
Pagi ini semua keluarga besar Johnstone berkumpul untuk menyaksikan pernikahan antara Evan dan Zafira. Pernikahan ini hanya di saksikan oleh keluarga Evan dan Zafira sendiri. Pesta sederhana ini di adakan di mansion megah Evan,kedua mempelai pengantin mengucap janji suci depan pastor yang menikahkan mereka.
"Saudara Evan bersediakah engkau menerima saudari Zafira sebagai istri Anda dalam keadaan apapun? "
"Ya saya bersedia. " jawab Evan dengan tegas tanpa ada keraguan.
"Saudari Zafira bersediakah engkau menerima Evan sebagai suami Anda dalam keadaan apapun? "
"Iya saya bersedia. " jawab Zafira pelan.
"Mulai sekarang kalian resmi menjadi suami istri. " ujar sang pastor. Evan segera menyematkan cincin di jari istrinya begitu juga sebaliknya. suara tepuk tangan mewarnai pernikahan sederhana namun sakral tersebut. Evan mencium istrinya di depan keluarga besar mereka, suami istri itu saling berpelukan dengan erat.
Mami Amira menitikkan air mata melihat putri satu satunya telah menikah, dia berharap sang anak selalu bahagia bersama dengan Evan.
Kedua orang tuanya langsung memberikan selamat untuk pasangan baru itu, para sepupu juga datang memberikan selamat sekaligus hadiah untuk Evan dan Zafira.
"Paman Nick, Bibi Hanum maaf karena menyita waktu paman dan Bibi untuk datang mendadak. " ucap Evan.
"Kami tidak apa apa Evan, kami paham dengan keadaan kalian. " ujar Bibi Hanum dengan senyuman hangatnya.
"Kak Fira, ini kado dari aku. " Ciara langsung maju dan membisikkan sesuatu pada Zafira. Gadis itu langsung mundur,Zafira dengan senang hati menerima kado dari Ciara. Keduanya memilih mengobrol bersama para sepupunya yang telah datang ke pestanya.
Ethan dan Matt kompak menggoda pengantin baru itu, Zafira tampak menyembunyikan rona merah di pipinya. Evan tersenyum tipis, merengkuh posesif tubuh istrinya. Meisya datang bersama kekasihnya Garvin, turut memberikan selamat pada mempelai.
"Segeralah menyusul kami Garvin, Meisya. " ujar Evan pada pasangan kekasih di depannya saat ini.
__ADS_1
"Tunggu saja undangannya bro. " balas Garvin sambil tersenyum penuh arti. Canda dan tawa mewarnai pesta pernikahan yang penuh dengan kebahagiaan itu. Evan kembali mencium kening istrinya, setidaknya hubungan keduanya telah resmi menjadi suami istri.
"By, aku mau bicara sama mommy dan lainnya ya. " ucap Zafira pada sang suami. Evan mengangguk, dia membiarkan istrinya bersama para wanita lainnya. Gadis itu tampak nyaman berbicara dengan para sepupu dari pihak sang suami. Mami Amira memberikan nasehat untuk putrinya, Zafira tentu saja mendengarnya dengan baik baik.
Mendengar kata cucu membuat Zafira tersenyum getir, apakah dirinya bisa bertahan lebih lama nantinya mengingat penyakitnya sering kambuh. Gadis itu tetap tersenyum, begitu pintar menyembunyikan kekhawatirannya.
"Apakah aku bisa memenuhi tugasku sebagai istri, melayani suamiku dengan sepenuh hati nantinya? " batin Zafira resah.
Setelah pesta selesai, Zafira memilih langsung pergi ke kamar. Evan menyusulnya setelah keluarga besar pria itu pamit pulang. Dia masuk ke dalam kamarnya, mengerutkan kening melihat istrinya yang telah berganti pakaian berbaring di atas ranjang. "Sayang, apa kamu sakit? "
"Cuma pusing Hubby!
Evan melepaskan pakaiannya, lalu melesat ke kamar mandi. Pria itu segera memakai celana panjangnya dan membiarkan tubuh atasannya polos, Evan naik ke atas ranjang. Evan menghela nafas panjang, menyentuh kening istrinya namun tak terasa panas.
"Kalau kamu lelah istirahat saja Yank! Evan menyibak poni yang menutupi wajah cantik istrinya. Zafira telah memejamkan kedua matanya, Evan hanya dia memperhatikan istrinya itu.
