Posesifnya Sang Ceo

Posesifnya Sang Ceo
TCSPT Part 28


__ADS_3


Kiara pindah dari rumah kontrakannya ke rumah yang di berikan oleh Reymond. Kini wanita hamil itu duduk di teras yang ada di lantai atas sambil melamun. Kiara teringat dengan suaminya, mungkin perpisahan sementara ini membuat dirinya dan juga sang suami bisa saling intropeksi diri. "Maafin mommy nak yang telah memisahkanmu dari daddy. " gumam Kiara sambil mengelus perutnya yang membesar.


"Bagaimana reaksi mas Dom ya setelah membaca surat dariku, apakah dia khawatir atau malah semakin marah sama aku. " Kiara bangkit dan pergi dari teras, dia memutuskan untuk membuat kue.


Di sisi lain Dominic seperti orang yang kehilangan kewarasannya, dia mencari istrinya ke segala tempat namun tak menemukan sosoknya. Pria itu langsung datang berkunjung ke istana Wallace, di mana adiknya berada.


"Katakan, di mana istriku berada Rey. " geram Dominic dengan raut menahan kekesalannya.


"Kau menuduhku ck, lagian kenapa kamu mencarinya bukankah selama ini kamu tidak peduli padanya, kenapa mesti panik serti itu dan lagian selama dua bulan ini kau mengabaikan istrimu kak. " sindir Reymond dengan sinis.


"Lebih baik kamu biarkan Kiara tenang, jangan menganggunya untuk saat ini. "


Dominic mendengus keras, adiknya memang benar benar menyebalkan. Pria itu menjatuhkan dirinya di atas sofa, Dominic berulang kali menghembuskan nafas berat.


"Aku memang tahu di mana Kiara tapi itu bukan hakku untuk memberitahumu. Jika Kiara mengizinkan, dia pasti akan kembali menemuimu jika dia telah siap. " lanjutnya dengan santai. Rahang Dominic mengeras, ternyata benar tebakannya jika Reymondlah yang membantu Kiara pergi, ingin sekali rasanya menghajar adik kurang ajarnya itu.


Reymond terkekeh melihat penampilan kakaknya yang biasanya rapi kini tak terurus, seperti gelandangan ckck, dan wajahnya yang hiasanya dingin kini tampak frustrasi. Ya dan itu dikarenakan Kiara, wanita yang mampu menjungkir balikan hidup dari seorang Dominic Archer.


Meski begitu dia tetap tidak akan memberitahu keberadaan Kiara, kakaknya itu perlu diberi pelajaran. "Brr nanti malam ada yang ranjangnya dingin, uhuy enggak bisa peluk tubuh istri seksi. " ledek Reymond dengan seringai menyebalkannya.


"Diam kau adik laknat. " sembur Dominic jengkel.


Pftt hahaha Reymond tertawa keras, melihat wajah kesal sang kakak. Dominic ingin sekali menenggelamkan tubuh Reymond ke lautan, adiknya itu tak berhenti menertawakannya. Pria itu kembali menghela nafas berat, teringat sang istri dengan raut sendunya.


"Kiara sayang, kamu di mana, maafkan sikapku yang menyakitimu istriku. " jerit Dominic dengan raut penyesalan. Dominic langsung bangkit, berjalan gontai meninggalkan kediaman sang adik.


Sampai di mansionnya, Dominic langsung pergi ke kamarnya. Di dalam sana, pria itu teringat kenangan menyakitkan, di mana dirinya menjadikan wanitanya sebagai pemuas ***** hingga keadaan berubah kala Kiara mengandung dan wanitanya hendak berbuat nekat. Cinta bersemi kala seringnya bersama hingga keduanya menikah, Dominic menyesali akan sikapnya hingga membuat sang istri pergi dengan calon baby twins mereka. Pria itu hendak mengambil wine namun terhenti, teringat ucapan istrinya.


Mas Dom, aku enggak suka kamu mabuk mabukan, jika kamu ketahuan minum wine aku bakal marah sama kamu mas. Aku tidak mau kesehatanmu terganggu karena kebanyakan alkohol.


"Sayang, kembalilah aku mohon. Aku menyesal telah membuatmu kecewa dan juga marah! Dominic hanya bisa mengumpat, dia khawatir jika paman Eden akan memanfaatkan kesempatan ini, dia tak ingin istri dan calon anaknya kenapa kenapa. Pria itu langsung merebahkan dirinya dia atas ranjang, menatap langit langit kamarnya.

