
Clarissa merasa risih dan tidak fokus pada pekerjaannya karena dia dipandangi Aldrich sedari tadi.itu yang membuat dia kesal, jengkel dan muak akan kelakuan Aldrich.
"Kenapa kamu enggak ke kantormu hah malah kesini kayak enggak ada kerjaan banget sih ,"Sindir Clarissa dengn tatapan sinis nya
Aldrich hanya terkekeh melihat Clarissa mengomelinya.dia merasa hidupnya berwarna dan menyenangkan semenjak bertemu dan menggoda Clarissa tentu aja.lalu dia membayangkan pertemuannya dengan Clarissa pertama kali membuatnya senyum senyum.
Clarissa mengernyitkan dahinya melihat Aldrich yang tersenyum sendiri.
"Ck dasar gila,"maki nya sambil menatap Aldrich sinis
Aldrich terhentak dari lamunannya mendengar makian dari gadisnya.iya Aldrich mengklaim Clarissa sebagai gadisnya dan miliknya.dia tidak akan membiarkan pria lain mendekati dan menyentuh Clarissa seujung rambut pun.
"Gila karena mu sayang ,"goda Aldrich tersenyum menggoda
Astaga Clarissa menahan emosinya yang sampai di ubun ubun mendengar godaan Aldrich.dalam hati dia menyumpah serapah aldrich dan mengutuknya supaya wanita yang akan bersamanya kelak akan merasa emosi setiap bersamanya juga merasa frustrasi.
"Pergilah jangan mengangguku dan menggodaku," ketusnya
lalu Aldrich berdiri dari kursinya menghampiri Clarissa dan memegang dagu Clarissa.cup...dia mencium dan ******* bibir Clarissa yang sedari tadi mengumpatinya.Clarissa melotot dan kaget dengan ulah Aldrich yang berani menciumnya di Ruangannya.Aldrich menyudahi ciumannya dan mereka ter engah engah.
__ADS_1
"Kamu,"pekik Clarissa menatap tajam Aldrich
"Bibirmu manis sayang,"ucap Aldrich dengan tatapan nakal
"Baiklah aku pergi dulu sayang," bye Pamit Aldrich sambil tersenyum menyeringai
Clarissa merutuki kebodohannya yang terlena dengan ciuman Aldrich dan tidak menghentikan nya.Aldrich berjalan meninggalkan ruangan Clarissa dengan senyum mengembang di bibirnya.para wanita terpesona dengan ketampanan juga senyuman Aldrich tetapi Aldrich mengacuhkannya dan keluar dari perusahaan CS group.Aldrich masuk ke mobil lalu mengendarainya menuju kantornya meninggalkan perusahaan gadisnya Clarissa.
"Bibirmu sangat manis sayang membuatku ingin terus melumatnya dan menciumnya,"ucap Aldrich sambil Memegang bibirnya yang masih terasa lipgloss milik Clarissa.
Setelah itu dia fokus menyetir sampai ke Keano Group.Sampai di kantornya dia berjalan memasuki kantornya sambil tersenyum.para karyawan merasa sang boss moodnya sedang baik dan para wanita terpesona dengan senyuman bosnya itu.
lalu Aldrich berjalan melewati mereka yang menunduk hormat padanya.tanpa menyapa dia masuk ke ruangannya dan duduk di kursinya seperti biasa.dia menyandarkan kepalanya di kursi sambilembayangkan Clarissa.
"Apakah aku sudah jatuh cinta dengannya,"Pikirnya tersenyum
tok...tok..tok erik masuk ke ruangan bosnya.
"Ada apa Erik," tanya Aldrich menatap tajam Erick
__ADS_1
"Tadi nona Reva mencari anda tuan dan dia marah marah,"ucap Erick gugup yang melihat aura tuannya berubah
Aldrich mengeraskan rahangnya mendengar perkataan Erick tentang Reva dan membuat moodnya berubah.
"Wanita itu,"ucap Aldrich menahan
emosi
"Dimana dia Erick,"ucap Aldrich datar
"Dia sudah pulang tuan dan besok katanya akan kemari lagi,"balas Erick ketakutan dan bergidik merasakan aura dingin tuannya
"Baiklah kamu boleh keluar," ucap Aldrich
Erick keluar dari ruangan bosnya itu dan merasa lega tidak diamuk bosnya itu.sementara Aldrich emosi dengan tingkah Reva yang semakin menjadi jadi.
"Dasar wanita sialan,"umpatnya
TBC.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan vote ya biar au semangat