
Pagi ini keluarga kecil itu telah berada di meja makan untuk sarapan bersama, Shenna memperhatikan sang mama yang telah melayani papanya. Hal inilah yang dia impikan sejak dulu dan kini sekarang menjadi kenyataan.
"Sayang, kamu mau lauk apa nak? " tanya Mama dengan lembut.
"Ayam goreng aja Ma sama sambal. " cetus Shena yang di angguki sang mama. Mama Karina langsung duduk dan makan dengan tenang, tak ada obrolan di antara mereka. Setelah lima belas menit terlewati, Papa Yerdan mulai membuka pembicaraan pagi ini dengan suasana hangat dan santai. Hari ini kedua paruh baya itu akan meresmikan hubungan mereka di gereja terdekat. Sebagai anak, Shena tentu saja setuju dengan keputusan orang tuanya.
Mereka bertiga langsung berangkat dan ke luar dari mansion, Shena memilih ikut bersama Ethan, calon suaminya menuju ke tempat acara.
Tiba di sana mereka semua langsung turun dan masuk ke dalam. Shenna dengan senyuman lebarnya memperhatikan orang tuanya yang tengah mengucapkan janji suci pernikahan. Ethan sendiri merangkul bahu calon istrinya, menyaksikan pernikahan sederhana calon mertuanya.
"Kau sangat bahagia sayang? " tanya Ethan pada sang kekasih.
"Sangat bahagia kak, melihat mama dan papa bersatu pada akhirnya. " ujar Shena seraya tersenyum manis. Ethan mendaratkan kecupan di keningnya, menyambut kehadiran kedua calon mertuanya itu.
Shenna memberikan selamat pada kedua orang tuanya, Papi Yerdan mengajak mereka ke villa pribadi mereka yang letaknya di dekat pantai. Ke luar dari gereja, mereka berempat masuk ke mobil masing masing. Kini mereka tiba di sana, tiba di sana mereka segera mengganti pakaian. Tuan Yerdan telah menyiapkan segala keperluan mereka hingga beberapa waktu ke depan.
__ADS_1
"Ma, Pa. Aku dan kak Ethan pergi ke pantai ya. " pamit Shenna pada orang tuanya.
"Iya sayang, kalian bersenang senanglah. " jawab Mama sambil tersenyum. Shenna dan Ethan ke luar dari Villa, pasangan kekasih itu menyelusuri pantai. Gadis itu merentangkan tangannya sambil menikmati hembusan angin yang begitu menyejukkan di sana.
Ethan mengulum senyumnya melihat calon istrinya tampak bahagia, senyuman Shena Namun kali ini tampak lepas dan tak ada beban di dalamnya. Dia membiarkannya, Ethan tak ingin merusak suasana hati Shena yang tampak benar benar bahagia.
Gadis itu menoleh, Shena menghampiri calon suaminya dengan senyuman manis. "Sekarang aku merasa lega kak, Mama dan papa tampak bahagia setelah keduanya memutuskan bersatu. " ucap Shena dengan senyuman tipisnya.
"Kita duduk yuk kak! "
"Kenapa? "
"Jangan lihat kak, banyak pepaya gantung yang di pajang oleh para bule. " ketus Shena. Ethan yang semula tak mengerti, mencoba memikirkan kalimat Shena dan tak lama diapun paham juga. Dia menurunkan tangan calon istrinya, menciumnya berulang kali.
Dia tertawa kecil melihat wajah cemberut Shena, Ethan mencubit pipi kekasihnya dengan gemas lalu menariknya ke dalam pelukannya. Pria tampan itu meyakinkan Shena jika dirinya tak tertarik melihat pepaya gantung gratis itu. Shena menyandarkan tubuhnya di bahu sang kekasih, keduanya benar benar menikmati suasana berdua. Dering ponsel milik Ethan menyita perhatian mereka, pria tampan itu langsung mengeluarkan ponselnya.
__ADS_1
"Iya Mom, ada apa? " tanya Ethan.
"Ke rumah sakit sekarang nak, Zafira kini tengah melahirkan. " ujar Mommy.
"Baik mom, aku akan ke sana bareng
Shena. " Ethan menyimpan ponselnya, dia memberitahu Shena. Keduanya bangkit dan lekas ke villa sebentar untuk pamit setelah itu langsung menuju ke rumah sakit.
Setengah jam berlalu, mereka tiba di rumah sakit dan segera menemui orang tuanya. Mommy Ella menjelaskan apa yang terjadi mengenai Zafira, setelah itu membiarkan putra bungsunya ke dalam bersama Shenna.
"Kak, selamat atas kelahiran dua anak kalian. Ngomong ngomong siapa nama keponakan aku? " tanya Ethan.
"Terimakasih, mereka Deniz Artanza Johnstone dan Disa Aileen Johnstone, mereka lahir premature karena kecerobohanku. " jawab Zafira dengan lirih.
Wanita itu mencoba menahan kesedihannya, dia masih menyalahkan apa yang terjadi hingga si kembar lahir prematur. Shena langsung mendekat dan mencoba menenangkan Zafira. Ethan sendiri menatap kearah Evan, kakaknya yang hanya diam saja.
__ADS_1
Zafira sendiri menangis dalam dekapan calon adik iparnya, dia merasa pantas mendapatkan kemarahan dari suaminya. Setelah tenang, Shenna memintanya untuk istirahat. Ethan langsung menarik Evan ke luar dari sana, dia tak ingin terjadi pertengkaran di sana. Shena sendiri menemani Zafira dan berusaha menghiburnya.