Posesifnya Sang Ceo

Posesifnya Sang Ceo
7.Posesifnya Sang CEO - 7 ( REVISI )


__ADS_3

NB : Rosalie dan Abraham udah nikah dan ada novelnya sendiri so komen positif jika alurnya berantakan banget soalnya othor bukan othor FEMES


1 jam kemudian Clarissa membawa berkas berkas yang akan dibawanya menemui Direktur Keano Group di restauran.


Dia diantar sang kakak menuju restauran xxxx. di dalam mobil Clarissa sesekali melirik jam tangannya dan kakaknya fokus menyetir.


Setibanya di restauran dia mencari tempat yang nyaman untuk meeting sambil menunggu Direktur Keano Group datang.


Sementara Aldrich terlihat tampan dengan stelan jasnya baru tiba Di restauran.lalu dia bertanya pada pelayan dan menunjukkan tempatnya Clarissa.


"Selamat siang Nona," sapa Aldrich sambil tersenyum menyeringai tercetak dibibirnya menatap Clarissa


Clarissa tentu sangat kaget dan menatap tajam Aldrich, pria yang membuat moodnya buruk.


"Kau .." ucap Clarissa menunjuk wajah Aldrich dengan tatapan tajam nya


"Beginikah caramu menyambut Direktur Keano Group," ucapnya menyeringai


Clarissa terbelalak dan terkejut mendapati ternyata pria yang menganggu nya adalah klien yang mengajak kerja sama.Lalu Rissa mencoba meredakan emosinya dan mempersilahkan mereka duduk.


"Jadi Anda adalah direktur Keano group," tanya Clarissa dengan formal

__ADS_1


"Ya," balas Aldrich singkat sambil menatap wajah Cantik Clarissa


untuk mempersingkat waktu Clarissa langsung menyerahkan berkas berkas kerjasamanya dengan Direktur Keano group.


Aldrich menerima nya dan menyuruh asistennya untuk memeriksanya dengan teliti.


"Baiklah aku bersedia kerja sama dengan perusahaan mu nona Clarissa," balas Aldrich sambil tersenyum menggoda pada Clarissa


"Tapi ada satu syarat," sahut Aldrich menyeringai


Clarissa merasa jengkel dan menahan emosi karena Aldrich yang terus menggodanya dan pakai mengajukan syarat lagi. Clarissa menghela nafas kasar dan menatap Aldrich datar.


"Apa syaratnya," ucap Clarissa datar


"What, are you crazy Mr," pekik Clarissa lantang sambil berdiri


Para pengunjung lain pun menatap mereka karena pekikan dari Clarissa.lalu Clarissa menatap mereka dan kembali duduk mencoba meredakan emosinya yang sudah memuncak gara gara Aldrich. Asisten Erik yang melihat baru pertama kali ada wanita yang menolak dan membenci sang tuannya merasa shock dan kagum pada nya.


"Apakah tidak ada syarat lain," bujuk Clarissa tenang


"Tidak ada," balasnya singkat

__ADS_1


Clarissa merasa stres dan gila menghadapi pria gila dan tak tahu malu seperti Aldrich ini.Clarissa membuang nafas dengan kasar lalu menatap Aldrich dengan serius.


"Baiklah aku mau jadi pacarmu," Ucap Clarissa tanpa basa basi


Aldrich yang mendengar jawaban Clarissa merasa sangat puas dan dia tersenyum menyeringai menatap Clarissa.Clarissa sangat jengkel dan membenci Aldrich yang tersenyum seperti itu.setelah itu Clarissa berdiri dan meninggalkan restauran dengan raut kesal dan tanpa menatap Aldrich.sementara Aldrich hanya terkekeh dan tertawa puas melihat Clarissa yang jengkel padanya.


"Dasar pria gila," maki nya lalu masuk ke mobil Abraham lalu pergi meninggalkan restauran.


Abraham yang berada di belakang melihat Clarissa masuk ke mobil seorang pria.Sontak membuatnya mengeraskan rahangnya dan sorot mata tajam menandakan amarah memuncak.


"Ck baru jadi pacarku kini malah pulang dengan pria lain,"Gerutu Aldrich kesal.Api cemburu berkobar didalam hatinya melihat Clarissa pergi bersama pria lain.


"Ayo kembali," lanjutnya pada sang asisten


"Baik tuan," Sahut Erik


lalu Aldrich masuk mobil sementara Erik yang menyetir karena dia paham sang tuan lagi moodnya sedang buruk.


sepanjang perjalanan Aldrich membayangkan kejadian tadi Clarissa pulang bersama pria lain didepan matanya sendiri.hal itu membuatnya emosi dan moodnya menjadi buruk.


"Clarissa you are mine,"Ujar Aldrich dengan sorot mata tajam. Aldrich merasa terancam dengan kehadiran pria yang menjemput Clarissa barusan tanpa tahu siapa pria itu sebenarnya.

__ADS_1


TBC .


__ADS_2