Posesifnya Sang Ceo

Posesifnya Sang Ceo
Musim Ketiga Part 25 Sang Pebinor?


__ADS_3

Ella baru saja selesai memandikan kedua bayinya di bantu babysitter, wanita itu tersenyum lebar menatap baby twins. "Wah putera putera mommy sudah wangi rupanya, sini mommy cium dulu kalian. ke dua bayi itu mulai mengoceh, Ella tertawa pelan melihat tingkah lucu baby twins.


.


"Ehem. "


Ella menoleh, melihat suaminya tengah berdiri di depan pintu kamarnya, baby sitter segera membawa si kembar untuk berjemur. Wanita itu mendatangi bayi besarnya yang merajuk. "Giliran aku yang perlu kau layani mom. " rengeknya manja.


Wanita itu menahan tawa, melihat tingkah lucu suaminya. dirinya tahu jika suaminya merasa cemburu pada kedua putra kecil mereka itu. Ella segera membantunya memasang dasi, Gara tersenyum lebar menatap istrinya dengan intens.


"Selesai. " Ella tampak selesai memasang dasi sang suami, Gara mencium keningnya hangat. Gara pamit pada sang istri dan tak lupa menyapa kedua bayinya yang bersama babysitter. Wanita itu mengantar suaminya hingga ke depan, menatap kepergian Nagara.


Sebelum ke kantor, pria itu menemui seseorang lebih dulu. Gara tanpa basa basi mencecar pertanyaan pada pria yang bersamanya, Jovano. Jovano tersenyum miring, membicarakan rencana mereka membalas Miranda. "Well, hidupmu sangat sial sekali Gara, di kejar kejar wanita gila seperti Miranda yang terobsesi padamu!


"Tutup mulutmu, lebih baik lakukan saja apa yang aku katakan tadi. " geram Gara dengan wajah datarnya. Jovano terkekeh, pria itu sengaja memancing kekesalan Nagara. Nagara pergi begitu saja setelah selesai berbicara dengan Jovano. Nagara melajukan roda empatnya menuju ke perusahaan, raut wajahnya nampak dingin setelah mendapat laporan dari asistennya.


"Sepertinya kalian bosan hidup, bagaimana bisa salah satu dari kalian mengkhianatiku. " Nagara begitu marah, tidak menerima pengkhianat dalam perusahaannya. Wajah para klien itu tampak pucat, melihat kemarahan seorang Nagara yang mengerikan.


"Katakan siapa pengkhianatnya? " geram Nagara. Tuan Marcel menelan salivanya melihat aura dingin dari Nagara, pria paruh baya itu berusaha tenang. Melihat para kliennya hanya diam, membuat Nagara semakin emosi.


Brak

__ADS_1


Semua orang terkejut di dalam ruangan meeting, Nagara menggebrak meja dengan keras. Sang asisten segera menunjukkan bukti yang dia dapatkan, semua orang terkejut. Bibir Nagara membentuk seringai miringnya, menatap wajah Tuan Marcel. "Bagaimana tuan Marcel, Anda masih tidak mau mengaku atas kesalahanmu. Berani beraninya kau membocorkan data perusahaanku pada rivalku!


"Maafkan aku Tuan Nagara, ampuni aku. " sesal Tuan Marcel. Nagara segera memanggil security, menyuruhnya menyeret tuan Marcel dan mengusirnya secara tak terhormat. Suasana tampak tegang dan mencekam, semua orang ketakutan melihat kemarahan Nagara. Nagara memilih pergi, semua orang bisa bernafas lega setelah melihat kemarahan Nagara.


"Tuan Nagara begitu sangat kejam, tak memberi ampunan pada Tuan Marcel. " bisik salah satu dari mereka. Nagara melonggarkan dasi yang mencekiknya,tak lama OB datang membawakan minuman untuknya. Banyak hal yang dia fikirkan saat ini, terutama istri dan baby twins.


Daniella memilih pergi ke luar, membeli kebutuhan dirinya yang di antar Oleg sopir. Dengan langkah pasti wanita itu memasuki salah satu pusat perbelanjaan. Dia merasa ada yang mengikuti, Daniella menoleh dan tak melihat siapapun. Dia segera membeli beberapa buah dan kebutuhan lainnya dengan cepat, buru buru pergi dari sana.


Bruk


"Ma.. maafkan saya. " ucap Ella dengan tulus mengangkat wajahnya, seorang pria menatapnya dengan senyuman. Ella merasa risih dengan tatapan pria itu, setelah meminta maaf pada pria itu dia langsung pergi.


