
Tiga hari berlalu, Gara membawa pulang istri dan baby twins setelah kondisi ketiganya berangsur pulih dan membaik. "Sayang, kenapa banyak bodyguard di rumah kita? " tanya Ella penasaran.
"Ini semua aku lakukan demi keamanan kamu dan baby twins. " jawab Gara menurunkan tubuh istrinya ke sofa.
"Sebenarnya ada apa mas, aku tahu mas Gara nyembunyiin sesuatu 'kan? " Ella menatap lekat wajah suaminya, Gara menggeleng singkat membuat wanita itu kecewa.
"Lebih baik fokus pada baby twins sayang, selain itu biar jadi urusan mas, oh ya selama pemulihan kamu akan di bantu babysitter merawat baby twins. " kekehnya. Ellapun menghela nafas kasar, memilih mengalah dan tak mendesak suaminya.
"Lho lho kok kalian saling diam diaman, ada apa ini. " ucap Mommy datang dan duduk di sofa memperhatikan putera dan menantunya secara bergantian. Garapun bangkit, berjalan gontai menuju ke kamar atas. Ella menatap kepergian suaminya dalam diam.
"Sayang ada apa? "
Ella menoleh, menatap sendu kearah ibu mertuanya tersebut. "Aku cuma bertanya mom, sepertinya mas Gara merahasiakan sesuatu karena banyak bodyguard yang berjaga di luar. "
"Kamu jangan memikirkan itu sayang, lebih baik fokus pada baby twins dan suamimu aja nak. " tegur mommy dengan bijak.
"Lebih baik datangi suamimu lalu minta maaf sayang. " lanjutnya tegas. Ella mengangguk, pamit pada mertuanya lalu naik ke lantai dua.

Ella merengkuh pinggang suaminya dari belakang, dia merasa bersalah karena membuat suaminya marah. "Maafin aku mas, mas pasti semakin pusing karena pertanyaan ku tadi!
Gara berbalik, menuntun istrinya duduk dengan wanita itu di pangkuannya. "Ada yang sempat mengincar nyawamu sayang, tapi aku berjanji tak akan membiarkan orang itu menyentuh seujung rambutmu. "
Ella terkejut mendengar kejujuran suaminya, dia tak menyangka jika ada orang yang berniat mencelakainya. "Tapi aku merasa tak punya musuh mas. " selanya. Gara mencium bibirnya sekilas, membelai pipi sang istri dengan penuh kelembutan.
"Udah ya jangan mikirin itu, lebih baik mikirin mas aja gimana atau mikirin adik kecil mas. " goda Gara dengan senyuman menggoda. Ella terkekeh, mencubit hidung mancung suaminya, gemas akan ucapan Gara barusan.
"Gombal, dasar mas Gara mesvm! Gara tertawa pelan, melihat tingkah lucu sang istri tercinta. Melihat suaminya tersenyum lagi, Ella bernafas lega. Namun dalam hati dia khawatir jika orang yang mencelakainya itu akan kembali beraksi sampai tujuannya berhasil.
"Mas mandi gih, biar aku yang siapin baju kamu. " ujar Ella.
__ADS_1
"Mandiin dong sayang. " ledeknya yang justru mendapat cubitan sang istri. Gara menurunkan tubuh istrinya, bangkit dan masuk ke kamar mandi. Ella segera menyiapkan pakaian untuk sang suami, sambil menunggu dia memilih memainkan ponselnya.
"Emily kenapa tidak bisa di hubungi ya? " gumamnya bingung.
Gara ke luar hanya dengan selembar handuk, mendekati istrinya yang melamun. Ella tersentak, tersenyum pada suaminya sekilas, wanita itu mengamati suaminya yang tengah berpakaian.
"Mommy akan menemui Miranda Dad, mommy masih tidak terima dengan perbuatannya pada Ella. " geram Mommy Elana. Daddy Xander menghela nafas panjang, dia baru saja mengatakan informasi mengenai Miranda yang dia dapatkan dari salah satu detektif yang dia bayar.
"Nanti Daddy antar ke sana. " jawab Daddy singkat.
"Gak orang tuanya gak anaknya, senang sekali merusuh di hidup orang lain. " gerutu mommy kesal.
"Sekarang aja Dad. " Mommy bangkit dan pergi begitu saja, Daddy menghela nafas kasar dan segera menyusul istrinya.
Brak
"Ternyata tamu tak di undang. " ujar nyonya Ellis melihat kedatangan Tuan Xander beserta istrinya.
