
Erick Tompson kini tengah memandangi foto Nia yang dia pegang saat ni, sejak pertama kali melihatnya pria itu langsung jatuh hati pada Harmonia. Dia tak peduli status dari Nia, asalkan dia bisa memiliki wanita pujaannya itu.
"Tubuhmu semakin seksi, ingin sekali aku bercinta denganmu. " gumam Erick dengan senyuman mesumnya memandang foto Nia dengan lekat. Pria itu bangkit, bersiap siap akan menghadiri pesta yang diadakan Louis. Setelah itu berangkat, tak sabar ingin menemui wanita pujaannya.
Cup
Nia mengecup bibir suaminya, dia menghela nafas panjang, melihat suaminya yang kini merajuk. Louis begitu menatap istrinya penuh damba, pria itu tak akan rela jika istrinya di pandang oleh pria lain. "Hubby, selesai acara kamu boleh mencumbuku sepuasmu sayang, sebaiknya kita turun dulu. ," bujuknya.
"Hmm. " Louis kembali memagut bibir sang istri, tangannya meremas salah satu bagian favoritnya kemudian menyudahi ciumannya. Pria itu mengajak istrinya ke luar kamar, menuruni tangga dengan hati hati.
Pesta di mulai, Nia begitu terharu dengan kejutan yang di berikan suaminya untuk dirinya. Louis memeluknya posesif, sesekali manik kelam pria itu menatap sekelilingnya dengan waspada, lalu kembali menatap istrinya.
"Happy Birthday sayang, aku mencintaimu dan calon baby twins. " ucap Louis yang diakhiri kecupan di bibir Harmonia.
"Thanks hubby! Nia tersenyum manis pada suaminya, di sisi lain seorang pria tengah menahan amarahnya, melihat kemesraan mereka berdua. Semua orang ikut merasakan bahagia di hari spesial Harmonia saat ini.
"By, aku ingin makanan yang manis manis. " ucap Nia dengan nada manjanya.
"Pergilah sayang, aku akan menemui klien sebentar. " Nia mengangguk, wanita hamil itu berjalan kearah sudut ruangan, mengambil banyak makanan manis. Erick tersenyum licik, pria itu segera menemui wanita pujaannya. Tangan pria itu menyentuh bokong bulat Nia, membuat wanita itu terkejut dan menatap tajam kearahnya.
"Siapa kau, jangan seenaknya menyentuhku. " geram Nia pada Erick.
"Kau sangat galak sayang, semakin membuatku bergairah. " Erick berjalan memdekati Nia, wanita itu mundur ke belakang berupaya menghindarinya. Sret, Erick menarik
Nia ke dekapannya, Nia berusaha memberontak kala lelaki aneh itu berniat melecehkannya.
"Tolong, tolong. " teriak Nia. Erick segera membekapnya, lalu membawa Nia melalui pintu samping. Mendengar suara teriakan istrinya, Louis segera menyusul bersamaan Danzo.
Bugh
Jessie meninju wajah Erick, lalu menarik nonanya menjauh dari Erick, wanita itu mengeluarkan pistolnya, menodong kearah Erick yang menyamar. "Siapa kau sebenarnya, jawab brengsek. " maki Jessie dengan kasar.
"Cih bukan urusanmu!
"Aku hanya ingin Harmonia, cepat serahkan dia padaku. " geram Erick, melirik tajam kearah Jessie. Jessie tak peduli, gadis itu terus menodongkan pistolnya tanpa ada rasa takut.
__ADS_1
Nia merasa syok, wanita hamil itu terguncanh atas apa yang dialaminya barusan. Louis datang, dia langsung memeluk sang istri dan segera membawanya pergi dari sana.
"Nia sayang, aku tergila gila pafsmu. " teriak Erick.
Dor
"Aakh sialan. " makinya kala lemgannya tertembak oleh Jessie, Erick yang trerdesak segera kabur dari sana, setelah Danzo datang. Jessie mengumpat, melihat kepergian Erick yang berhasil kabur.
"Apa yang terjadi Jes? "
"Seorang pria hendak menculik adikmu, sepertinya pria itu terobsesi pada Nona Nia. " gumam Jessie.
"Erick Tompson, aku yakin pria itu adalah dia, sialan aku akan membunuhnya jika bertemu. " geram Danzo. Jessie berbalik, melangkah masuk ke dalam begitu juga dengan Danzo.
##
""Hiks hiks pria itu melecahkanku. " gumam Nia sambil memgamuk. Louis berusaha menenangkan istrinya yang begitu histeris di bantu Terry.
