
Like, vote dan komen ya 🤗
...🥀HAPPY READING 🌸...
Tengah malam Louis mengintai villa yang di tempati istrinya, setelah lama mencari keberadaan Nia akhirnya pria itu menemukan sang istri berada. Bayangan bayangan di mana istrinya bercanda, bersikap manja atau malah memyerahkan tubuhnya pada pria lain justru otaknya mendidih.
"Em King, apa kita akan terus memantau villa itu. " seru Harry berucap hati hati takut menyinggung bossnya.
"Tidak, aku akan segera masuk ke villa dan menemui kucing nakalku. " pungkas Louis. Harry menghela nafas pelan, dia tak habis fikir dengan kelakuan boss kejamnya ini.
"King, saya sarankan Anda sebaiknya bilang ke nyonya muda kalau anda cemburu padanya. " ucap Harry.
"Sebaiknya tutup mulutmu, jangan ikut campur Harry!
Huft salah lagi
"Sialan, si singa jantan ini belum terlalu jinak, rupanya singa betina perlu usaha lagi. " batin Harry dalam hati. Louis berjalan santai menuju ke Villa, pria itu memanjat dinding lalu masuk ke kamar Nia melalui jendela kamar wanita itu.
"Cih rupanya dia tidur nyenyak. " Louis memperhatikan istrinya yang terlelap damai di atas ranjangnya. Pria itu berjalan pelan kearah Nia, dia perhatikan wanitanya dengan lekat. Louis tertegun, melihat sisa sisa air mata di pipi wanitanya, membuatnya sedikit keheranan.
Grep Louis membawa Nia ke dalam gendongannya, tak lama Harry membuka pintunya. Pria itu ke luar dan menuruni tangga di susul Harry yang mengekorinya dari belakang.
Harry tancap gas, melaju dengan kecepatan penuh menuju ke mansion. Louis diam kala Nia mendusel ke dadanya, mencari posisi yang nyaman.
"Wanita ini. "
Louis ke luar dari mobil, langsung masuk ke mansion dan pergi ke kamarnya. Pria itu membaringkan tubuh Nia di atas kasur, lagi lagi Louis memperhatikannya dengan tatapan penuh arti. Pria itu segera melepas kemejanya, kemudian ikut berbaring di samping istrinya.
##
Nia membuka matanya, hal pertama yang dia lihat dada bidang, dia mendongak dan terkejut melihat dirinya dalam dekapan Louis. Louispun ikut terbangun, bibirnya terangkat membentuk sebuah seringaian.
"Pagi kucing nakalku!
__ADS_1
Nia tak membalas sapaan suaminya, dia berusaha melepaskan pelukan Louis namun sepertinya pria itu mengeratkan pelukannya, hingga tubuh keduanya menempel. Niapun menyerah, dirinya pasrah di peluk erat pria yang menjadi suaminya.
"Kenapa kamu diam hemm, kemana keberanianmu yang kemarin? "
"Kenapa kamu membawaku ke mari lagi tuan LOUIS! Louis mendadak kesal, mendengar panggilan Nia padanya. Nia memasang wajah datarnya di hadapan sang suami, wanita itu hanya ingin membentengi hati dan dirinya.
"Kamu berubah karena pria itu bukan, apa dia menyentuh kamu Nia? "
"Untuk apa kamu menanyakan hal itu, bukankah sejak awal kau hanya mempermainkanku
Tuan. " Niapun menyentak tangan suaminya, lalu berusaha turun dari ranjang. Louis tak membiarkannya turun, pria itu menindihnya, melepaskan pakaian mereka kemudian melakukan penyatuan tubuh pagi itu.
Niapun terlelap karena kelelahan melayani sang suami, Louis mengusap punggung sang istri kemudian menciumi wajah wanitanya tanpa terlewat.
Skip
Jam 09 pagi, selesai mandi dan berganti pakaian Nia memutuskan ke luar dari kamar. Dia pergi ke taman, menyirami bunga bunga di sana dengan sorot mata kosongnya. Setelah selesai Nia berbalik, terdiam melihat suaminya kini ada di hadapannya.
"Bersiaplah aku akan mengajakmu ke sebuah tempat. " pungkas Louis. Pria itu mengamati ekspresi dari sang istri lalu membuang nafasnya berat. Dia mengenggam tangan Nia, lalu menariknya menuju ke mobil. Sopir melajukan mobilnya kencang, baik Louis atau Nia tak ada yang berbicara.
"Kekuasaan atau kamu berniat menghancurkan kakek aku?
