
LIKE, VOTE DAN KOMEN YA HEHE
Seorang pria kini berdiri menatap lurus pemandangan dari balkon, tempatnya berdiri. pria itu sengaja membiarkan kemejanya terbuka, merasakan gerah setelah menyelesaikan masalah.
Ya dia adalah Xander Kane Johnstone, pria misterius dengan segudang rahasianya. Dia merupakan sahabat dari Danzo sekaligus partner in crime dalam dunia mafia. Dia memiliki adik perempuan yang ikut terjun ke dalam dunia yang sama, Jessica Xie Johnstone.
Drt
drt
drt
"Hmm? "
"Ck kau masih tidak berubah rupanya, mafia tengik. " sungut Danzo di ujung sana yang hanya dibalas dengusan oleh Xander.
"Aku ingin kau mencari tahu keberadaan wanita bernama Sarah. "
"Hm ok, lalu apa yang akan aku dapat nantinya Danzo? " Xander mengumpat, sambungan di matikan sepihak oleh Danzo. Pria itu hanya bisa memaki kasar kelakuan sahabatnya yang tak tahu diri itu.
Xander berbalik, melangkah ke luar dari kamar dan menuruni anak tangga. Dia berpapasan dengan adiknya yang baru saja dari dapur. Jessie memperhatikan kakaknya yang terlihat kesal hal itu membuatnya penasaran. "Sepertinya ada yang membuat kakak kesal, ada apa kak X? "
"Danzo minta kakak mencari seseorang? "
"Hah bukankah dia bisa mencarinya sendiri. " cebik Jessie setelah mendaratkan tubuhnya di sofa. Orang yang mereka bicarakan datang, Danzo mengambil tempat di sisi kanan Jessie. Gadis itu merotasi malas, melihat pria kejam di sebelahnya ini. Xander hanya menghela nafas pelan, dia mengeleng melihat sikap adiknya pada Danzo.
"Wanita itu cukup licik, meski tubuhnya penuh luka sayatan namun masih bisa kabur. "ujar Danzo tersenyum sinis.
"Sepertinya Sarah pergi dari negara ini. " tebak Xander dengan raut tenangnya.
"Hm. " Danzo terdiam, ekor matanya melirik kearah Jessie yang tengah mengusap pistolnya. Merasa di perhatikan, Jessie menoleh dan menatap garang Danzo.
"Apa? Mau kutembak kepalamu hah! "
__ADS_1
"Sudahlah, Zo kau jaga adikku. Aku harus pergi sekarang. " Xander bangkit, pria itu beranjak dari sana sebelum adiknya yang bawel menyela ucapannya. Jessie hanya bisa mendengus keras, mendengar keputusan sang kakak yang seenaknya.
"Ayo ikut aku sekarang. " Danzo bangkit, berjalan lebih dulu namun Jessie tak bergeming dari tempatnya. tak lama pria itu kembali, tanpa basa basi dia langsung membopong Jessie, membawanya ke luar.
"Hei. " Jessie berteriak kala tubuhnya mendarat di kursi, Danzo melajukan mobilnya dengan kencang. Jessie hanya bisa mengumpat, menarik sabuk pengamannya. Gadis itu mengatupkan bibirnya, hingga akhirnya mereka sampai di kediaman Louis. Mau tak mau Jessie terpaksa ikut turun, menyusul Danzo masuk ke. dalam mansion mewah tersebut. Keduanya langsung menemui Louis di ruang tamu, Danzo melirik Jessie dan memberi tatapan peringatan.
"Jangan genit, dia adik iparku!
"Bawel!
"Louis, dia Jessie dan mulai sekarang dia bodyguard dari Nia, tenang aaja dia anggota mafia. " ujar Danzo dengan nada seriusnya. Louis menilai penampilan Jessie setelah itu kembali melirik kearah Danzo. Jessie sangat syok dengan penjelasan Danzo, gadis itu menatapnya tajam.
"Dengar, mulai sekarang kamu harus menjaga adikku Nia, dia tengah hamil lima bulan. Selain ancaman dari Sarah juga pria bernama Erick Tompson yang tergila gila pada adikku. " sambungnya..
"Tapi sebelum itu kamu harus merubah penampilanmu agar istriku tidak takut. " sela Louis.