"HARMONIA CUKUP, Kau sedang hamil sayang dan hentikan perbuatanmu menyakiti dirimu sendiri. " bentak Louis yang kehilangan kesabarannya. Nia menangis tergugu dalam pelukan adik iparnya, Louis mengambil alih istrinya dan langsung membawanya ke kamar. Mommy Kiara merasa sangat kasihan pada menantunya itu.
"Jangan berbuat nekat Terry, atau mau aku kurung dalam kamar hemm. " tegas Leon dengan wajah datarnya. Leon akui kemampuan istrinya sebagai hacker tak bisa dianggap remeh, namun dia tak ingin ambil resiko mengingat Terry sedang hamil empat bulan. Terry hanya bisa mendengus kesal, suaminya memang benar benar menyebalkan.
"Menyebalkan! "
"Hm. " Terry bersandar di dada suaminya, dia memilih diam mendengarkan obrolan sang suami bersama daddynya. Leon tersenyum kecil, melihat istrinya yang kini merajuk. Pria itu mengusap perut buncit istrinya, sesekali Leon mencium pelipis Terry.
"Leon ajaklah Terry ke kamar, hari sudah larut malam dan soal masalah pria itu Daddy sudah menyuruh asisten Daddy untuk melacaknya. " ujar Daddy Dominic. Leon bangkit, mengajak istrinya menuju ke kamar mereka.
##
Cup
Louis mencium kening Nia, lalu mengusap pipi istrinya dengan lembut, kemudian turun di perutnya. Dia memperhatikan istrinya yang sudah terlelap setelah lelah berusaha menyakiti dirinya sendiri tadi. Pria itu kini menarik selimut, menutupi tubuh sang istri.
"Maafkan aku, aku gagal menjagamu sayang!
"Em Hubby, peluk aku. " rengeknya kala kedua matanya terbuka kembali. Louis naik ke ranjang, lalu berbaring di samping sang istri setelah itu membawanya ke pelukan pria itu.
__ADS_1
Nia mendongakkan kepalanya, menatap lekat wajah suaminya dengan lekat. Dia memejamkan mata kala suaminya kembali memagutnya dengan lembut, lidah pria itu mengobrak abrik mulutnya.
Hosh hosh hosh
"Sekarang tidurlah sayang, lupakan kejadian tadi dan fokus pada calon baby twins kita. " pungkasnya.
Nia mengangguk, wanita itu kembali memejamkan mata dan tak lama terlelap di susul Louis.
##
Sinar matahari membuat tidur Nia terganggu, wanita itu meraba tempat sebelahnya ternyata kosong. Wnita itu membuka matanya, menatap sekeliling kamarnya namun tak menemukan sosok suaminya. Dia segera turun, lalu pergi ke kamar mandi dengan hati hati.
Skip
Nia ke luar dari kamarnya, menuruni anak tangga dan pergi ke meja makan.
"Pagi semuanya!
"Pagi juga sayang, ini susu hamil kamu. " Mommy menyerahkan segelas susu pada Nia, Nia menerimanya dengan senang hati.
"Thanks mom, mommy lihat suamiku? "
"Louis tadi pergi katanya ada urusan sayang. " jawab Mommy dengan lembut. Niapun mengangguk, wanita itu memakan sarapannya dengan lahap. Mommy bernafas lega, setidaknya menantunya itu tak curiga akan kepergian Louis yang mendadak. Terry memperhatikan kakak iparnya sekilas lalu melanjutkan sarapannya.
Selesai sarapan dua wanita hamil itu memilih mengobrol di Gazebo sekaligus mencari udara segar. Nia menghela nafas berat, kemudian melirik Terry dengan tatapan seriusnya. "Aku merasa seperti wanita tak berguna Terry, aku hanya bisa menyusahkan suamiku, seandainya aku seberani Jessie aku mungkin tak akan mengalami semua ini. " gumamnya lirih.
"Jangan berbicara seperti itu Nia, jika Louis tahu dia pasti akan marah besar, jangan kamu bandingkan dirimu dengan Jessie karena kalian berbeda. " tegas Terry.
"Tapi aku rasa Jessie, wanita yang pantas untuk Louis, Terry!
"Hentikan pemikiran konyolmu itu Nia. " geram Terry kesal. Niapun mengatupkan bibirnya rapat, dia memejamkan matanya sejenak lalu menatap kearah langit dengan tatapan kosong.
"Jangan pikirkan macam macam, fokus saja pada calon babymu, kamu enggak boleh stress, ingat itu!
Apa yang dikatakan Terry benar, seharusnya dia tak memikirkan hal hal yang aneh apalagi meragukan dirinya sendiri.
tbc
__ADS_1