
"Sayang turunkan aku, aku bisa jalan sendiri. " ujar Kiara yang tengah digendong suaminya masuk ke dalam.
"Aku tidak mau kamu kelelahan sayang. " ujar Dominic dengan tegas. Kiara menghela nafas pelan, suaminya semakin posesif sekarang. Dominic menurunkan istrinya di sofa ruang tamu, keduanya duduk di sana. Kiarapun memperhatikan wajah sumringah sang suami, melihat betapa bahagianya Dominic membuat dirinya ikut bahagia.
"Mulai sekarang jangan lakukan apapun sayang, termasuk memasak di dapur. Kamu harus jaga kesehatan kamu dan baby twins, aku enggak mau kalian kenapa kenapa!
"Iya iya suamiku yang bawel. "
"Berani ya kamu ngatain aku bawel, yak rasakan ini. " Dominic langsung menggelitikinya, Kiara tertawa terbahak bahak hingga mengeluarkan air mata.
"Sudah mas hentikan. " Kiara menghentikan tawanya, meraih tangan suaminya kemudian mengecupnya singkat. Dominic mengulum senyumnya, sekali angkat tubuh Kiara berada di pangkuannya. Pria itu mengusap pinggang istrinya karena Kiara seringkali mengeluh sakit pinggang. Kiara bersandar di tubuh suaminya, menikmati posisi intim mereka berdua seperti sekarang.
"Mas Dom, bisakah aku minta satu hal darimu Mas? "
"Apa sayang!
"Selama ini, aku melihat mas dom jarang berkunjung ke rumah bunda dan Ayah. Minta maaflah sama mereka mas, mereka juga tetap orang tua mas dominic terutama bunda, aku tidak berniat menyuruh mengganti posisi mendiang mama hanya saja bersikap hormatlah dan sayangi bunda!
Dominic terdiam, dia membenarkan apa yang dikatakan istrinya barusan. Pria itu kembali menatap sang istri dengan pandangan memujanya. "Iya sayang kamu benar, baiklah besok kita ke rumah Ayah dan Bunda. "
"Nah gitu dong mas, itu baru suami aku! Kiara mengecup singkat bibir suaminya, dia merasa lega karena Dominic menyetujui sarannya. Dia sangat berharap hubungan suaminya dengan kedua orang tuanya membaik.
"Lagi sayang!
"Apanya? "
Dominic tersenyum nakal sambil menyentuh bibirnya, Kiarapun yang mengerti langsung memcubit paha suaminya. Dominic meringis kesakitan, sontak membuat wanita hamil itu tertawa. Kiara langsung memberi ciuman dari mata, kening, hidung, pipi dan berakhir bibir suaminya dengan durasi sedikit lama. "Sudah enggak sakit lagi 'kan sayang? " Kiara mengedipkan sebelah matanya, menggoda suaminya.
"Iya sudah, aku dapat obat ampuh dari istri cantikku ini. " Dominic menjawil dagu sang istri, Kiara memgulum senyumnya melihat tingkah sang suami.
"Twins lihatlah kelakuan daddy kalian sayang, daddy sangat genit sama mommy. Kelak saat kalian besar, marahi daddy ya kalau daddy ketahuan godain wanita lain. " adu Kiara pada bayi dalam kandungannya. Dominic terbahak mendengar penuturan istrinya, Kiara langsung cemberut hal itu membuat Dominic merasa gemas.
__ADS_1
"Kenapa cemberut sayang hemm, lagian aku genitnya sama istri sendiri bukan istri orang. " celetuk Dominic.
"Awas saja kalau berani godain istri orang, aku bakal potong kukubirdmu mas. " ucap Kiara dengan mata melotot. Dominic menelan salivanya kasar, diapun langsung menciumi perut sang istri sambil mengadu.
"Twins, mommy kalian makin galak. " gumamnya pelan.
Kiara mengusap kepala suaminya dengan lembut, Dominic mendongak dan mereka kembali saling memagut satu sama lain setelah itu memisahkan diri. "Aku turun saja ya mas, pasti kamu capek sejak tadi memangku aku. " ucap Kiara dengan lembut.
"Enggak kok sayang. "
Tanpa persetujuan suaminya Kiara langsung turun, lalu berpindah duduk di sebelah sang suami. Dominic mengambil ponselnya yang sejak tadi berbunyi. "Ada apa Rafen, sepertinya kamu terlihat gelisah? "
Rafen mengatakan permasalahannya di dalam telepon, Dominic langsung menghela nafas panjang. "Ya kamu harus berusaha dengan keras Raf, yakinkan Luna jika kamu memang tak pernah tidur dengan Lia. " pungkas Dominic.
"Terimakasih sarannya Dom. " sambungan terputus, Dominic menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku. Pria itu melirik jam tangannya sekilas, lalu kembali menatap istri tercintanya.
Revan datang, menyapa nyonya dan tuannya. Dominic menaikkan sebelah alisnya, melihat sebuah undangan yang di sodorkan oleh Revan sang asisten padanya.
"Pesta Ulang Tahun AG Corp? "
"Mas harus hadir, bukankah presdir Han salah satu klien penting mas!
"Baiklah aku akan datang, kamu temani mas ke pesta ya sayang. " bujuk Dominic pada sang istri, Kiara terkejut namun tak lama menggeleng kearah suaminya.
