maudy di buat bingun dan heran. Ini cowok kenapa sih ?? batin nya..


“Seno ngada-ngada paling” jawab Maudy memalingkan wajah. Bagaimana bisa Seno tau perasaan nya kalau dia menyukai Rian.


Dia sendiri pun bingung itu suka karena cinta atau suka karena kagum. Hanya saja saat pertama kali melihat Rian degup jantung Maudy sangat cepat.


Tapi tidak begini caranya. Kalau dia menjawab jujur itu berarti dia mengungkapkan perasaan nya kepada Rian..Jangan-jangan. Dimana harga dirinya sebagai wanita.


“Jangan percaya ucapan Seno !! dia memang gitu” ucap Maudy lagi berusaha agar Rian percaya.


“Tapi aku udah percaya gimana ??”


“Iya kamu harus ilangin kepercayaan kamu”


Rian tergelak mendengarnya. Bagaimana bisa dia menghilangkan rasa kepercayaan nya begitu saja.


“Jangan ketawa ih !!” ucap Maudy lagi.


“ Habis Kamu lucu”

__ADS_1


Blaasss


Mendadak wajah Maudy bersemu merah. dengan degup jantung yang semakin cepat. Maudy mengibas kan tangan nya seolah dia sedang kepanasan.


“Kenapa ??” tanya Rian melihat Maudy mengipas-ngipaskan kedua tangan nya di depan wajah.


“Panas”


“Memang AC nya kurang dingin ?? ini udah dingin Loh menurutku”


“Tapi aku merasa masih panas”


Sebenarnya bukan ruangan itu yang panas tapi karena kata-kata Rian yang membuat wajahnya mera merona.


“Gimana sama ucapan ku tadi ??”


“Ucapan yang mana ??”


“Itu kamu mau tidak aku lamar ??”


Maudy tersenyum. Dia tidak ingin buru-buru menjawabnya. Siapa tau ini hanya prank. Dia tidak ingin kecewa dan sakit hati karena terlalu berharap.


Apalagi dia dan Rian tak sedekat itu. Mereka saja baru seminggu bertemu. Kenapa bisa secepat ini Rian mengatakan kalau dia mau melamar. apa itu namanya kalau bukan Prank.


“Maudy !” panggil Rian dengan sedikit keras.


“I--ya kenapa ??” tanya Maudy gelagapan.


“Kenapa melamun ?? aku butuh jawaban”


“Kamu lagi Prank aku kan ?? kamu lagi becandain aku kan ?? jika ini aku ingatkan kalau ini tidak lucu dokter Rian” jelas Maudy menggebu-gebu.


“Aku ser---” belum sempat Rian menjawab Maudy kembali berkata.


“Kamu pikir aku akan dengan mudah kamu bodohi. Ingat perkataan ku kita tak sedekat itu. Bagaimana bisa kamu mau melamar ku dan mengajak ku untuk menikah. Ingat dokter Rian menikah itu adalah sesuatu yang sakral bukan untuk main-main”


“Kamu salah paham Maudy !! aku serius”


“Simpan itu semua. Hanya wanita bo doh yang akan percaya dengan perkataan mu. Bagaimana bisa secepat itu kamu mau mengajak seseorang untuk menikah”


Maudy berdiri. Berjalan cepat meninggalkan Rian yang masih terdiam mendengar semua perkataan nya.


Kenapa jadi gini ?? kenapa semuanya begini ?? dimana letak salah nya ??


*Bodoh


Bodoh


Bodoh kamu Rian*.


Jelas Maudy akan marah. Kamu langsung mengatakan kalau ingin melamarnya padahal kalian tidak dekat selama ini. Bahkan saat hendak menikah dengan Dewi dulu kalian harus berjuang lebih.


Apalagi ini Maudy masih seorang gadis yang belum pernah menikah. Pasti dia ingin mencari lelaki yang serius.


Maaf Maudy.. Tapi aku janji akan meyakin kan kamu..

__ADS_1


__ADS_2