Posesifnya Sang Ceo

Posesifnya Sang Ceo
Musim Ketiga Part 39 The Last


__ADS_3

Tiga bulan kemudian


Setelah itu kehidupan rumah tangga Hanum dan Nick kembali harmonis. Tante Yuli dan keluarga kecilnya memutuskan pindah kota sesuai perintah mommy Elena. Hanum merasa lega, mungkin benar tak selamanya dalam rumah tangga berjalan mulus. Ada saja kerikil kecil atau besar yang harus dia lalui asalkan ada dua pondasi utama di dalamnya.


Kepercayaan dan komunikasi


Hanum juga tak menyangka jika dirinya bisa mencapai di titik ini, kehidupannya dulu begitu sulit. Dia tak ingin putrinya mengalami kesulitan sama seperti dirinya, Hanum ingin melimpahkan kasih sayangnya pada Ciara.


Mengenai suaminya Nick, pria itu kini semakin terbuka padanya dan sering berdiskusi jika menyangkut keputusan besar. Hanum sangat menghargai keputusan suaminya itu, dia selalu mendukungnya. Keduanya setiap hari juga semakin mesra, suaminya sering meminta jatah yang terkadang melebihi dosis obat, terkadang Hanum merasa kesal namun menikmati permintaan suaminya.


"Sayang. " rengek Nick yang kini menekuk wajahnya di depan sang istri. Hanum tersenyum geli melihat tingkah manja suami tampannya itu.


"Sini By. " Nick berjalan kearahnya, langsung memeluk sang istri. Hanum menuntunnya ke sofa, di sana mereka saling berpelukan dengan Nick berada di belahan dada istrinya.


Seakan kebahagiaan tak henti hentinya datang pada keluarga kecilnya, Hanum kembali hamil, calon anak keduanya. Bukan Hanum yang mual tapi suaminya yang mengalami sindrom couvade. Si kecil Ciara tentu saja bahagia akan kabar kehamilan sang mommy, dia akan menjadi seorang kakak nanti.


Nick mengendus aroma mawar dari tubuh sang istri, begitu wangi dan menenangkan. Sembari memeluk pria itu menyentuh perut rata istrinya dengan penuh kasih sayang. Hanum tertawa merasakan geli kala suaminya menciumi perut ratanya

__ADS_1


"Mas ayo keluar kita temui kak Ella dan kak Gara. " bujuk Hanum pada bayi besarnya. Nickolas terpaksa melepaskan pelukannya, dia mengangguk patuh layaknya seorang anak. Setelah penampilan mereka kembali rapi, Keduanya bangkit dan ke luar dari kamar, Nickolas merangkul istrinya dengan posesif menuruni anak tangga.


Ya hari ini Anniversary mereka yang ke tujuh, banyak suka duka yang telah Hanum dan Nickolas lewati. Bukan hal yang mudah keduanya menjalani biduk rumah tangga, banyak ke salah pahaman dan perbedaan pendapat membuat keduanya kerap berdebat hingga bertengkar.


"Nah ini dia yang kita tunggu tunggu, Nick kamu sedang tidak mengajak istrimu bercinta bukan. " celetuk Gara asal yang langsung mendapat cubitan dari istrinya. Orang tua mereka langsung memberita tatapan peringatan untuk Nagara.


Nickolas mendelik, menatap tajam kearah kakaknya itu. Gara hanya tertawa tanpa merasa berdosa, nyonya Elena hanya mampu mendengus geli melihat tingkah jahil putra sulungnya. Dan acara anniversary pernikahan Nick dan Hanum di penuhi gelak tawa, pada keluarga memberikan selamat untuk keduanya. Pria itu mencium kening istrinya dan menatap lekat Hanum sambil tersenyum.


"Terimakasih telah bersabar menghadapi aku sayang dan masih tetap berada di sisiku sampai hari ini, aku harap kita akan menua bersama. " ucap Nick dengan tulus.


"Thanks you juga hubby, atas cintamu yang besar dan karenamu juga aku bisa memiliki keluarga yang lengkap. " ungkap Hanum dengan senyum merekahnya. Semua orang ikut merayakan pesta anniversary pernikahan Nick dan Hanum, Ciara datang mendekati orang tuanya. Nick mengendong putrinya, mereka sama sama menciumi pipi sang anak.


