Posesifnya Sang Ceo

Posesifnya Sang Ceo
Posesifnya Sang CEO - 24


__ADS_3

Aldrich mengabaikan Abraham dan memeluk Clarissa dan Abraham hanya mendengus melihat calon adik iparnya.lalu dia duduk disamping Daddy dan menatap tajam Aldrich.Clarissa punbingung dengan sikap Aldrich dan Abraham.


"sayang kenapa kamu dan kakak saling bertatapan tajam,"ucap Clarissa tanpa basa basi dan memicingkan matanya pada kekasihnya


"Sepertinya kakakmu tidak percaya padaku dan kakakmu sepertinya terlalu over padamu sayang," keluh Aldrich sambil merajuk


"ck, dasar pria tua pengadu cih.. inget umur ," ejek Aldrich geram


"Sudah sudah kalian ini seperti bocah saja,"lerai mommy merasa jengah dengan sikap mereka


Lalu mereka berbincang sambil bersantai di ruang tamu.Clarissa bermanja pada kekasihnya Aldrich dan kakaknya hanya memutar bola matanya malas karena melihat kemesraan mereka.


"Kalian kalau bermesraan liat tempat donk," gerutu Abraham


"Bilang aja Kak Abra iri karena masih jomblo sampai sekarang ucap Clarissa tertawa jahat


Abraham langsung terdiam mendengar ejekan adiknya sementara Aldrich tertawa terbahak bahak melihat calon kakak iparnya menderita akibat kejombloannya yang akut.


"Makanya sayang cepat cari kekasih dan umurmu sudah siap untuk menikah,"tegur mommy


"Mommy,"rajuk Abraham


Clarissa mendengus melihat kakaknya yang merajuk kayak anak kecil dan Aldrich hanya terkikik geli melihatnya.

__ADS_1


"Enggak cocok kamu merajuk kak ingat umur oke,"sahut Clarissa tanpa basa basi


Abraham merutuki adiknya dalam hati mendengar ucapan adiknya yang tanpa disaring terlebih dahulu.


"Untung kamu adikku kalau tidak huh ku lempar kau ke planet mars," batin Abraham menjerit kesal


Aldrich melirik jam tangannya dan menunjukkan angka 4 sore lalu dia mengecup kening Clarissa dengan lembut


"Baiklah aku pulang dulu ya sayang , tante dan om," pamit Aldrich


"Baiklah besok kesini lagi ya atau nanti malam," usul Clarissa antusias menatap kekasihnya


"Iya bener kata Clarissa sering seringlah kesini," ujar Mommy


"Enggak usah frustasi dan gantung diri ya kak karena mempermasalahkan status jomblomu itu kan sudah jadi takdirmu maka terimalah kak oke," ucapnya tanpa basa basi sambil menepuk pundak Abraham


Abraham semakin geram dan emosi mendengar ucapan dari calon adik iparnya yang kurang ajar ini.lalu Aldrich berjalan keluar dari mansion Clarissa dan mengabaikan aura dingin dibelakangnya.


"Aldrich sialan," umpatnya dengan lantang


"Jangan emosi terus nanti darah tinggi lho kak,"teriak Aldrich tanpa merasa bersalah dari kejauhan


Abraham menahan emosinya yang memuncak mendengar ejekan Aldrich.lalu dia menghela nafas kasar dan frustrasi dengan kelakuan Aldrich dan Clarissa yang terus mengoloknya tentang statusnya.

__ADS_1


"Sabar lah kak jangan emosi oke nanti kriputmu nambah lagi," sahut Clarissa enteng lalu berjalan menaiki tangga menuju ke kamar nya


"Clarissa adik durhaka kamu,"balas Abraham sewot


mommy dan daddy hanya menghela nafas kasar melihat putranya dan Aldrich saling mengejek dan menggoda.mereka berharap agar Abraham segera memiliki seorang kekasih dan segera menikah.


Abraham menaiki tangga dengan raut wajah kesal , marah , dan dongkol sekaligus.


Di dalam kamarnya Clarissa tersenyum puas meledek kakaknya yang dingin itu.lalu dia merebahkan tubuhnya di ranjang sambil memainkan hapenya.


"Asyik juga ya ngusilin kakak," ujarnya terkekeh


Sementara Aldrich dalam perjalanan menuju ke mansionnya dengan perasaan bahagia sekaligus puas.sampai di mansionnya dia berjalan menuju ke kamarnya.cklek pintu kamar terbuka dan dia memasukinya.


lalu dia berjalan menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya.


"Huh segarnya kenapa aku masih teringat tubuh Clarissa sial," decak Aldrich mencoba menghilangkan pikiran mesumnya


setelah mandi dan berganti baju dia merebahkan tubuhnya di ranjang sambil membayangkan Clarissa.


"Aku akan segera melamarnya,"ucap Aldrich


TBC

__ADS_1


jangan lupa like , vote dan komen


__ADS_2