"Tepat sekali. " Hati Nia seketika hancur, namun wanita itu memilih menyembunyikannya. Dia memilih memalingkan wajahnya kearah ke luar, entah akan bagaimana nasib pernikahan mereka.
Kini mereka berada di sebuah Hotel mewah di Bali, Louis mengajak istrinya honeymoon. Setelah membereskan barang mereka, Nia memutuskan berdiri di balkon menatap pemandangan dari atas sana.
Louis mendekapnya dari belakang, tangan nakalnya menjelajahi gunung kembar sang istri yang terbalut pakaian dalam. Wanita itu membalik tubuhnya, manik cokelatnya menatap sendu kearah sang suami. "Tuan. "
"Panggil aku Hubby, honey!
"Hubby, aku lupa meminum pil kontrasepsi. " cicit Nia dengan pelan. Ya wanita itu telah pasrah pada takdir hidupnya, sekarang dia memiliki suami meski pria yang menjadi suaminya, bukan orang yang dia harapkan.
Seringai terbit di sudut bibir Louis, entahlah apa yang dipikirkannya saat ini. Tatapannya turun ke bawah tertuju pada perut rata Nia. "Bukankah itu bagus jika kamu hamil, kamu tidak akan bisa kabur lagi dengan pria lain. " pungkasnya.
__ADS_1
Mana mungkin aku hamil, sedangkan sikapmu sering berubah padaku. Terkadang baik dan terkadang kau begitu kejam padaku Louis.
Grep Louis menggendongnya ala baby koala, membawa istrinya duduk di sofa sambil menikmati pemandangan dari balik balkon kamar hotel. Pria itu melepas celana sang istri kemudian melakukan penyatuan.
"Engh Hubby. " Nia mengalungkan tangannya ke leher sang istri, melenguh nikmat akan penyatuan yang dilakukan suaminya. Louis semakin keras menghentakkan pinggulnya, bibirnya tersenyum puas melihat istrinya yang begitu menikmati sesi percintaan mereka.
Cairan Louis merembas masuk ke rahim sang wanita, Niapun membiarkannya. Wanita itu tengah fokus mengusap peluh di kening suaminya. Dengan posisi yang masih intim, Nia menyandar di dada suaminya, tubuhnya lelah setelah sesi bercinta mereka barusan.
"Honey, satu minggu lagi aku akan pergi ke Meksiko!
"Tapi aku enggak mau di tinggal Hubby. " rengek Nia. Suara manja istrinya, membuat sudut hati Louis terasa begitu hangat. Pria itu kembali memagut bibir sang istri, dia merasa begitu gemas pada wanitanya. Sikap Nia tak biasanya seperti ini, dia jelas melihat jika wanitanya ini memang tidak mau di tinggal pergi olehnya.
"Tumben sikapmu berubah hemm? " Louis menaikkan sebelah alisnya, menatap isteinya dengan pandangan menyelidiknya.
Niapun kesal, dia melepaskan penyatuan mereka kemudian memakai kembali dress seksinya. Louis buru buru menahannya, pria itu kembali memangku sang istri. "Aku sudah memikirkan ini Louis, aku menerima pernikahan kita. Terserah kamu mau menyakiti ku lebih dalam lagi atau bagaimana!
"Yang pasti aku menunggumu, jika sikapmu masih kejam mungkin suatu saat aku akan mundur, pergi dari sisimu. "
Deg
Louis menatap dalam istrinya, terlihat wajah Nia begitu serius dan sepertinya dia tidak main main. Wanita itu menangkup wajah suaminya, di kecupnya seluruh wajah tampan Louis.
Louis Pov
Nia, suatu hari nanti saat kamu tahu kalau akulah penyebab Dika tewas, apa kamu tetap akan bersikap lembut padaku! Mungkin saja kamu akan membenciku seumur hidupmu, aku tidak akan biarkan hal itu terjadi Nia. Meski harus bersikap egois, aku tidak akan membiarkanmu pergi dari sisiku Harmonia.
"Nia, setelah pulang dari Bali, kita akan bertemu orang tuaku!
"Benarkah hubby. " mata Nia berbinar cerah kala mendapat anggukan dari suaminya. Setelah sekian lama Nia akan di perkenalkan pada orang tua sang suami. Louis tersenyum tipis, memperhatikan wajah bahagia istrinya.
"Asalkan kamu mau melahirkan banyak anak untukku sayang!
__ADS_1
"Iya aku mau, tentu saja mau! Nia kembali memeluk tubuh sang suami, Louispun mendekapnya erat sesekali mencium kepala wanitanya.
tbc