Posesifnya Sang Ceo

Posesifnya Sang Ceo
Twins ESJ part 15


__ADS_3

Sementara itu sepasang suami istri tengah menikmati honeymoon sekaligus liburan mereka di Love island. Evan dan Zafira kini telah berada di Resort tempat mereka menginap. Gadis itu langsung menjatuhkan dirinya di atas ranjang, tubuhnya terasa lelah sekali setelah menempuh perjalanan jauh.


"Sayang, sebaiknya kamu mandi dulu gih baru setelahnya kamu tidur sepuas kamu. " ujar Evan yang telah melepaskan kaosnya.


Zafira mengangguk, gadis itu dengan malas malasan bangun dan melesat ke kamar mandi setelah mengambil pakaiannya. Dia langsung ke luar mengenakan gaun satin berwarna biru yang lumayan seksi, dia segera merapikan rambutnya. Evan mencium keningnya dan pergi ke kamar mandi.



Dia duduk di sofa sambil menikmati suasana di sekitar resort. Evan menyusulnya, pria itu hanya memakai celana panjangnya sedangkan atasannya dia biarkan polos. Gadis itu dengan berani duduk di pangkuan suaminya, Evan merengkuh pinggangnya erat. "Sayang, nanti malam kau boleh meminta hakmu padaku!


"Kenapa buru buru baby, aku pasti akan menunggu sampai kamu siap. " ucap Evan sambil tersenyum.


"Tidak apa apa, hanya saja aku memang ingin menyerahkan diriku pada suami tercintaku memangnya salah?


Evan tersenyum mendengarnya, pria itu memagut bibir istrinya dengan mesra. Zafira mengalungkan tangannya, membalas ciuman sang suami. "Sayang, gimana kalau kita renang bareng. " ucap Zafira dengan tatapan nakalnya.


"Tentu ayo. " Evan menurunkan istrinya, pria itu melepaskan celana panjangnya, setelah itu melompat ke dalam air menyusul sang istri. Zafira terus menyipratkan air, wanita itu sengaja menggoda suaminya. Diapun kembali berenang menjauhi sang suami, Zafira melepaskan gaunnya hingga menyisakan pakaian dalam lalu melemparnya ke tepi kolam.


Jakun pria itu naik turun melihat penampilan istrinya saat ini. Zafira tersenyum senang kelihat suaminya yang telah tergoda,Evan segera menariknya hingga tubuh keduanya merapat.


"Sayang, yakin kita akan melakukan hari ini dan oh ya bagaimana dengan tamu bulanan kamu?


"Aku sudah pastikan jika beberapa hari ke depan akan aman hubby. " jawabnya sambil tersenyum penuh arti. Pria itu segera naik ke atas dengan Zafira yang memeluk seperti


koala. Evan merebahkan istrinya di atas ranjang setelah keduanya sama sama telah polos.


Sore yang panas itu menjadi sore pertama bagi keduanya yang memulai penyatuan. Evan berupaya sebisa mungkin untuk tidak menyakiti istrinya setelah dirinya berhasil menghujam wanitanya. Berbagai gaya mereka lakukan, Keduanya sama sama saling berebut memimpin permainan.

__ADS_1


Kegiatan itu terhenti saat tengah malam, Evan menggempur istrinya hingga ronde ke lima. Pria itu menarik selimut menutupi tubuh mereka, kemudian membawa istrinya ke dalam pelukan.


puk puk


"Sayang bangun dulu, kamu harus makan malam lebih dulu baby!


"Tubuh aku rasanya remuk sayang,aku gak bisa bangun. " rengek Zafira dengan mata terpejam. Evan segera memesan makanan, lalu membersihkan tubuh keduanya mengunakan tisu. Pria itu turun dan mengenakan celananya, dia mengambil makanan yang dia pesan.


"Ayo makan dulu. " Evan menyuapi istrinya secara bergantian dengan dirinya sampai habis. Setelah selesai dia ikut berbaring dengan memeluk tubuh istrinya.


Pagi telah tiba Evan bangun terlebih dulu, pria itu mengulum senyumnya melihat istrinya masih tertidur dalam dekapannya. Tangannya terulur membelai wajah cantik wanitanya, Zafira membuka matanya dan tersenyum manis pada sang suami.


"Morning hubby!


"Morning too baby. " Evan kembali memagut bibir istrinya yang membuatnya candu. Dan pagi itu mereka mengulang kegiatan panas hingga tiga ronde lamanya, setelah itu keduanya membersihkan diri.


Zafira bersandar di bahu suaminya, tangan keduanya saling bertautan satu sama lain. Gadis itu menceritakan masa kecilnya pada sang suami, Evan menoleh dan menatap dalam kearah wanitanya. "Kenapa berhenti sayang, apa ada yang kamu sembunyikan mengenai masa kecilmu? " tanya Evan.


