
Nia begitu senang menjalani harinya sebagai seorang mommy dari baby twins, dia begitu sayang pada kedua buah hatinya. Hal itu terkadang membuat Louis merasa cemburu, karena dia merasa diabaikan istrinya.
Oek oek oek
Nia buru buru menyelesaikan kegiatannya di dalam kamar mandi, wanita itu bergegas menghampiri kedua babynya., "Sst sayang, cup cup jangan menangis princess cantiknya mommy. " rayu Nia dengan nada lembutnya.
Baby Liana semakin kencang tangisannya, tangannya menyentuh dahi sang baby. Dia terkejut, buru buru Nia memanggil suaminya dengan berteriak.
"Hubby. " teriaknya.
.
Louis bergegas masuk ke kamar, nia memgatakan keadaan bayi mereka, pria itu segera menghubungi dokter kenalannya.
Dokter datang, lalu memeriksa baby cantik itu, setelah itu menatap Nia dan Louis secara bergantian. "Sepertinya baby kalian hampir keracunan entah di makanannya atau susunya namun ini baru awal dugaanku, "
"Apa? " Tubuh Nia begitu lemas mendengar penjelasan dokter, wanita itu menangis sambil menciumi dahi puterinya.
.
"Apa baby Liana makan atau minum sesuatu sebelumnya Nyonya? "
"Tadi pagi Olivia, pengasuh bayi memberikan susu pada baby Liana karena asiku keluarnya hanya sedikit. "
Tangan Louis terkepal erat, pria itu keluar dengan menahan amarahnya yang hendak meledak ledak. Niapun menunjukkan susu yang di berikan Olivia pada baby Liana.
"Aku akan membawa susu ini untuk di cek Laborat nyonya, jangan cemas bayi anda tidak kenapa kenapa dan sebentar lagi demamnya turun. " ujar sang dokter.
"Tolong lain kali perhatikan lagi nyonya, makanan dan susu yang akan diberikan pada
baby Liana. "
__ADS_1
"Iya Dok, terimakasih. " Selepas itu dokter langsung ke luar, Nia terus meminta maaf pada bayi kecilnya itu, rasa bersalah kini bersarang di dirinya. Mommy Kiara masuk sambil menggendong baby Logan, wanita paruh baya itu langsung menangis setelah Nia mengatakan apa yang terjadi pada baby Liana.
Plak Louis melayangkan tamparannya kearah Olivia, pria itu melempar tatapan tajamnya pada gadis itu. "Apa kau sengaja ingin membunuh bayiku hah, katakan. " bentak Louis emosi.
"Maaf tu.. an. " sahut Olivia sambil terbata bata.
Daddy Dominic berusaha melerai puteranya yang terbawa emosi, Louis menepis tangnnya dan kali ini pria itu mencekik leher Olivia. "Katakan, sebenarnya apa tujuanmu mencelakai bayiku. " geram Louis dengan mata nyalangnya.
"Louis hentikan nak, kita harus mencari buktinya lebih dulu setelah itu baru ambil tindakan pada gadis itu. " ujar Daddy dengan bijak. Louis menarik tangannya setelah menghempas tubuh Olivia. Olivia bangkit, lalu pergi ke kamarnya dengan wajah ketakutan.
Louis hanya bisa mengumpat kesal, pria itu kembali ke kamar untuk melihat puteri kecilnya. Cklek Louis terdiam, saat kelihat mommy tengah menenangkan Nia yang terus terusan menyalahkan dirinya sendiri. Nia menyadari kehadiran suaminya, wanita itu menoleh dan menatap sendu kearah Louis.
"Maafkan atas kelalaianku By. " sesal Nia dengan lirih.
Louis hanya diam, pria itu berjalan melewatinya dan kini berada di box bayi kedua anaknya. Nia mematap nanar punggung sang suami, dia memgerti jika suaminya kecewa dan marah kepadanya. Mommy Kiara merasa sangat kasihan pada menantunya itu.
Niapun bangkit, rasa bersalah dalam dirinya membuat dadanya terasa sesak, diapun memilih ke luar dan menenangkan dirinya.
