
kisah langit dan Senja enggak jadi othor publish, sebagai gantinya ini saja.
Cast ISTM
Summer Cloudy Madison / Cyra Arabella
Chester Raymond Wallace
Bryan Maximus Elazar
dll
Blurb
Summer Cloudy Madison atau sering di sapa Cyra, merupakan Puteri sulung dari keluarga Madison. Dia gadis cantik yang selalu menentang keinginan orang tuanya, termasuk perjodohan nya dengan salah satu putera keluarga Elazar.
Cyra langsung kabur dari rumahnya, tak tahan mendapat tekanan dari orang tuanya, di tambah dirinya di bandingkan dengan sang adik. Hingga pertemuannya dengan Tuan Muda, membuat hidupnya rumit dan juga tidak tenang.
*
🖤 H A P P Y R E A D I N G 🖤
.
Suasana pagi ini di meja makan tampak hening dan mencekam, perdebatan antara Cyra dan Daddynya masih belum usai sekarang ini.
"Cyra, Daddy harap mau tak mau kamu harus menerima perjodohanmu dengan putra dari keluarga Elazar. "
"Aku tidak mau Daddy, kenapa tidak Maura saja yang dijodohkan kenapa aku!
Daddy Damian menghela nafas panjang, dia mulai lelah berdebat dengan Puteri sulungnya ini. Sedangkan Mommy Nadira dan Maura hanya diam melihat perdebatan keduanya.
"Nak, apa kamu lupa kakakmu itu mengidap penyakit gagal ginjal, kamu sebagai kakaknya tak mau mendonorkan ginjalmu padanya jika ingin perjodohanmu di batalkan. " tegas Daddy.
Brak
Cyra langsung emosi mendengar penuturan daddy nya, semua orang terkejut melihat apa yang di lakukan Cyra. "Ini hidup dia Daddy, kenapa aku yang harus berkorban ck, Daddy egois!
"Daddy mengorbankan Puteri pertamamu hanya demi puterimu yang lain, yang penyakitan ckckck dunia tak selucu itu kali Daddy! Dengan uang dan kekuasaan yang daddy miliki, daddy bisa mencarinya jangan hanya minta gratisan Daddy. " sindir Cyra dengan sarkasnya
Cyra bangkit, melangkah pergi dari sana. Dia sudah muak dengan sikap daddy nya, selalu saja membela Puteri kesayangannya. Daddy menghela nafas kasar, mencoba meredam amarahnya melihat kepergian puteri sulungnya.
Cyra tancap gas, melajukan mobil Lamborghini nya dengan kencang. Diapun berkali kali mengumpat, masih kesal dan marah pada orang tuanya itu.
Skip
__ADS_1
...Villa Summer Land...
Villa yang di berikan paman padanya, hanya dia dan paman Arbeto yang mengetahui Villa ini. Dia segera turun dari mobil, mengambil ponselnya dan mematikannya langsung. Cyra menggantinya dengan ponsel yang telah ia beli kemarin. Gadis itu berjalan memasuki Villa dan tak lupa menutup pintunya.
Di ruang tamu
Cyra mengambil ponselnya yang baru, berusaha menghubungi paman Arbeto, paman kesayangannya.
"Halo Cyra ada apa nak? "
"Paman bisakah, paman menutup akses agar daddy tak menemukan aku. " pinta Cyra.
"Apa kamu tengah bertengkar dengan daddymu nak!
"Huum. " terdengar suara helaan nafas berat di ujung sana, namun Cyra hanya diam saja.
"Baiklah paman akan melakukannya, paman akan mengurus segala keperluan kamu dan juga daddy kamu! Cyra langsung menutup sambungannya, dia menyandarkan tubuhnya di sofa. Dia bernafas lega, setidaknya ada paman Arbeto yang bisa di andalkan dalam segala hal pikirnya.
Cyra tertawa, menganggap hidupnya bagaikan lelucon. Daddynya sendiri memberinya dua pilihan sulit untuknya, Cyra pun memilih kabur. Dia tak peduli dengan keadaan adiknya, mau sekarat atau apapun itu dia benar benar tak peduli ck.
Kejam memang, tapi Cyra tak peduli!
"The Real beban keluarga ck. " dengusnya kasar.
