
Shenna tengah menunggu kekasihnya di dalam mobil, kerasa bosan gadis itu ke luar. Dari kejauhan seorang wanita paruh baya memperhatikannya, lalu berjalan mendekatinya.
"Shenna. " panggil wanita itu.
Dia langsung menoleh, mengerutkan kening melihat wanita asing di depannya ini. Mama langsung datang memeluknya namun Shenna segera mendorong pelan tubuhnya.
"Tante siapa? " tanya Shenna yang merasa tak mengenal wanita di depannya ini.
Deg
Nyonya Karina terkejut, apa yang terjadi dengan putrinya hingga tak mengenali dirinya saat ini. Perempuan itu menjelaskan siapa dirinya pad Shenna, Shenna hanya diam dan sepertinya dia tengah kebingungan sekarang.
"Sayang, maaf.. " Ethan ke luar dari toko, terkejut melihat calon istrinya berbicara dengan seorang wanita. pria itu segera menaruh belanjaannya di dalam mobil lalu mendekati sang kekasih.
"Kak Ethan, nyonya ini mengaku sebagai ibuku apakah benar? " tanya Shenna pada sang kekasih. Ethan menyuruh mereka masuk ke mobil, dia melakukan roda empatnya menuju ke restauran.
__ADS_1
Kini mereka berada di sebuah Restauran, Nyonya Karina memperhatikan putrinya dengan lekat. Ethan menjelaskan kejadian pada ibu kandung Shenna ini tanpa ada yang terlewat. "Waktu itu aku menolong Shenna saat kehujanan, dia bercerita jika ibunya begitu membencinya hanya karena Shenna anak yang tak anda inginkan!
Ethan terus menjelaskan panjang lebar pada nyonya Karina. Wanita paruh baya itu merasa tertusuk pedang tak kasat mata, sikapnya yang lalu ternyata membuat putrinya menderita.
"Maafin mama nak, kita pulang ya sayang mama merindukanmu Shenna? " pinta Mama Karina pada putrinya.
"Aku enggak mau pulang. " tolak Shenna secara terangan terangan. Dia meminta sang kekasih agar membawanya pergi dari sana, nyonya Karina terus berusaha membujuk putrinya itu.
"Hentikan Tante, Selama ini Shenna tak berharap di lahirkan dan kenapa tante harus membencinya sekarang. Harusnya tante tak perlu melahirkannya jika tante justru tak menyukai hadirnya. " tegas Ethan membuat nyonya Karina kehilangan kata kata.
Nyonya Karina menatap nanar kepergian putrinya, wanita paruh baya itu ke luar dan hendak mengejarnya namun terlambat. Dia hanya mampu menyesali sikapnya selama ini pada putrinya, kini Shenna telah kehilangan ingatan dan sepertinya enggan berdekatan dengannya.
"Maafin mama sayang,apa yang Ethan bicarakan memang benar. Tak seharusnya mama menyalahkan kamu, waktu bayi kamu begitu polos dan tak tahu apapun dengan apa yang terjadi. " gumam nyonya Karina lirih. wanita itu langsung pergi dari sana dengan membawa penyesalan yang berkelebat di benaknya.
Sementara Shenna hanya diam sepanjang perjalanan, entah apa yang tengah gadis itu pikirkan. Ethan membiarkannya, dia terus fokus dalam mengemudi. Dia tak mengajaknya pulang namun membawa Shenna ke taman. Sampai di sana dia segera memarkirkan mobilnya.
__ADS_1
"Sayang ayo kita turun. " ujar Ethan dengan lembut pada kekasihnya. Shenna menanggapinya dengan senyuman, gadis itu turun dan membalas uluran sang kekasih. Ethan menggandengnya menuju ke bangku, lalu mereka duduk berdua di sana.
Pria tampan itu menoleh, menatap dalam wajah sang kekasih hati. Shenna menghela nafas berat, gadis itu menoleh kearahnya sambil tersenyum. "Aku semakin ragu kak, mungkin aku tak perlu mengingat ingatan yang telah hilang karena ingatan itu berisi memori yang menyakitkan.
"Di antara kita seperti langit dan bumi kak Ethan, apa kau tak memikirkan lagi hubungan di antara kita berdua!
"Tapi aku tak peduli siapa kamu Shenna, aku tetap mencintai kamu dengan tulus. " jawab Ethan sambil menatap dalam wajah cantik Shenna.
Shenna menghela nafas panjang, melihat bagaimana Ethan tetap kekeh dengan keputusannya. Gadis itu langsung memeluk erat tubuh Ethan, pria tampan itu membalas pelukannya dengan erat. Dia menghela nafas panjang, paham akan perasaan Shenna yang masih labil saat ini.
Shenna POV
Ternyata aku dulunya hanya anak hasil dari perbuatan tak menyenangkan yang di lakukan. pria asing pada mama. Pantas saja kak Ethan bilang sebelum aku hilang ingatan, aku kabur dari rumah setelah bertengkar dengan mama. Apa mama begitu benci sama aku hingga bersikap sinis padaku. Ya Tuhan rasanya sangat sakit jika ibu yang melahirkan diriku membenciku sepenuh hati meski tadi dia meminta maaf padaku. Apa yang harus aku lakukan sekarang, haruskah aku memaafkan mama.
Aku juga tidak tahu siapa ayah kandungku, pria yang membuat mama membenci kehadiranku.
__ADS_1