__ADS_1


Dia meraih bingkai foto dirinya saat menikah dengan Kiara. "Maafkan aku sayang, maaf sikapku telah melukai perasaanmu. "


Drt


drt


Dominic menaruh figura fotonya, lalu menyambar ponselnya yang berbunyi. Dia tersenyum lebar, membaca pesan dari Reymond adiknya.


Reymond


Jln xx no xx, alamat tempat tinggal istrimu.


Dominic


Thanks ya Rey!


Pria itu langsung bangkit, bergegas ke luar dari kamarnya. Dia berjalan tergesa gesa meninggalkan mansionnya. Setibanya di alamat yang di maksud Reymond, Dominic menghela nafas panjang, kemudian mulai mengetuk pintu.


.


tok


tok


Cklek pintu terbuka, seorang wanita ke luar dan menatap Dominic dengan raut bingungnya. "Ada perlu apa tuan? "


"Apakah di sini ada wanita bernama Kiara, nyonya? "


"Maaf tuan, saya tidak tahu siapa yang anda maksud!


Dominic menaikkan sebelah alisnya, dia merasa bingung dengan jawaban wanita di depannya. Pria itu langsung menyebutkan ciri ciri sang istri namun wanita itu hanya menggeleng. Pria itu menghembuskan nafas kasar, diapun langsung pergi dari sana.


Sepanjang jalan, Dominic yang merasa kesal langsung mengumpati Reymond. Pria itu melirik kanan dan kiri, langit mulai terlihat gelap dan dia langsung melajukan mobilnya dengan kencang, kembali ke mansionnya dengan wajah kecewanya.

__ADS_1


Dari dalam rumah, Kiara memperhatikan mobil suaminya yang menjauh. Ya dia sengaja meminta tetangganya untuk berbicara tidak pada Dominic. Kiara mengetahui kedatangan suaminya dari Reymond, untuk itu dia segera mencari cara agar sang suami tak bertemu dengannya. "Maafin aku mas, aku belum siap bertemu sama kamu. "


Kiara menutup tirainya, lalu pergi ke ruang tamu. Wanita hamil itu memindah chanel dengan cepat, mencari tayangan televisi yang menghibur. Kiara menunduk ke bawah, menatap lekat perutnya yang membesar.


Dug


"Twins, kalian pasti merindukan Daddy ya, mommy juga nak. Sekali lagi maafin mommy, kalian harus terpisah dari daddy kalian, mommy harap kalian selalu sehat dalam perut mommy!


"Permisi nyonya, makan malam telah siap. " ujar sang kepala pelayan.


"Iya aku akan ke meja makan. " Kiara bangkit dengan pelan pelan, lalu melangkahkan kakinya menuju ke meja makan.


"Bi, temani aku makan ya. "


"Tapi nyonya. "


"Please.. " pelayan itu mengangguk, Kiara tersenyum senang, menarik kursi lalu duduk. Mereka makan malam bersama, sesekali disertai obrolan kecil, membahas kedatangan Dominic tadi. Kiara tersenyum simpul, dia merasa tak tersinggung dengan ucapan pelayannya itu.


"Aku dan Mas Dom sedang ada masalah Bi, aku ingin menenangkan diri di sini!


"Jika merindukan tuan, nyonya sebaiknya hubungi tuan Dominic. "


Mereka melanjutkan makannya, Kiara menimbang saran yang di berikan pelayan padanya. Meski kecewa pada sang suami namun hal itu tak membuatnya urung merindukan suaminya itu.


"Mas Dom, aku kangen sama kamu mas. "


"Saya beresin ini dulu nyonya, sebaiknya nyonya istirahat. " Pelayan langsung membereskan meja makan, Kiara beranjak dari sana dan langsung pergi ke kamarnya. Wanita hamil itu menghela nafas panjang, biasanya dirinya akan di peluk oleh sang suami namun malam ini dirinya tidur terpisah dari Dominic.


Kiara duduk di atas kasur, memperhatikan cincin yang ada di jari manisnya. Meski awal hubungan mereka sesuatu yang pahit, namun Kiara tak menyesalinya, mengenal dan jatuh cinta pada pria yang kini menjadi suami sekaligus daddy dari calon anak dalam perutnya.


"Mas Dom, aku harap kamu bersabar. Aku pasti akan kembali ke pelukanmu setelah hatiku merasa baik. Biarkan kita terpisah jarak dan rindu, namun yang pasti cinta kita tetap kuat dan untuk, meski raga kita jauh. " batin Kiara.


bersambung

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN KOMEN


__ADS_2