Posesifnya Sang Ceo

Posesifnya Sang Ceo
TCSPT PART 36


__ADS_3

Hari ini Alessa melakukan shooting iklan bersama dengan Dominic, perempuan itu dibuat jengkel dengan sikap seenaknya pria itu. Alessa menghela nafas panjang, harus banyak banyak bersabar menghadapi Dominic. sementara pria itu acuh dengan keberadaan Alessa.


"Cut, nona Ales silakan ganti pakaian selanjutnya. "


"Baiklah! Alessa segera pergi ke ruangan ganti, di sana dia menenangkan dirinya. Sementara Dominic sibuk dengan ponselnya, mengabaikan orang sekitarnya.


Drt


drt


drt


From Wife


Hubby, aku izin ke luar ya nih bareng Luna ~♥~


Dominic : Kalian harus hati hati ya sayang!


From Wife : Siap My boss idaman hati,


(・´з`・)


Dominic tersenyum geli membaca pesan dari istrinya itu. Diapun memyimpan kembali ponselnya setelah kehadiran Alessa. Keduanya kembali melakukan photoshoot, Alessa sempat protes pada sang sutradara mengenai pose pose yang digunakan.


"Kau bisa diam tidak. " sentak Dominic dengan raut datarnya.


Alessapun menghentikan ocehannya, mereka melakukan photoshoot sesuai arahan sutradara. hingga dua jam berlalu kegiatan itu akhirnya selesai. Dominic langsung pergi, Alessa menghembuskan nafas lega melihat kepergian pria itu.


"Halo Luna ada apa? "


"Dom, istri kamu terjatuh saat kami berada di Mall, seorang wanita mendorong Kiara! sekarang kami berada di rumah sakit xx, kemarilah. "


Deg Jantung Dominic serasa berhenti seketika, Pria itu menyimpan ponselnya lalu melajukan mobilnya kencang menuju ke rumah sakit. Selama dalam perjalanan, Dominic tak henti hentinya berdoa demi keselamatan istri dan baby twins.


Sampai di pelataran rumah sakit, Dominic segera turun dan berlari kencang memasuki area rumah sakit. Pria itu bergegas menemui Luna di temani Rafen, keduanya kini berada di luar ruangan UGD.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan istri dan calon anakku!


"Istrimu tadi sempat pendarahan Dom kini dokter lagi memeriksanya. " ucap Luna dengan pelan.


Rahang Dominic memgeras, tatapannya berubah tajam kearah Luna. "Kenapa kamu lalai menjaga istriku hah, harusnya kamu tidak mengajaknya ke luar Luna. " bentak Dominic dengan emosi meledak ledak.


Luna merasa ketakutan, Rafen segera memeluk sang kekasih. Dominic mengusap wajahnya kasar, dia sangat takut jika istri dan calon bayinya kenapa kenapa. Cklek tak lama Dokter ke luar, Dominic langsung menghampirinya.


"Bagaimana keadaan istri dan calon anak kami Dokter? "


"Istri dan calon anak Anda baik baik saja tuan, hanya saja tuan harus menjaganya ekstra mengingat kondisi nyonya tengah hamil baby twins. " seru dokter


"Baiklah dokter, terimakasih! Dominic bernafas lega, pria itu langsung menuju ke ruangan istrinya di susul Luna dan Rafendra.


Dominic meraih tangan istrinya, lalu mengecupnya berulang ulang. Kiara membuka matanya dan menatap lembut sang suami. Pria itu segera membantu istrinya bersandar, kemudian mengusap perut buncit sang istri.


"Sayang, aku cemas banget sama kamu. Katanya kamu di dorong seorang perempuan. " cecar Dominic dengan raut khawatir.


"Aku enggak papa kok mas, lagian aku sudah menampar wanita itu. Maafkan aku yang membuat kamu khawatir mas!


"Em Dia..!


Dominic pun mengambil ponselnya, lalu menghubungi Revan asistennya untuk mencari tahu siapa yang mendorong Kiara. Setelah selesai Dia menyimpan ponselnya ke dalam saku, pria itu kembali mendekap tubuh snaag istri dari samping. Tangannya menjulur ke depan, memyentuh perut wanitanya dengan lembut.


