
-Maafkan othor hiks, setidaknya adegannya enggak kejam dan sadis, karena othornya enggak bisa 😀😀🤧
Like, vote dan komen
Saat Louis pergi ke luar karena mengurus Erick yang bunuh diri, Olivia melaksanakan rencana terakhirnya. Wanita itu dengan keji membawa baby Liana dalam gendongannya, setelah mengancam Nia mengunakan pisau.
"Lepaskan bayiku, Olivia dia tak bersalah. " jerit Nia sambil menangis ketakutan.
"Dengar nyonya Nia yang terhormat, aku memiliki sebuah rahasia apa kamu mau dengar? "
"Aku Sarah Kyle, aku mengubah operasi wajahmu demi membalas dendam padamu dan Louis atas rasa sakit hatiku. " ungkap Olivia dengan tatapan sinisnya.
Nia sangat terkejut mendengarnya, wanita itu masih tidak percaya jika Sarah telah kembali, sekarang ada di hadapannya. "Jangan sakiti bayiku sarah, jika membenciku sakitilah aku. " ujar Nia.
Sarah tertawa remeh, melihat raut pias di wajah wanita yang dia benci tersebut, dia sangat suka melihat Nia menderita. Nia terlihat putus asa, dia harus melakukan sesuatu untuk menyelamatkan baby Liana.
"Baiklah aku akan melepaskan bayimu, asalkan kau menuruti keinginanku. " pungkas Olivia dengan senyum liciknya.
"Baiklah aku akan menurutimu, berikan bayiku sekarang juga. " Niapun mengambil pisau yang ada di meja diam diam, setelah itu merebut bayinya.
Sret
"Sialan. " Sarah mengumpat kala wajahnya kembali terkena goresan pisau yang di bawa Nia. Wanita itu segera kabur dari sana, membawa baby L ke luar.
Jessie dan Danzo datang bersamaan, keduanya terkejut melihat betapa kacaunya mansion Louis. "Zo, aku akan ke kamar si kembar, carilah nona Nia adikmu. "
"Hm. " Danzo bergegas mencari keberadaan adiknya, sedangkan Jessie pergi ke kamar atas. wanita itu masuk ke dalam, menggendong baby Logan yang tengah menangis.
"cup cup sayang aunty ada di sini. "
Jessie tak lupa menghubungi Louis untuk segera kembali secepatnya, setelah itu mengajak baby Logan pergi dari sana.
__ADS_1
##
Sret Nia berteriak kala dirinya di tusuk namun di berusaha berjuang sekaligus menyerang Olivia yang begitu brutal. Danzo terkejut, pria itu langsung menodongkan pistolnya dan menembaki Olivia.
Dor
dor
"Nia. " teriak Danzo yang berlari kearah tubuh adiknya yang tumbang di tanah begitu juga dengan tubuh Olivia. Pria itu memangku tubuh adik kesayangannya itu, Nia tersenyum lirih menatap kearah sang kakak.
"Uhuk. " Nia terbatuk mengeluarkan darah membuat Danzo kian panik. Dari jauh Louis terkejur, pria itu langsung berlari menghampirinya dan mengambil alih posisi kakak iparnya yang kini menggendong baby Liana.
"Sayang aku mohon bertahanlah. "
"Maaf hubby, lagi lagi bayi kita hampir celaka namun aku berhasil melindunginya. Jaga baby twins sayang jika terjadi sesuatu padaku nanti, aku mohon. Katakan pada mereka, aku sangat mencintai dan menyayangi baby twins segenap jiwaku. "
Louis menggeleng, pria itu telah mengeluarkan air matanya. Dia bangkit, bergegas membawa istrinya ke rumah sakit, di susul Danzo dan Jessie.
"No please, buka matamu dan bertahanlah sayang, sebentar lagi kita sampai. " pinta Louis sambil memohon.
Di rumah sakit, dokter dan suster segera melakukan tindakan operasi pada Nia. Keluarga Louis datang, mereka begitu bersedih mendengar keadaan Nia saat ini. Daddy Dominic langsung memeluk putera sulungnya, memberikan kekuatan pada Louis agar kuat menghadapi semuanya.
