Pengantin Kecilku

Pengantin Kecilku
Season 2-Chapter 10


__ADS_3

Rian masih membujuk Maudy supaya mau pulang kerumah. Jelas ini bukan solusi tentang hubungan mereka supaya dapat restu yang ada Papa Maudy akan bertambah membencinya.


“Kan aku udah bilang kalau Mas Rian mau pulang ya pulang saja” ucap Maudy masih keras kepala.


“Kalau kamu tidak mau pulang, Mas akan putuskan hubungan kita” ancam Rian.


Maudy langsung menatap wajah Rian, terlihat sekali kalau Rian marah dengan nya.


“Ya udah iya, aku pulang” ucap Maudy pasrah. Dari pada di putuskan oleh Rian lebih baik ia pulang begitu yang ada di hati Maudy.


Rian langsung memesan taksi Online untuk pulang kerumah, Sambil menunggu taksi datang Rian mengajak Maudy duduk diluar.


*******


“Mana adik mu ??” tanya Papa Bayu kepada Kenan


“Mungkin masih tidur Pa” jawab Kenan


“Mana ada masih tidur, orang Papa habis dari kamarnya” ucap Papa Bayu lagi.


“Dari semalam Rian gak ada Dad” sahut Alya yang barusan muncul dari belakang.


“Loh Rian kemana ??” Kenan malah balik bertanya.


“Makanya Papa tanya sama kamu”


Kenan langsung mengambil ponselnya, untuk menghubungi Rian.


“Halo Rian kamu dimana ??” tanya Kenan setelah panggilan teleponnya di jawab oleh Rian.


“Ini lagi di jalan Kak, kenapa memangnya ??”


“Di jalan ?? memangnya kamu dari mana ??”


“Semalam Rian nginap di Villa Kak”


“Cepat pulang”


“Baik Kak”


Tuuut.


Panggilan di putus oleh Kenan.


“Dimana dia ??” tanya Papa Bayu.


“Dijalan Pa, semalam ia nginap di Villa”jelas Kenan


“Oh”


Namun jelas Kenan merasa ada yang aneh karena tidak biasanya kalau Rian menginap di Villa. Dengan cepat Kenan memerisa rekama CCTV melalui ponselnya. Matanya langsung menyalang dengan sempurna melihat Rian masuk kedalam Villa bersama perempuan.

__ADS_1


“Mau cari mati dia” ucap Kenan dengan geram.


“Siapa yang cari mati ??” tanya Papa Bayu heran.


“Lihat ini Pa !!” pinta Rian sambil menyerahka rekaman video yang tersimpan di ponselnya.


Papa Bayu juga langsung marah melihat putra keduanya sedang berduaan di Villa bersama seorang wanita.


“Siapa wanita itu ??” tanya Papa Bayu.


“Kenan tidak kenal Pa” jawab Kenan jujur.


“Kamu kenal ini Nak ?" tanya Papa Bayu ke Alya.


Alya memperhatikan wanita yang ada di rekaman CCTV itu.


“Gak kenal Pa, mungkin itu teman kerjanya Rian Pa” ucap Alya.


“Berani sekali dia membawa wanita lain kedalam Villa” Papa Bayu terlihat geram.


“Kenan akan cari tahu Pa siapa wanita itu” sahut Kenan


********


Rian mengantar Maudy pulang terlebih dahulu, walaupun nyawanya juga ikut terancam karena barusan di telfon oleh Kenan.


Setelah sampai di depan rumah Maudy, Rian juga hendak masuk kedKam, awalnya Maudy melarang Rian untuk ikut masuk namun Rian tetap memaksa.


“Maaf Om semalam Maudy bersama saya” jawab Rian


“Saya gak bertanya dengan kamu” hardik Papa Lukman lagi.


“Pa, bisa gak sih bicaranya baik-baik, gak usah bentak-bentak begitu” tanya Maudy dengan geram.


“Semenjak kenal dengan Duda ini kamu menjadi anak yang pembangkang Maudy. Pokoknya Papa gak mau tau kamu harus putuskan hubungan kamu dengan dia” kata Papa Lukman dengan sorot mata yang tajam.


“Om tolong jangan pisahkan kami, Saya begitu mencintai Maudy begitupun sebaliknya Saya janji tidak akan menyakiti putri om” pinta Rian bersungguh-sungguh.


