Posesifnya Sang Ceo

Posesifnya Sang Ceo
TCBS PART 12 | S2 - EMOSIONAL


__ADS_3

Note : Ezra adiknya Yurika, keduanya anak dari Cyra dan Reymond adiknya Daddy Dominic. Berarti sepupu dari si kembar Louis dan Leon.


Like, vote dan komen


Kini dengan paksaan Nia, Terry akhirnya mau mengubah penampilannya, mengingat mereka akan double date. Nia juga memilihkan gaun yang cocok utuk calon iparnya itu, pilihannya jatuh pada gaun berwarna merah maroon.



"Nah udah siap yuk ke luar. " Terrypun menghembuskan nafas berat lalu mengangguk. Keduanya ke luar, menuruni anak tangga menemui Louis dan Leon. Nia tampil cantik dengan dressnya yang berwarna merah muda, rambutnya dia biarkan tergerai.


"Hubby, ayo kita berangkat. " Louis bangkit, merangkul istrinya dan berjalan lebih dulu, meninggalkan Leon dan Terry. Leon terpesona akan penampilan sang kekasih, mereka segera ke luar dan masuk ke mobil.


##


Nia terkejut melihat kejutan suaminya, wanita itu langsung berjinjit dan mengecup bibir suaminya. Louis membalas kecupannya, merapatkan tubuh mereka hingga tanpa ada celah.


"Kita dinner, dulu setelah itu making love. " Louis menyiapkan makan malam romantis, sekaligus menyediakan tempat di mana mereka akan bercinta sepuasnya hingga pagi. Louis dan Nia kini makan malam berdua dengan romantis, sesekali Nia menggoda suaminya dengan tatapan nakalnya.


Louis menggeram kecil, dia cepat cepat memghabiskan makannya setelah itu membawa istrinya menuju ke ranjang yang letaknya di samping kiri kolam renang. Sementara Terry dan Leon kini tengah berdansa, mengikuti irama musik romantis yang menambah keromantisan mereka malam ini.



Leon merengkuh kuat pinggang sang kekasih, satu tangannya menjalar ke atas dada Terry. Tangan nakal itu membelai dua gundukan Terry dari balik dressnya, hal itu membuat gadis itu mendesah pelan. Tatapan mereka bertemu, Terry seakan terjerat dengan manik kelam sang kekasih yang menatapnya tajam.


Cup Louis menciumi kening, hidung lalu ke bibir gadisnya, tak lupa juga memberi kecupan di leher serta dada Terry. Penampilan seksi Terry malam ini, membuat sisi liar dalam dirinya seakan berkobar.


"I want you sweety!


"No, aku akan memberikannya saat kamu sudah resmi menikahiku My Lion. " Sekuat tenaga Terry menahan gairah dalam dirinya, dia tidak boleh terbuai dengan cumbuan Leon di leher dan dadanya.


"But I can't sweety. " Leon menghela nafas kasar, memejamkan mata menikmati sentuhan tangan mungil kekasihnya. Pria itu melepaskan pelukannya, mengusap wajahnya dengan kasar. Terry langsung mengajak Leon pergi dari sana.


# Hotel

__ADS_1


Dengan lingerie berwarna merah, Terry berbaring di tas kasur king size. Leon berkali kali menelan salivanya kasar, membuka pakaiannya dengan cepat lalu naik keatas dan menindih tubuh Terry. "Terry jelaskan apa maksudnya ini, apa kamu yakin? "


"Aku yakin Leon, aku ingin kamu menghilangkan jejak pria sialan itu yang menyentuh dadaku. " ucap Terry dengan sungguh sungguh. Leon dengan tidak sabaran merobek lingerie itu, lalu mereka kembali berciuman dan melakukan pemanasan.


Dan malam itu keduanya bercinta, melepaskan hasrat yang telah lama mereka pendam. Leon menggunakan berbagai gaya dalam menggempur tubuh kekasihnya. Hingga menjelang dini hari, keduanya langsung terlelap setelah bertempur.


🥀🥀



Cup Leon terbangun, mencium kening wanitanya lembut. Terry membuka matanya, dia menatap lembut pria yang telah mengubahnya menjadi wanita seutuhnya. "Selamat pagi My Lion. " sapanya lembut.


"Pagi sweety, apa masih sakit? "


"Huum. " Terry mengenggam erat selimut yang menutupi tubuh polosnya, dia akui Leon begitu perkasa dalam hal urusan ranjang, dia sampai kewalahan menghadapi kebuasan singa jantannya.


"Terimakasih telah menjaganya untukku. " Leon begitu bahagia, dialah pria pertama yang menyentuh Terry. Leon menyibak selimutnya, membopong tubuh wanitanya ke kamar mandi.