"Dad, Cia mau turun dan main sama si kembar. " rengek Ciara pada ayahnya. Nickpun menurunkan putrinya, gadis kecil itu berjalan kearah si kembar dan bermain bersama mereka. Hanum mengulas senyumnya melihat tingkah lucu putrinya itu.


"Lihatlah bagaimana Evan dan Ethan begitu menjaga Cia dengan posesif. " cetus Hanum sambil tersenyum memperhatikan anak dan keponakannya. Ella membenarkan pendapat dari saudari iparnya itu, wanita hamil itu begitu bangga akan sikap si kembar. Nagara menyuruh istrinya duduk, dia tak ingin sang istri kelelahan dan Ellapun mengangguk pasrah.


Banyak para CEO kaya turut hadir dalam pesta anniversary Hanum dan Nick, di antara yang hadir keluarga besar Grissham yaitu nyonya Clarissa dan Tuan Aldrich beserta anak dan cucunya. Para cucu mereka kini tengah bergabung bersama Ciara dan si kembar, Hanum hampir menegur putrinya saat sang anak menjahili salah satu cucu dari nyonya Clarissa.

__ADS_1


"Maafkan atas sikap putri saya nyonya, sepertinya cucu laki laki anda terlihat kesal. " ucap Hanum merasa canggung di depan wanita paruh baya ini.


"Nak kamu tak perlu meminta maaf, cucuku William sama persis seperti Xavier, putraku. " jawab Nyonya Clarissa sambil tersenyum. Hanum tentu saja merasa canggung sekaligus lega karena nyonya Clarissa tak tersinggung. Mereka kembali mengobrol sembari mengawasi para anak anak. Para wanita saling berbagi cerita, Ella merasa begitu kagum akan ketegaran nyonya Clarissa setelag wanita berumur kepala lima itu selesai berbicara.


"Aku harap bisa seperti nyonya yang kuat dan tegar dalam menghadapi masalah serta mampu bersikap bijak. " gumam Ella dengan senyuman tipisnya. Nyonya Clarissa mengulas senyumnya, mengusap perut Ella dan mendoakan yang terbaik untuk sang ibu dan calon bayinya. Ella tentu saja bersyukur bisa bertemu dengan wanita seperti nyonya Clarissa dan nona Sera.


Mereka kembali menikmati pestanya sambil menyantap makanan yang telah tersedia. Hanum memilih menemui putrinya, wanita itu mengambil minuman untuk sang anak. Ciara tentu saja langsung meneguknya hingga habis. "Mommy, kenapa kak William hanya diam tak mengatakan apapun saat aku tanya? " tanya Ciara dengan polos.


"William anak yang introvert sayang alias pendiam. " jawab Hanum dengan lembut.


"Oh gitu mommy, tapi berbeda dengan kak Steven dan kak Rachel yang mau mengobrol dengan Cia mom. " adu Ciara dengan nada polosnya. Hanum tergelak mendengar nya, di usapnya kepala sang anak dan kembali menyuapinya dengan makanan. Dia juga memberi nasehat pada putrinya agar jangan berbuat nakal, Hanum hanya tak ingin putrinya di musuhi anak anak lain.


Selesai makan Hanum mengajak Ciara bergabung bersama yang lainnya. Gelak tawa kembali mewarnai pesta, Nagara kini justru menjahili keponakan cantiknya. Tak ayal membuat mommy Elena sering menegurnya, Gara sangat suka membuat Ciara kesal hingga menangis karena ulahnya. Ella hanya mampu menggelengkan kepalanya, tingkah suaminya ini benar benar menyebalkan pikirnya.


"Mas sudah dong, berhenti jahili Ciara kayak gitu. Kamu nih usil banget sih mas Gara. " protes Ella pada sang suami yang diikuti si kembar. Double E merasa tak terima melihat adik kecilnya di jahili ayah mereka. Gara langsung meminta maaf pada sang keponakan, Ciara kini dalam gendongan Nagara. Gadis cilik itu telah berhenti menangis dan kini tengah merajuk, hal itu membuat Gara merasa pusing.


"Rasakan itu mas Gara. " Ella tertawa melihat suaminya yang panik melihat Ciara yang ngambek. Semua orang menertawakan Sagara, tak ada yang berniat membantunya.

__ADS_1


End


__ADS_2