Cklek pintu terbuka lalu masuklah Revan, pria itu membungkuk sejenak. Dominic segera melepaskan pelukannya lalu bangkit, dia sempat mencium kening wanitanya sekilas. "Aku mau bicara sama Revan dulu sayang. "


"Iya mas. " Dominic dan Revan segera keluar dari ruangan rawat Kiara.


"Siapa wanita itu? "


"Em Dia Maura tuan, Maura adalah anak angkat dari keluarga Madison, keluarganya nona Cyra. Sepertinya Maura dendam sama nona Cyra namun selalu gagal dan kini wanita itu ingin membalas anda melalui Nyonya Kiara. " jelas Revan panjang lebar.


"Brengsek, wanita sialan itu rupanya mau menantangku. Revan cepat cari tahu skandal yang tengah dilakukan Maura saat ini, aku akan membuatnya menderita!


"Baik Tuan, saya mengerti! Revan segera membungkuk, setelah itu pergi dari hadapan Dominic. Dominic kembali ke dalam ruangan istrinya, dia tersenyum mendapati istrinya yang kini tengah memandangnya penuh cinta. Pria itu ikut berbaring di sebelah Kiara, Dominic membuka kancing dress depan milik istrinya setelah itu mengecupi dua buah segar kesukaannya. Kiara hanya bisa tersenyum geli, melihat tingkah suaminya ini.

__ADS_1


"Mas ini rumah sakit lho, jangan macam macam hubby!


"Aku cuma mencicipinya sayang, enggak


lebih. " Dominic memperbaiki penampilan wanianya, dua benda kenyal itu saling bersentuhan. Kiara hanyut dalam ciuman lembut nan memabukkan dari suaminya.


Hah hah


Ciuman telah usai, Kiara mengusap dada suaminya kala mendapat sentuhan di perutnya oleh tangan besar Dominic. Sesekali wanita hamil itu mendusel di dada biding Dominic, memikmati sentuham lembut di perutnya, membiarkan sang suami menyapa calon bayi mereka.


"Mas, kenapa cinta kita selalu di uji dengan rintangan yang berat. " gumam Kiara dengan lirih.


Dominic menghela nafas panjang, memandang lekat manik cokelat istrinya. "Apa kamu menyesal bertemu denganku, menikah denganku atau menyesal mencintaiku. Katakan sayang katakan!


Kiara menggeleng dengan cepat, dia tidak merasa menyesal bertemu Dominic meski di awal pertemuan kurang mengenakan. Dia sangat beruntung mencintai suaminya dan bisa mengandung benih Dominic. "Enggak mas, aku enggak pernah menyesal, aku bahagia bersamamu suamiku. "


"Kamu harus kuat dan tegar sayang demi aku dan dua jagoan dalam perutmu!


"Huft saat dia besar, pasti twins boy akan memonopoli kamu, aku pasti akan jarang di perhatikan olehmu. " sungut Dominic. Kiara tergelak kencang mendengar penuturan suaminya. Dia sangat gemas pada sang suami yang terlihat cemburu pada calon anak mereka yang belum lahir.


"Mas kita pulang yuk, pagian keadaanku baik baik saja kok begitu juga twins, twins sangat kuat dalam perutku. Kelak twins boy, pasti akan seperti daddynya, pria dewasa, matang, gagah dan arogan. "


Dominic mengulas senyumnya, lalu bangun dan membantu istrinya berdiri. Setelah itu ke luar dari ruangan vip, Luna langsung meminta maaf pada Kiara dan Kiara sendiripun tak mempermasalahkannya. Sesekali wanita bumil itu menyikut perut Dominic, agar ekspresi suaminya tidak dingin di depan Luna.


Brum


Kedua mobil mewah itu meninggalkan pelataran rumah sakit. Sementara hubungan Luna dan Rafendra telah membaik namun terkadang sikap menyebalkan Luna, membuat Rafendra kesal dan marah. Suasana dalam mobil seketika hening, Luna memilih larut dalam perasaan bersalahnya.


"Sayang, kenapa melamun. Apa ada sesuatu yang kamu pikirkan? " Rafendra sesekali melirik kerah gadisnya itu namun sepertinya Luna memilih diam dan tak bergeming. Lunapun menghembuskan nafas berat, menoleh ke samping lalu menggeleng.


"Enggak ada, hanya saja aku masih merasa bersalah sama Kiara. "


bersambung


JANGAN LUPA KIRIM BUNGA ATAU KOPI, VOTE DAN KOMEN

__ADS_1


__ADS_2