
Nah lho hati hati babang Louis, sekali nyakiti istrimu maka Nia bakal jatuh ke pelukan pria lain.
Like, vote dan komentar 🌸
Tepat dua minggu lebih, sosok Louis tak kunjung kembali dari Meksiko. Nia semakin khawatir akan kondisi sang suami yang masih saja tidak bisa di hubungi. Pelayan datang, menghampiri nyonya mudanya yang berada di dalam kamar.
"Ada apa bibi? "
"Itu Tuan Louis sudah pulang bersama tuan besar dan tuan Leon. "
Nia segera turun dari ranjang, bergegas ke luar dari kamarnya. Wanita hamil itu menuruni anak tangga, menemui suaminya yang telah pulang tiba tiba. Matanya berkaca kaca melihat Louis berdiri tak jauh darinya, Nia langsung pergi menerjangnya.
Grep
"Hubby hiks, akhirnya kamu kembali juga. " isak tangis Nia pecah sambil memeluk tubuh Louis. Tak lama Nia melepaskan pelukannya, wanita itu mendongak melihat suaminya yang sedari tadi hanya diam. Dia melirik kearah dadddy Dom dan juga Leon, lalu kembali melihat Louis.
"Katakan kenapa kamu hanya diam sayang? "
"Kau siapa!
Duarrr
Dunia Nia seketika runtuh mendengar ucapan suaminya, mommy Kiara menitikkan sir matanya melihat wajah sendu sang menantu. Nia menggeleng tak percaya, cairan bening membasahi kedua pipinya. "Aku Harmonia Louis, aku istrimu dan ibu dari calon anak
kita. " pekik Nia sambil mengguncang tubuh suaminya.
"Nia meringis memegangi perutnya yang terasa kram. " Awh. " hal itu membuat semua orang khawatir padanya.
"Louis boponglah istrimu, bawa dia ke kamar kalian perlu bicara. " tegas Daddy. Louis membopongnya, membawa istrinya itu menuju ke kamar. Pria itu kini membiarkan Nia berada di pangkuannya, tangannya terulur, mengelus perut rata wanitanya.
Nia masih sesegukan, tubuhnya yang lemah dia sandarkan di dada suaminya. Louis menghela nafas panjang, tangannya memeluk pinggang Nia tak terlalu erat. "Maafkan aku yang tidak mengingatmu!
Wanita itu bangkit, namun Louis menahannya. Dia tidak ingin istrinya marah padanya. Nia menoleh, raut wajahnya menunjukkan kesedihan yang mendalam bercampur rasa sakit.
__ADS_1
"Berbaringlah! Louis membantunya berbaring, pria itu langsung memberi kecupan di perut rata sang istri. Nia tersenyum haru, tangannya membelai rambut gelap sang suami.Louis mendongak, ikut berbaring di sebelah suaminya.
"I love you sayang. "
Bukannya membalas ucapan sang suami, Nia malah memukulinya melampiaskan kekesalannya. "Kamu memgerjaiku hubby hiks, kamu jahat. Apa kamu tahu, aku selalu kepikiran sama kamu, tapi kamu malah kayak gini. " gumam Nia lirih.
Rasa bersalah melingkupi hati Louis, pria itu langsung mendekap istrinya, namun Nia memberontak. Wanita itu sepertinya sangat kesal akan apa yang dilakukan Louis. "Sayang stop, kamu sedang hamil ingat itu. "
Niapun berhenti, tangannya menyentuh wajah dan tubuh sang suami, memastikan semua ini nyata bukan mimpi. Louis mendekatkan wajahnya, memagut bibir yang sangat dia rindukan, Nia membalas ciuman suaminya.
Hah hah hah Nia meraup oksigen sebanyaknya, wajahnya nampak begitu sumringah melihat suaminya telah kembali kepelukannya. "Hubby, katakan apa yang sebenarnya terjadi di sana? "
"Ada yang berniat menjebakku sayang, orang itu menggunakan cairan pelumpuh ingatan namun daddy dan Leon datang tepat waktu. Aku sudah menyuruh detektif untuk mencari tahu siapa orangnya! ujar Leon yang menceritakan inti dari kejadian yang dialaminya.
"Dengar kurangi sikap egomu sayang, demi calon anak kita. Kamu harus banyak makan agar kesehatan kamu dan calon anak kita tak terganggu! Leon bersikap tegas agar istrinya mengerti, dia tidak ingin terjadi sesuatu pada istri dan calon anaknya. Nia mengangguk, wanita itu melepaskan kemeja suaminya lalu melemparnya, begitu juga dengan Louis.
