
Louis langsung menginjak tangan Erick yang telah menyentuh tubuh istrinya, pria itu tengah melampiaskan amarahnya. Ya anak buah Louis berhasilenangkapnya, membawa Erick ke sebuah ruangan bawah tanah. Di sana pria itu mulai melakukan penyiksaan pada si brengsek.
"Tak akan kubiarkan kau mati dengan mudah brengsek, akan kubuat kau menderita karena berani menyentuh istriku. "
Hahahaha
"Harmonia milikku cih, kau hanya orang asing dan dengar aku sangat ingin bercinta dengan istrimu itu. " desis Erick.
"Aaah. " teriaknya kala tangannya terinjak kembali dengan begitu keras. Louispun mengangkat kakinya, lalu sedikit mundur ke belakang.
"Kalian jaga dia, jangan biarkan dia bunuh diri atau kabur!
"Ya Tuan! Louis berbalik, melangkah ke luar dadi ruangan bawah tanah itu. Pria itu melajukan mobilnya dengan kencang, menuju ke mansionnya.
Louis segera mengganti pakaiannya, lalu meemui sang istri di ruang tamu. Sudut bibirnya terangkat, melihat wanitanya tengah asyik makan buah buahan. Dia mengambil tempat di samping istrinya, tangannya melingkar di pinggang Nia.
"Hubby kamu dari mana saja?"
"Hanya ke luar sebentar sweety. " Louis mencium bibir istrinya dan di balas wanita itu dengan lembut.
Dug
"Sayang, baby menendang perutku!
Louis mendekatkan telinganya di perut istrinya, lalu tersenyum lebar kala mendengar tendangan dari dalam perut istrinya. Nia mengusap kepala sang suami, tatapan mereka bertemu dan mengunci satu sama lain. Louis menegapkan kepalanya, tangan nakalnya menjalar mengusap paha istrinya, lalu masuk ke dalam.
"Aah hubby. " desah Nia.
Louis menarik tangannya, membopong istrinya menuju ke kamar mereka. Keduanya terburu buru melepas pakaian mereka, Louis mengiring istronya hingga terlentang di atas kasur dengan hati hati. "Hubby, ini masih siang sayang!
"Aku tidak peduli, aku menginginkanmu. " Bibir mereka kembali bertautan, Nia membuka mulutnya dan Louis langsung membelit lidah istrinya.
Pria itu terus menjamah setiap lekuk tubuh wanitanya tanpa terlewat, Nia begitu menikmati sentuhan sang suami disekujur tubuhnya. Louis melakukan penyatuan dari belakang dengan pelan, gaya inilah yang aman untuk istrinya yang tengah hamil besar.
__ADS_1
Suara ******* istrinya yang menyebut namanya, membuat gelombang hasrat dalam diri Louis semakin berkobar. Tangan nakalnya tak tinggal diam, meremas dua gundukan besar milik istrinya.
"Aah Louis. " desah Nia.
Louis semakin mempercepat tempo permainannya hingga akhirnya keduanya mencapai puncak bersama setelah ronde ketiga. Pria itu segera melepas penyatuannya, mengusap perut sang istri dengan lembut. Niapun mengatur nafasnya yang tersengal, dia perhatikan tubuh suaminya yang mengkhilap karena keringat, menambah kadar keseksiannya.
Louis menarik selimut, menutupi tubuh polos mereka. Dia selalu terpuaskan kala istrinya melayani dirinya. Pria itu menoleh kearah jam dinding, menunjukkan angka 04.00 sore. Louis menjatuhkan kepalanya di dada sang istri, sesekali menggesek gesek kepalanya, membuat Nia merasa kegelian.
Louis sedikit menurunkan selimutnya, hingga terpampang bagian favoritnya. Pria itu langsung melahap buah persik Nia yang sintal dan besar dengan rakus. Nia memperhatikan apa yang di lakukan suaminya, dia usap kepala Louis. "Sayang itu milik baby twins kelak. " ucapnya sambil mengerang.
PLup
"Tapi saat ini masih milikku sayang, jangan hentikan aku. " Louis kembali menyusu, Nia hanya bisa pasrah dan membiarkan suaminya. Setelah menyusu, Louis mengecupinya dengan lembut kemudian meremasnya. Selesai dengan kegiatannya, Louis turun ke perut istrinya. Pria itu mengajak bicara kedua calon buah hatinya, Nia tersenyum kecil melihatnya.
