
Setelah beberapa pekan berlalu, Louis dan Angel telah membawa mereka pulang, kini ketiganya tumbuh menjadi bayi bayi gembul. Angel memberi asi ekslusif pada baby triplet. Dia begitu menikmati perannya sebagai ibu dari si kembar dan triplet.
"Mommy, mommy pasti lelah jagain ketiga adek bayi, gimana kalau Liana bantu mommy. " ucap Liana menatap wajah sang mommy dengan sendu.
Angela terenyuh mendengar ucapan puteri sambungnya tersebut, dia usap pipi Liana dengan lembut. "Mommy tak papa sayang, tapi Liana jangan jahilin adik ya, adik bayinya belum ngerti apa apa sayang! "
"Iya Mommy! Liana langsung memeluk tubuh sang mommy, Angel mendekapnya dengan hangat. Keduanya memperhatikan baby triplet yang berada dalam box bayinya.
Kruyuuk
"Kamu lapar sayang? " tanyanya pada Liana yang dibalas cengiran gadis manis itu. Angela mengajak puterinya ke luar, dia meminta sang mertua memjaga baby triplet lalu mereka turun ke bawah.
"Kamu di sini ya sayang, mommy buat makanan untuk kamu dan Logan. " Liana mengangguk, Angela segera pergi ke dapur. Si sulung Logan datang, duduk di sebelah sang adik. Tak lama Louis pulang dari kantor, pria itu menyapa si kembar kemudian pergi menyusul sang istri.
Grep
"Daddy ish, lepasin dulu aku mau nyiapin makanan untuk Logan dan Liana. " protes Angel pada suaminya. Louis justru membalik tubuh sang istri, memagut bibir wanitanya dengan mesra, kemudian melepasnya.
"Gitu aja ngambek mom. " ledek Louis pada istrinya. Angel mendengus, wanita itu membawa makanannya ke meja makan. Si kembar terlihat makan dengan sangat lahap, membuat Louis dan Angel tersenyum kecil.
"Oh ya sayang, Xander tadi hubungi aku katanya dia akan segera bertunangan dengan seorang wanita, dia mengundang kita sayang. " seru Louis. Angela memgangguk, dia sudah tahu siapa pria yang bernama Xander itu karena Louis telah menjelaskan padanya. Xander, pria yang dulu menjaga mendiang Harmonia saat wanita itu masih kecil.
"Bukankah sudah lama kamu tak bertemu dengannya sayang? "
"Iya kamu benar sayang, hampir tujuh tahun lebih. " jawab Louis.
Angela mengangguk, mereka kembali memperhatikan si kembar. Terlihat Liana yang tengah menjahili si sulung Logan, Angela tertawa melihat wajah datar putera sulungnya.
"Mommy. " adu Logan dengan raut kesalnya.
"Ya sudah kalian pergi ke kamar dan mandi sayang, ingat jangan bertengkar. " titahnya pada si kembar. Si kembar mengangguk, mereka langsung menuruti perintah Angela. Wanita itu menghela nafas panjang, merangkul pinggang suaminya. Louis mengajaknya ke ruang tamu dan bermesraan di sana tanpa mengganti pakaian kerjanya.
__ADS_1
"Aku pijit ya bahu kamu mom. " Louis memijit kedua bahu istrinya, dia sangat tahu jika Angela sangat kelelahan mengurus si kembar dan baby triplet secara bersamaan. Angela merasa rileks menikmati pijitan suaminya.
"Sayang, bagaimana kalau kita jenguk papi. " ucap Angela dengan hati hati. Louis menoleh, menatap lekat istrinya dengan pandangan mengintimidasi.
"Kamu kangen sama papi kamu sayang? " tanya Louis pada istrinya.
"Iya sayang, papi satu satunya orang tua aku, lagian papi sering sakit sakitan akhir akhir ini. Please maafin papi ya, aku tahu kamu sakit hati akan ucapannya yang lalu. " tukas Angel dengan lirih. Terdengar suara helaan nafas berat, Angel paham jika suaminya merasa tidak suka jika membahas papi.
"Baiklah, lain kali kita ke sana sekalian ajak si kembar, biar mommy yang jaga triplet!
"Terimakasih sayang. " Angela merasa lega, suaminya mengizinkan dirinya menemui papi. Melihat raut bahagia istrinya, sudut bibir Louis terangkat. Ada rasa bersalah dalam dirinya, dia menjauhkan Angela dari orang tua satu satunya yang di miliki sang istri.
"Hei sayang kenapa melamun. " Angela menatap heran suaminya, Louis hanya menggeleng singkat tanpa menjawabnya. Pria itu justru memainkan helai rambut istrinya dengan pelan.