"Tante Elena ada apa. " Miranda datang, Nyonya Elena menatap wanita itu dengan tajam. Melayangkan tangannya pada pipi Miranda, membuat semua orang tercengang.
"Ini balasan untukmu, berani beraninya kamu berbuat jahat pada menantu dan calon cucuku. " geram Nyonya Elena emosi. Miranda merintis, merasakan sakit dan perih pada pipinya.
"Kenapa kamu menampar putriku, Elena? " Nyonya Ellis tak terima perlakuan Elena pada putrinya. Nyonya Elena mengabaikannya, fokusnya kini tertuju pada Miranda.
"Wanita rendahan itu sangat pantas mendapatkan hukumannya tante, seharusnya Gara tak menikahinya. " sinis Miranda kesal.
"Bukan Ella yang rendahan tapi kamu, kamu wanita hina yang terobsesi pada putraku. " bentak nyonya Elena geram. Miranda mengepalkan tangannya, api kebencian dalam dirinya semakin besar pada Daniella. Setelah ini dirinya tak akan tinggal diam lagi, akan dia pastikan kehidupan Ella hancur, kehilangan anak dan suaminya.
"Tuan Xander hentikan istri gilamu itu, putriku tengah kesakitan sekarang. " Nyonya Ellis menjerit melihat rambut putrinya di tarik kasar. Tuan Xander segera menahan tubuh sang istri dan menenangkannya. Nyonya Elena masih berontak, ingin terus memberi pelajaran pada Miranda.
"Dad, jangan hentikan mommy. mommy masih ingin menamparnya kalau perlu mencakar wajahnya agar tidak bersikap gila lagi. " gumam Nyonya Elena.
__ADS_1
"Tante yang gila, tante begitu bodoh karena membela wanita rendahan itu. " sarkasnya.
"Jaga bicaramu. " amuk Mommy Elena berusaha menarik tubuh Miranda yang di halangi Daddy. Daddy segera mengajak pergi istrinya, Nyonya Ellis membantu Miranda bangun.
"Masuk mom. " titah Daddy Xander.
"Gak Dad, aku masih belum puas memberi pelajaran pada Miranda. " tolak Mommy kesal.
"Mommy. " tegas Daddy sedikit menaikkan nada bicaranya. Mommy membuang nafas berat, memilih mengalah dan masuk ke mobil. Daddy melajukan roda empatnya, meninggalkan kediaman orang tua Miranda. Mommy Elena merasa kesal sekaligus kecewa pada sang suami, dia memilih diam selama perjalanan.
"Ya Tuhan, bagaimana bisa puteraku di kejar wanita gila sama seperti masa lalu orang tuanya, huh mommy merasa dejavu. " gerutunya sebal. Daddy hanya diam tak berkomentar, jika dia berbicara mungkin saja emosi istrinya akan kembali meledak.
Drt
drt
Mommy mengambil ponselnya, menghela nafas dan mencoba tenang. "Ya sayang, ada apa? " tanya Mommy lemah lembut.
"Mommy dan Daddy ke mana kok pergi gak bilang bilang Ella sih? "
"Em mommy dan daddy cuma jalan jalan sebentar sayang, memangnya ada apa? "
"Papi dan Mami datang ke rumah, mereka ingin bertemu dengan mommy. " jawab Ella.
"Tunggu ya, kami dalam perjalanan pulang. " Mommy menutup teleponnya, menyimpan ke dalam tas. Meski hubungannya dengan Daniella hanya sebatas mertua dan menantu, namun dia begitu menyayangi Ella melebihi anaknya sendiri. Akan dia lakukan apapun demi kebahagiaan Ella dan keluarga kecilnya.
"Mommy harap kamu selalu bahagia Ella, bersama Gara dan baby twins. " batinnya penuh harap. Daddy mengulas senyumnya setelah mendengar percakapan istri dan menantunya, pria paruh baya itu kembali fokus mengemudi.
Setelah sampai keduanya segera menemui kedua besan mereka, Ella menyuruh pelayan membuatkan minum untuk orang tuanya. Dia memilih kembali ke kamar, menemani bayi kembarnya. Tak ingin menguping pembicaraan para orang tua bersama Gara suaminya.
"Cepat besar ya sayang, agar mommy bisa menemani kalian main. " Ella memperhatikan kedua bayinya secara bergantian. Diapun memutuskan membuka kado dari keluarganya, melihat beberapa pasang pakaian bayi laki laki dengan berbagai macam warna.
__ADS_1