Jessie hanya mengangguk sebagai jawaban, Louispun percaya dengan keputusan sang kakak iparnya tersebut. Dia bangkit, langsung pergi ke kamarnya memeriksa sang istri.
"Ayo aku tunjukkan kamarmu!
Sret
Tubuh Jessie menegang kala, benda kenyal menyentuh punggung mulusnya, tak lama resletingnya di tarik ke atas. Gadis itu berbalik, menatap Danzo dari posisi yang sangat intim saat ini.
"Kenapa aku harus merubah penampilanku
sih. " sungut Jessie kesal.
"Jangan banyak protes, atau kamu mau aku buat kau hamil calon anakku. " ancam Danzo dengan seringai liciknya. Jessie langsung mengatupkan bibirnya, sepertinya Danzo tidak main main dengan ucapannya barusan. Gadis itu mendorong tubuh Danzo, kemudian memilih pergi ke balkon dan Danzo mengikutinya sampai sana. Pria itu mengangkat tubuh Jessie lalu membawanya duduk di sofa, dengan Jessie di atas pangkuannya.
"Jaga sikapmu tuan Danzo. " ucap Jessie berusaha turun dari pangkuan Danzo.
"Jangan terus terusan bergerak Jes, kau bisa membangunkan adik kecilku honey. "celetuk Danzo yang kini mendapat pelototan dari Jessie.
"Jes, berhentilah mengikuti jejak Xander, kamu itu wanita Jes. "ujar Danzo untuk kesekian kalinya.
__ADS_1
"Apa hakmu melarangku Zo. " ketus gadis itu. Danzo menghela nafas kasar, Jessie sangat keras kepala menurutnya. Pria itu sangat kesal, Jessie tak mengindahkan ucapannya barusan. Beberapa saat keduanya terdiam, suasana diantara keduanya begitu senyap tanpa ada yang bersuara.
"Sebaiknya kita ke luar, mungkin saja adikmu membutuhkan sesuatu. " ujar Jessie mengalihkan pembicaraan.
"Tidak usah, lagian pasti adikku dan Louis tengah bercinta saat ini, kita jangan menganggu mereka. " sahut Danzo dengan vulgar. Jessie melirik tajam kearah Danzo, dia tak habis fikir dengan pria yang memangkunya saat ini
Mesum dan tidak tahu malu cih!
Jessie meninju perut Danzo, sepertinya kesabaran gadis itu sudah habis. Dia bangkit, berjalan ke luar dari kamar meninggalkan Danzo yang kini terkekeh. Tawanya terhenti, raut wajahnya nampak datar sekarang, dia tak akan membiarkan Jessie terluka, mengingat dunia mafia begitu kejam.
"Wanita tangguh yang keras kepala. " gumam Danzo.
Drt
drt
drt
"Boss, wanita bernama Sarah pergi ke luar negeri, salah satu temannya yang berprofesi dokterlah yang membantunya. " ujar anak buah Danzo.
"Cari tahu siapa dokter yang membantu kaburnya wanita sialan itu. "
Danzo mengumpat kasar, ternyata Sarah benar benar wanita licik. Dia bangkit, bergegas ke luar dari kamar dan menyusul Jessie. Dia tak akan membiarkan wanita itu menyentuh adiknya sehelai rambutpun. Pria itu berjalan melewati Jessie yang berada di ruang tamu.
"Dia mau ke mana? " Jessie terlihat heran melihat Danzo yang pergi dengan terburu buru, diapun hanya mengedikkan bahunya acuh. Danzo melajukan mobilnya kencang, teihat pria itu mengobrol dengan Xander melalui alat yang berada di telinganya.
"Dari informanku, wanita sialan itu kabur ke luar negeri untuk berobat, Xander!
"Ya dan aku juga telah menemukan keberadaan pria bernama Erick Thompson, dia berada di pinggiran kota bersama istri dan anak
anaknya. " ungkap Xander.
"Bagaimana pergerakan pria brengsek itu, ada yang mencurigakan?" cecar Danzo.
"Entahlah, aku belum bisa memastikan. " Xander telah memutus sambungannya, Danzo kini menambah kecepatan mobilnya. Tak lupa pria itu mengabari Jessie akan kepergiannya yang terburu buru tadi. Lagi lagi pria mafia itu mengumpat kasar karena gagal menangkap Sarah, si rubah betina.
__ADS_1
tbc