##
"Katakan? " tanya El pada sang calon tunangan yang sedari tadi memperhatikan dirinya.
"Bukankah kamu sudah tahu alasanku Xander! jawab El dengan tenang.
Xander mendesah berat, pria itu membawa El ke dada bidangnya, dia benar benar jatuh cinta pada wanitanya namun dirinya selalu gagal meyakinkan El. "Sayang dengar, aku tadi mengeluarkannya di dalam, so aku harap kau akan segera hamil anakku agar aku bisa menikahimu sayang!
"Cih kau licik juga tuan! " Elena merutuki kepintaran Xander, Xander tersenyum miring menatap penuh damba wanitanya. Wanita itu justru lagi lagi terdiam, sepertinya tengah memikirkan sesuatu.
"X, perlukah kita menikah, aku cukup senang jika hubungan kita seperti saat ini. " gumam Elena setelah sekian lama terdiam. Xander terperangah, menatap tak percaya kearah wanitanya.
"Kau hanya mau menjadi partner ranjangku daripada istriku El? "
"Dasar bodoh, bagaimana kalau orang orang mencemoohmu sayang. "
"Aku tak peduli Xander, lagipula hidupku sudah berantakan semenjak kejadian di masa lalu. " sahut Elena santai. Xander cukup geram dengan penjelasan dari kekasihnya, dia tak habis pikir dengan pemikiran sang kekasih.
__ADS_1
Awal pertemuan Xander dan Elena di perkebunan milik keluarga Johnstone. Saat itu Xander memilih tak lagi masuk dalam dunia hitamnya, memutuskan mengelola perkebunan keluarganya yang cukup luas. Xander menolong Elena saat wanita itu tengah di lecehkan oleh seorang mandor. Dia memecat mandor itu setelah itu membawa Elena pulang ke villanya. Sejak saat itu hubungan keduanya kian dekat hingga sekarang.
"Aku malas berdebat denganmu El. " Xander sudah sangat lelah memberitahu kekasihnya, pria itu kembali memakai boxernya dan melenggang pergi ke kamar mandi.
"Ya tinggalkan aku Xander, aku memang tak layak bersama dengan kamu dan kita hanya cukup jadi partner dalam ranjang. " batin Elena miris. Wanita itu bangkit, memakai pakaiannya yang berserakan lalu memutuskan mandi di kamar mandi lain.
Skip
Elena kini berada di taman, di sana dia berusaha menenangkan hatinya yang bergemuruh. Selama beberapa tahun ini Xander selalu mengajaknya menikah namun dia selalu menolaknya, memberinya alasan yang terkadang tak logis dan sepele. Pria itu juga memperkenalkan dirinya dengan adik dan ipar Xander, Jessica dan Danzo. Jessica begitu baik padanya, meski awal pertemuan gadis itu sempat ketus padanya.
"Apa sebaiknya aku jauhi saja Xander, dia berhak mendapatkan wanita yang lebih baik dariku. " pikir Elena. Suara langkah kaki seseorang membuat Elena menoleh, dia pikir Xander ternyata Amy Cleony Johnstone, sepupu Xander dan Jessica.
Wanita itu tampak mengulas senyum culasnya, menatap remeh kearah Elena. "Hai jaalang, apa kau di buang sepupuku setelah dia bosan padamu heh. " ucap Amy dengan sinis.
"Bukan urusanmu!
Elena bangkit, pergi begitu saja. Amy yang di tinggalkan merasa kesal dan marah, wanita itu bergegas menyusul Elena dan menarik tangannya. "Apalagi hah, lepaskan tanganku. " Elena menghempas tangan Amy, menatap tajam kearah wanita itu.
"Jika kau tak tahu apa apa, diamlah suaramu membuatku pusing. " dengus Elena.
"Kau.. "
"Kenapa kalian ribut. " Xander datang, dia merasa terusik dengan keributan dari luar. Amy mendatangi sepupunya, dengan liciknya dia menjelekkan Elena di depan Xander.
"Xander, Elena hendak menamparku tadi. " ucapnya dengan nada sedih di buat buat. Elena merotasi matanya, muak dengan drama yang di buat Amy barusan. Xander beralih menatap Elena, meminta penjelasan namun Elena hanya diam tak menjawabnya.
"El, jelaskan!
"Kau tanyakan saja pada sepupumu yang tak punya otak itu. " sahut Elena berjalan melewati keduanya dengan angkuh. Xander beralih pada Amy, Amy merasa kesal dan langsung pergi tanpa mengatakan apapun. Pria itu menghela nafas berat, memayap kepergian Elena dengan sendu, dia buru buru mengejar kekasihnya.
tbc
__ADS_1