"Bukan apa apa hubby, lebih baik bahas saja kisah masa kecilmu dengan Ethan? " Zafira sengaja mengalihkan pembicaraan, Evan sendiri tak akan memaksa istrinya untuk bercerita.


"Saat aku kecil, Ethan selalu menjahiliku baby. Dia sering memaksaku bermain dan bicara, mengingat aku dulu jarang bicara. " cetus Evan mengingat masa kecilnya bersama saudara kembarnya Ethan.


"Kau pasti tertekan bukan memiliki saudara yang super bawel seperti Ethan. " ucap Zafira sambil tertawa kecil. Evan menanggapinya dengan tawa kecil, dia juga mengatakan kalau dirinya dan Ethan sering ribut dan berdebat karena hal konyol.


Zafira tersenyum mendengar kisah masa kecil suaminya bersama Ethan dan Nara. Gadis itu kembali menatap lurus ke arah pantai, sepertinya dia tengah memikirkan sesuatu saat ini. Setelah itu kembali menatap suaminya dengan tatapan penuh cinta. "Sayang, kau ingin punya anak berapa? " tanya Zafira pada sang suami.


"Semampumu saja sayang, aku tidak ingin kau terbebani perihal keturunan. " jawab evan dengan bijak.

__ADS_1


"Thanks sudah mau mengerti aku hubby, dan beruntungnya aku bisa membedakan antara kamu dan Ethan jika tidak aku tak bisa membayangkannya hahaha. " Zafira tak bisa membayangkan apa jadinya jika dirinya salah mengenali suaminya sendiri. Evan terkekeh sambil mencubit hidung istrinya pelan, pria itu memeluk wanitanya erat.


"Harusnya aku tadi memakai bikini. " gumam Zafira yang tersenyum lebar melihat tatapan tajam sang suami. Gadis itu hanya berniat menggoda suaminya, Evan justru merasa kesal. Dia begitu posesif pada miliknya, dia tak akan membiarkan istrinya mempertontonkan tubuh seksinya di depan umum.


"Kamu marah? " tanya Zafira menatap suaminya yang tak mengatakan apapun padanya.


"Hm!


"Aku cuma bercanda hubby. " Wanita itu berusaha membujuk suaminya yang merajuk, Evan mencium keningnya dan kembali memeluknya. Pria itu mengelitiki perut istrinya, Zafira tertawa . Diapun bangkit saat suaminya lengah, terjadilah aksi saling kejar kejaran.


Evan menepiskan senyumnya, pria itu berhasil menangkap sang istri lalu menggendongnya. Zafira begitu bahagia, tawanya kali ini begitu lepas bersama pria yang dia cintai. Keduanya benar benar menikmati honeymoon mereka yang begitu menyenangkan.


Setelah hari mulai terik Evan mengajak istrinya kembali ke resort. Zafira hendak ke kamar mandi namun dadanya kembali sesak, Evan yang melihatnya dengan sigap membantu istrinya menuju ke ranjang. "Sayang ada apa, apa sakit kamu kembali kambuh? " tanya Evan panik.


"Iya By, tolong ambilkan obatku di dalam laci sayang. " pinta Zafira pada sang suami. Evan segera mengambilkan obat dan segelas air untuk istrinya, wanita itu langsung menelan obat di sertai satu tegukan air. Evan menaruh gelasnya di atas meja, pria itu duduk sambil memastikan keadaan istrinya.


"Katakan sayang, apa yang sakit? " tany Evan dengan raut cemasnya.


"Dada sayang, terkadang membuatku sulit bernafas. " ungkap Zafira. Hati Evan mencelos mendengar pengakuan istrinya. Zafira sendiri menghela nafas berat, meraih tangan suaminya lalu menggenggamnya.


"Maaf hubby, kamu harus memiliki istri penyakitan sepertiku!


"Baby aku enggak suka kamu bicara seperti itu. " ujar Evan menaikkan nada bicaranya. Tiba tiba suasana menjadi hening, keduanya sama sama tak lagi bicara. Zafira merasa bersalah telah membuat suaminya marah, Evan sendiri menyadari kebodohannya yang membentak sang istri.


"Maafkan aku. " ucap keduanya bersamaan. Keduanya tertawa lirih, Evan mengecupi tangan istrinya berulang kali.


"Kita akan sama sama berjuang sayang, aku yakin kamu pasti akan sembuh. " ucap Evan dengan optimis. Zafira mengangguk, gadis itu tersenyum manis mendengar ucapan suaminya.

__ADS_1


__ADS_2