Hingga Louis akhirnya menemukan sang istri, pria itu ke luar dari mansion dan bergabung dengan Nia yang duduk di sebuah sofa dan terdapat api unggun.
cup
Nia tersentak dari lamunannya, merasakan ciuman di kening dan pipinya, diapun hanya diam tak bersuara. Louis menghela nafas berat, merangkul tubuh sang istri, agar wanitanya merasa hangat. "Hari mulai gelap sayang, cuaca akan terasa dingin malam ini, aku tak mau kau sakit!
"By, aku merasa aku hanyalah pembawa sial. " ucap Nia tiba tiba.
Cup Louis menciumnya sedikit kasar lalu mengakhirinya, pria itu memandang istrinya dengan sorot menghunus tajam. "Aku tidak suka mendengarnya sayang, jangan bicara
lagi. " geram Louis.
__ADS_1
"Aku merasa curiga dengan Olivia, sepertinya dia memang sengaja atau justru karena perintah seseorang. " ujar Louis dengan rahang mengeras.
Nia langsung meremas kemeja suaminya, Louis segera membopongnya ke dalam. Tanpa sengaja mereka berpapasan dengan Olivia yang baru saja dari dapur. Nia turun dari gendongan sang suami, wanita itu berjalan kearah Olivia.
"Kenapa kamu berniat mencelakai bayiku hah. " geram Nia dengan tatapan tajam kearah Olivia. Olivia mengatupkan bibirnya sambil menunduk dengan tubuh bergetar ketakutan.
"Jawab pertanyaanku Olivia. " bentak Nia sambil mengguncang tubuh Livia.
"Sudahlah sayang, sebaiknya kita ke kamar jangan pedulikan dia, biar dia jadi urusanku. " Louis menggiring istrinya menuju ke kamar mereka. Sedangkan Olivia langsung pergi kamarnya, meluapkan emosinya di sana.
Brak
"Sialan, bagaimana ini sepertinya mereka sudah mulai curiga padaku. "maki Olivia dengan kesal. Dia tidak akan tinggal diam, tidak akan membiarkan Louis dan Nia bahagia di atas kesengsaraannya. Ya Olivia adalah Sarah, dia telah mengubah wajahnya menjadi orang lain dan kini berniat balas dendam.
Olivia atau Sarah kini tengah memikirkan rencana lain, untuk membalas Louis dan Nia. Sementara Nia memperhatikan kedua anaknya yang tengah terlelap dalam box. "Selamat tidur baby boy and baby girl, mommy sangat sayang sama kalian. " ucapnya dengan pelan.
"Maafin mommy yang tidak becus menjaga kalian sayang. " sesal Nia.
Louis terenyuh mendengar penuturan istrinya,, dia sangat tahu jika hati Nia sangat rapuh apalgi menyangkut kedua buah hati mereka. Setelah puas memandangi kedua buah hatinya, wanuta itu memeriksa jendela dan pintu, tak lupa menguncinya, lalu dia berbaring di atas ranjang di susul Louis.
"Sayang, aku sudah menyuruh Jessie kembali ke sini untuk menjagamu dan baby twins. " jelas Louis.
"Iya hubby, aku setuju dan apa yang akan kamu lakukan pada Olivia. " Nia berbaring, bersandar di dada suaminya. Louis mencium kening istrinya sekilas, kemudian menatapnya lekat.
"Aku akan membalasnya dengan lebih kejam, jangan pikirkan hal itu lagi sayang. " Louis berusaha mengalihkan pembicaraan, Niapun mengangguk kecil. Diapun memejamkan matanya, Louis tersenyum melihat istrinya yang sudah terlelap.
Louis bangun, menarik selimut kenutupi tubuh istrinya. Pria itu pergi ke balkon, terlihat berbicara dengan seseorang di telepon. "Cari tahu siapa sebenarnya Olivia, gadis yang bekerja di mansionku. "
Dia menyimpan ponselnya dalam saku, terdengar helaan nafas berat dari bibirnya. Louis tak akan membiarkan siapapun mencelakai keluarga kecilnya, meskipun taruhannya nyawanya sendiri.
"Olivia, kita lihat sampai mana kau mengelak dari ucapanku, tak akan kubiarkan kau lari dengan mudah. " desisnya.
__ADS_1
tbc