"Tunggu nona. " pria itu menahan tangannya, Ella menepisnya kasar tak nyaman akan sikap pria asing.


"Wanita itu sangat cantik, sayang sudah ada pemiliknya. " Jovano telah mengetahui siapa Ella, diam diam pria itu mencari tahu tentang Nagara. Dia berharap lain kali akan bertemu dengan Ella, mengajaknya berkenalan. Entah apa tujuan sebenarnya Jovano mendekati Ella.


Ella bisa bernafas lega setelah dirinya berhasil menjauh dari pria asing tadi. Perempuan itu mengangkat telepon dari suaminya, terdengar suara Nagara yang mengomeli dirinya. Wanita itu meminta maaf dan menutup ponselnya, sopir menghentikan mobilnya, melihat mobil majikannya datang. Ya Nagara menjemputnya, dia merasa tidak tenang jika istrinya di luar sendirian. Ella langsung turun, masuk ke mobil suaminya dan Nagara meminta sopir untuk pulang.


"Kau lupa dengan peringatan aku honey? " geram Nagara dengan nada datarnya.


"Maaf mas, tapi aku hanya ke luar sebentar membeli beberapa bahan makanan dan buah. " Ella mengatakan alasannya kenapa pergi ke luar, Nagara belum bisa menerimanya. Ella menghela nafas kasar, memilih diam dan tak lagi bicara. Percuma, saat ini sepertinya Nagara begitu marah hingga mendiamkan dirinya.

__ADS_1


Keduanya tak lagi bicara hingga sampai di rumah, mereka sama sama masuk ke dalam kamar. Ella mendekati suaminya, membantunya melepas jas dan kemeja Nagara. Wanita itu mencium suaminya, Nagara mendekapnya dan memperdalam ciuman mereka berdua.


"Aku tak ingin kehilangan kamu. " ucapnya setelah tautan bibir mereka terlepas. Ella mengusap sayang wajah suaminya, pria yang sangat dia cintai.


"Aku di sini, selalu berada di hati dan jiwamu. Aku tak mungkin ninggalin kamu dan baby twins. " Ella berucap penuh keyakinan, dia tak ingin suaminya menjadi rapuh hanya karena dirinya.


"Sayang setelah baby twins besar, bisakah kita memiliki anak lagi sesuai keinginan


kamu. " Ella sengaja mengalihkan pembicaraan, Gara menggendongnya dan membawanya ke sofa.


"Ya aku menginginkan seorang putri yang cantik, manis sepertimu! Gara tersenyum tipis, memiliki anak perempuan yang seperti Ella, sepertinya menyenangkan. Dia begitu mencintai Daniella, membuat sikapnya kian posesif pada sang istri. Setelah suaminya tenang, Ella bangkit dan menyuruh suaminya mandi. Gara mengangguk, pria itu segera membersihkan diri.


Wanita turun ke bawah mendapati pelayan menghampirinya. "Ada apa Bi?


"Ini nyonya ada paket untuk nyonya Ella. " ujar sang maid. Ella segera menerima paket itu, membawanya ke ruang tamu. Wanita itu tak menemukan siapa pengirimnya, segera saja membuka paket itu. Terkejut melihat baju bayi yang berdarah, membuatnya menjerit ketakutan.


"Ah. " teriaknya keras melempar box itu. Gara turun, mendengar suara jeritan istrinya, pria itu berlari ke ruang tamu. Ella bangkit, memeluk sang suami sambil menunjuk kotak iru. Nagara terkejut, tangannya terkepal kuat. melihat paket misterius itu.


"Sepertinya ada yang ingin meneror Ella. " batin Nagara lirih. Dia mengeratkan pelukannya, dia membiarkan istrinya menangis dalam dekapannya. Gara meminta pelayan membuangnya, pria itu menuntun istrinya duduk di sofa.


"Sayang apa maksud dari isi kotak itu mas, entah kenapa aku memiliki firasat tak enak untuk masalah kali ini. " ujar Ella mendekap erat tubuh suaminya. Gara mencoba menenangkan sang istri, dia tak mau istrinya stress.

__ADS_1


"Biarkan aku yang urus! Ella mengangguk, wanita itu menghela nafas panjang. Sebenarnya dia ketakutan namun dia sembunyikan, Ella tak ingin suaminya semakin khawatir padanya..


__ADS_2