
Acara pernikahan antara Dominic dan Kiara berlangsung hikmat. Reymond beserta keluarga besarnya turut hadir. Setelah mengucap janji suci pernikahan, kedua mempelai saling memasangkan cincin ke jari pasangan. Dominic langsung memagut bibir istrinya, tak lupa membelai perut buncit sang istri.
Mata Kiara berkaca kaca, akhirnya dirinya resmi menjadi istri dari pria yang dicintainya. Dominic meraih tangan sang istri, kemudian mengecupnya penuh kasih. "Welcome to the my life Mrs Kiara Dominic Archer, istriku. "
"Terimakasih suamiku!
Keluarga merekapun langsung bertepuk tangan, Cyra merasa terharu melihat pernikahan kakak iparnya itu, sementara Reymond hanya menggerutu tak jelas.
"Hubby ayo kita hampiri mereka! Keduanya langsung berjalan kearah Dominic dan Kiara. Dominic langsung memasang wajah datarnya, kala ekor katanya melirik kearah Reymond adik lnya. Kiara dan Cyra hanya menggeleng, melihat sikap suami mereka masing masing yang masih kekeh dengan ego mereka.
"Mas Dom, katanya kamu ingin menyelesaikan masalah kamu dengan Rey? "
Dominic merangkul pinggang sang istri, lalu menghela nafas kasar kemudian melirik kearah Reymond. "Aku minta maaf padamu dan Cyra. " ujar Dominic dengan mimik muka serius. Reymond terkekeh, bibirnya membentuk seringai mengejek kearah kakaknya, hal itu membuat Dominic berdecak sebal.
"Yah aku maafkan, tapi aku harap kamu tak mengejar istriku lagi. " ujarnya penuh penekanan pada kata istri. Cyra langsung menyikut pinggang suaminya, dia merasa tidak enak dengan Kiara, kakak iparnya. Kiara hanya mengulas senyumnya, mengatakan dia baik baik saja pada Cyra.
Ayah hanya menggeleng melihat sikap keras kedua puteranya, terutama Dominic. Namun pria paruh baya itu merasa bersyukur akan kehadiran Kiara, menantunya bisa memgubah perilaku putera sulungnya.
"Selamat atas pernikahan kalian, oh ya kakak ipar. Jaga suami kakak baik baik, dia pria bastard yang suka mengejar wanita milik pria lain. " kekeh Reymond sambil tertawa, melirik kearah Dominic dengan seringainya yang menyebalkan.
"Reymond. " geram Dominic. Reymond langsung mengajak istrinya pergi, Dominic semakin kesal pada adiknya itu. Kiarapun menenangkan sang suami yang terlanjur kesal pada Reymond.
Dominic mendengus kasar, lalu menggiring istrinya untuk duduk di sebuah sofa panjang. Dia tidak mau istrinya kelelahan dan berdampak pada calon anak mereka, kedua tangan mereka saling bertautan satu sama lain.
"Mas, em gimana kalau kita cek kandungan. " ucap Kiara dengan hati hati.
Dominic menoleh, raut wajahnya berubah hal itu membuat Kiara mendesah pelan. Kiara pikir, sebaiknya dia bicarakan hal ini pada suaminya, enggak mungkin mereka terus menghindar dari masalah yang ada. "Bukankah kamu bilang, kita akan berjuang bersama maka dari itu kita harus cek kandungan mas. "
__ADS_1
"Baiklah besok aku akan memanggil dokter untuk ke sini, memeriksa kandungan kamu. " Kiara tersenyum sumringah, dia sangat senang suaminya menuruti keinginannya. Dominic memperhatikan raut istrinya yang terlihat begitu antusias.
Setelah acara pesta selesai, Revan menghampiri Dominic, lalu membungkuk sekilas. "Begini tuan, saya mendapat informasi kalau tuan Eden mengerahkan pengawalnya, untuk mencari keberadaan anda. "
"Perketat keamanan, jangan sampai keberadaan kita di ketahui paman Eden. Ck pria tua itu bergerak lebih cepat dari yang aku
duga. "
"Saya permisi tuan. " Revan langsung pergi dari sana, Kiara menjadi cemas. Dia sangat takut jika paman Eden berhasil menemukan mereka, keduanya akan dipisahkan secara paksa dan Kiara tidak ingin itu terjadi. Melihat raut cemas di wajah istrinya, Dominic langsung memeluknya.