From xxx
Hai Evan, ini aku Zia. Aku ingin bertemu dengan kamu, apa kamu ada waktu?
Evan tertegun membaca pesan itu, dia memilih mengabaikannya dan tak lupa menghapusnya. Lalu menaruh kembali ponselnya ke dalam laci.
"Darimana dia mendapatkan nomorku? " gumam Evan penasaran. Pria itu memilik tak peduli, fokusnya kembali tertuju pada sang istri yanv terlelap. Dia memang telah berhak atas Zafira sekarang, namun dia tak ingin memaksakan meminta haknya pada Zafira.
Evan akan menunggu sampai istrinya siap menyerahkan dirinya sepenuhnya. Di kecup nya kening wanitanya lalu bangkit dan mengambil ponselnya, setelah itu memilih ke luar dari kamar. Dia langsung pergi ke ruangan kerjanya, di sana Evan duduk di atas kursinya sambil melamun.
__ADS_1
Evan POV
Maafin aku sayang, maaf karena belum bisa berbicara jujur mengenai siapa gadis yang menjadi cinta pertamaku. Aku hanya tak ingin melukai hatimu lebih dalam lagi. Tapi satu hal yang harus kau yakini jika aku memang benar benar mencintai kamu Zafira. Aku akan melakukan apapun demi kesembuhan kamu sayang.
Evan langsung menghubungi dokter kenalanya, menanyakan perihal penyakit asma akut istrinya. "Apa ada cara untuk menyembuhkan penyakitnya dokter? "
"Kebanyakan pasien yang mengidap penyakit asma akut umurnya tidak panjang Van. " ujar Dokter Ronald.
"Tapi adakah cara atau obat yang mampu meredam sakitnya dokter? " desak Evan dengan nada frustasi. Dokter Ronald paham akan perasaan Evan saat ini yang begitu kalut.
"Ajaklah istrimu berlibur Van, istrimu harus rileks dan terlepas dari beban pikirannya. Karena gejala penyakit asma selain sesak nafas juga di sebabkan stres, gelisah dan lainnya. " ujar Dokter Ronald panjang lebar. Setelah berbicara dengan dokter Ronald, Evan langsung menutup sambungannya.
"Liburan sekaligus honeymoon sepertinya bagus juga. " gumam Evan dengan penuh keyakinan. Namun sebelum mereka pergi honeymoon, dia harus menyelesaikan beberapa pekerjaannya di kantor.
Sementara Zafira terbangun dari tidurnya, dia meraba di sekitarnya namun tak menemukan sosok suaminya. Gadis itu turun ke bawah, kedua kakinya berpijak di atas lantai lalu bangkit dan berjalan ke luar dari kamarnya. Dengan hati hati menuruti anak tangga perlahan sambil memanggil nama suaminya.
"Hubby, kau di mana? "
"Lho sayang kamu sudah bangun. " Evan ke luar dari ruang kerjanya, pria itu menghampiri sang istri tercinta. Zafira langsung menghambur memeluk suami tercinta dengan erat. Evan mengajak istrinya ke ruang tengah, gadis itu tampak manja pada suaminya.
"Aku tandi mimpi aneh By!
"Mimpi apa sayang? " Evan mengerutkan kening mendengar ucapan istrinya barusan. Zafira menghela nafas pelan, jujur dia masih takut akan mimpinya barusan.
"Aku memimpikan kamu, kamu bermesraan dengan seorang gadis di depan aku. Aku menangis dan hancur melihat kalian berdua bercumbu tanpa peduli perasaanku dan parahnya lagi aku seperti mengenal gadis yang bersama kamu dalam mimpiku By. " cetus Zafira dengan raut ketakutan.
__ADS_1
Evan tertegun mendengarnya, dia membelai wajah sang istri lalu menciumnya pelan. Pria itu membawanya ke dalam dekapan hangatnya. "Itu cuma mimpi sayang, mimpi itu cuma bunga tidur dan mana mungkin aku mengkhianatimu!
Zafira terisak dalam pelukan suaminya, Evan sendiri berusaha menenangkan istri tercintanya seperti penjelasan dokter Ronald barusan. "Please, Believe me honey, aku hanya mencintai kamu dan hanya kamu!