"Enggak mas, aku enggak mau membuat kamu malu. " ujar Kiara.
"Pokoknya aku tetap mau kamu ikut. " tegas Dominic. Kiara menghela nafas panjang, tak ada lagi pilihan lain selain menuruti keinginan suaminya. Dia akhirnya mengangguk, Dominic tersenyum puas dan mendaratkan kecupan di kening istrinya. Pria itu kembali berbincang dengan Revan asistennya.
Skip Malam harinya Dominic membantu istrinya bersiap, pria itu melarang istrinya mengenakan high heel. Keduanya memakai pakaian senada berwarna putih, dominic dengan setelan jasnya yang berwarna putih hitam, memperlihatkan betapa gagahnya dia. Sementara Kiara tampak terlihat sangat cantik dan anggun menggenakan gaun berwarna putih dengan perut buncitnya, menambah keseksiannya.
"Ayo sayang kita berangkat. " Dominic menuntun istrinya hingga ke luar dari mansion. Revan telah menunggu keduanya, mereka langsung masuk dan Revan tancap gas, meninggalkan kediaman Dominic.
__ADS_1
Kiara merasa gugup dan takut, mengingat dia pertama kali menghadiri acara penting seperti sekarang. Dominic mengusap tangan sang istri, di mengerti dengan apa yang di rasakan istrinya. "Rileks sayang jangan gugup, aku akan memperkenalkan kamu pada semua orang jika kamu adalah istriku!
Sampai di sana Revan membukakan pintu untuk nyonya dan tuannya. Dominic pun langsung mengandeng istrinya, lalu memasuki hotel bintang lima tempat diadakannya pesta. Kedatangan mereka berdua, menjadi pusat perhatian para tamu. Dari jauh paman Eden menatap mereka dengan seringai culasnya, sepertinya pria tua itu merencanakan sesuatu. Presdir Han langsung menyambut kedatangan Dominic bersama istri dan anaknya.
"Selamat datang di acara pestaku tuan Dominic. " sambut Presdir Han.
"Terimakasih atas sambutannya Presdir. " Wajah tampan Dominic membuat kaum hawa terpikat dengannya, termasuk putri dari presdir Han. Alessandra, wanita itu mengagumi pria yang tengah mengobrol dengan Ayahnya, wajahnya yang tampan dengan garis rahang kokoh, hidung mancung serta bibir tipisnya yang seksi, menambah nilai plus di matanya.
Kiara sedari tadi diam, memperhatikan gerak gerik dari Alesandra yang kini tengah memandang penuh damba pada Dominic, suaminya. "Oh ya Tuan Dominic, perkenalkan dia puteriku Alesandra, dia merupakan seorang desaigner ternama. " ujar Presdir Han membanggakan puterinya.
"Ternyata puteri Anda sangat hebat presdir. " ujar Dominic memberi pujian. Alesandra nampak tersipu atas ucapan pria yang menjadi pujaannya.
"Nona Alesa, sangat cantik, pintar dan berkelas. Pasi banyak pria di luar sana yang menginginkannya. " batin Kiara, entah kenapa dirinya merasa minder dengan gadis di depannya. Dominic merangkul bahu sang istri, membuat presdir Han dan Alessa merasa penasaran dengan Kiara.
"Maaf saya lupa Presdir, perkenalkan dia Kiara istriku, wanita yang sangat aku cintainya. " ujar Dominic menatap lembut kearah Kiara. Kiara tersenyum tipis mendengar ungkapan cinta sang suami. Alessa sangat terkejut, hatinya langsung patah mendapati kenyataan jika pria pujaannya memiliki seorang istri.
"Tak di sangka tuan Dominic sudah memiliki istri rupanya, padahal jika masih sendiri saya ingin menjodohkan Anda dengan Alessa, puteriku. " jelas presdir Han.
Kiara tersenyum masam mendengar peuturan Presdir Han, hal itu di sadari oleh Dominic. Dominic membisikkan sesuatu padanya, lalu kembali menatap presdir Han dan Alessa secara bergantian. "Tidak apa apa presdir saya memakluminya, lagian hanya Kiaralah yang aku inginkan. Apalagi istri saya tengah hamil baby twins saat ini. " ungkapnya dengan wajah berbinar. Alessa memperhatikan perut Kiara, dia terlihat iri melihat bagaimana Dominic mengusap perut wanita itu.
"Seandainya saja aku yang ada di posisi Kiara, aku pasti sangatlah bahagia. " batin Alessa.
"Selamat atas kehamilan istri Anda tuan. " ucap Alessa sambil terus menatap Dominic.
"Terimakasih. " balas Dominic dengan raut datarnya. Kiara merasa risih dengan tatapan Alesaa pada suaminya, dia menggenggam tangan suaminya dan menatapnya lekat.
"Mas aku sedikit haus. " rengeknya. Dominic mengulum senyumnya, mengecup keningnya di hadapan Alessa.
"Maaf Presdir, Nona, sepertinya istri saya
haus. " ujar Dominic dengan sopan.
__ADS_1
"Tidak papa, silakan di nikmati hidangannya. " Dominic membawa istrinya pergi, Alessa terus memperhatikan pasangan suami istri tersebut.
bersambung