Posesifnya Sang Ceo

Posesifnya Sang Ceo
TCBS PART 36 | S2 - PERANG DINGIN


__ADS_3

Setelah ini tamat, othor bakal publish cerita anak anak Louis dan Nia, yaitu twins L. Ada yang setuju enggak atau malah pingin kisah anaknya Leon dan terry?


LIKE, VOTE DAN KOMEN


"Ini sudah malam, sebenarnya Louis ke mana? " tanya Angel dengan nada khawatirnya. Ya dia baru saja menemani si kembar, membacakan dongeng untuk kedua anaknya. Cklek pintu terbuka, wanita itu berbalik dan melangkah menghampiri suaminya.


"Sayang, kamu dari mana aku khawatir sama kamu? " cecar Angela.


Louis hanya diam saja, pria itu melewati istrinya tanpa mengatakan apapun dan pergi ke kamar tamu. Hati Angela merasakan sakit di perlakukan seperti itu, dia tahu dirinya salah namun kenapa suaminya malah memghindarinya sekarang dan enggan tidur bersamanya.


Angela menghela nafas panjang, berbalik dan melangkah gontai menuju ke kamarnya. Wanita itu berbaring di ranjang, mencari posisi yang nyaman. Entah kenapa dirinya ingin sekali suaminya mengusap perut buncitnya, namun mana mungkin Louis mau pikirnya. "Triplet maafin mommy ya sayang, mommy membuat daddy kalian marah. "


"Astaga aku lupa membuat susu ibu hamil. " Angela hendak turun dari ranjang, tak lama pintu terbuka dan masuklah Louis. Pria itu mengantarkan segelas susu untuk sang istri, Angela menerimanya dan meneguknya langsung.


"Hubby.. "


"Sebaiknya kau istirahat. " sahut Louis dengan wajah datarnya.


"By, maafkan aku! Louis hanya diam, tak mengubris permintaan maaf sang istri. Dia berbalik dan melangkah ke luar dari sana. Mata Angela berkaca kaca, wanita itu menangis terisak, melihat sikap suaminya. Setelah tenang, Angel kembali membaringkan tubuhnya, lalu memejamkan kedua matanya.


##


Pagi ini mereka sarapan dalam diam, Angela memilih diam daripada suaminya kembali marah padanya. Leon dan Terry datang berkunjung, perut Terry juga membuncit saat ini. Mereka berdua menatap Louis dan Angela secara bergantian. "Kakak ipar, ada apa. Apa perut kamu terasa tidak nyaman? " tanya Terry khawatir.


Mendengar ucapan Terry, Louis menolehkan kepalanya kearah sang istri. Meski baru saling mengenal, namun Terry yakin jika Angela tengah ada masalah dengan Louis. Angela tersenyum, menggeleng kearah Terry yang mencemaskan dirinya.


"Terry, bolehkah aku menginap di rumahmu malam ini. " ucap Angela tiba tiba.


"Tentu saja boleh kakak ipar, memangnya ada apa. "

__ADS_1


"Aku ingin berbicara mengenai kehamilan sama kamu. " Angela tersenyum pada adik iparnya, dia sengaja menghindari kontak mata dengan suaminya. Louis tertegun, keputusan istrinya membuat dirinya terkejut.


"Aku selesai. " Louis bangkit, beranjak dari tempatnya dan pergi meninggalkan meja makan. Angela tersenyum getir, melihat kepergian suaminya yang tak berkata apapun padanya. Leon menghela nafas kasar, melihat sikap saudara kembarnya pada kakak ipar.


"Sayang, kamu di sini sama kakak ipar, aku akan pergi bersama Louis. " Leon tersenyum, dia mencium kening wanitanya kemudian pergi menyusul Louis. Terry mengajak Angel ke ruang tamu, menenangkan sang kakak ipar yang tengah bersedih.


#Kantor


"Aku tak tahu masalahmu Louis, tapi setidaknya jangan mengabaikan istrimu sendiri. " tegur Leon saat di ruangan kantor Louis.


Louis tak bergeming, pria itu justru fokus pada file laporan yang dia terima. Leon mendesah berat menarik kursi kemudian duduk. "Jangan sampai kau mendiamkan istrimu terus terusan hingga akhirnya kamu menyesal, istrimu memilih pergi dari sisimu. " pungkas Leon.


