Posesifnya Sang Ceo

Posesifnya Sang Ceo
TCBS PART 24 | S2 - BABYSITTER


__ADS_3

Note : Siap siap ya akan ada badai besar dalam kehidupan Nia dan Louis setelah baby twins lahir.


Jangan lupa like, vote dan komentarnya


Hari demi hari di lalui Nia dan suaminya dengan begitu bahagia dan usia kandungan Nia tinggal menunggu persiapan untuk persalinan, namun selama beberapa hari ini dirinya begitu cemburu, karena suaminya bertemu kliennya yang seorang wanita, hingga hal itu memicu pertengkaran diantara keduanya. Rumah tangga mereka yang awalnya harmonis sedikit renggang beberapa hari ini.


"Akulah istrinya, kenapa Louis malah membela wanita kegatelan itu. " sungut Nia sebal. Wanita hamil itu akhirnya mendiamkan suaminya, keduanya terlihat perang dingin. Kini keduanya saling melirik satu sama lain dari jarak kejauhan, Nia memilih mengabaikan suaminya karena masih kesal.


Niapun bangkit, tiba tiba dia meringi merasakan sakit pada perutnya. Louis menghampirinya dengan raut khawafir di wajah pria itu. "Kenapa sayang, apa perutmu sakit? "


"Iya By, sepertinya aku akan melahirkan! Louispun semakin panik, pria itu membawa istrinya ke luar dan melajukan mobilnya kencang.


Dokter dan suster membawa Nia ke ruangan persalinan, Louis menunggu di luar dan tak lupa mengabari keluarganya. Tak lama orang tuanya beserta yang lainnya tiba di sana, mommy langsung menyemangati puteranya itu.


"Kita berdoa semoga Nia dan baby twins kalian baik baik saja nak. "


Oek oek suara tangisan baby pertama membuat semua orang terenyuh bahagia, lalu di susul yang kedua. Louis bernafas lega mendengar tangisan baby twins. Tak lama dokter ke luar, memberitahu keadaan ibu dan bayinya.


"Ibu dan bayinya stabil tuan, kami akan memindahkan keruangan vip! Setelah dokter pergi, Louis langsung memeluk orang tuanya secara bergantian. Mereka pergi ke ruangan vip, Louis masuk dan menemui sang istri.


Cup memberikan ciuman di kening wanitanya, mengatakan terimakasih atas perjuangannya yang luar biasa dan hanya dibalas senyuman oleh Nia. Dokter dan suster membawa baby twins kehadapan orang tuanya, lalu menaruhnya di box bayi setelah disusui.


"Hubby, siapa nama baby twins?


"Aku menyematkan nama Parker di belakang nama baby twins, Logan Nicklaus Parker and


Liana Xena Quinley Parker. " ungkap Louis dengan senyum mengembang di bibirnya.


"Wah nama yang sangat indah, aku suka! Louis tersenyum puas mendengar respon sang istri. Keduanya berpelukan sambil memperhatikan kedua bayi mereka.


Terry dan Leon masuk, keduanya segera melihat kedua keponakannya, Terry begitu bahagia melihat si kembar Logan dan Liana. Dia juga memberikan selamat pada kedua kakak iparnya tersebut.


"Sayang sebaiknya kamu duduk, aku enggak mau kamu kelelahan. " ujar Leon posesif.


"Benar kata suamimu Terry. " sahut Nia sambil tersenyum kearah adik iparnya. Terry langsung menurut, kala dirinya di ajak duduk di sofa. Dia usap perutnya yamg kian membesar, usia kandungannya tujuh bulan saat ini.

__ADS_1


##


Siangnya mereka kembali ke mansion, mommy membantu Nia merawat si kembar untuk sementara. Sedangkan para pria tengah mengobrol bersama dengan kakek serta Danzo yang turut hadir.


"Zo, kapan kau akan menikah nak. Apa kau tidak ingin seperti adikmu, memiliki pasangan dan sepasang anak kembar yang begitu lucu lucu. " seru kakek Ruselle pada cucu sulungnya itu.


"Come on kakek, aku tidak ada waktu untuk memikirkan semua itu. " jawab Danzo dengan tatapan datarnya. Kakek menghela nafas panjang, dia merasa lelah menasehati cucunya tersebut yang sangat keras wataknya. Louis dan Leon memilih diam, mendengarkan obrolan antara kakek dan cucunya itu.


Nia begitu kagum, melihat ibu mertuanya yang begitu cekatan merawat si kembar. Saat ini dia tengah menggendong baby Logan, puteranya yang tampan, duplikat Louis.