“Bagaimana saya bisa percaya dengan kamu yang sudah pernah menikah. Dulu pasti kamu juga pernah mengatakan itu kepada orang tua mantan istri kamu kan” jawab Papa Lukman.


“Sekarang tinggalkan rumah ini, saya tidak mau terjadi kekerasan” Papa Lukman menunjuk pintu keluar.


Mata Maudy langsung berkaca-kaca, ia langsung di tenangkan oleh sang Mama.


“Saya pamit Om, Tante, Assalamualaikum” Ucap Rian. ia bahkan masih bersikap sopan menyalami tangan kedua orang tua Maudy walaupun langsung di tepis oleh Lukman.


Rian melangkahkan kakinya meninggalkan rumah Maudy.


“Mas Rian jangan tinggalin Maudy” ucap Maudy berteriak. Ia hendak menyusul Rian namun langsung di tahan oleh Papanya.


“Masuk kamar mu !!” hardik Lukman dengan cepat.

__ADS_1


“Papa jahat” ucap Maudy sambil berlari meninggalkan kedua orang tuanya.


“Apa kita tidak terlalu keras Pa sama anak” ucap Melda bertanya kepada sang suami.


“Kita memang harus keras sama anak Ma, kalau enggak kita akan di kecewa kan suatu hari nanti”


********


Setelah sampai di rumah nya Rian langsung di beri tatapan tajam oleh Papa Bayu, ia yakin sebentar lagi Papanya akan memarahi dirinya karena ketahuan berduaan dengan perempuan di Villa.


“Siapa wanita itu ??” tanya Papa Bayu.


“Pacar Rian Pa” jawab Rian jujur, ia tak ingin ada kebohongan karena jika ia berbohong masalah akan bertambah besar.


“Apa dengan cara kamu membawanya ke Villa lalu berduaan semalaman dengan nya adalah cara yang baik ??” Papa Bayu kembali berkata.


“Maafkan Rian Pa, Tapi keadaan nya begitu mendesak, kemaren Maudy datang kesini pas hujan deras, Rian takut Papa marah makanya Rian bawa ke Villa. Awalnya Rian tidak akan menginap Pa tapi Maudy memaksa dan tidak mau pulang” jelas Rian


“Berarti dia bukan wanita baik-baik, tinggalkan dia” pinta Papa Bayu dengan tegas.


“Tidak Pa, Maudy adalah wanita yang baik, Rian cinta sama dia”


“Kalau dia wanita yang baik tidak mungkin ia mau menginap berduaan dengan laki-laki yang bukan suaminya. Namun nyatanya apa ?? bukan kah kamu bilang ia tidak mau pulang dan meminta mu untuk menginap di sana berdua. itu berarti dia bukan wanita yang baik.”


Rian langsung terdiam seketika bingung bagaimana cara menjawab ucapan Papanya lagi. Jelas ia akan kalah karena memang Maudy yang telah mengajaknya menginap.


Seandainya saja tidak hujan mungkin semalam ia akan pulang dan meninggalkan Maudy sendiri di Villa tapi sayangnya hujan tak berhenti sampai pagi menjelang.


“Rian kekamar dulu Pa” ucap Rian


Papa Bayu diam, dia membiarkan anaknya untuk masuk kedalam kamar.


*****


Sementara itu.


Maudy masih saja menangis. Ia bahkan mengurung diri di kamar, Baginya Papa nya begitu keterlaluan karena menyuruh Nya untuk memutuskan hubungan bersama Rian.


“Hiks--Hiks-Hiks. Papa jahat” ucap Maudy sambil melempar bantal kesembarang arah.


Mama Melda mengetok pintu kamar Maudy. Ia bermaksud untuk menenangkan putrinya namun Maudy tak kunjung membuka pintu.


“Maudy sayang buka pjntunya Nak, Mama mau bicara sama Maudy” ucap Melda dari luar kamar.


“Aku gak mau Ma, aku mau sendiri” balas Maudy berteriak.


“Tapi Nak”


“Maudy mau sendiri Ma”


Melda mengehela nafas sebentar, lalu kemudian pergi meninggalkan kamar Maudy, ia sedih melihat putrinya seperti ini. Tapi ia tak tau harus bagaimana karena memang suaminya begitu keras jika suaminya tak setuju pasti akan terus begitu.

__ADS_1


__ADS_2