"Dad, aku gagal menjadi suami sekaligus ayah Dad, Nia berkorban demi kedua buah hati
kami. " ujar Louis larut dalam penyesalannya.
"Kamu harus kuat Louis, demi baby twins. Kita berdoa semoga operasi istrimu berjalan
lancar dan keadaan istrimu baik baik saja. "
Terry kini menangis dalam dekapan Leon, dia sangat bersedih mendengar keadaan kakak iparnya. Sementara mommy kini menangis sambil menggendong baby boy dan menenangkannya. Untuk Olivia, wanita itu tewas dengan tembakan di sekujur tubuhnya, mayat wanita itu di urus anak buah Danzo.
__ADS_1
Beberapa jam berlalu, Dokter ke luar dan menghampiri keluarga Nia.
"Bagaimana keadaan istriku sekarang Dok? "
"Maafkan kami tuan istri anda koma, kami sudah memindahkannya ke ruangan lain. " Tubuh Louis luruh ke lantai, lagi lagi pria itu menangisi keadaan sang istri. Tak lama Louis bangkit, bergegas masuk ke ruangan rawat Nia. Di sana dia melihat tubuh lemah istrinya yang berbaring dengan mata terpejam. Louis menggenggam tangan Nia, menciumnya berkali kali dan meminta maaf padanya.
"Aku mohon bertahanlah sayang, segeralah sadar demi aku dan baby twins, mereka masih membutuhkanmu begitu juga aku. " gumam Louis dengan pelan.
Nia masih tak bergerak sedikitpun, sepertinya wanita itu betah dalam tidur panjangnya. mungkin saja alam bawah sadarnya mendengar semua penuturan sang suami.
Sepanjang hari Louis terus menemani istrinya, pria itu tak beranjak dari sana tanpa peduli dengn keadaan dirinya sendiri. Leon dan Terry berkunjung ke sana, dia menepuk bahu saudara kembarnya itu. "Louis kamu pulanglah dulu, biar aku dan Terry yang menjaga Nia. Kau juga harus pikirkan dirimu serta si kembar, Louis. " bujuk Leon.
"Baiklah aku pulang dulu, kalau ada apa apa kabari aku. " Louis bangkit, mencium kening istrinya lalu pergi. Terry dan Leon sangat kasihan pada Louis, pria itu seakan tak memiliki semangat hidup.
Di mansion, Louis segera membersihkan diri lalu menyapa kedua buah hatinya. Pria itu menatap sendu baby Logan dan baby Liana yang begitu anteng dalam boxnya. "Maafin daddy sayang, daddy gagal melindungi mommy kalian. " sesalnya.
Louis beralih memperhatikan sekitar kamarnya, penuh kenangan pahit dan manis di sana, dia tersenyum getir jika mengingat bagaimana dulu dia memperlakukan istrinya. "Seandainya dari awal kau tak bertemu denganku, mungkin hidpmu tak akan menderitam bersamaku Nia. " gumam Louis.
Cklek mommy masuk ke dalam, membawakan makanan untuk puteranya itu. Dia menitikkan air katanya, melihat tubuh rapuh Louis. "Nak, ayo makan dulu selama dua hari kamu terus menjaga istrimu, nafsu makanmu tak teratur. Mommy takut kamu sakit, bagaimana dengan si kembar. "
Wanita paruh baya itu menyuapi puteranya, dalam hatinya dia juga ikut menyesal, memgingat dirinya yang memperkerjakan
babysitter itu. Selesai makan, mommy mengusap kepala Louis dengan lembut dan berusaha agar tidak menangis.
"Mom, aku tak bisa hidup tanpa istriku
mommy, bujuklah dia mom agar segera bangun. Aku sudah membujuknya, namun dia tetap tidak bangun, sepertinya Nia marah padaku. " racau Louis. Louis kembali menitikkan air matanya, dia begitu ketakutan, takut kehilangan sosok istrinya. Dia masih butuh Nia begitu juga dengan baby twins, buah hati mereka.
"Bangunlah sayang, aku mohon. Jangan buat aku marah, apa kamu tidak merindukan aku dan si kembar. " batin Louis miris.
tbc
__ADS_1