Selesai dengan aktivitas paginya, Leon dan Terry check out dari hotel. Mobil BMW itu melaju meninggalkan parkiran hotel. "Sayang, kenapa kamu semalam berubah pikiran? "


"Lalu jika aku berpaling darimu, setelah mendapatkan kesucianmu bagaimana? " Leon ingin tahu bagaiamana respon dari wanita har barnya. Mata Terry berkilat, ada api kemarahan dalam pancaran manik cokelat itu. Namun wanita itu tetap tenang, melirik kearah sang kekasih dengan senyuman miringnya.


"Tinggal cari pria lain, meski aku tidak suci lagi. Jika di khianati aku akan membalasnya berkali kali lipat, lagian aku bisa melakukan hal yang nekat honey. " ungkap Terry dengan senyuman tanpa dosanya.


"Lagian aku bukan wanita suci dan munafik, aku yakin banyak pria yang menginginkanku meski aku sudah bekas. " sambungnya.


"CUKUP! Leon merasa tidak terima atas ucapan wanitanya, dia tidak ingin Terry merendahkan dirinya sendiri. Terry terbahak bahak, ternyata benar dugaannya terlihat dari respon Leon yang begitu marah akan jawaban dirinya.


"Kamu BERHARGA sweety bukan rendahan dan hina. " ujar Leon dengan nada tinggi. Pria itu menambah kecepatan mobilnya, emosinya seakan di permainkan oleh Terry seperti roller coaster.


Mobil Leon berhenti di depan penthousenya, pria itu terlihat sangat marah. Terry merasa bersalah, dia segera turun dan mengejar calon suaminya itu meski masih merasakan nyeri dan sakit.


"Leon tunggu. " Berkali kali tangannya di tepis oleh Leon, namun hal itu tak membuatnya menyerah begitu saja. Terry meraih sisi wajah Leon, wanita itu menatap lekat kekasihnya.

__ADS_1


"Maafkan aku sayang, maaf! sesal Terry. Hati Leon yang keras langsung luluh, mendekap tubuh wanitanya dengan erat. Berkali kali dia mendaratkan ciuman di kening Terry dengan begitu lembut.


"Kamu tanggung jawabku sweety, besok kita akan meresmikan hubungan kita berdua. Jika kamu mempermainkanku lagi, bersiap siaplah terima hukumanmu sayang. " Leonpun membisikkan kata cinta di telinga Terry, Terry meresponnya dengan senyuman manis.


"Hanya kau sayang, wanita yang berani membolak balikkan duniaku, mempermainkan emosiku naik turun dan kamulah wanita yang aku inginkan selama ini. Hanya kamu yang mampu mencairkan sikap keras yang aku miliki. " Leon menarik tangan Terry, lalu di letakkan di dada pria itu. Terry mendengar suara jantung Leon yang berdebar kencang.


Ehem


"Woylah enggak ada adegan ++ Live nih. " Leon dan Terry menoleh, terlihat seorang pria yang kini melipat tangannya di dada menatap mereka dengan senyuman menggoda.


"Ezra mblo. " ledek Terry pada sepupu kekasihnya. Ezra mendelik, menatap sebal kearah Terry dan di balas tatapan maut oleh si Leon.


"Ck pawangnya galak!


"Yuk honey kita masuk, abaikan suara tanpa wujud. " Terry mengapit lengan kekasihnya lalu masuk ke dalam penthouse. Ezra mencibirnya, mengikuti pasangan sejoli yang tengah bucin akut itu, membuat Ezra mual dan terkadang hanya bisa mengelus dada.


Halah lu irikan Zra wkwk


Ezra melirik tanda yang ada di leher Terry, kemudian bersiul berniat menggoda kedua sejoli di depannya ini. "Lu ganas juga bro, lu enak enak anak orang tanpa lu nikahin. " ledek Ezra.


"Aku heran, bibi Cyra dulu ngidam apa, punya anak modelan kayak kamu Zra. " sindir Terry dengan sinis.


"Kenapa, kamu terpesona Terry!


"Cih dalam mimpimu. "


Ezra tergelak, mulut beracun Terry memang benar benar pedas melebihi cabe dan dia sudah terbiasa akan hal itu. Leon hanya memasang wajah datarnya, jengah dengan tingkah sepupunya ini.


"Kenapa kemari? "


"Ada hal penting yang ingin aku bicarakan padamu. " Ezra dalam mode serius, Terry dan Leon saling melirik satu sama lain.


"Apa, katakan saja. Jangan banyak basa basi!

__ADS_1


tbc


__ADS_2