"Daddy boleh saja perhatian lebih sama Maura, tapi jangan pernah mengusik hidupku apalagi menjodohkanku dengan keluarga Elazar. " gumam Cyra dengan tangan terkepal.
Cyra melirik jam tangannya sekilas, diapun merasa bosan dan ke luar dari Villa. Diapun menuruni anak tangga, memilih duduk di kursi dekat kolam renang sambil menyetel musik.
Billie Eilish - Everthing I wanted
I had a dream
I got everything I wanted
Not what you'd think
And if I'm being honest
It might've been a nightmare
To anyone who might care
Thought I could fly (fly)
So I stepped off the Golden, mm
__ADS_1
Nobody cried (cried, cried, cried, cried)
Nobody even noticed
I saw them standing right there
Kinda thought they might care (might care, might care)
cr google
Cyra semakin galau mendengar musik yang mewakili isi hatinya. Sebenarnya dia selalu menyimpan kesedihannya sendiri tanpa mengatakan pada siapapun terutama paman Alberto. Dia tak mau membuat pamannya itu terlalu mengkhawatirkan dirinya, sudah cukup dia selalu merepotkan paman Alberto. Bagi Cyra, paman Alberto adalah sosok figur ayah baginya, selalu ada untuknya dan mau mendengarkan keluh kesahnya.
"Hmm sepertinya aku harus menggunakan nama samaranku, Cyra Arabella. Aku Cyra Arabella akan menemukan kebahagiaanku sendiri tanpa di jodohkan!
***
Di kediaman keluarga Elazar
Bryan kini berusaha menghubungi nomor Summer/ Cyra namun ternyata nomornya tak aktif hal itu membuatnya kesal. Mami Diana memperhatikan puteranya, kemudian menghela nafas panjang. " Sudahlah Bryan, lupakan saja gadis bar bar itu. Lagian Papi kamu dan kakek kamu aneh sekali menjodohkanmu dengan gadis tak tahu sopan santun itu. " gerutu mami.
"Ck ayolah mami, aku tak menyukainya oke, hanya saja aku ingin mendapatkan tubuhnya setelah itu membuangnya bak sampah! jelas Bryan dengan senyum sinisnya.
Mami tersenyum lega mendengar penjelasan dari putera semata wayangnya itu. Sejak dulu wanita paruh baya itu tak menyukai sosok Summer, namun malah menyukai dan menginginkan Maura sebagai menantunya.
"Mami setuju dengan kamu nak, lanjutkan rencana kamu!
Bryan mengangguk, dia beralih menghubungi orang suruhannya untuk mencari tahu di mana Cyra. Diapun bangkit dan melenggang pergi tanpa pamit pada orang tuanya.
Bryan kini masuk ke dalam mobil, dia berkali kali mengumpati Cyra yang tak bisa di hubungi saat ini. " Gadis bar bar itu kemana sih, mengapa sangat sulit menghubunginya sialan!
"Kalau bukan karena rencana, aku juga malas harus mengejar gadis pembangkang itu. " desisnya. Bryan segera menyimpan ponselnya, dia tancap gas dan melajukan mobilnya dengan kencang. Setibanya di Cafe, Bryan segera turun dari mobil dan masuk ke dalam. Dia duduk berhadapan dengan orang yang dia bayar untuk mematai matai Cyra.
"Apa yang dilakukan Summer sekarang, kenapa dia tak bisa ku hubungi? "
"Begini tuan Bryan, nona Summer sepertinya pergi dari rumah setelah nona bertengkar hebat dengan orang tuanya!
Bryan tersenyum miring mendengar kabar perginya Summer. Dia akan memanfaatkan situasi untuk kepentingannya sendiri. Diapun mengambil beberapa lembar uang lalu diberikannya pada orang suruhannya.
"Terimakasih tuan!
"Ingat terus awasi kediaman Madison, jangan sampai lengah!
Orang itu mengangguk, bangkit dan berlalu pergi. Sedangkan Bryan langsung memanggil pelayan, pelayan datang dan memberikan buku menunya. Setelah memesan, pelayan segera pergi dari sana.
"Huum sepertinya aku punya rencana briliant. " batin Bryan.
bersambung
__ADS_1