Louis terus menjamah lekuk tubuh qanita dengan sentuhan tangan dan bibir. Pria itu melakukan dengan hati hati dan lembut, perlahan melakukan penyatuan. .
Satu jam berlalu kegiatan itu terhenti, Louis membaringkan tubuhnya di sebelah sang istri, menarik selimut menutupi tubuh mereka. Louis kembali menyesap leher wanitanya, tangannya masuk ke dalam selimut, membelai dua gunung istrinya yang padat dan sekal.
"Emh. "
"Maaf sayang, membuatmu khawatir. " Louis mengecup singkat keningnya, dia sangat mencintai wanita dalam dekapannya ini. Nia merasakan damai berada dalam pelukan hangat sang suami, pria yang dua minggu ini dia rindukan.
"Berhati hatilah hubby, aku tidak mau kehilanganmu!
"Tentu sayang. " setelah itu Louis membawa istrinya pergi mandi. Selesai mandi dan berganti pakaian, mereka segera ke luar kamar dan menemui keluarga mereka. Danzo datang menemui adik kesayangannya, aura pria itu sangat dingin dan memiliki pesona yang kuat.
"Kak Zo. " teriak Nia. Danzo bangkit, pria itu berjalan kearah sang adik, dia mengabaikan tatapan adik iparnya itu. Sret Danzo menarik tangan adiknya, lalu membawanya ke pelukannya, mengabaikan umpatan Louis padanya.
"Kakak merindukanmu Nia, bagaimana kabar kamu dan calon keponakan kakak. " ujar Danzo.
__ADS_1
"Dia baik kak. " balas Nia sambil mengelus perut datarnya. Louis mendorong Danzo, lalu memeluk wanitanya dengan posesif. Danzo berdecih, mereka kembali duduk di sofa. Nia menghela nafas panjang, sikap posesif suaminya kembali ke permukaan namun dia menyukainya.
"Dengar Louis Greyson, anggap saja ini ancaman bagimu jika kamu berani menyakiti adikku atau membuatnya menangis, jangan harap kamu bisa bertemu dengannya lagi. " tegas Danzo.
Seringai Danzo terbit di sudut bibirnya, dia menatap sang adik ipar dengan tatapan seolah olah mengejek pria itu. "Kau harus hati hati Louis sainganmu sangat berat, dia XANDER KANE JOHNSTONE pria yang cukup
berbahaya. "
"Nia apa kamu masih ingat dengan Xander? " Danzo sengaja memanas manasi sang adik ipar, Nia terdiam sejenak dan mencoba mengingat nama itu.
"X, bukankah dia pria yang menjagaku dulu saat kamu sibuk bekerja dengan kakek. " ujar Nia memastikan.
"Benar!
Tangan Louis terkepal kuat, dia tidak menyukai wanitanya mengenal pria lain selain dirinya. Danzo tersenyum penuh kemenangan, sepertinya dia berhasil membangunkan sang singa. Dia semakin memeluk posesif sang istri, Nia menoleh dan menelan salivanya, melihat tatapan suaminya padanya.
Orang tua Louis dan Leon hanya menghela nafas, Danzo sepertinya pria yang cukup berbahaya dan penuh tantangan namun penyayang saudaranya. Mommy Kiara merasa menantunya beruntung memiliki seorang kakak yang menyayangi Nia.
"Dengar Danzo, Nia milikku, istriku dan ibu dari calon anakku, aku tak akan pernah menyakitinya dan membiarkannya bersama pria lain. " desis Louis tak suka. Sekuat tenaga dia berusaha menahan amarahnya, menahan untuk tidak meninju wajah sang kakak iparnya itu.
"Bagus. "
"Sayang, aku tidak suka kamu menyebut nama pria lain. " bisik Louis di telinga sang istri kemudian mengecupnya singkat. Pipi Nia seketika merona, wanita itu menyusupkan wajahnya di dada Louis.
"Aku ingin bicara berdua denganmu Louis!
"Baiklah. " Louis melepaskan pelukannya di tubuh Nia, lalu bangkit dan pergi bersama Danzo.
"Nak, sebenarnya apa pekerjaan dari kakakmu itu? " tanya Daddy pada menantunya.
"Kak Zo bekerja di perusahaan Dad, memangnya ada apa? " Daddy Dominic menggeleng, pria paruh baya itu tak percaya akan hal itu.
"Danzo pria berbahaya, apa jangan jangan dia berada di dunia hitam, salah satu ketua mafia yang ditakuti. " batin Daddy penasaran. Dia merasa instingnya begitu yakin tentang Danzo, namun dia memilih diam.
__ADS_1
"Dan siapa itu Xander Kane Johnstone? "
tbc