"Sayang mandiin. " rengeknya.
"Baiklah tapi jangan protes ya kalau aku minta lagi. " Louis mengerlingkan matanya, lalu dia membopong istrinya ke kamar mandi.
Selesai bersih bersih, keduanya segera turun ke bawah. Kakek Ruselle datang berkunjung, di sambut suka cita oleh Nia dan Louis. Nia segera memeluk kakeknya dan di balas pria tua itu. "Bagaimana kabar kamu dan calon cicit kakek Nia? "
Tak lama pelayan datang, menyajikan minuman untuk ketiganya setelah itu langsung pergi. Nia bersandar di bahu suaminya, terus berbicara di hadapan kakeknya itu. Kakek cukup lega melihat Louis yang memperlakukan Nia dengan baik.
"Louis, kakek ingin bicara denganmu. " pria tua itu bangkit dan pergi lebih dulu. Louis menoleh, Nia mengangguk dan memperhatikan suaminya yang menyusul kakek.
Drt
drt
drt
Unknown Number
Aku akan segera kembali, membalas semuanya padamu wanita sialan!
__ADS_1
Nia terkejut membaca isi pesan dari nomor yang tak dikenalnya tersebut. Dia berusaha tenang, meski dalam hatinya penasaran siapa yang mengirimi pesan tersebut.
"Pasti cuma orang iseng! Nia berusaha berfikir positif, lantas wanita itu mencoba menghubungi nomor asing namun terdengar suara operator. Nia mengusap wajahnya kasar, entah kenapa hatinya merasa tak tenang.
Nia segera menghapus pesan tak penting itu, lalu menaruh ponselnya di meja dan membuka majalah fashionnya. Diapun berusaha melupakan pesan asing tersebut, sesaat kemudian dia merasa bosan. Dia menyalakan televisi, memindah chanel dengan cepat, mencari tayangan yang menghibur.
"Apa aku hubungi Terry aja ya? "
Nia segera menghubungi adik iparnya, mengobrol berdua melalui video call. Keduanya terlihat asyik hingga wanita itu tak sadar jika suami dan kakeknya telah kembali ke ruang tengah.
"Kalian bahas apa sih kok kayaknya seru? " tanya Louis penasaran.
"Tadi bahas aktor tampan yang ada di televisi hubby eh. " Nia menutup mulutnya, dia keceplosan dan tatapan suaminya yang tajam membuatnya langsung nyengir. Kakek tergelak, melihat kelakuan cucunya yang sangat lucu.
"Lebih tampan aku atau dia. " ujar Louis dengan sewot. Niapun hanya diam, wanita itu tahu jika suaminya kini tengah cemburu padanya.
"Ya kamulah By. " jawab Nia dengan senyuman manisnya, Louis melipat tangannya di dada dengan wajah masamnya. Niapun berpikir cepat supaya suaminya tak merajuk lagi, dia menyentuh lengan sang suami dan mengecup pipi suaminya.
"Maafkan aku By, habisnya aku bosan, makanya video call dan bergosip dengan Terry! rayu Nia dengan kata kata manisnya.
"Baiklah. " Seketika Louis langsung luluh, dia memdekap istrinya kemudian menciumnya singkat. Niapun kembali video call dengan Terry, Louis sesekali ikut menimpali obrolan istri dan adik iparnya tersebut. Setelah puas, Nia menutup video callnya, beralih menatap kearah sang kakek.
"Kakek menginaplah di sini beberapa hari, Nia masih merindukan kakek! ucapnya sambil memelas.
"Cucu kakek masih manja, sebentar lagi jadi seorang ibu lho. " sindir kakek sambil tertawa. Nia langsung manyun, namun dia sangat senang melihat kakeknya setuju akan idenya barusan.
"Kamu ngerepotin kakek terus sayang, nanti kamu ditertawakan baby twins. " ledek Louis.
"Biarin wlek! Nia menjulurkan lidahnya kearah sang suami, Louis hanya menggeleng pelan akan sikap istrinya.
tbc.
JANGAN LUPA MAMPIR YA, LIKE VOTE, KOMEN SERTA FAVORITE
__ADS_1