"Apa aku salah, aku bersikap seperti ini agar dia menyesal, memilih mempercayai Devon dari pada aku suaminya. Meragukan cintaku padanya, apa selama ini perhatianku tak berarti apa apa. " gumam Louis geram.


"Kau egois Louis, istrimu bersikap seperti itu karena dia tengah sensitif karena kehamilannya, harusnya kamu memanjakannya bukannya malah bersikap dingin pada Angela! "


Tring


Louis merogoh ponselnya, membaca pesan dari sang istri.


From istriku


Hubby, untuk sementara aku akan menenangkan diri di rumah Terry dan Leon. Sekali lagi maafkan aku yang meragukan cintamu, aku pasrah jika kamu mau bersikap dingin, acuh dan mengabaikan diriku. Meski begitu aku tetap mencintaimu sayang, Aku janji akan menjaga calon baby triplet dengan baik, mereka sehat sehat di dalam perutku.


"Cih sialan. " makinya kesal. Louis merasa tertohok, pesan dari istrinya membuatnya uring uringan. Tangannya terkepal kuat, pria itu berkali kali mengumpat kasar. Bukan ini yang dia harapkan, dia hanya ingin istrinya itu menyadari kesalahannya.


Louis langsung bangkit, ke luar dari ruangannya dan pergi buru buru. Pria itu tancap gas, melajukan mobilnya kencang menuju kediaman Leon. Tiba di sana Louis buru buru masuk ke dalam mansion milik saudaranya.


"Leon, Terry katakan di mana istriku berada. " cecar Louis dengan nada tak sabaran.

__ADS_1


"Bukankah kamu tak peduli padanya, kakak


ipar. " dengus Terry sebal.


"Sebaiknya kau duduk dulu Louis, tenangkan dirimu. " sahut Leon dengan santai. Louis mengertakkan giginya, menatap tajam kearah adik dan iparnya secara bergantian. Pria itu mendaratkan tubuhnya di sofa, menetralkan dirinya yang terbawa emosi.


"Untuk sementara Angel menenangkan dirinya, kau jangan khawatir aku sudah menyuruh beberapa bodyguard untuk menjaganya. Angel akam semakin stress, jika melihat sikapmu masih sama. " sahut Leon dengan tenang.


"Kau. " geram Louis yang mengusap wajahnya kasar, menghembuskan nafas lelah. Pria itu sangat bersalah pada sang istri, mengabaikan wanitanya hingga Angela tersakiti.


Louis bangkit, pergi dari sana dengan raut kekecewaan. Terry menyentuh tangan suaminya, Leon tersenyum dan mengatakan semuanya akam baik baik saja. Dia berharap rumah tangga kakak iparnya kembali harmonis seperti awal awal.


##


Di sisi lain di sebuah villa Angela termenung di teras dekat kolam renang. Sepertinya wanita itu tengah memikirkan banyak hal saat ini, termasuk Louis. "Aku sangat berat harus berjauhan dari kamu Louis, katakan saja aku egois dan munafik. Aku bukan wanita penyabar seperti mendiang Nia yang begitu percaya padamu. " gumam Angel.


Nia wanita yang sempurna, selain cantik dia baik, ramah, pemberani dan rela berkorban. Twins L begitu beruntung memiliki mommy yang sangat mencintai mereka. Maafkan aku Louis, semenjak hamil aku tidak mempercayai diriku sendiri, ada ketakutan dalam diriku padamu.


takut kehilangan!


"Sayang mommy sangat mencintai kamu dan kedua kakakmu. " gumam Angela pada baby triplet dalam perutnya.


Dug


"Awh. " Angela tersenyum lebar, merasakan tendangan dari dalam perutnya. Sepertinya baby triplet setuju dengan ucapannya barusan, wanita itu menghela nafas panjang. Merasa lapar, Angela meminta pelayan untuk menyiapkan makanan untuknya.


Wanita itu dengan lahap memakan salad buah yang dia inginkan. Lagi lagi dia teringat sang suami, Angela merasa sulit untuk jauh dari Louis meski pria itu mendiamkan dirinya.


tbc

__ADS_1


__ADS_2