"Nak, mommy seperti melihat Louis saat kecil pada cucu tampan mommy ini. " ungkapnya dengan senyuman merekah.


"Iya Mommy, aku harap dia tak memiliki sikap seperti daddynya. " kekehnya. Mommy Kiara tersenyum simpul, paham akan ucapan sang menantu. Nia menyerahkan baby Logan pada mommy, mommy menaruhnya ke dalam boxnya.


"Sayang, mommy sudah mencari babysitter untuk membantumu mengurus si kembar, mommy tak ingin kamu kelelahan. " tegas mommy. Niapun sebenarnya tak setuju, namun wanita itu tak ingin menyakiti hati sang mertua dan memilih pasrah.


"Terserah mommy. " pasrahnya.


Mommy tersenyum senang, wanita paruh baya itu mencium kening Nia lalu ke luar. Niapun kembali fokus pada kedua bayinya yang tengah terlelap di dalam boxnya.


"Saya Olivia nyonya. " ujar Olivia dengan sopan.


"Baiklah ayo ikut. " Olivia mengangguk, dia mengekori Nia menuju ke atas, Niapun menunjukkan kedua bayinya pada Olivia.


"Tugasmu ikut merawat baby Logan dan baby Liana, jika keduanya sedang rewel atau aku serta suamiku sibuk. " papar Nia.


"Iya Nyonya Nia, saya mengerti. "


"Ku tunjukkan di mana kamarmu, ayo. " Keduanya ke luar dan Nia menunjukkan kamar Olivia. Setelah itu wanita itu memilih beristirahat di ruang tamu.


Olivia masuk ke dalam kamarnya, perempuan itu melepas kaca matanya. Sebuah senyum terukir di bibirnya, kemudian menaruh pakaiannya ke dalam lemari.


"Well, Lets start the game. " gumamnya pelan.


##

__ADS_1


Louis ke luar, menemui istrinya yang kini tengah menggendong baby girl. Pria itu melirik sosok Olivia yang datang menghampiri keduanya. "Sayang, gadis itu siapa? Kenapa ada di mansion kita? "


"Olivia, babysitter yang dicarikan mommy untuk membantuku merawat si kembar!


"Oh. " Louis beralih menatap princess kecilnya, lalu memciumi kedua pipi Liana. Dari jauh Olivia memperhatikan mereka, gadis itu langsung pergi begitu saja.


Oek oek oek


"Cup cup sayang, princess mommy lapar ya nak. " Nia membuka kancing dressnya, lalu mengeluarkan ****** asingnya yang langsung dihisap baby girl.


"Daddy jadi pengen juga. " seru Louis dengan jahilnya dan dibalas pelototan oleh Nia. Louis terkekeh, mengecup kening istrinya sekilas lalu bangkit dan pergi ke kamarnya.


##


"Untuk apa kamu masuk ke kamarku. " suara bariton milik Louis membuat Olivia seketika terjejut, wanita itu menunduk melihat tatapan tajam sang majikan.


"Maafkan saya tuan. " gumamnya.


"Em suaramu terdengar familiar. " pungkas Louis. Tubuh Olivia menegang mendengarnya, Louis segera mencium baby Logan lalu pergi ke kamar mandi. Olivia buru buru ke luar sebelum Louis memergominya kembali.


Setelah msnyelesaikan aktivitas sorenya, Louis memdekati istrinya yang tengah berbicara dengan kedua baby mereka. Grep Pria itu melingkarkan tangannya ke pinggang ramping Nia. Louis menciumi leher istrinya hingga meninggalkan bercak biru, membuat Nia melenguh pelan.


"Sayang hentikan, geli!


Nia berbalik, melingkarkan lengannya di leher suaminya dan keduanya berciuman mesra. Louis menyudahi ciumannya, menatap lekat wanita yang memberinya dua anak. "Sayang, aku tidak suka ada wanita lain memasuki kamar kita termasuk babysitter itu. " ujar Louis.


"Baiklah hubby, aku nanti akan menasehatinya, jangan marah ya. " rayu Nia dengan senyum menggodanya. Louis merangkul istrinya, lalu duduk di tepi ranjang, memperhatikan dua hati mereka. Tangan keduanya saling bertautan satu sama lain, sesekali Louis mengecupnya singkat.


"Sekali lagi terimakasih sayang, kamu telah memberiku dua anak yang lucu lucu dan aku harap kita akan memiliki banyak anak


nantinya. "


"Memangnya mau berapa hubby? "


"Lima sayang. " goda Louis pada sang istri, Nia melototinya sontak mengundang tawa renyah dari bibir Louis.

__ADS_1


tbc


__ADS_2