
Satu bulan kemudian
Yang saat ini Louis lakukan hanya bisa memberi perhatian lebih pada si kembar supaya rasa rindunya pada sang istri sedikit terobati. Dia ingin sekali bertemu Angela, meminta maaf pada istrinya akan sikapnya yang kemarin. "Daddy, sebenarnya mommy ke mana? " tanya Liana dengan polosnya.
Louis menghela nafas berat, di perhatikan wajah puterinya yang begitu mirip mendiang istrinya Harmonia. "Mommy Angel lagi menginap di rumah Uncle Leon dan Aunty Terry, sayang!
"Dad, ayo pergi jemput mommy. " rengek si kecil Liana.
"Nana benar Dad, ayo jemput mommy. " timpal si sulung Logan. Lagi lagi terdengar suara helaan nafas, Louispun paham jika anak kembarnya merindukan mommy mereka dan calon adik mereka begitu juga dirinya.
Drt
drt
"Ya Halo Leon. "
"Apaa.. " teriaknya. Louis mematikan ponselnya, mengajak si kembar ke luar dari mansion. Pria itu melajukan mobilnya kecang menuju ke rumah sakit.
"Maafkan aku sayang, aku tidak ada di sisimu saat kau butuh. " sesal Louis.
Tiba di rumah sakit, Louis meminta Harry untuk menjaga si kembar, sedangkan dia langsung pergi menemui Leon dan Terry.
"Bagaimana bisa, istriku terjatuh di dalam kamar mandi hah. " Louis yang emosi, menarik kerah saudara kembarnya. Leon merasa bersalah, dia merasa lalai hingga sang kakak ipar terpeleset.
"Maafkan aku Louis!
Bug
Setelah memukul Leon, Louis segera masuk ke dalam ruangan sang istri. Terry berjalan mendekati sang suami, mengobati luka di wajah Leon. Lalu keduanya menyusul Leon masuk ke dalam ruangan rawat Angela.
##
"Sayang, maafkan aku. Aku sebagai suamimu merasa gagal menjagamu. " Louis menyatukan keningnya dengan sang istri, hatinya begitu sakit melihat tubuh lemah wanitanya. Angela membuka matanya perlahan, wajahnya tampak pucat namun bibirnya melengkung melihat suaminya hadir di hadapannya.
"Hubby. " gumam Angela lirih.
"Sayang mana yang sakit, katakan padaku
__ADS_1
hum. " Angela menggeleng, tangan wanita itu menyentuh wajah suaminya. Nyata, dia kira hanyalah mimpi namun ini benar benar sosok sang suami.
Angela beralih menatap kearah perutnya, dia meraba perutnya yang kembali rata. "Di mana baby triplet hubby, katakan di mana mereka. " panik Angela, wanita itu sangat ketakutan.
"Angel, baby triplet ada di inkubator, mereka lahir prematur. " sahut Terry yang sejak tadi mengamati kedua iparnya.
"Bisakah aku menemui mereka. " pintanya pada sang suami. Louis menghela nafas pelan, lalu mengangguk dan segera mengambil kursi roda. Ria itu membopong istrinya, menaruhnya di kursi roda lalu membawanya ke luar.
"Kalian memiliki dua pangeran dan satu princess. " ungkap Leon.
"Hubby, katakan siapa nama baby triplet? " tanya Angela dengan senyuman di bibir pucatnya.
Erlangga Bradly Parker
Elvira La Feyre Parker
Elvan Stevano Parker
"Bagaimana menurutmu sayang? " Louis mengusap kepala sang istri, Angela menoleh kemudian memgangguk setuju. Dia menciumi pucuk kepala sang istri, hidupnya telah lengkap sekarang dirinya, Angela dan kelima buah hati mereka.
Louis mendorong kursi roda istrinya, lalu membawanya masuk ke ruangan Angela diikuti Terry dan Leon. Louis membantu istrinya kembali berbaring, pria itu memberikan kecupan sayang untuk ibu dari anak anaknya. "Sayang dengarkan aku, aku sangat mencintaimu dan sekali lagi maafkan sikapmu kemarin. "
"Mommy, Daddy. " pekik Liana. Si kembar datang, mereka di antar oleh Harry, asisten kepercayaan Louis. Bocah kembar itu memberikan kecupan di kedua pipi Angela, Angela terkekeh di buatnya.
