
Hanum benar benar kesal dengan sikap suaminya, bagaimana bisa Nickolas hanya diam saat wanita lain memeluknya. Kini keduanya terlihat perang dingin, Hanum semakin kesal saat suaminya tak berusaha merayunya. Gadis itu memilih menghindar saat mereka berpapasan.
"Aku gak mungkin cemburu 'kan? " batin Hanum dalam hatinya.
"Num ada apa, kenapa kamu marah marah sayang? " tanya Nickolas yang berjalan mendekati istrinya itu.
"Gak papa. " jawabnya cuek. Nickolas menghela nafas berat, dia benar benar tak mengerti dengan sikap Hanum.
"Kenapa kau hanya diam saat wanita lain memelukmu Om? tanya Hanum dengan raut datarnya. Nickolas menatap lekat istrinya, diapun paham kenapa istrinya menghindar darinya.
Dengan bibir melengkung, Nickolas mendekatinya lalu merangkul pinggang Hanum. "Kau cemburu sweety? " goda Nickolas.
"Em tentu saja tidak. " Hanum terlihat salah tingkah, Nickolas terkekeh melihat tingkahnya yang lucu. Hanum semakin kesal melihat suaminya yang menertawakan dirinya.
"Jujurlah sweety kalau kau cemburu, aku sangat senang jika kamu cemburu padaku!
Hanum menepis tangan suaminya, memilih duduk di sofa dengan wajah cemberut. Entahlah gadis itu masih bingung dengan perasaannya pada Nick. Gadis itu sesekali melirik suaminya yang kini memperhatikan dirinya. Ada rasa bersalah dalam dirinya, pernikahan mereka sudah berjalan hampir satu bulan lebih namun Hanum belum memberikan hak Nickolas sebagai suami.
Hanum bangkit, mendekati suaminya lalu membisikkan sesuatu. Wajah Nick nampak terkejut, tak lama sebuah senyum lebar menghiasi wajahnya. Dengan antusias pria itu mengajak istrinya ke luar. Hanum tersenyum geli melihat tingkahnya yang berlebihan.
Keduanya pergi ke mall, membeli lingerie yang akan di pakai Hanum nanti malam untuk memberikan haknya pada Nick.
Selesai belanja keduanya berkencan, Nickolas mengulum senyumnya melihat tingkah lucu sang istri. Keduanya terlihat begitu mesra, para wanita yang melihatnya merasa iri dan ada juga yang berbisik tentang Hanum.
"Hanum. " sapa seseorang. Hanum menoleh, wajahnya berubah datar melihat seseorang yang dia benci. Wanita itu Nathalie kakak perempuan Hanum, perhatiannya teralih pada Nicolas yang berada di samping Hanum.
"Bukankah kamu Nicolas Demian
Johnstone. " ujar Nathalie dengan senyum lebarnya. Dia merasa sangat beruntung bisa bertemu dengan salah satu pewaris keluarga Jonstone.
"Ya Kau benar!
__ADS_1
"Hanum, bagaimana bisa kau bersama tuan Nicolas? " tanya Nathalie dengan tak sabaran. Hanum mendesah berat, sebenarnya dia malas harus berbicara dengan kakaknya itu.
"Aku suami Hanum, kami sudah menikah satu bulan lalu. " sahut Nicolas dengan santai mengabaikan reaksi terkejut dari wanita di hadapannya. Hanum mengajak suaminya pergi, dia tak mempedulikan raut terkejut Nathalie.
"Cih sial, bagaimana gadis itu bisa mengenal dan menikah dengan Nicolas! Nathalie menatap kepergian Hanum dan suaminya dengan tatapan kesal.
Tiba di mansion Hanum memeluk tubuh suaminya, kehadiran Nathalie membuat moodnya buruk. Nickolas mengusap punggung sang istri, berusaha menenangkan wanitanya. Hanum melepas pelukannya, menghela nafas berat.
"Kenapa aku harus bertemu dengan kak Nathalie sih. " gerutunya kesal. Nick mengajak istrinya duduk, dia membiarkan Hanum mengatakan keluh kesahnya.
"kamu di sini aja. " Nick bangkit, pergi ke dapur. Hanum menyandarkan tubuhnya ke sofa, tak lama Nick kembali dan menyerahkan segelas air. Hanum segera meneguknya hingga tandas. Gadis itu memilih bersandar di dada suaminya, Nickpun membiarkannya.