"Aku tidak akan membiarkan paman menemukan kita sayang. "
"Ya sudah kita dansa yuk. "
"Tapi.."
"Nanti aku ajarin sayang tapi ada imbalannya. " senyuman Dominic berubah nakal, Kiara berdecak lalu mengangguk. Pria itu tersenyum senang, membantunya berdiri lalu mengajaknya ke tengah ruangan. Dari jauh Reymond dan istrinya, memperhatikan keduanya yang asyik berdansa.
"Ya tapi mengenai paman Eden, paman Eden akan terus mendesak Dominic sampai keinginannya tercapai. Ini pasti masalah yang sangat sulit bagi Dominic dan Kiara!
"Ya kamu benar sayang, pastinya Kiaralah yang akan tersakiti di sini, mengingat paman Eden menyiapkan wanita lain untuk melahirkan pewaris laki laki bagi Dominic! Sebagai sesama perempuan, Cyra ikut merasa kasihan dan sakit hati atas masalah yang di hadapi kedua kakak iparnya itu.
##
"Bagaimana, kalian sudah menemukan keberadaan Dominic? "
"Maaf tuan besar!
"Bodoh kalian, cepat cari keberadaan mereka, kalau perlu bawa mereka ke hadapanku. " Para pengawal mengangguk lalu pergi. Pria tua itu menghembuskan nafas berat , sepertinya paman Eden tengah merencanakan sesuatu.
"Jika cara halus tidak bisa menyentuhmu, maka aku akan melakukan cara kasar. Sia sia aku membesarkanmu, jika akhirnya kamu pergi hanya demi wanita sampah itu. " desis paman Eden. Paman Eden mengambil ponselnya, lalu mnghubungi seseorang.
__ADS_1
"Siapkan beberapa gadis yang bersedia untuk hamil, dengan uang 5 M sebagai bonusnya. "
"Baik tuan besar. " Paman Eden menyimpan kembali ponselnya dalam saku. Pria paruh baya itu kembali menatap figura foto dalam genggaman tangannya saat ini.
Tok
tok
tok
Sang asisten masuk ke dalam ruangan, menghampiri paman Eden lalu mengatakan semuanya. Pria itu bangkit dan berjalan, menuju ke ruangan tamu. Dia memperhatikan ada empat gadis yang tengah menunggu kehadirannya. Asistennya langsung menyerahkan data diri ke tiga gadis itu, paman Eden langsung memeriksanya.
"Veronica, Maya, Alice dan Vivian. "
"Kalian bertiga sudah tahu tujuan kalian di bawa ke sini? "
"Sudah Tuan. " ujar gadis bernama Veronica. Paman Eden mengangguk, pria itu mengeluarkan sebuah tiga foto, kemudian menyerahkannya pada ketiga gadis itu.
"Dia cucuku Dominic Archer, aku ingin salah satu dari kalian mau melahirkan bayi laki laki, jika berhasil maka salah satu dari kalian mendapat bonus. " Ketiga gadis itu memekik, melihat wajah tampan Dominic dalam fotonya.
"Pikirkan dulu baik baik. "
##
Tepat pukul tiga sore, Kiara telah selesai mengganti pakaiannya. Entah kenapa perasaannya terasa kalut, sepertinya akan terjadi sesuatu. Wanita itu berusaha menenangkan dirinya, dia tidak ingin suaminya cemas padanya. Dia usap perut buncitnya dengan lembut sambil mengadu. "Sayang, mommy janji akan selalu melindungi kamu dan tak akan mommy biarkan orang jahat memyakiti kamu. Kamu sehat sehat di perut mommy ya sayang. "
Cklek pintu di buka, lalu masuklah Dominic ke dalam kamar mereka. Pria itu membawakan segelas susu dan buah untuk istri tercintanya. Kiara tersenyum manis, melihat suaminya yang begitu perhatian padanya. "Ayo sayang di minum dulu susunya, biar calon anak kita semakin sehat!
"Iya mas terimakasih, sebaiknya kamu mandi! Dominic menaruh nampannya di meja, lalu bergegas pergi ke kamar mandi. Kiara meminum susunya hingga habis, lalu kembali menyentuh perutnya lagi.
"Kamu pengikat hati mommy dan daddy sayang, mommy sangat menyayangi dan mencintaimu, baik kamu perempuan ataupun laki laki. " gumam Kiara dengan lembut.
__ADS_1
bersambung