Posesifnya Sang Ceo

Posesifnya Sang Ceo
Twins ESJ Part 28


__ADS_3

Tepat pukul tujuh malam, Abian datang ke rumah Zia. Nyonya Vera tentu saja menyambut kedatangannya dengan hangat. Mereka makan malam terlebih dahulu sebelum membicarakan hal yang serius.


selesai makan malam, Abian menatap kearah sang kekasih sejenak lalu kembali fokus menatap kearah calon mertuanya.


"Saya Abian tante, saya ke sini ingin meminta restu pada Tante untuk menikahi Zianka secepatnya. " ucap Abian dengan tegas.


"Tante memberikan restu untuk kalian nak, tante minta jaga dia dengan baik. " ujar Nyonya Vera dengan bijak. Wanita paruh baya itu juga memastikan kedua orang tua Abian, dia tak ingin putrinya kembali di gunjingkan hanya karena masa lalu dirinya yang kelam.


Abian menyakinkan calon mertuanya, jika dirinya akan segera membawa Zianka kehadapan orang tuanya. Setelah berbicara cukup lama dengan Zianka dan ibunya, Abian langsung pamit pulang.


Gadis itu mengantarkan kekasihnya ke depan, setelah itu Zia kembali ke dalam dan bergegas pergi ke kamarnya untuk beristirahat. Dia langsung berbaring di atas ranjangnya, menatap langit langit kamarnya.


Zianka POV


Aku harap hubunganku dengan Abian nantinya berjalan mulus ke depannya, lalu bagaimana dengan orang Tua Abian nantinya. Apakah mereka akan menerima aku atau justru sebaliknya. Dia begitu beruntung bisa bertemu dengan Abian dan jatuh cinta padanya.


Zianka segera memejamkan kedua matanya, tak lama gadis itu masuk ke alam mimpi.


Pagi datang begitu cepat, gadis itu telah siap dan terlihat sangat cantik dengan dress motif bunga bunganya. Selesai sarapan, dia langsung berpamitan pada sang mama tercinta. Ternyata Abian telah datang, gadis itu langsung masuk ke dalam mobilnya.


Zia tampaknya sangat gugup, dia sebentar lagi akan bertemu dengan keluarga Abian. Abian sesekali mengenggam tangan sang kekasih, paham akan kegugupan gadisnya. Beberapa menit berlalu akhirnya mereka sampai di kediaman orang tua Abian. Keduanya turun dari mobil, Abian kini menggandeng sang kekasih dan mengajaknya masuk ke dalam.

__ADS_1


"Mommy dan Daddy. " panggil Abian dengan nada rendahnya namun tak ada siapapun yang menyahut. Salah satu pelayan datang menghampiri tuan mudanya itu.


"Nyonya dan Tuan Besar baru saja pergi


tuan. " ujar pelayan dengan pelan.


"Pergi ke mana? "


"Keduanya pergi barusan, tuan besar ada urusan mendadak ke negara Y. " Pelayan menjelaskan ke mana nyonya dan tuan besarnya pergi. Abian mendesah kecewa, dia mengeluarkan ponselnya dan segera menghubungi sang mommy tercinta.


Zianka mengusap lengannya, Abian langsung mengajak kekasihnya duduk di ruang tengah. Pria itu sibuk menghubungi sang ibu yang tak kunjung di jawab. Tak lama panggilan itu baru terdengar,Abian menanyakan kepergian sang ibu.


"Ada masalah dengan perusahaan daddy kamu di negara Y, kamu bisa kirimkan foto kekasihmu. Dan kami hanya di sana selama lima hari nak, maafkan mommy dan daddy yang pergi mendadak. "


Abian menghela nafas kasar, sedikit berbincang dengan ibunya setelah itu mengakhiri sambungannya. Dia menyimpan ponselnya dalam saku celananya, Zianka merayu kekasihnya agar tak kecewa lagi. Lagipula masih banyak waktu jika ingin bertemu dengan orang tua Abian yang sibuk.


Pria tampan itu memeluk sang kekasih, lalu mendaratkan kecupan di kening Zianka dengan lembut. Zianka membelai rahang kokoh kekasihnya, mendaratkan kecupan di sudut bibir Abian.


"Sorry sayang, aku membuat kamu kecewa karena gagal bertemu dengan mommy dan daddy!


"Enggak papa sayang, masih banyak waktu untuk bertemu dengan orang tua kamu. " balas Zianka sambil tersenyum manis. Keduanya bangkit, ke luar dari sana dan masuk ke mobil. Gadis itu meminta di antar ke pemakaman sang papi, Abian tentu saja menuruti keinginan kekasihnya.

__ADS_1


Tiba di pemakaman, mereka langsung turun dan berjalan menuju makam mendiang papinya Zianka. Gadis itu terkejut melihat sang kakak di sana, dia segera meletakkan bunga di atas makam. Di sana dia berkeluh kesah pada sang papi tercintanya.


Zafira hanya diam, tak menyela ucapan Zianka yang terdengar sangat pilu. Satu jam berlalu, keduanya ke luar dari sana. Dia memberanikan diri meminta maaf atas kesalahannya selama ini, Zafira justru menggeleng.


"Maafin aku Zia, aku selama ini begitu egois membenci kamu tanpa sebab. " ucap Zafora menyesali sikapnya selama ini. Mereka langsung berpelukan, terdengar suara tangisan di antara kakak dan adik tersebut.


"Kakak ke sini di antar sopir? " tanya Zia yang di angguki Zianka. Zia juga mengenalkan Abian pada sang kakak, Abian pamit lebih dulu setelah mencium keningnya. Kedua gadis itu masuk ke dalam, sopir melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Zia sendiri justru asyik mengusap perut buncit milik sang kakak, dia terlihat banyak bicara dan tampak antusias menanyakan kehamilan Zafira. Wanita hamil itu terkekeh pelan, menarik hidung adiknya gemas. Sepanjang perjalanan, keduanya saling mengobrol hal hal yang seru sekaligus saling terbuka satu sama lain.


Melihat kakaknya yang tampak bahagia membuat Zianka merasa lega. Dia sebentar lagi juga berbahagia dengan Abian, pria yang dia cintai.


"Rencana kamu dan Bian kapan


menikahnya? " tanya Zafira penasaran.


"Belum sempat bertemu orang tua Abian kak, orang tua Abian keburu pergi ke bandara. " ujar Zianka panjang lebar. Zafira memberikan dukungan untuk adiknya, dia berharap terbaik untuk hubungan Zia dan Bian kedepannya nanti.


Wanita hamil itu mengeluarkan ponselnya, dia membalas pesan dari sang suami tercinta. Zia yang mendengarnya terkekeh, dia paham jika Evan begitu posesif pada kakaknya. Tiba di kediaman Evan, mereka langsung turun dan Zafira mengajak adiknya masuk ke dalam.


Keduanya berbicara lagi di ruang tengah, pelyam datang menjamu tamu majikannya.Zia mengungkapkan keinginan yang ingin meminta maaf pada mami Amira, Zafira tentu saja menyetujuinya.

__ADS_1


__ADS_2