Terry ikut merasakan kebahagiaan kakak iparnya, dia lantas beralih pada perut buncitnya memberikan usapan di sana. Leonpun mengajaknya ke luar setelah berpamitan pada Louis dan Angela. Kini mereka dalam perjalanan pulang, Terry bersandar di bahu sang suami.
"Sayang kau lihat cinta Louis begitu besar pada Angela begitupun sebaliknya, aku sangat senang melihatnya. Aku harap mereka selalu bahagia begitu juga dengan kita. " gumam Terry dengan tulus.
"Ya sayang, kau benar!
Setelah merasa baikan, Louis mengajak istrinya pulang. Pria itu meminta para dokter dan suster menjaga ketat baby triplet, mengingat bagaimana ketiga bayi itu terlahir sebelum waktunya. Dia tidak ingin Devon atau siapapun yang mampu mencelakai ketiga bayinya.
Louis dan Angela akan sering berkunjung ke rumah sakit, menjenguk ketiga bayi mereka. Kepulangan Angel di sambut oleh mommy dan daddy, Angel memeluk tubuh hangat mertuanya.
"Mom, baby triplet lahir prematur karena kecerobohanku, aku tidak bisa berhati hati. " sesal Angela.
"Nak jangan menyalahkan dirimu sendiri, yang terpenting kamu dan baby triplet baik baik
__ADS_1
saja. " sahut mommy dengan bijak. Mommy mengusap punggung menantunya, lalu beralih kearah puteranya.
"Sayang, ajaklah istrimu ke kamar! "
"Iya Mom. " Mommy Kiara tahu, puteranya itu begitu merindu pada Angela, hingga dia memberikan waktu berdua untuk anak dan menantunya. Louis mengajak istrinya ke kamar mereka, meninggalkan kedua orang tuanya.
Cklek
"Terimakasih sayang, kamu memberikan anak anak yang lucu untukku, kamu juga mencintai si kembar dengan tulus, memberikan kasih sayangmu pada mereka. " ucap Louis saat keduanya berbaring di atas ranjang. Angela mengecup singkat dada suaminya, tangannya membelai dada bidang Louia lalu turun ke bawah.
"Sama sama By, itu sudah kewajibanku sebagai istrimu dan selama dua bulan kamu harus menahan diri untuk tak menyentuhku. " Raut Louis berubah masam, Angela tergelak melihatnya. Wanita itu menggeleng geli melihat tingkah merajuk suami mesumnya.
"Sabar ya sayang!
Louis yang gemas, melihat istrinya menertawakan dirinya langsung saja menyerbu bibir manis wanitanya. Angela membalas ciuman suaminya tak kalah lembutnya.
"Ngomong, ngomong asistenmu sudah punya kekasih belum sih hubby? " tanya Angel pada suaminya.
"Kenapa kamu nanyain Harry sih sayang. " protes Louis tak terima. Angel hanya bisa mendengus geli, suami pencemburunya ini benar benar membuatnya gemas.
"Enggak, hanya saja gimana kalau kita cariin dia jodoh, ya supaya enggak kesepian. " celetuk Angel. Louis menatap istrinya lekat, dia paham maksud dari istrinya saat ini.
"Ya kalau dia terima oke, kalau enggak gimana sayang? "
"Kalau Harry nolak ya kamu gertak, pura pura pecat saja dia atau suruh dia ikut di acara kencan buta. " ujar Angela.
"Jahil ya kamu sayang. " Louis menjawil hidung sang istri, Angel hanya nyengir di hadapannya.
"Kau tahu sayang, Harry tidak pernah dekat dengan wanita, dia terlalu kaku. Selama ini dia hanya fokus berada di sisiku, menemaniku mengelola perusahaan. " Louis mengingat bagaimana asistennya itu selalu fokus pada perintahnya selama ini. Jadi dia semakin ragu, mana mungkin Harry mau pergi kencan buta seperti keinginan istrinya saat ini.
"Ternyata asistenmu cukup royal dan profesional ya sayang, ya aku harap dia juga menemukan bahagianya seperti kita. "
"Huum. "
Hatchi
__ADS_1
Harry langsung bersin, pria itu mengusap hidungnya yang tak gatal. "Cih sial Siapa yang membicarakanku di belakang. " Setelah itu dia kembali membersihkan apartemen miliknya.
tbc