"Sayang gimana kalau kamu jadi sekretarisku di kantor? " tanya Nick sambil menggenggam tangan sang istri.
"Tapi aku tak memiliki skill hubby,apa aku pantas. Aku gak mau membuat kamu malu di depan karyawan dan klien kamu!
Nick menghela nafas panjang, memeluk sang istri disertai ciuman di kening. Diapun berusaha meyakinkan sang istri agar setuju, mengingat bagaimana sekertaris lamanya di kantor selama ini membuatnya risih..Hanum melepas pelukannya, mengajak sang suami ke kamar mereka
"By bagaimana penampilanku!
Nick menoleh, pria itu menelan salivanya melihat penampilan sang istri. Dengan malu malu Hanum menghampiri suaminya, duduk di pangkuan Nickolas. "Lakukan sekarang By, kamu berhak atas diriku!
Nick menggendong istrinya, merebahkan di ranjang dan melepas pakaian mereka. Siang yang panas menjadi semakin panas, suara kesakitan Hanum berubah menjadi ******* dan rintihan, Kalla suaminya melakukan penyatuan.
Hanum terus mendesah, membuat Nick semakin bersemangat. Wanita itu tersenyum melihat suaminya yang begitu seksi saat berkeringat seperti sekarang. Berbagai gaya mereka lakukan, keduanya terus bertempur hingga sore.
"Umh. " Keduanya sama sama mengalami pelepasan untuk kesekian kalinya. Hanum terkulai lemas di atas tubuh sang suami, Nick mengusap punggung polos wanitanya.
"By maaf karena membuatmu menunggu lama!
"Iya sayang gak papa, makasih telah menjaga kemurnianmu hanya untukku! Nick menurunkan tubuh istrinya di sebelah sisinya, pria itu menarik selimut menutupi tubuh mereka.
__ADS_1
"Hubby aku ingin bayi lucu yang mirip sama kamu. " gumam Hanum sambil sesekali mengusap dada sang suami. Nick mengeratkan pelukannya, mencium bibir istrinya sekilas.
"Memangnya kamu sudah siap punya baby sayang? " tanya Nick dengan lembut.
"Tentu saja siap Hubby!
Nick tersenyum kecil melihat antusias sang istri, dia sentuh perut rata Hanum dan berharap sama seperti apa yang di inginkan sang istri. Hanum hendak bangun namun tubuhnya terasa sakit, dia urungkan niatnya.
"Sakit By. " rengeknya manja. Nick merasa bersalah, bangkit dan menggendong sang istri menuju ke kamar mandi. Setelah keduanya bersih bersih, Hanum tengah melakukan video call dengan Ella. keduanya bercerita banyak hal dari hal hal lucu hingga membahas kehamilan Ella.
"Aku jadi gak sabar menunggu kelahiran calon baby kamu Ella. " ujarnya antusias. Ella tersenyum menanggapi ucapan iparnya itu, tanpa sadar Hanum keceplosan membuat Ella tertawa.
"Cie akhirnya, gimana rasanya Num? " goda Ella.
"Aku malu Ella jangan bahas itu. " cicitnya dengan wajah menahan malu. Ellapun mengangguk, memilih membahas lainnya, terutama rencananya untuk membuka usaha butik.
"Aku mendukung apa yang ingin kamu lakukan Ella, asalkan itu tak membuatmu kelelahan!
"Tapi ini cuma rencana Hanum, aku belum bicarakan hal ini sama mas Gara." Ella belum bicara dengan suaminya,mengingat bagaimana posesifnya Gara padanya.
"El, gimana kalau kita piknik bareng pasti seru sekalian liburan gimana? " tanya Hanum.
"Aku setuju, mas Gara punya Villa dan katanya suasana di saja sejuk dan nyaman Lalu kapan kita ke sananya, mas Gara sudah setuju nih!
"Gimana kalau besok aja, berangkatnya pagi pagi!
Hanum mengakhiri obrolannya, dia segera memberitahu rencananya pada sang suami. Melihat suaminya hanya diam, membuat Hanum kecewa. "Kamu gak bisa ikut mas? " tanya Hanum pada Nickolas.
"Tentu bisa sayang, apapun untuk kamu. " jawab Nickolas sambil tersenyum jahil. Nickolas sengaja menggoda istrinya, tahu dirinya di jahili wajah Hanum nampak cemberut. Nick terkekeh melihat istrinya yang tengah merajuk sekarang.
tbc
__ADS_1